Bolehkah Anak Diet Seperti Orang Dewasa?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 21/12/2017 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Tuntutan penampilan sering kali membuat Anda berniat untuk memperbaiki bentuk tubuh. Kini, Anda perlu waspada sebab hal ini juga bisa terjadi pada anak Anda. Akibat pergaulan dengan teman sebaya yang memiliki tubuh langsing, anak-anak cenderung berpikir untuk melakukan diet. Lantas, apa boleh anak diet seperti orang dewasa? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Anak cenderung lebih sensitif dengan rasa lapar

Masalah kesehatan yang banyak bermunculan di usia anak adalah kelebihan berat badan. Namun, bila kenaikan berat badan ini terjadi di masa pubertasnya, Anda tidak perlu khawatir karena ini merupakan hal yang normal terjadi. Pasalnya, perubahan di dalam tubuhnya (ditambah dengan olahraga) akan membantu menurunkan berat badan anak hingga mendapatkan bentuk tubuhnya yang ideal.

Menurut Jean Antonello, seorang penulis buku Naturally Thin Kids: How to Protect Your Kids from Obesity and Eating Disorders for Life, kenaikan berat badan yang melonjak pada anak disebabkan karena tubuh anak memiliki sensitivitas kelaparan yang lebih tinggi dibandingkan dengan usia dewasa. Semakin anak dibiarkan lapar dengan tingkat sensitivitas lapar yang tinggi, maka semakin lambat pula proses metabolisme di tubuhnya.

Lantas, bolehkah anak diet?

Sebenarnya, anak tidak perlu melakukan diet yang membatasi kalori atau jenis makanan tertentu. Apalagi bila anak memiliki bobot tubuh dalam kategori normal. Pasalnya, anak-anak masih berada dalam fase pertumbuhan dan perkembangan sehingga anak membutuhkan makanan sehat untuk menjaga tubuhnya tetap tumbuh dengan baik.

Upaya diet yang dilakukan terlalu dini berisiko membuat pertumbuhan anak menjadi tersendat. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa anak diet bisa mengalami masalah fisik dan emosional yang berlangsung hingga dewasa. Bahkan, jika dibiarkan, anak Anda bisa berisiko tinggi mengalami gangguan makan yang dapat terbawa hingga mereka dewasa, seperti anoreksia nervosa atau menjadi picky eater (pilih-pilih makanan).

Untuk kasus kelebihan berat badan pada anak, bila tidak segera ditangani memang dapat menyebabkan masalah kesehatan. Namun, bila dipaksakan dengan melakukan diet justru bisa menimbulkan masalah kesehatan yang baru. Anak akan mengalami lonjakan nafsu makan yang lebih tinggi sehingga tidak dapat mengendalikannya. Akibatnya, risiko obesitas justru lebih besar.

Bukan dengan diet ketat, tapi dengan penerapan pola hidup yang sehat

Solusi utamanya berada di tangan Anda sebagai orangtua. Menurut Lara Field, ahli gizi anak dari University of Chicago Comer Children’s Hospital di Amerika Serikat, cara yang paling efektif bagi anak-anak adalah dengan mengubah makan dan cara berpikir anggota keluarga secara keseluruhan.

Orang tua harus bisa memberikan contoh penerapan pola hidup sehat untuk anak. Bukan hanya terfokus pada penurunan berat badan anak, tapi juga untuk mempertahankan kualitas kesehatannya di kemudian hari.

pasien kanker anak makan

Nah, bila anak Anda mengalami kelebihan berat badan dan dianjurkan untuk menurunkan berat badannya oleh dokter, maka Anda bisa melakukan cara ampuh berikut ini:

1. Jauhkan camilan dari anak

Baik itu makanan ringan, makanan cepat saji, atau produk tinggi lemak dan garam, semua wajib dijauhkan dari jangkauan anak. Sajikan kombinasi beberapa jenis makanan sehat dan libatkan anak Anda untuk menyiapkan makanannya sendiri. Misalnya semangkuk sereal dengan buah berry di atasnya, roti gandum dengan selai, yoghurt rendah lemak dengan buah atau sayuran, atau pisang. Hal ini bermanfaat untuk menambah daya tarik yang positif terhadap makanan sehat bagi anak Anda.

2. Ajak anak Anda untuk aktif bergerak

Semakin banyak pergerakan, maka semakin banyak lemak yang terbakar dalam tubuh anak. Pilih aktivitas atau jenis olahraga yang menjadi favorit anak Anda di akhir pekan. Misalnya berenang, bermain sepak bola, atau sekadar membantu membersihkan rumah. Kegiatan ini sangat baik untuk mengurangi kegiatan monoton yang sering dilakukan anak, misalnya menonton TV atau bermain game.

3. Jangan larang anak untuk makan

Biarkan anak belajar mengendalikan makanannya sendiri dengan tetap mendapatkan arahan dari Anda. Ini bertujuan untuk mencegah anak dari ‘mogok’ makan bila terlalu disetir soal makanan.

Ajari anak untuk mengenal makanan sehat yang mengandung nutrisi dan yakinkan bahwa rasanya juga enak. Anda juga bisa memperagakannya dengan memakan makanannya di depan anak untuk lebih meyakinkannya.

4. Hindari kebiasaan makan di depan TV atau sambil main gadget

Makan sambil menonton TV atau main gadget membuat anak tidak fokus makan. Akibatnya, secara tidak sadar anak menjadi lebih banyak makan karena belum merasa kenyang. Jadi, ajarkan anak Anda untuk makan di meja makan tanpa televisi atau handphone agar anak bisa makan pelan-pelan sehingga otak bisa menerima sinyal kenyang saat makanan habis.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

10 Makanan Terbaik untuk Anda yang Cepat Lapar

Anda sering merasa lapar atau ingin mengunyah sesuatu meski sudah makan? Sudah saatnya mencoba menu makanan berikut ini agar Anda tidak cepat lapar.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 21/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Frozen Yogurt Versus Es Krim, Lebih Sehat Mana?

Benarkah frozen yogurt memiliki kandungan lemak yang lebih sedikit dari es krim? Cari tahu di sini untuk memastikan apakah frozen yogurt memang lebih sehat.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 17/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Yang Perlu Anda Tahu Seputar Pangan Rekayasa Genetika

Sudah saatnya kita meluruskan isu-isu seputar pangan rekayasa genetika (PRG) atau genetically modified foods yang penuh kontroversi ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 15/06/2020 . Waktu baca 5 menit

3 Resep Dessert Vegan yang Mudah dan Lezat

Kata siapa seorang vegan tak bisa menikmati berbagai pencuci mulut yang menggugah selera? Tiga dessert vegan yang mudah dibuat ini nikmatnya berani diadu!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 15/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

diet eliminasi

Mengenal Diet Eliminasi (Elimination Diet) untuk Tahu Intoleransi Makanan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 05/07/2020 . Waktu baca 5 menit
protein susu soya

Ibu Harus Tahu, Ini Beda Kandungan Protein dalam Susu Kedelai dan Susu Sapi

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . Waktu baca 6 menit
nutrisi untuk anak aktif

Kebutuhan Asupan Nutrisi yang Perlu Dipenuhi Anak Aktif dan Suka Olahraga

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 30/06/2020 . Waktu baca 6 menit
apa itu kolesterol

7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . Waktu baca 5 menit