Morfin obat apa?

Oleh

Nama Generik: Morfin Merek: Hanya generik. Tidak ada merek.

Penggunaan

Untuk apa morfin?

Morfin adalah obat dengan fungsi untuk meredakan sakit atau nyeri yang parah. Morfin masuk ke dalam kategori analgesik narkotika (opiate). Obat ini bekerja di dalam otak untuk mengubah cara tubuh dalam merespon dan merasakan rasa sakit.

Dosis morfin dan efek samping morfin akan dijelaskan lebih lanjut di bawah ini.

Bagaimana cara penggunaan morfin?

Minum obat ini melalui mulut sesuai yang diarahkan oleh dokter. Anda bisa minum obat ini sebelum atau sesudah makan. Jika Anda merasa mual, minumlah obat ini bersama dengan makanan. Tanyakan kepada dokter Anda atau petugas obat tentang cara lain mengurangi rasa mual (seperti berbaring selama 1-2 jam dan sebisa mungkin tidak menggerakkan kepala).

Jika Anda menggunakan versi cair dari obat ini, baca petunjuk yang disediakan oleh petugas obat Anda sebelum mulai menggunakan Morfin cair dan setiap kali Anda mengisi ulang.

Pengobatan ini diramu oleh apoteker Anda. Kocok botol selama 10 detik untuk setiap dosisnya. Hati-hati dalam menakar dosis dengan sendok obat yang tersedia. Jangan gunakan sendok makan sendiri karena Anda bisa salah dosis. Tanyakan kepada petugas obat atau dokter jika Anda tidak yakin bagaimana menentukan takaran dosis.

Dosis didasarkan atas kondisi medis dan respon Anda terhadap perawatan yang dilakukan. Jangan tingkatkan kadar dosis Anda, gunakan obat ini dengan teratur atau gunakan untuk jangka waktu yang lama. Hentikan pengobatan jika sudah waktunya.

Obat penghilang rasa sakit akan bekerja dengan baik jika digunakan sejak rasa sakit pertama muncul. Kalau Anda menunggu sampai rasa sakit memburuk, pengobatan ini bisa tidak bekerja dengan baik.

Jika Anda memiliki rasa nyeri yang tidak hilang-hilang (misalnya karena kanker), dokter Anda bisa mengarahkan Anda untuk mengonsumsi pengobatan narkotik jangka panjang. Dalam kasus tersebut, obat ini hanya akan digunakan jika dibutuhkan saja, saat rasa sakit parah tiba-tiba menyerang. Tanyakan kepada dokter atau apoteker Anda jika Anda memiliki pertanyaan tentang penggunaan Morfin secara aman dengan obat lain.

Pengobatan ini dapat menyebabkan reaksi sakaw khususnya jika obat ini sudah digunakan dalam jangka waktu yang lama. Di beberapa kasus, gejala sakaw seperti gelisah, mata berair, hidung meler, mual, berkeringat, nyeri otot dapat muncul jika Anda tiba-tiba menghentikan pengobatan ini. Untuk menghindari kejadian tersebut, dokter Anda bisa pelan-pelan mengurangi dosis dari obat tersebut.

Tanyakan kepada dokter atau petugas obat untuk penjelasan yang lebih lanjut dan laporkan segera jika Anda mengalami salah satu gejala tersebut.

Ketika pengobatan ini digunakan dalam jangka waktu yang lama, kinerjanya lama kelamaan tidak akan ampuh lagi. Bicarakan kepada dokter Anda jika pengobatan ini berhenti bekerja.

Seiring dengan manfaatnya, obat ini juga bisa menyebabkan efek adiktif. Risiko ini bisa meningkat jika Anda punya riwayat penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan di masa lalu.

Bicarakan kepada dokter Anda jika rasa sakit Anda tidak berkurang atau bahkan makin parah.

Bagaimana cara penyimpanan morfin?

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis morfin untuk orang dewasa?

Dosis biasa bagi dewasa untuk nyeri

Opioid naif:

Dosis awal: 15 sampai 30 mg oral setiap 4 jam sesuai kebutuhan

Opioid naif:

Dosis awal: 10 sampai 20 mg oral setiap 4 jam sesuai kebutuhan subkutan / IM:

Dosis awal: 10 mg setiap 4 jam sesuai kebutuhan

Kisaran dosis: 5 sampai 20 mg setiap 4 jam sesuai kebutuhan

:

Untuk meredam rasa sakit dan sebagai preanesthetic:

Dosis awal, IV: 4 sampai 10 mg setiap 4 jam diberikan perlahan-lahan selama 4-5 menit

Kisaran dosis: 5 sampai 15 mg

Harian kisaran dosis: 12-120 mg

Dosis alternatif: 2-10 mg / 70 kg berat badan

Acute Infark miokard:

Dosis awal: 4-8 mg

Dosis lanjutan: 2-8 mg setiap 4 sampai 15 menit yang diperlukan

Operasi jantung terbuka: 0,5-3 mg / kg IV sebagai satu-satunya obat bius atau dengan agen anestesi

Sakit kronis berat terkait dengan kanker terminal:

IV Infus lanjutan: Sebelum inisiasi infus (dalam konsentrasi antara 0,2 sampai 1 mg / mL), dosis muatan 15 mg atau lebih tinggi dari morfin sulfat dapat diberikan untuk mengurangi rasa sakit.

