home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Suka Makan Jantung Pisang? Ini 5 Manfaatnya untuk Kesehatan

Suka Makan Jantung Pisang? Ini 5 Manfaatnya untuk Kesehatan

Bagi sebagian orang, olahan jantung pisang merupakan menu sehari-hari. Selain memiliki manfaat buah pisang, bagian dari pohon pisang ini juga mengandung banyak manfaat untuk kesehatan. Ada banyak cara mengolah jantung pisang, misalnya ditumis, digoreng, hingga dijadikan gulai. Nah, untuk mengetahui kandungan gizi dan manfaat kesehatan dari jantung pisang, simak artikel berikut ini, yuk!

Kandungan nutrisi pada jantung pisang

Olahan jantung pisang termasuk ke dalam salah satu jenis sayuran pada wilayah Asia Tenggara. Sebelum mengetahui manfaat kesehatannya, simak beragam kandungan nutrisi yang bisa Anda temukan dalam 100 gram jantung pisang berikut ini:

  • Air: 90.2 gram
  • Protein: 1.2 gram
  • Lemak: 0.3 gram
  • Karbohidrat: 7.1 gram
  • Serat: 3.2 gram
  • Kalsium: 30 miligram (mg)
  • Fosfor: 50 mg
  • Zat besi: 0.1 mg
  • Natrium: 3 mg
  • Kalium: 524 mg
  • Tembaga: 0.09 mg
  • Seng: 0.3 mg
  • Beta-karoten: 201 mcg
  • Karoten total: 170 mcg
  • Thiamin (Vitamin B1): 0.05 mg
  • Riboflavin (Vitamin B2): 0.03 mg
  • Niasin: 0.8 mg
  • Vitamin C: 10 mg
Tak hanya itu, jantung pisang juga memiliki kandungan flavonoid, tanin, saponin, glikosida, dan steroid.

Manfaat kesehatan dari jantung pisang

Beberapa khasiat dari jantung pisang yang bisa membantu meningkatkan kesehatan Anda adalah:

1. Mengatasi pembesaran prostat jinak

Jantung pisang memiliki manfaat untuk mengatasi masalah pembesaran prostat jinak atau benign prostatic hyperlapsia. Kondisi ini biasanya terjadi pada pria dengan gejala melemahnya kandung kemih, sehingga urine tidak keluar seluruhnya.

Dalam sebuah penelitian, ekstrak jantung pisang membantu mengurangi pembesaran prostat sekaligus memperbaiki morfologi kelenjar prostat. Ekstrak jantung pisang mengandung asam sitrat, taurin, asam pantotenat, dan nikotinat.

Senyawa-senyawa tersebut mampu menjadi agen antiinflamasi dan anti profilerasi (menghambat pertumbuhan sel) pada pasien yang mengalami pembesaran prostat jinak.

2. Menangkal radikal bebas

Manfaat lain dari jantung pisang adalah membantu Anda menangkal radikal bebas yang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Radikal bebas biasanya dihasilkan oleh polusi udara dan radiasi sinar ultraviolet dari paparan cahaya matahari.

Jika membiarkan radikal bebas menumpuk dalam tubuh, Anda bisa mengalami stres oksidatif yang menjadi pemicu dari berbagai masalah kesehatan: gangguan sistem saraf pusat, autoimun, gangguan kardiovaskular, hingga kanker.

Nah, mengonsumsi ekstrak jantung pisang yang memiliki kandungan antioksidan mampu mencegah terjadinya stres oksidatif. Penyebabnya adalah senyawa polifenol dan flavonoid dari ekstrak jantung pisang dapat melindungi tubuh dari kerusakan DNA akibat iron-mediated fenton (reaksi dari senyawa radikal bebas).

3. Menurunkan berat badan

Kandungan seratnya yang tinggi membuat jantung pisang memiliki manfaat untuk membantu Anda menurunkan berat badan. Hal ini juga disebutkan dalam sebuah penelitian yang dimuat dalam The Journal of Nutrition yang menyebutkan bahwa serat dapat membantu proses penurunan berat badan.

Oleh sebab itu, makanan yang kaya akan serat seperti jantung pisang dapat menjadi pilihan yang tepat jika Anda sedang ingin mengatur pola makan. Hal ini dikarenakan, mengonsumsi banyak serat dapat membantu melancarkan pencernaan sekaligus mengikat kolesterol dan lemak untuk dibuang keluar tubuh bersama kotoran.

Jika ingin mengonsumsi jantung pisang sebagai bagian dari menu makanan sehat penurun berat badan, Anda bisa menambahkan jantung pisang ke dalam salad atau sup. Hindari pengolahan yang membuat manfaat kesehatan dari jantung pisang berkurang.

4. Mencegah infeksi

Manfaat lain yang bisa Anda dapatkan dari mengonsumsi jantung pisang adalah pencegahan terhadap infeksi, khususnya infeksi bakteri. Pasalnya, jantung pisang memiliki kandungan etanol yang memiliki peran dalam mencegah perkembangan bakteri patogen.

Masalahnya, jika terus-menerus, bakteri patogen yang berkembang biak dalam tubuh dapat menyebabkan timbulnya berbagai penyakit. Hal ini disebabkan bakteri tersebut dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh sehingga rentan terserang penyakit.

Mengonsumsi jantung pisang juga memiliki manfaat membantu mempercepat proses penyembuhan luka, akibat dari infeksi bakteri.

5. Mengurangi komplikasi diabetes

Manfaat yang juga tak kalah penting untuk kesehatan dengan mengonsumsi jantung pisang adalah untuk mengurangi komplikasi diabetes melitus. Hiperglikemia adalah salah satu jenis komplikasi yang berkaitan dengan penyakit ini.

Kombinasi jantung pisang dengan pseudostem (bagian tengah batang pisang), dapat membantu mengurangi risiko hiperglikemia dan beberapa komplikasi diabetes lainnya, seperti diabetic nephropathy (komplikasi diabetes pada ginjal).

Untuk meraih manfaat spesifik jantung pisang, Anda bisa mengonsumsinya dalam bentuk ekstrak. Meski demikian, tak ada salahnya menyertakan dalam menu sehari-hari sebagai pemenuhan nutrisi harian.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Potential for health benefit: Banana flower. Retrieved 25 February 2021, from https://www.longdom.org/proceedings/potential-for-health-benefit-banana-flower-29984.html

Liu, L. C., Lin, Y. H., Lin, Y. C., Ho, C. T., Hung, C. M., Way, T. D., & Bau, D. T. (2018). Banana Flower Extract Suppresses Benign Prostatic Hyperplasia by Regulating the Inflammatory Response and Inducing G1 Cell-cycle Arrest. In vivo (Athens, Greece)32(6), 1373–1379. https://doi.org/10.21873/invivo.11389

China, R., Dutta, S., Sen, S., Chakrabarti, R., Bhowmik, D., Ghosh, S., & Dhar, P. (2011). In vitro antioxidant activity of different cultivars of banana flower (Musa paradicicus L.) extracts available in India. Journal of food science76(9), C1292–C1299. https://doi.org/10.1111/j.1750-3841.2011.02395.x

Ramu, R., Shirahatti, P. S., Anilakumar, K. R., Nayakavadi, S., Zameer, F., Dhananjaya, B. L., & Nagendra Prasad, M. N. (2017). Assessment of Nutritional Quality and Global Antioxidant Response of Banana (Musa sp. CV. Nanjangud Rasa Bale) Pseudostem and Flower. Pharmacognosy research9(Suppl 1), S74–S83. https://doi.org/10.4103/pr.pr_67_17

Sitthiya, K., Devkota, L., Sadiq, M. B., & Anal, A. K. (2018). Extraction and characterization of proteins from banana (Musa Sapientum L) flower and evaluation of antimicrobial activities. Journal of food science and technology55(2), 658–666. https://doi.org/10.1007/s13197-017-2975-z

Jamuna, J. B., & Nandini, C. D. (2014). Feeding of banana flower and pseudostem to diabetic rats results in modulation of renal GLUTs, TGFβ, PKC and extracellular matrix components. Nutrition, metabolism, and cardiovascular diseases : NMCD24(6), 623–631. https://doi.org/10.1016/j.numecd.2013.12.003

Jantung pisang. Retrieved 25 February 2021, from http://panganku.org/id-ID/view

Miketinas, D. C., Bray, G. A., Beyl, R. A., Ryan, D. H., Sacks, F. M., & Champagne, C. M. (2019). Fiber Intake Predicts Weight Loss and Dietary Adherence in Adults Consuming Calorie-Restricted Diets: The POUNDS Lost (Preventing Overweight Using Novel Dietary Strategies) Study. The Journal of nutrition149(10), 1742–1748. https://doi.org/10.1093/jn/nxz117
Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Annisa Hapsari Diperbarui 25/03/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x