Vaksin Hepatitis B pada Anak, Ketahui Manfaat, Efek Samping Sampai Harganya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 9 September 2020 . Waktu baca 13 menit
Bagikan sekarang

Vaksin hepatitis B adalah 1 dari 5 jenis imunisasi yang wajib diberikan sebelum anak berusia 1 tahun. Jenis vaksin ini termasuk vaksin pertama yang harus diberikan saat bayi baru lahir. Mengapa bayi baru lahir harus diberikan vaksin untuk hepatitis B dan apa manfaat dari imunisasi ini?

Apa itu vaksin hepatitis B?

Imunisasi hepatitis B adalah imunisasi yang dipakai untuk mencegah infeksi hati dan sirosis akibat virus hepatitis B.

Menurut Immunize, hepatitis B merupakan penyakit berat yang memengaruhi fungsi hati mulai dari tingkat ringan dalam beberapa minggu, sampai berat yang berlangsung seumur hidup. Ada dua tipe infeksi hepatitis B, akut dan menahun.

Infeksi akut virus hepatitis B merupakan penyakit jangka pendek yang terjadi dalam 6 bulan pertama setelah seseorang terkena virus tersebut. Infeksi akut yang disebabkan virus hepatitis B yaitu:

  • Demam, kelelahan, hilang nafsu makan, mual, sampai muntah
  • Penyakit kuning (kulit atau mata menguning, urine gelap pekat, warna tinja seperti tanah liat)
  • Nyeri otot, sendi, dan perut

Selain itu, infeksi hepatitis B bisa terjadi menahun atau berdiam di dalam tubuh seseorang seumur hidup. Kebanyakan yang memiliki ini tidak mengalami gejala tertentu, tapi infeksi hepatitis B menahun termasuk penyakit berat dan bisa mengakibatkan:

Virus hepatitis B yang masuk ke dalam tubuh dapat menyebabkan pengerasan hati yang berujung pada kegagalan fungsi hati dan kanker hati. Jika terus dibiarkan, infeksi hepatitis B bisa menjadi salah satu penyebab kematian bayi baru lahir di Indonesia.

Sampai saat ini belum ditemukan pengobatan hepatitis B yang ampuh. Namun tak perlu khawatir, vaksin hepatitis B hadir untuk membantu mencegah bayi maupun orang dewasa terkena penyakit tersebut.

imunisasi untuk hepatitis B harus diberikan pada bayi baru lahir 24 jam setelah kelahirannya. Melansir dari siaran pers Kementerian Kesehatan RI, jenis vaksin ini bermanfaat untuk mencegah penularan hepatitis B dari ibu ke anak pada saat proses kelahiran.

Bahkan, American Academy of Pediatrics (AAP) mengungkapkan bahwa imunisasi ini 75-95 persen efektif mencegah perjalanan virus hepatitis B dari ibu kandung ke bayinya.

Imunisasi bertindak sebagai pencegah agar tubuh bisa melawan virus hepatitis B. Vaksin hepatitis B terbuat dari bagian virus hepatitis B tapi tidak akan mengakibatkan infeksi penyakit tersebut. 

Bagaimana cara kerja vaksin hepatitis B?

Imunisasi hepatitis bayi saat pandemi corona

Pemberian imunisasi hepatitis B bisa dilakukan di puskesmas, klinik, atau rumah sakit. Hepatitis B termasuk dalam imunisasi wajib untuk anak dan diberikan tiga kali dalam jangka waktu 6 bulan atau 12 jam setelah terkena paparan virus hepatitis B. 

Mengutip dari situs Hepatitis B Foundation, untuk bayi yang dilahirkan dari ibu yang terinfeksi virus hepatitis B, vaksin harus diberikan dalam 12 jam pertama kehidupan. 

