home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Serba-Serbi Seputar Lemak Perut

Serba-Serbi Seputar Lemak Perut

Setiap orang pasti memiliki lemak di perut, baik orang gemuk, kurus, atau orang yang memiliki perut rata. Hal ini adalah kondisi normal, tetapi ada beberapa hal yang perlu diketahui soal lemak ini. Simak ulasan lengkapnya di sini.

Apa itu lemak perut?

lemak trans membuat perut semakin buncit

Lemak perut adalah lemak yang menumpuk di rongga antara organ, seperti lambung, hati, dan usus. Lemak yang juga disebut lemak visceral (visceral fat) ini berfungsi melindungi organ penting dalam perut.

Umumnya, sebagian besar lemak disimpan di bawah kulit atau dikenal sebagai lemak subkutan.

Lemak subkutan ini adalah jenis lemak yang bisa dilihat dan dirasakan, terutama ketika Anda mencubit kulit. Sementara itu, lemak seperti visceral ini tersembunyi di balik kulit yang dapat membuat perut menonjol.

Jumlah lemak visceral yang terlalu banyak bisa menimbulkan bahaya bagi kesehatan. Masalah kesehatan akibat penumpukan lemak viseral dapat terjadi baik pada orang gemuk maupun kurus.

Penyebab munculnya lemak di perut

Penumpukan lemak viseral di perut dapat terjadi pada siapa saja dan hal ini tentu tidak baik bagi kesehatan. Kondisi ini sebenarnya dapat terjadi akibat sejumlah faktor.

Begini, berat badan setiap orang umumnya ditentukan oleh tiga faktor utama, yaitu:

  • asupan kalori harian,
  • kalori yang dibakar melalui olahraga, dan
  • usia.

Selain ketiga faktor di atas, ada sejumlah kondisi lainnya yang bisa menjadi penyebab lemak perut berlebihan, antara lain:

  • kelebihan berat badan (overweight),
  • menopause,
  • genetik,
  • jarang bergerak atau berolahraga,
  • stres, dan
  • pola makan tidak sehat.

Bahaya kelebihan lemak di perut

Penumpukan lemak viseral adalah salah satu ciri-ciri dari sindrom metabolik. Sindrom metabolik adalah kumpulan masalah kesehatan yang meliputi tekanan darah tinggi, obesitas, hingga resistensi insulin.

Dilansir dari Harvard Health, bahaya ini dapat terjadi karena lemak visceral berada dekat dengan vena portal. Vena portal adalah pembuluh darah yang membawa darah dari area usus ke hati.

Sementara itu, zat yang dilepaskan lemak viseral, termasuk asam lemak bebas, memasuki vena portal dan mengalir ke hati. Akibatnya, zat tersebut memengaruhi produksi lipid darah yang bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat.

Kombinasi kondisi kesehatan yang mengganggu ini tentu dapat meningkatkan risiko terhadap berbagai penyakit, seperti:

  • penyakit jantung,
  • demensia,
  • asma,
  • kanker payudara dan usus besar,
  • diabetes tipe 2,
  • gangguan fungsi hati,
  • tekanan darah tinggi,
  • asam urat dan penyakit kandung empedu,
  • masalah kesuburan,
  • nyeri punggung bagian bawah, dan
  • osteoartritis (nyeri sendi)

Tips mengetahui jumlah lemak viseral

Cara yang paling tepat menentukan berapa banyak lemak visceral yang dimiliki adalah dengan CT scan atau MRI. Namun, ada cara yang lebih sederhana untuk memeriksa jumlah lemak ini, antara lain:

  • ambil meteran pengukur,
  • lilitkan meteran di sekitar pinggang pada bagian pusar,
  • periksa berapa lingkar perut, dan
  • lakukan dalam keadaan berdiri.

Ukuran lemak perut normalnya bisa dilihat dari ukuran perut Anda yang tidak lebih dari 89 cm untuk wanita, sedangkan 101 untuk pria.

Orang yang memiliki tubuh berbentuk pir dianggap lebih sehat daripada bentuk tubuh apel. Bentuk tubuh pir adalah ukuran pinggul dan paha lebih besar, tetapi bagian atas tubuh, yaitu perut, lebih kecil.

Sementara itu, bentuk tubuh apel memiliki lebar pinggang dan pinggul sama besar yang nyari tanpa lekukan.

Cara menghilangkan lemak di perut

Pada dasarnya, cara menghilangkan atau lemak di perut tidak jauh berbeda dengan mengatasi obesitas. Anda bisa mulai mengubah pola makan menjadi lebih sehat, lebih sering berolahraga, dan mengendalikan penyebab kelebihan lemak viseral.

Berikut ini sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi visceral fat.

1. Diet

Sayangnya, tidak ada diet yang bisa mengurangi lemak perut dengan cepat. Namun, semua jenis diet menurunkan berat badan biasanya dapat menghilangkan lemak viseral.

Anda bisa mencoba beberapa hal sebagai bagian dari pola makan sehat, seperti:

  • makan makanan berserat,
  • memperbanyak makan sayur, buah, dan biji-bijian,
  • menghindari minuman manis dan perbanyak minum air putih,
  • memperhatikan porsi makan harian,
  • memilih sumber protein tanpa lemak dan produk susu rendah lemak,
  • membatasi konsumsi daging merah, keju, dan mentega, dan
  • mengonsumsi protein rendah lemak, seperti ikan dan kacang-kacangan.

Alangkah baiknya untuk mengetahui berapa kadar kalori yang dibutuhkan tubuh sebelum memulai diet. Dengan begitu, Anda bisa merencanakan pola makan sehat yang mengandung gizi seimbang untuk membakar lemak perut.

2. Rutin berolahraga

Diet penurun berat badan tidak akan berhasil bila tidak disertai dengan rutin berolahraga. Pasalnya, olahraga dapat mengurangi semua lemak, termasuk lemak visceral.

Umumnya, Anda dianjurkan untuk berolahraga ringan setidaknya selama 30 menit minimal 5 hari dalam satu minggu. Ada berbagai jenis olahraga dari ringan hingga sedang yang bisa dicoba untuk membakar lemak, seperti:

  • jalan santai atau cepat,
  • jogging,
  • bersepeda, atau
  • olahraga aerobik lainnya.

3. Tidur yang cukup

Tahukah Anda bahwa memiliki waktu tidur yang cukup dapat membantu mengurangi jumlah lemak di perut?

Kurang tidur ternyata bisa menyebabkan Anda makan berlebihan dan memilih makanan yang tidak sehat. Selain itu, kebiasaan tidur ini juga memengaruhi pelepasan ghrelin dan leptin dari tubuh.

Kedua hormon ini berfungsi memberi tahu otak kapan harus mendapatkan asupan kalori. Alhasil, orang yang kurang tidur akan lebih tertarik pada makanan berkalori tinggi.

Itu sebabnya, gangguan tidur telah sering dikaitkan dengan memiliki lingkar pinggang yang lebih besar dan risiko obesitas.

Meski sama-sama menghilangkan lemak, mengurangi lemak visceral tidak dapat dilakukan dengan operasi sedot lemak. Untuk itu, membakar lemak di perut biasanya berfokus pada perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat.

Bila memiliki pertanyaan lebih lanjut, silakan konsultasikan dengan dokter untuk memahami solusi yang tepat bagi Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Rehman, A. (2020). Diet and Exercise and Sleep. Sleep Foundation. Retrieved 1 March 2021, from https://www.sleepfoundation.org/physical-health/diet-exercise-sleep 

How to reduce visceral body fat (hidden fat). (2019). Health Direct. Retrieved 1 March 2021, from https://www.healthdirect.gov.au/how-to-reduce-visceral-body-fat-hidden-fat 

Belly fat in women: Taking — and keeping — it off. (2019). Mayo Clinic. Retrieved 1 March 2021, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/womens-health/in-depth/belly-fat/art-20045809 

Abdominal fat and what to do about it. (2019). Harvard Health. Retrieved 1 March 2021, from https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/abdominal-fat-and-what-to-do-about-it 

Stewart, K.J. (n.d). 8 Ways to Lose Belly Fat and Live a Healthier Life. John Hopkins. Retrieved 1 March 2021, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/8-ways-to-lose-belly-fat-and-live-a-healthier-life 

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Novita Joseph
Tanggal diperbarui 04/01/2017
x