home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mengatur Kebiasaan Makan yang Sehat untuk Mencegah Obesitas

Mengatur Kebiasaan Makan yang Sehat untuk Mencegah Obesitas

Obesitas dapat menyerang siapa saja tanpa pandang bulu. Kondisi kelebihan berat badan ini diketahui dapat meningkatkan berbagai risiko penyakit kronis yang mengancam jiwa. Untuk menghindari obesitas sekaligus menurunkan risiko penyakit kronis, kebiasaan makan Anda harus diperbaiki. Apa saja kebiasaan makan yang perlu diatur kembali untuk cegah obesitas? Yuk, simak ulasannya berikut ini.

Mengatur kebiasaan makan untuk cegah obesitas

Obesitas (kegemukan) disebabkan oleh kombinasi genetik, kebiasaan makan yang buruk, dan gaya hidup yang mager alias malas gerak. Dari ketiga faktor tersebut, kebanyakan orang cenderung memiliki kebiasaan makan yang tidak sehat.

Kebanyakan orang tidak tahu bahwa kebiasaan makan yang mereka terapkan ternyata tidak sehat. Sementara sisanya tahu kebiasaan makan mereka tidak baik, tapi cuek saja. Padahal, kebiasaan makan sangat berhubungan dengan angka timbangan berat badan.

Jika kebiasaan makan yang buruk tidak dihilangkan, berat badan naik tidak terkendali, obesitas bisa menyerang, dan akhirnya mengundang penyakit diabetes, penyakit jantung, dan sindrom metabolik. Tentu Anda tidak ingin komplikasi obesitas ini terjadi, bukan?

Jadi, mulai saat ini atur kembali kebiasaan makan jadi lebih sehat untuk cegah kegemukan dan obesitas. Berikut kebiasaan makan yang sehat dan harus Anda terapkan.

1. Pilih makanan yang lebih sehat

makanan yang mengecilkan perut

Memilih makanan yang sehat merupakan kebiasaan makan paling dasar untuk cegah kenaikan berat badan dan obesitas. Makanan sehat yang dimaksud yaitu kandungan nutrisinya jauh lebih banyak dan cara mengolahnya pun sehat.

Nah, contoh makanan sehat yang bisa Anda nikmati adalah sayur, buah, kacang-kacangan, biji-bijian, ikan, telur, serta daging ayam dan sapi tanpa lemak.

Kemudian, cara mengolahnya pun harus diperhatikan. Misalnya masak dengan minyak sedikit saja, tidak merebus sayur terlalu lama, dan memilih bahan pangan segar daripada yang sudah dikemas atau diolah.

2. Makan secukupnya

makan salad untuk otak sehat

Kebiasaan makan yang sehat untuk cegah obesitas selanjutnya adalah memerhatikan porsi makanan. Porsi makan yang besar kerap kali menyebabkan kalori tidak terpakai secara maksimal.

Kelebihan kalori akan menjadi timbunan lemak tubuh, bikin berat badan naik, dan meningkatkan risiko obesitas. Untuk itulah, Anda sebaiknya tidak makan dalam porsi besar jika tidak diseimbangkan dengan aktivitas yang sesuai.

3. Boleh ngemil, tapi porsi dan pilihan makanannya diperhatikan

Sumber: Eat This

Kebiasaan makan untuk cegah obesitas yang harus Anda terapkan selanjutnya adalah makan sesuai waktunya. Bukan di saat Anda sangat kelaparan atau saat perut masih masih kenyang. Jika Anda merasa lapar tapi belum masuk jam makan siang atau malam, Anda boleh ngemil.

Makan camilan dapat menunda rasa lapar dan mengisi kembali energi pada tubuh. Hanya saja, camilan tidak boleh dimakan dalam porsi besar. Begitu pula yang mengandung tinggi gula atau garam.

Makanan camilan harus dipilih secara cermat supaya tidak membuat kalori Anda melebihi batasan yang direkomendasikan. Camilan sehat yang bisa bikin kenyang lebih lama antara lain snack kedelai.

Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Nutrition tahun 2015 menunjukkan bahwa makan kedelai sebagai camilan dapat mengontrol nafsu makan. Tak cuma itu, ngemil kedelai juga bisa meningkatkan suasana hati dan fungsi kognitif otak.

4. Jangan tidur habis makan

tidur terlalu lama

Tidur setelah makan tidak hanya menimbulkan masalah pencernaan, tapi juga menyebabkan kenaikan berat badan. Ini terjadi karena kalori tidak terpakai secara maksimal dan membentuk tumpukan lemak di tubuh. Setelah makan, lakukan aktivitas selain tidur setidaknya 3 jam.

Mengantuk setelah makan sering kali disebabkan karena porsi makanan yang terlalu banyak dan membuat Anda kenyang. Untuk menghindarinya, porsi makanan harus Anda perhatikan.

5. Makan pelan-pelan sambil fokus

makan sayur cara efektif menurunkan berat badan

Kebiasaan makan yang sehat untuk cegah kegemukan juga mencakup bagaimana cara Anda menyantap makan. Supaya lebih nikmat, Anda tentu harus fokus dengan makanan yang sudah disajikan dan makan dengan tenang.

Dengan begitu, Anda bisa mengunyah makanan lebih baik dan tahu kapan waktunya harus berhenti makan. Hindari segala kegiatan yang mengganggu konsentrasi saat makan. Misalnya menonton televisi, mengecek media sosial, atau mengobrol.

6. Makan pada waktunya

jam makan

Apa yang bikin Anda makan lebih banyak dari biasanya? Tentu saja jawabannya adalah nafsu makan yang tinggi. Ini sangat umum terjadi jika Anda sering kali melewatkan sarapan atau menunda jam makan.

Jika Anda tidak ingin asupan makanan jadi berlebihan dan menyebabkan berat badan naik, makanlah sesuai dengan waktunya. Sempatkan diri untuk mengisi perut yang kosong dengan sarapan. Kemudian, singkirkan pekerjaan atau aktivitas lain saat jam makan siang tiba.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Food and Diet. https://www.hsph.harvard.edu/obesity-prevention-source/obesity-causes/diet-and-weight/. Accessed on May 8th, 2019.

How to Prevent Obesity. https://stanfordhealthcare.org/medical-conditions/healthy-living/obesity/prevention.html. Accessed on May 8th, 2019.

Consuming High-Protein Soy Snacks Affects Appetite Control, Satiety, and Diet Quality in Young People and Influences Select Aspects of Mood and Cognition. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/25995282. Accessed on May 8th, 2019.

What Is Obesity? https://stanfordhealthcare.org/medical-conditions/healthy-living/obesity.html. Accessed on May 8th, 2019.

Preventing Obesity. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/obesity/preventing-obesity. Accessed on May 8th, 2019


Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Aprinda Puji
Tanggal diperbarui 29/08/2019
x