Obesitas pada Anak Berisiko Terhadap Depresi dan Stres Saat Dewasa

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 23 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Obesitas alias kelebihan berat badan memang memiliki bahaya bagi kesehatan, terutama pada anak. Mulai dari mengganggu tumbuh kembang hingga berpengaruh terhadap kondisi kejiwaannya. Lantas, apa dampak obesitas terhadap kesehatan mental anak?

Dampak obesitas terhadap kesehatan mental anak

berat badan anak obesitas

Angka kasus obesitas pada anak telah meningkat dalam beberapa dekade terakhir. WHO saat ini menempatkan obesitas pada anak sebagai salah satu tantangan dalam dunia kesehatan yang cukup serius. 

Studi sebelumnya pun telah menghubungkan obesitas ketika masa kanak-kanak terhadap risiko kematian dini saat mereka beranjak dewasa. 

Bentuk dan kesehatan tubuh yang mereka alami saat masa kecil ternyata sangat berpengaruh terhadap kesehatan mental mereka. Maka itu, dampak obesitas terhadap kesehatan mental anak cukup besar.

Hal ini ditunjukkan melalui sebuah penelitian dari PLOS Medicine. Para ahli dalam penelitian tersebut menunjukkan bahwa orang yang mengalami obesitas semasa kanak-kanak berisiko meninggal dunia tiga kali lebih tinggi. 

Penelitian ini diikuti oleh 7.000 peserta yang menjalani perawatan obesitas di antara usia 3 sampai 17 tahun. Peserta yang pernah mengalami obesitas ini kemudian dibandingkan dengan 34.000 orang dengan usia, jenis kelamin, dan wilayah tempat tinggal yang sama.

Hasilnya, sebanyak 39 orang (0,55 persen) pada satu kelompok obesitas meninggal ketika menjalani perawatan lanjut selama rata-rata 3,6 tahun dibandingkan 65 orang pada kelompok lainnya. Lalu, usia rata-rata kematian mereka adalah 22 tahun.

lahir caesar berisiko obesitas

Dampak obesitas terhadap kesehatan mental anak ternyata berpengaruh terhadap meningkatnya risiko kematian dini saat beranjak dewasa, terutama bunuh diri. 

Sebenarnya, penjelasan yang paling masuk akal dari temuan ini adalah komplikasi obesitas yang menyebabkan penyakit kronis. Mulai dari diabetes, gangguan pada fungsi hati, hingga tekanan darah tinggi. 

Selain itu, anak dan remaja yang menderita obesitas juga rentan terhadap diskriminasi yang bisa menimbulkan masalah psikologis. 

Oleh karena itu, hubungan antara obesitas anak dengan kesehatan mental mereka masih perlu ditindaklanjuti dengan penelitian-penelitian selanjutnya. 

Anak perempuan lebih berisiko dibandingkan anak laki-laki

penyebab obesitas pada anak

Dampak obesitas yang dialami oleh anak terhadap kesehatan mental ternyata perlu diperhatikan agar tidak berpengaruh ketika mereka beranjak dewasa. 

Penelitian lain dari BMC Medicine menemukan pengaruh obesitas terhadap risiko cemas dan depresi pada anak dan remaja. Dari penelitian tersebut, terungkap bahwa anak perempuan yang mengalami obesitas berpotensi memiliki gangguan kecemasan dan depresi 43 persen lebih tinggi. 

Obesitas anak laki-laki mempunyai risiko 33 persen lebih tinggi dibandingkan teman sebayanya. Dalam penelitian yang melibatkan lebih dari 12.000 anak berusia 6-17 tahun ini, mereka menjalani perawatan karena obesitas.

Walaupun demikian, ada faktor lain yang mungkin menjadi penyebab kesehatan mental anak terganggu. Mulai dari latar belakang keluarga, gangguan neuropsikiatri, hingga sosial serta status ekonomi. 

Anak yang memiliki obesitas sangat penting untuk mendapatkan perawatan yang memadai dan baik untuk jangka panjang. Hal ini bertujuan agar risiko kematian dini akibat obesitas atau bunuh diri karena gangguan psikologis dapat dikurangi. 

Masalah kesehatan mental lainnya pada anak obesitas

anak obesitas minum susu

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, dampak obesitas terhadap kesehatan mental anak dapat meningkatkan risiko gangguan kecemasan dan depresi. Keduanya termasuk masalah psikologis yang dialami oleh anak yang menderita obesitas. 

Berat badan dapat membentuk atmosfer sosial yang cukup ‘unik’ dan perlu dihadapi oleh anak. Maka itu, ada beberapa efek psikologis lainnya yang perlu orangtua ketahui jika anaknya menderita obesitas. 

Hal ini bertujuan agar orangtua dapat membantu anak untuk menghadapi tantangan ini saat mereka beranjak dewasa. 

Kepercayaan diri rendah

mengatasi anak tantrum

Tidak percaya diri adalah salah satu dampak obesitas terhadap kesehatan mental anak yang paling sering muncul. Obesitas tidak hanya sekadar masalah kondisi fisik, melainkan juga sering dibanding-bandingkan dengan orang lain. Akibatnya, mereka sangat menyadari kondisi tubuh mereka, sehingga lebih sering merasa sendiri. 

Perbandingan tersebut sebenarnya dapat muncul dari hal-hal remeh, seperti pemilihan pakaian, daya tarik, dan tentu saja berat badan. 

Remaja yang mengalami obesitas mungkin tidak merasa cocok di lingkungan tersebut karena merasa teman-teman sebayanya memiliki kondisi fisik yang lebih baik, alias lebih kurus.

Hal ini memang tidak mengherankan karena beberapa studi menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan diri anak yang mengalami obesitas cenderung lebih rendah.

Dengan kata lain, obesitas pada anak membuat mereka tidak bahagia dengan diri mereka sendiri dalam berbagai cara, termasuk penampilan. 

Perilaku bermasalah meningkat

korban bullying

Selain memiliki tingkat kepercayaan diri yang rendah, dampak obesitas terhadap kesehatan mental anak lainnya adalah berisiko memiliki perilaku bermasalah

Hampir semua remaja mengalami fase pubertas yang membuat mereka ingin mencoba semuanya dan tidak jarang menimbulkan masalah.

Namun, orangtua yang memiliki anak penderita obesitas melaporkan bahwa masalah perilaku pada anaknya justru lebih banyak. 

Sebagai contoh, banyak orangtua yang memberitahu bahwa anak mereka kesulitan untuk mengungkapkan perasaan. Akibatnya, hal tersebut memicu risiko depresi, rasa cemas yang berlebihan, hingga gangguan makan

Tidak sedikit dari anak yang mengalami obesitas juga bermasalah ketika mengeluarkan kemarahannya, sehingga cenderung menolak atau membantah saat diberitahu. 

jenis bullying di sekolah

Selain itu, mereka juga mengungkapkan bahwa anak mereka kurang berprestasi di sekolah dan tidak memiliki banyak teman.

Kebanyakan anak dengan obesitas cenderung memiliki nilai ujian yang rendah dan tidak masuk dalam perguruan tinggi favorit, terutama perempuan. Hal ini mungkin dapat terjadi karena anak merasa sekolah bukan merupakan tempat yang aman dan menyenangkan.

Tidak sedikit dari remaja yang mengalami obesitas mendapatkan bullying dari teman sebayanya dan orang dewasa. Teman lama mungkin menghindari mereka dan mereka kesulitan mendapatkan teman baru. 

Hal tersebut membuat anak kesulitan untuk belajar di sekolah dan memperoleh prestasi yang baik.

Sudah saatnya orangtua bertindak

dampak gizi buruk kwashiorkor pada anak

Obesitas pada anak memang memberikan dampak buruk terhadap kesehatan mental mereka.

Peran orangtua sangat penting untuk mengambil langkah agar masalah ini bisa diperbaiki dengan mengajak anak mengubah asupan gizinya dan melakukan aktivitas fisik. 

Jangan lupa untuk menghubungi dokter anak sebagai langkah pertama agar anak Anda mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Anak Obesitas Masih Boleh Makan Makanan Berlemak?

Lemak identik dengan berat badan yang bertambah. Jika demikian, bolehkah anak yang mengalami obesitas makan makanan mengandung lemak?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Parenting, Nutrisi Anak 20 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit

Apakah Pemanis Buatan Aman Dikonsumsi Anak-anak?

Pemanis buatan hadir dalam berbagai camilan kegemaran anak-anak. Lantas, apa saja bahaya pemanis buatan untuk kesehatan anak?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Parenting, Nutrisi Anak 2 November 2019 . Waktu baca 3 menit

Orang Berbadan Gemuk Ternyata Lebih Sering Mendengkur, Ini Sebabnya

Siapa pun bisa mendengkur saat tidur, tapi orang dengan tubuh yang gemuk ternyata lebih sering mengalami gangguan ini. Apa sebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Gangguan Tidur 13 Oktober 2019 . Waktu baca 4 menit

Jangan Sembarang Memberi Makanan Manis Pada Anak, Ini 4 Bahayanya

Anak-anak memiliki akses yang sangat mudah untuk mengonsumsi makanan manis. Padahal, ada sejumlah bahaya yang ditimbulkan makanan manis bagi kesehatan anak.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kesehatan Anak, Parenting 1 Oktober 2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Kesehatan jiwa remaja cegah depresi

Era Modern: Kasus Depresi pada Anak Remaja Meningkat

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
Konten Bersponsor
kesehatan dan kebahagiaan anak

Begini Pengaruh Kesehatan terhadap Kebahagiaan Anak

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 10 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit
dampak pandemi mental remaja

Pengaruh Pandemi Terhadap Kesehatan Mental Remaja, Apa Saja?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 23 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit
perkembangan otak anak obesitas

Obesitas Pada Anak Bisa Memengaruhi Perkembangan Otaknya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2020 . Waktu baca 4 menit