  • Suntikan pertama: saat bayi baru lahir
  • Suntikan selanjutnya : saat bayi berusia 2,3,4 bulan

Bila anak Anda melewatkan salah satu seri suntikan vaksin, tidak perlu memulai ulang. Sebagai contoh, Anda sudah melakukan vaksin pertama dan berhenti, maka si kecil bisa mendapatkan suntikan kedua saat Anda bisa. 

Untuk memastikan bahwa seseorang terlindung dari hepatitis B, anak Anda bisa melakukan tes darah sederhana untuk memeriksa antibodi dan memastikan vaksin berhasil.

Sementara untuk orang dewasa usia 18 tahun ke atas, vaksin hepatitis B yang digunakan di Amerika Serikat adalah Heplisav-B (Dynavax). Vaksin ini diberikan dalam dua dosis yang terpisah selama satu bulan.

Siapa yang membutuhkan vaksin hepatitis B?

imunisasi hepatitis b vaksin

Semua orang membutuhkan imunisasi hepatitis B karena penyakit yang disebabkan oleh virus ini bisa berlangsung dalam jangka pendek dan panjang.

Vaksin yang satu ini dilakukan sebagai 2-4 kali dalam jangka waktu 1-6 bulan. Berikut orang-orang yang membutuhkan vaksin hepatitis B.

Bayi (0-18 bulan)

Mengapa bayi baru lahir langsung diberikan vaksin? Sistem kekebalan tubuh bayi baru lahir masih lemah. Karena itulah, ia sangat rentan terkena berbagai penyakit dari lingkungan, tidak terkecuali virus hepatitis B.

Bayi yang baru dilahirkan harus mendapatkan imunisasi hepatitis B pertama setelah kelahirannya dan seri vaksin ini sudah selesai diberikan saat usia enam bulan. 

Pada bayi yang lahir dari ibu yang positif terinfeksi virus hepatitis B, vaksinasi harus disertai dengan pemberian imunoglobulin hepatitis B (HBIg).

Menurut Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI, 95 persen penularan hepatitis B terjadi secara vertikal, yaitu dari ibu ke bayi pada saat persalinan. Sementara 5 persen lainnya terjadi secara intra uterine atau pada saat di dalam kandungan.

Jika penularan hepatitis B terjadi saat bayi, maka kemungkinan besar virus ini akan bertahan lama di dalam tubuh bayi dan terbawa sampai ia dewasa. Akibatnya, bayi terkena hepatitis B kronis. Bila tidak cepat-cepat ditangani, hal ini bisa memicu komplikasi dan menyebabkan kematian.

Total vaksin yang diterima oleh bayi adalah 3 sampai 4 dengan masing-masing dosis 0.5 ml atau 1 ml. Menurut jadwal imunisasi anak yang dirilis IDAI di tahun 2017, bayi selanjutnya akan kembali menerima vaksin hepatitis B setelah berumur 2 bulan, 9 bulan, dan 15 bulan.

Namun apabila pemberian vaksin pertama dan ketiga dilakukan bersamaan dengan pemberian vaksin difteri, batuk rejan, dan tetanus (DTP) maka sebaiknya anak hanya menerima 3 dosis vaksin hepatitis B saja.

Anak remaja yang belum divaksin (2-18 tahun)

Bila saat bayi seseorang belum diberikan vaksin hepatitis B, ketika remaja ia wajib diberikan vaksin. Semua anak-anak dan remaja yang berusia kurang dari 19 tahun harus diberikan vaksin hepatitis B mengingat infeksi virus bisa menyerang kapan saja.

Terlebih jika kelompok ini tinggal di lingkungan atau negara endemik hepatitis B. Vaksinasi dapat dilakukan sebanyak 3 sampai 4 kali,  dengan masing-masing dosis berkisar antara 5-20 mg atau setara 0,5- 1ml.

Dosis dan jadwal vaksinasi sangat bergantung dengan jenis vaksin hepatitis B yang digunakan oleh tempat layanan kesehatan yang Anda datangi.

Untuk memastikannya, sebaiknya konsultasikan  pada petugas kesehatan atau dokter yang bertugas di sana secara langsung.

Terkadang vaksin yang digunakan untuk hepatitis B juga dikombinasikan dengan vaksin hepatitis A, maka aturan pemberian vaksin dan dosis yang diberikannya pun juga berbeda.

Perlindungan vaksin hepatitis B dapat bertahan hingga 20 tahun atau sampai seumur hidup. Oleh karena itu, sebaiknya tidak dilakukan pemberian vaksin ulang jika telah mendapatkan 3 dosis vaksin hepatitis B sebelumnya.

Orang dewasa

Tidak hanya bayi dan anak-anak, orang dewasa juga perlu diberikan imunisasi hepatitis B. Adapun orang dewasa yang berisiko terkena infeksi hepatitis B, seperti:

  • Memiliki pasangan yang mengidap hepatitis B
  • Aktif secara seksual terlibat hubungan dengan lebih dari satu orang dalam jangka panjang
  • Sedang menjalani pengobatan penyakit menular seksual
  • Pria yang melakukan kontak seksual dengan pria lain
  • Melakukan hubungan seksual dengan penderita hepatitis B
  • Petugas kesehatan yang berisiko terkena darah atau cairan tubuh pasien
  • Wisatawan yang berkunjung ke daerah dengan tingkat hepatitis B tinggi
  • Orang yang memiliki penyakit hati menahun, penyakit ginjal, infeksi HIV, atau terkena diabetes

Bila Anda belum pernah melakukan vaksin hepatitis B dan memiliki risiko di atas. segera hubungi dokter untuk mendapatkan imunisasi untuk mencegah infeksi virus yang menyerang fungsi hati ini.

Ibu hamil

Mengutip dari NHS, dampak infeksi hepatitis B pada ibu hamil bisa menyebabkan penyakit parah pada ibu dan infeksi kronis untuk bayi. Ini yang membuat vaksin hepatitis B direkomendasikan untuk ibu hamil dalam kategori berisiko tinggi terkena infeksi hepatitis B.

Imunisasi hepatitis B termasuk aman untuk ibu hamil, bersamaan dengan vaksin DPT dan influenza.

Jadwal pemberian vaksin hepatitis B

Efek samping vaksin hepatitis B

Dikutip dari situs resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), jadwal vaksin hepatitis B pertama (monovalen) paling baik diberikan dalam waktu 12 jam setelah lahir dengan didahului pemberian suntikan vitamin K1 di paha kiri minimal 30 menit sebelumnya.

Jadwal pemberian vaksin HB monovalen yakni di usia 0, 1, dan 6 bulan. Bayi yang lahir dari ibu HBsAg positif, diberikan vaksin HB dan imunoglobulin hepatitis B (HBIg) pada bagian tubuh yang berbeda.

Apabila diberikan HB kombinasi dengan DTPw, maka jadwal pemberian vaksin pada usia 2, 3, dan 4 bulan. Apabila vaksin HB kombinasi dengan DTPa, maka jadwal pemberian pada usia 2, 4, dan 6 bulan.

Sementara itu, dosis dan jadwal vaksin pada bayi prematur sama dengan bayi yang cukup bulan. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pada bayi prematur, yaitu:

  • Kekuatan kekebalan tubuh pasif melalui penularan secara maternal pada bayi prematur lebih rendah dibandingkan dengan bayi yang cukup bulan.
  • Apabila berat badan bayi sangat kecil, yakni kurang dari 1.000 gram, imunisasi diberikan setelah berat badan pada bayi mencapai 2.000 gram atau saat bayi berumur 2 bulan.
  • Imunisasi hepatitis B1 diberikan pada umur 2 bulan atau lebih, kecuali jika ibu memiliki HBsAg positif

Bayi lahir prematur masih bisa mendapatkan imunisasi hepatitis B, tapi perlu perhatian khusus.

Kondisi yang membuat anak perlu waspada terhadap vaksin hepatitis B

vaksin BCG hepatitis

Meski imunisasi hepatitis B memiliki banyak manfaat, tapi ada hal yang membuat seseorang perlu waspada terhadap obat ini, yaitu:

Memiliki alergi sampai mengancam jiwa

Vaksin hepatitis B termasuk imunisasi yang wajib diberikan pada bayi dan orang dewasa. Namun bila bayi memiliki alergi yang sangat parah sampai bisa mengancam jiwa, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter. 

Mengutip dari Immunize, bila seseorang memiliki reaksi alergi yang bisa membahayakan keselamatan jiwa setelah mendapatkan dosis vaksin hepatitis B, atau alergi parah terhadap bahan di dalam vaksin, kemungkinan ia tidak akan divaksin.

Anda bisa menanyakan pada dokter atau petugas kesehatan untuk mengetahui bahan dan komponen di dalam imunisasi hepatitis B.

Sedang tidak enak badan

Ketika Anda sedang mengalami penyakit ringan, seperti pilek, batuk, atau demam, dokter biasanya akan menunda pemberian vaksin.

Bila imunisasi dilakukan saat seseorang tidak enak badan, vaksin tidak bisa bekerja dengan sempurna untuk melawan virus. Dokter akan menunggu sampai sembuh atau memberikan saran lain. 

Apa efek samping dari imunisasi hepatitis B?

Dt dan Td pada anak hepatitis

Semua obat memiliki efek samping, tidak terkecuali vaksin hepatitis B. Kemungkinan efek samping imunisasi setelah seseorang mendapatkan imunisasi hepatitis B bisa tingkat ringan sampai sangat parah. 

Pada bayi, vaksin hepatitis B juga memiliki risiko efek samping. Bayi Anda mungkin akan mengalami sedikit demam atau nyeri di area suntikan selama beberapa hari.

Akan tetapi jangan khawatir, efek samping ini cenderung sangat ringan dan bahkan jarang terjadi. 

Vaksin ini berisi virus yang sudah tidak aktif sehingga tidak akan menyebabkan infeksi atau peradangan pada tubuh. Jadi, jenis imunisasi hepatitis B sangat aman dan bermanfaat untuk kesehatan si kecil di masa pertumbuhannya.

Efek samping ringan setelah mendapatkan imunisasi hepatitis B yaitu:

  • Bekas luka di area suntikan
  • Demam di atas suhu 37,7 derajat celcius

Efek samping tersebut biasanya timbul setelah dilakukan penyuntikan dan berlangsung selama satu sampai dua hari. Dokter akan memberitahukan lebih lanjut mengenai reaksi ini. 

Efek samping yang sangat jarang terjadi

Meski kebanyakan orang yang mendapatkan vaksin hepatitis B tidak memiliki masalah efek samping, tapi pada beberapa kasus langka bisa terjadi masalah serius, seperti:

Pingsan

Sebagian orang bisa mengalami pingsan setelah menjalani sebuah prosedur medis, termasuk vaksinasi. Untuk mengatasi hal ini, Anda bisa duduk atau berbaring selama 15 menit setelah mendapatkan imunisasi hepatitis B.

Ini bisa membantu mencegah pingsan dan luka yang diakibatkan terjatuh. Katakan pada dokter atau petugas medis bila Anda mengalami pusing, pandangan kabur, atau ada dengung di telinga.

Nyeri bahu

Lokasi penyuntikan imunisasi hepatitis B berada di lengan sebelah kanan. Pada kasus yang sangat jarang terjadi, beberapa orang menderita nyeri pada bahu yang bisa saja lebih parah atau berlangsung lebih lama daripada luka biasa yang ada setelah dilakukan penyuntikan.

Reaksi alergi parah

Setiap pengobatan dapat menyebabkan reaksi alergi yang parah. Namun reaksi parah yang diakibatkan vaksin sangat jarang terjadi, diperkirakan kasusnya 1 dari sejuta vaksinasi, dan terjadi dalam beberapa menit hingga beberapa jam setelah vaksinasi.

Seperti obat yang lain, kecil sekali kemungkinan vaksin dapat menyebabkan luka parah atau kematian. 

Hal yang perlu dilakukan saat ada masalah serius setelah vaksin hepatitis B

hepatitis b saat pandemi corona

Masalah serius yang disebabkan oleh imunisasi hepatitis B memang sangat jarang bahkan langka. Namun bila Anda merasa khawatir, perhatikan apakah ada tanda reaksi alergi parah, seperti demam tinggi atau tanda tidak normal lainnya.

Tanda-tanda reaksi alergi parah seperti:

  • Ruam kulit
  • Bengkak pada wajah dan tenggorokan
  • Sulit bernapas
  • Jantung berdetak cepat
  • Kepala pening
  • Kelelahan

Kondisi di atas bisa terjadi beberapa menit sampai jam setelah melakukan vaksin. Bila mengalami reaksi alergi atau tanda darurat lain, segera hubungi klinik atau rumah sakit terdekat. 

Biaya imunisasi hepatitis B

Vaksin hepatitis B mencegah penularan hepatitis B

Pada dasarnya biaya vaksin hepatitis B bergantung pada masing-masing rumah sakit. Namun, kisaran biaya untuk sekali suntik pada saat lahir berkisar antara 120-180 ribu rupiah. Untuk lebih jelasnya, Anda bisa menanyakan hal ini pada rumah sakit atau rumah bersalin di mana Anda melahirkan.

Penting untuk diingat, meski anak kecil sering kali tidak menunjukkan gejala saat terkena infeksi hepatitis B, risiko anak akan mengalami masalah hepatitis kronis cukup tinggi.

Faktanya, 90 persen anak yang terkena hepatitis sebelum berusia 12 bulan akan mengalami hepatitis kronis. Hingga kini belum ada obat untuk hepatitis B kronis dan hanya sedikit perawatan yang dapat diandalkan.

Oleh karena itu, memberikan vaksin hepatitis B pada anak sejak lahir merupakan cara terbaik untuk mencegahnya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Benarkah Temulawak Bisa Dijadikan Obat Hepatitis?

Penyakit hepatitis membutuhkan pengobatan agar tidak semakin parah. Namun, tahukah Anda bila temulawak bisa jadi obat alami untuk hepatitis?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Gangguan Pencernaan, Health Centers 15 April 2020 . Waktu baca 3 menit

7 Pantangan Penderita Hepatitis yang Penting Dihindari

Penderita hepatitis perlu mengindari beragam pantangan agar penyakit yang dideritanya tidak semakin parah. Berikut adalah pantangan bagi penderita hepatitis

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Gangguan Pencernaan, Health Centers 3 April 2020 . Waktu baca 4 menit

Makanan Sehat yang Dianjurkan untuk Pasien Hepatitis

Berbagai jenis makanan ini dapat membantu meringankan kerja organ hati untuk pasien yang memiliki kondisi hepatitis. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Gangguan Pencernaan, Health Centers 18 Februari 2020 . Waktu baca 5 menit

Usia Berapa Bayi yang Baru Lahir Diperbolehkan Keluar Rumah?

Saat baru dilahirkan Anda mungkin cemas untuk membawa si kecil keluar rumah. Memangnya, umur berapa bayi baru lahir boleh pergi keluar rumah?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 23 November 2019 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bayi tidur

Informasi Seputar Jam Bayi Tidur, Cara Menidurkan, dan Posisi yang Tepat

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 2 September 2020 . Waktu baca 11 menit
Vaksin hepatitis A

Vaksin Hepatitis A pada Anak, Ini Manfaat dan Jadwalnya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 26 Juli 2020 . Waktu baca 7 menit
cara memandikan bayi yang baru lahir

Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 25 Juni 2020 . Waktu baca 9 menit
depresi pasca melahirkan ayah

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit