7 Tips Jitu Agar Tidak Tergoda Kembali Merokok Setelah Berhasil Berhenti

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 Mei 2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Berhenti merokok itu susah-susah gampang. Tak jarang banyak yang kembali tergoda merokok setelah berhasil hidup bulanan hingga tahunan tanpa sebatang rokok. Namun ini bukan berarti Anda gagal total. Jangan pula menyerah pada godaan. Berikut beberapa cara berhenti merokok untuk selamanya, dan tidak lagi-lagi tergoda untuk “sebatang, deh!”

Cara berhenti merokok sekali untuk selamanya, dan terbebas dari godaan

1. Ketahui dulu apa yang membuat Anda ingin kembali merokok

Banyak perokok terbiasa merokok untuk mengatasi stres. Jika hal ini berlaku pada Anda, tubuh Anda telah mengaitkan rokok sebagai satu-satunya cara menghilangkan stres.

Artinya apabila suatu saat nanti apabila ada situasi tertentu yang menyebabkan stres setelah Anda berhenti merokok, kemungkinan keinginan untuk kembali merokok akan muncul dan sulit dikendalikan. Bahkan berhenti merokok sering dijadikan kambing hitam sebagai penyebab stres. Padahal, stres Anda justru akan berkurang saat Anda berhenti merokok. Riset menunjukkan bahwa mantan perokok merasa lebih terbebas dari stres ketimbang perokok.

Anda dapat mengatasi stres tanpa merokok. Caranya adalah dengan mencari tahu apa sebenarnya yang membuat Anda resah. Apakah itu deadline pekerjaan di kantor? Kemudian, cari tahu bagaimana cara meningkatkan produktivitas kerja Anda agar tugas tersebut dapat terpenuhi dengan baik.

2. Ingat apa yang membuat Anda berhenti merokok

Jika Anda mulai goyah dan tergoda untuk merokok lagi, Anda harus cepat-cepat kembali mengingat apa alasan yang membuat Anda berhenti merokok. Apakah itu karena kesehatan yang makin menurun, sehingga Anda tidak bisa lagi berolahraga seintens dulu? Atau karena mengkhawatirkan kondisi orangtua, anak, atau istri, yang selalu terpapar asap rokok Anda dulu?

Cobalah tulis semua daftar alasan tersebut dan tempatkan daftar tersebut ditempat yang bisa Anda lihat jelas setiap saat — sebagai bahan untuk refleksi diri. Memotivasi diri bisa membantu Anda untuk tidak tergoda merokok lagi.

Ingat, perubahan yang dilakukan atas dasar keinginan diri sendirilah yang paling tinggi peluang berhasilnya dalam jangka panjang.

3. Hindari pemicunya

Biasanya, orang perokok memiliki waktu atau situasi tertentu yang menyebabkannya ingin merokok. Misalnya merokok sehabis makan, atau merokok sambil ngopi menunggu inspirasi.

Jika ini adalah hal-hal yang mudah memicu Anda kembali, maka isilah waktu luang yang biasa Anda gunakan untuk merokok dengan melakukan aktivitas lain. Jika memungkinkan, hindari perokok lain untuk sementara. Ambil contoh, berpisahlah dari teman-teman perokok Anda untuk berjalan kaki setelah makan siang, bermain games di HP, atau cuci piring kotor segera setelah makan.

Tergoda kembali merokok kembali bisa disebabkan karena wangi asap rokok yang ada di sekitar Anda. Baju dan jenis pakaian lainnya bisa menyerap aroma rokok. Cuci semua pakaian, celana, lap, jaket yang berbau asap rokok. Bila Anda suka merokok di mobil, bersihkan mobil Anda agar terbebas dari sisa asap rokok dan sampah puntung rokok.

4. Ganti hobi merokok dengan yang lainnya

Membuat diri tetap sibuk adalah salah satu cara berhenti merokok yang efektif. Mencari kesibukan lain bertujuan untuk mengalihkan pikiran Anda dari ngidam rokok. Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengisi waktu luang daripada merokok, antara lain:

  • Olahraga
  • Jalan-jalan santai keluar rumah
  • Buat tangan Anda sibuk, bisa memainkan game di handphone atau komputer
  • Pergi ke bioskop atau nonton serial TV yang seru
  • Luangkan waktu dengan teman dan keluarga yang tidak merokok
  • Pergi ke makan malam di restoran bebas rokok kesukaan Anda

Ketika Anda dalam proses berhenti merokok, akan selalu ada keinginan untuk memasukkan sesuatu di mulut Anda. Pasalnya, Anda sudah terbiasa mengisap batang rokok sehingga ketika Anda sudah tidak merokok Anda akan merasa aneh jika tidak ada sesuatu di mulut Anda.

Oleh karena itu, Anda bisa mengganti rokok yang biasa Anda letakkan di mulut Anda dengan permen karet bebas gula, atau makanan ringan yang sehat. Salah satu cara unik lainnya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kesulitan berhenti merokok adalah dengan minum air dingin melalui sedotan. Menghirup air dingin melalui sedotan juga akan melepaskan dopamin yang merupakan bahan kimia otak yang dapat membantu meringankan suasana hati yang buruk.

5. Rutin sikat gigi

Biasanya, perokok memiliki bau napas apek seperti bau rokok. Oleh karena itu, salah satu hal baik yang Anda dapatkan ketika mencoba berhenti merokok adalah gigi yang bersih ddan napas mulut yang terasa lebih segar terlebih ketika Anda sering sikat gigi.

Jika Anda rutin sikat gigi dan selalu memiliki napas yang segar, Anda pun akan merasa sayang untuk mengotorinya kembali dengan isapan rokok.

6. Anggap godaan tersebut sebagai kesalahan

Jangan terlalu menyalahkan diri sendiri apabila terlintas keinginan untuk merokok atau bahkan kebablasan merokok sebatang. Semua orang pernah salah, bahkan saat sudah berada di jalan yang benar. Hal ini adalah lumrah.

Akan tetapi, jadikan momen tersebut sebagai refleksi dan untuk berjanji tidak mengulangi kesalahan yang sama.

7. Berikan hadiah pada diri sendiri kalau berhasil

Ketika Anda sudah berhasil tidak merokok sama sekali, ada baiknya Anda memberi penghargaan pada diri sendiri. Contoh, uang yang tadinya hanya dihabiskan untuk membeli rokok, bisa Anda sisihkan dan kumpulkan. Jika ditotal sampai setahun berhenti merokok, Anda bisa berlibur atau membeli barang yang Anda suka dengan uang tabungan tersebut. Anda patut merayakan terbebasnya diri Anda dari kepulan asap rokok.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Alergi Paracetamol

Paracetamol sering diresepkan untuk merdakan demam dan nyeri. Tapi tahukah Anda bahwa ada orang yang alergi obat paracetamol?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Hati-Hati Minum Obat, Barangkali Anda Memiliki Alergi Terhadap Antibiotik

Selain makanan dan debu, ada pemicu reaksi alergi lain yaitu golongan obat antibiotik. Cari tahu penjelasan lengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Cara Mengatasi Alergi Obat yang Tepat dan Perawatannya

Jangan biarkan alergi mengganggu aktivitas harian Anda. Ketahui cara cepat mengatasi alergi obat yang kambuh sekaligus perawatan kondisinya di rumah.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Alergi Softlens: Tanda, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Pakai lensa kontak kadang membuat mata merah dan berair, terlebih bagi yang punya alergi. Cari tahu lebih jauh tentang alergi softlens di sini!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Alergi, Alergi Hidung dan Mata 21 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kencing berdiri

Apakah Posisi Kencing Berdiri Berbahaya untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit
rematik kambuh akibat cuaca Etoricoxib obat

Kenapa Cuaca Dingin Bikin Rematik Kumat dan Bagaimana Mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 3 menit
terapi urine minum air kencing

Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit
efek samping paracetamol ibuprofen

Benarkah Terlalu Sering Minum Paracetamol Sebabkan Gangguan Pendengaran?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit