home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

10 Jenis Makanan Penyebab Obesitas yang Harus Dihindari

10 Jenis Makanan Penyebab Obesitas yang Harus Dihindari

Penting bagi Anda untuk menghindari makanan penyebab obesitas. Obesitas adalah penumpukan lemak berlebih pada tubuh akibat ketidakseimbangan metabolisme (pembakaran energi) yang terjadi dalam waktu lama.

Tidak hanya memicu kenaikan berat badan berlebih, makanan pemicu obesitas juga meningkatkan risiko berbagai penyakit, seperti diabetes hingga penyakit jantung.

Lantas, apa saja makanan pemicu obesitas yang perlu Anda hindari?

Jenis makanan penyebab obesitas

Anda berisiko mengalami obesitas jika sering makan secara berlebihan atau dalam porsi besar.

Pasalnya, asupan tinggi kalori secara terus-menerus mudah memicu kenaikan berat badan berlebih.

Agar berat badan senantiasa ideal, selain mengontrol porsi makan, Anda perlu membatasi asupan beberapa jenis makanan pemicu obesitas berikut ini.

1. Gorengan

cara mengurangi makan gorengan

Bahaya gorengan terbukti meningkatkan risiko kenaikan berat badan berlebih. Hal ini dikarenakan minyak goreng kaya akan lemak jenuh dan lemak trans.

Kedua jenis lemak ini adalah “lemak jahat” yang mampu menumpuk di tubuh.

Lemak jahat jugalah yang membuat gorengan menjadi salah satu makanan penyebab obesitas.

2. Bolu

Anda pasti tidak asing dengan bolu yang manis dengan sensasi krim yang memanjakan lidah. Sayangnya, hal ini justru membuat bolu menjadi makanan pemicu obesitas.

Bolu adalah makanan tinggi gula. Kandungan gula berlebih menaikkan jumlah kalori pada makanan. Selain itu, krim dan mentega pada bolu juga tinggi lemak.

Dalam 100 gram bolu cokelat lengkap dengan tambahan krim, terdapat kalori sebesar 399 kkal. Jumlah kalori ini relatif tinggi.

American Heart Association menyatakan makanan termasuk tinggi kalori jika memiliki kalori sebesar 400 kkal per sajian.

Selain itu, tepung yang digunakan pada bolu biasanya berupa refined flour, yakni dari biji-bijian dengan mengelupas kulit arinya.

Proses pembuatan tersebut menyebabkan kadar serat pada tepung berkurang drastis. Alhasil, saat diproses di dalam tubuh, bolu bisa meningkatkan kadar gula darah dengan cepat.

3. Es krim

Serupa dengan bolu, es krim juga merupakan makanan penyebab obesitas. Bukan tidak mungkin, kudapan yang satu ini memang tinggi lemak dan gula.

Dalam satu sajian es krim seberat 66 gram, lemak yang terkandung sebesar 7,26 gram. Lemak yang ditemukan pada es krim biasanya adalah lemak jenuh.

Selain memicu obesitas, lemak jenuh juga memicu penyakit kardiovaskular.

Kadar gula pada satu sajian es krim juga cukup tinggi, yakni 14 gram. Padahal, anjuran asupan gula harian yang ditetapkan pada Angka Kecukupan Gizi (AKG) sebesar 50 gram.

Artinya, 28% dari asupan gula harian berasal dari satu sajian es krim. Ini belum termasuk dengan konsumsi gula dari makanan lainnya.

Terlebih, dilansir dari riset terbitan Nutrition Reviews, makanan manis juga mampu meningkatkan hasrat ingin makan terus-menerus.

Oleh karena itu, konsumsi makanan manis bisa membuat asupan kalori semakin tidak terkontrol sehingga meningkatkan risiko obesitas.

4. Donat

Donat tentunya harus masuk daftar makanan penyebab obesitas.

Pasalnya, donat seringnya diolah dengan cara menggoreng adonannya di dalam minyak panas. Proses pengolahan ini meningkatkan asupan lemak trans dan lemak jenuh.

Selain itu, kadar gula pada adonan dan topping yang melapisinya juga tinggi. Adonan donat pun menggunakan mentega yang kaya akan lemak jenuh.

Gula dan lemak adalah kandungan yang mampu meningkatkan kalori makanan dengan signifikan.

5. Daging merah

Daging untuk diabetes

Meskipun merupakan sumber protein, daging merah, seperti daging sapi dan kambing, bisa menjadi salah satu makanan penyebab obesitas.