IV pasien analgesia dikendalikan atau subkutan pasien analgesia terkontrol:

1 sampai 2 mg disuntikkan 30 menit setelah dosis IV standar 5 sampai 20 mg. Periode lockout adalah 6 sampai 15 menit.

Epidural:

Dosis awal: 5 mg di daerah lumbar dapat melegakan rasa nyeri sampai 24 jam. Jika nyeri masih terasa sama setelah satu jam, pemberian dosis tambahan dari 1 sampai 2 mg pada interval yang cukup bisa dilakukan untuk menilai efektivitas yang diberikan.

Dosis maksimum: 10 mg per 24 jam

Intratekal:

Dosis biasanya sepersepuluh dari dosis epidural

Dosis awall: 0,2-1 mg dapat memberikan bantuan melegakan rasa nyeri sampai 24 jam. Suntikan tambahan tidak dianjurkan.

Bagaimana dosis morfin untuk anak-anak?

Dosis biasa bagi anak-anak untuk rasa sakit

Substansi: 0,1-0,2 mg per kg sesuai kebutuhan. Tidak lebih dari 15 mg per dosis.

-IV: 50 sampai 100 mcg (0,05-0,1 mg) per kg, diberikan secara berkala. Tidak melebihi 10 mg per dosis.

Dalam dosis apakah morfin tersedia?

Epidural, Injeksi: 10 mg/mL, 15 mg/1.5 mL.

Efek Samping

Efek samping apa yang dapat dialami karena morfin?

Cari bantuan medis segera jika Anda mengalami tanda-tanda reaksi alergi berikut ini: gatal-gatal, kesulitan bernapas, pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.

Hubungi dokter Anda jika Anda mengalami efek samping yang serius:

– sulit bernafas, detak jantung lambat

– kaku otot, kejang

– kulit lembap dan dingin

– bingung, kebiasaan yang tidak normal

– rasa lemah, rasa ingin pingsan

– sulit menelan

– sulit kencing

– warna kulit pucat, sesak nafas, denyut jantung cepat, sulit berkonsentrasi

– mudah memar, pendarahan yang tidak biasa, bintik-bintik ungu atau kulit memerah

Efek samping lainnya:

– berat badan turun

– diare

– mual, muntah, sakit perut, kehilangan selera makan

– demam, kemerahan, rasa geli

– sakit kepala, pusing, kepala terasa berputar

– sulit mengingat

– sulit tidur, mimpi buruk

Tidak semua orang mengalami efek samping ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda khawatir tentang efek sampingnya, silakan konsultasikan dengan dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan morfin?

Sebelum menggunakan Morfin,

  • Katakan kepada dokter dan petugas obat Anda jika Anda alergi terhadap Morfin, obat apapun, atau bahan tidak aktif yang ada di tablet Morfin, kapsul apapun yang Anda berencana untuk konsumsi. Tanyakan kepada petugas obat Anda untuk daftar bahan tidak aktif di dalam kapsul Morfin
  • Katakan kepada dokter Anda jenis obat beresep dan tanpa resep, vitamin, suplemen nutrisi dan produk herbal apa yang Anda tengah konsumsi atau akan konsumsi. Pastikan untuk menyebut antihistamines (obat panas dingin dan alergi); buprenorphine (Butrans, Suboxone); butorphanol (Stadol); diuretics (pil air’); nalbuphine (Nubain); pentazocine (Talwin, in Talacen); dan¬†quinidine (Nuedexta). Katakan juga kalau Anda juga mengonsumsi obat-obat ini atau jika Anda baru berhenti mengonsumsinya dalam 2 minggu terakhir: monoamine oxidase (MAO) inhibitors, including isocarboxazid (Marplan), phenelzine (Nardil), selegiline (Eldepryl, Emsam, Zelapar), dan tranylcypromine (Parnate). Dokter Anda bisa mengubah dosis dari pengobatan Anda atau memonitor Anda lebih hati-hati jika ada efek samping
  • Katakan kepada dokter Anda jika Anda memiliki atau pernah memiliki kondisi medis apapun atau paralytic ileus (kondisi di mana makanan tidak bisa ditelan). Dokter Anda bisa menyuruh Anda berhenti menggunakan Morfin
  • Katakan kepada dokter Anda kalau Anda pernah mengalami kondisi medis seperti penyumbatan di dalam perut atau usus, kejang, sulit menelan, hipertrofi prostat (pembesaran kelenjar reproduksi laki-laki), masalah kencing, tekanan darah rendah, penyakit Addison (kondisi di mana kelenjar adrenal tidak cukup menghasilkan zat alami) atau hati, ginjal, pankreas, tiroid, dan penyakit kandung empedu
  • Katakan kepada dokter Anda jika Anda tengah menyusui
  • Jika Anda menjalani operasi, termasuk operasi gigi, katakan kepada dokter atau dokter gigi bahwa Anda sedang dalam pengobatan dengan Morfin
  • Anda harus tahu bahwa obat ini mungkin akan membuat Anda mengantuk. Jangan mengendarai mobil atau mengoperasikan mesin berat sampai Anda tahu bagaimana efek obat ini terhadap kesadaran Anda
  • Anda harus tahu morfin dapat menyebabkan pusing, kepala terasa ringan, dan pingsan ketika Anda bangun terlalu cepat dari posisi berbaring. Untuk menghindari masalah ini, bangkitlah dari tempat tidur perlahan-lahan, istirahatkan kaki Anda di lantai selama beberapa menit sebelum berdiri
  • Anda harus tahu morfin dapat menyebabkan sembelit. Bicarakan dengan dokter Anda tentang mengubah pola makan Anda atau menggunakan obat lain untuk mencegah atau mengobati sembelit saat Anda menggunakan morfin

Apakah morfin aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori C menurut US Food and Drugs Administration (FDA).

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA :

A= Tidak berisiko,

B=Tidak berisiko pada beberapa penelitian,

C=Mungkin berisiko,

D=Ada bukti positif dari risiko,

X=Kontraindikasi,

N=Tidak diketahui

Morfin dapat dikeluarkan lewat ASI sehingga bisa membahayakan bayi. Beri tahu dokter jika Anda sedang menyusui.

Interaksi

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan morfin?

Interaksi dengan obat lain dapat memengaruhi cara kerja obat dan meningkatkan risiko efek samping yang berbahaya. Artikel ini tidak memuat semua kemungkinan interaksi obat. Catatlah semua produk obat yang Anda gunakan (termasuk obat resep, nonresep, dan herbal) dan perlihatkan kepada dokter serta apoteker Anda. Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat apapun tanpa seizin dokter.

Mengonsumsi obat ini dengan obat lain yang membuat Anda mengantuk atau memperlambat napas dapat menyebabkan efek samping berbahaya dan mematikan. Tanya dulu kepada dokter sebelum Anda menggunakan morfin bersamaan dengan obat tidur, obat narkotik penghilang rasa saki lain, pelemas otot, atau obat-obatan untuk kecemasan, depresi, dan kejang-kejang.

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan morfin?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda.

  • Ethanol

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan morfin?

Kondisi kesehatan lain yang Anda miliki bisa memengaruhi penggunaan obat ini. Selalu beri tahu dokter jika Anda memiliki masalah kesehatan lain, terutama:

– penyakit Addison (masalah kelenjar adrenal)

– penyalahgunaan alkohol

– tumor otak

– Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD)

– cor pulmonal (kondisi jantung yang serius)

– depresi, atau ketergantungan obat, terutama dengan narkotika, atau pembesaran prostat (BPH, hipertrofi prostat)

– penyakit kandung empedu atau batu empedu

– penyakit jantung atau hypothyroidism (tiroid kurang aktif)

– hipovolemia (volume darah yang rendah)

– peningkatan tekanan di kepala

– kyphoscoliosis (tulang belakang melengkung yang menyebabkan sulit bernafas)

– penyakit mental

– masalah dengan buang air

– masalah dengan usus dan perut (misalnya penyumbatan)

– sulit menelan

– kondisi fisik yang melemah –Gunakan dengan hati-hati. Dapat meningkatkan risiko efek samping yang lebih serius

– asma, atau masalah pernapasan (misalnya, hipoksia)

– ileus paralitik (usus berhenti bekerja dan dapat tersumbat)

– depresi pernafasan(bernapas sangat lambat)

– hipotensi (tekanan darah rendah)

– pankreatitis (peradangan atau pembengkakan pankreas)

– kejang– Gunakan dengan hati-hati. Mungkin membuat kondisi lebih buruk

– penyakit ginjal

– penyakit hati– Gunakan dengan hati-hati. Efek samping dapat meningkat karena pembuangan obat dari tubuh lebih lambat.

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Gejala overdosis:

– iraman nafas yang tidak biasa, sulit bernafas, dan sulit menelan

– mengantuk

– hilang kesadaran

– otot lemas

– panas dalam, kulit lembap dan dingin

– detak jantung melambat

– penglihatan kabur

– mual

– pingsan

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Januari 1, 1970 | Terakhir Diedit: Desember 14, 2016

Yang juga perlu Anda baca