Daging merah memiliki kandungan lemak jenuh yang tinggi. Hal ini bisa berbahaya terutama ketika daging dikonsumsi secara berlebihan.

Selain memicu kenaikan berat badan, lemak jenuh pada daging mampu meningkatkan kadar kolesterol jahat pada darah sehingga Anda rentan mengalami penyakit jantung.

Untuk memilih daging yang rendah lemak, Anda bisa memperhatikan warna putih pada permukaannya.

Bila cenderung banyak warna putih pada daging, hindari memilihnya karena menandakan kandungan lemak yang tinggi.

6. Makanan olahan

Makanan olahan, seperti sosis, kornet, dan makanan beku, terbukti tinggi garam dan lemak jenuh. Tak heran, ketiganya termasuk ke dalam makanan penyebab obesitas.

Rupanya, makanan tinggi garam juga mampu memicu obesitas. Garam meningkatkan kadar air pada tubuh. Jadi, berat badan pun bertambah.

Selain itu, garam memicu pertambahan kadar lemak pada tubuh.

7. Soda

Tidak hanya makanan pemicu obesitas, minuman soda mampu membuat berat badan Anda naik. Mengapa? Lagi-lagi, minuman bersoda terbukti tinggi gula.

Sekaleng soda kola bahkan terbukti mengandung gula sebanyak 39 gram. Bila menilik AKG, satu sajian kola mampu menyumbang 78% dari asupan gula harian.

Padahal, sehari-hari Anda juga mengonsumsi makanan lain yang mengandung gula. Jadi, konsumsi minuman bersoda bisa membuat Anda kelebihan asupan gula.

Asupan gula yang berlebih bisa menyebabkan penumpukan lemak di dalam tubuh.

8. Jus kemasan

Memang, jus berasal dari buah-buahan yang menyehatkan. Namun, penambahan gula pada jus buah justru bisa menaikkan berat badan Anda.

Jus kemasan juga lebih rendah serat dan zat gizi penting lainnya.

Selain itu, minum jus tidak bisa mengganjal rasa lapar dengan baik selayaknya mengonsumsi buah-buahan utuh.

Jadi, ada kemungkinan mengonsumsi jus dalam jumlah besar hanya menimbulkan rasa kenyang dan puas yang sementara.

Hal tersebut justru berbahaya karena membuat Anda ingin terus menambah asupan gula.

9. Minuman boba

Selain makanan penyebab obesitas, bahaya boba juga memicu kenaikan berat badan drastis sebab minuman ini terbukti tinggi gula.

Tidak hanya dari teh dan susunya, gula juga terdapat pada boba atau mutiara yang terbuat dari tepung tapioka yang kenyal.

Dikutip dari jurnal Food Science & Nutrition, kandungan fruktosa pada minuman boba relatif tinggi, yakni sekitar 20,79 gram.

Fruktosa terbukti meningkatkan risiko obesitas, terutama pada anak. Tak hanya itu, butiran boba juga menambah jumlah kalori.

10. Kopi susu

es kopi susu gula aren

Kopi susu kerap menemani kegiatan sehari-hari Anda. Sayangnya, kopi susu juga menjadi asupan pemicu obesitas.

Pada dasarnya, jumlah kalori kopi tanpa tambahan apa pun kurang dari 5 kkal dan tidak mengandung lemak sama sekali.

Namun, bila Anda ingin mengonsumsi kopi susu, kalori pun bisa bertambah karena adanya tambahan gula maupun krim kental manis.

Kopi susu bahkan dengan whipping cream mampu menambah kalori hingga 101 kkal.

Pola makan untuk mencegah obesitas

Makanan tinggi kalori seperti gorengan, kudapan manis, dan camilan tinggi garam bisa memicu obesitas saat dikonsumsi secara berlebihan.

Untuk mencegah obesitas, Anda perlu membatasi konsumsi makanan tersebut dan menjalani pola makan yang sesuai dengan pedoman gizi seimbang.

Dibandingkan memperbanyak konsumsi makan penyebab obesitas, utamakanlah konsumsi makanan berikut ini.

  • Biji-bijian utuh, seperti gandum utuh dan beras merah
  • Sayur-sayuran berwarna
  • Buah segar
  • Kacang-kacangan atau sumber protein dari ikan dan ayam
  • Air putih

Mengonsumsi makanan penyebab obesitas membahayakan kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Selain menjaga pola makan sehat, jangan lupa untuk olahraga setidaknya 30 menit sehari dengan intensitas sedang.

Hal ini berguna menyeimbangkan jumlah energi yang masuk dan keluar sehingga menurunkan risiko obesitas.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Gadiraju, T., Patel, Y., Gaziano, J., & Djoussé, L. (2015). Fried Food Consumption and Cardiovascular Health: A Review of Current Evidence. Nutrients, 7(10), 8424-8430. doi: 10.3390/nu7105404

Certain Foods Linked to Long-Term Weight Gain. (2015). Retrieved 21 October 2021, from https://www.nih.gov/news-events/nih-research-matters/certain-foods-linked-long-term-weight-gain

Sayon-Orea, C., Carlos, S., & Martínez-Gonzalez, M. (2015). Does cooking with vegetable oils increase the risk of chronic diseases?: a systematic review. British Journal Of Nutrition, 113(S2), S36-S48. doi: 10.1017/s0007114514002931

Hashem, K., He, F., Alderton, S., & MacGregor, G. (2018). Cross-sectional survey of the amount of sugar and energy in cakes and biscuits on sale in the UK for the evaluation of the sugar-reduction programme. BMJ Open, 8(7), e019075. doi: 10.1136/bmjopen-2017-019075

Elisabeth Almekinder RN, C. (2018). 20 Healthy Flours from Lowest to Highest Carbohydrates – TheDiabetesCouncil.com. Retrieved 21 October 2021, from https://www.thediabetescouncil.com/20-healthy-flours/

Cake, snack cakes, creme-filled, chocolate with frosting. (2021) Retrieved 21 October 2021, from https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/174942/nutrients

Ice creams, vanilla. (2021). Retrieved 21 October 2021, from https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/167575/nutrients

CDC. (2021). Nutrition. Retrieved 21 October 2021, from https://www.cdc.gov/nccdphp/dnpa/nutrition

Roberts, S. (2009). High-glycemic Index Foods, Hunger, and Obesity: Is There a Connection?. Nutrition Reviews, 58(6), 163-169. doi: 10.1111/j.1753-4887.2000.tb01855.x

Meat, Poultry, and Fish: Picking Healthy Proteins. (2021). Retrieved 21 October 2021, from https://www.heart.org/en/healthy-living/healthy-eating/eat-smart/nutrition-basics/meat-poultry-and-fish-picking-healthy-proteins

High Salt Intake. (2021). Hypertension. Retrieved from https://www.ahajournals.org/doi/10.1161/HYPERTENSIONAHA.115.05948?url_ver=Z39.88-2003&rfr_id=ori:rid:crossref.org&rfr_dat=cr_pub%20%200pubmed

Kementerian Kesehatan RI. (2021) Hukor.kemkes.go.id. Available at: http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No__28_Th_2019_ttg_Angka_Kecukupan_Gizi_Yang_Dianjurkan_Untuk_Masyarakat_Indonesia.pdf (Accessed: 21 October 2021).

Roberts, S. (2009). High-glycemic Index Foods, Hunger, and Obesity: Is There a Connection?. Nutrition Reviews, 58(6), 163-169. doi: 10.1111/j.1753-4887.2000.tb01855.x

Cola by THE COCA-COLA COMPANY nutrition facts and analysis. (2021). Retrieved 21 October 2021, from https://www.nutritionvalue.org/Cola_by_THE_COCA-COLA_COMPANY_666392_nutritional_valu

Gill, J., & Sattar, N. (2014). Fruit juice: just another sugary drink?. The Lancet Diabetes & Endocrinology, 2(6), 444-446. doi: 10.1016/s2213-8587(14)70013-0

Min, J., Green, D., & Kim, L. (2016). Calories and sugars in boba milk tea: implications for obesity risk in Asian Pacific Islanders. Food Science & Nutrition, 5(1), 38-45. doi: 10.1002/fsn3.362

Rizkalla, S. (2010). Health implications of fructose consumption: A review of recent data. Nutrition & Metabolism, 7(1), 82. doi: 10.1186/1743-7075-7-82

Coffee calories: Sabotaging your weight loss?. (2021). Retrieved 21 October 2021, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/weight-loss/expert-answers/calories/faq-20058100

Healthy Weight Checklist. (2012). Retrieved 21 October 2021, from https://www.hsph.harvard.edu/obesity-prevention-source/diet-lifestyle-to-prevent-obesity/

How much exercise do you really need?. (2021). Retrieved 21 October 2021, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/fitness/expert-answers/exercise/faq-20057916

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Larastining Retno Wulandari Diperbarui 27/10/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan