12 Gejala Umum Diabetes yang Bisa Dikenali Sejak Dini

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 25 September 2020 . Waktu baca 12 menit
Bagikan sekarang

Banyak orang terlambat mengetahui dirinya terkena diabetes melitus (DM). Padahal semakin cepat Anda mendeteksi gejala dan ciri-ciri penyakit ini, semakin besar pula peluang Anda terhindar dari komplikasi diabetes yang berbahaya.

Meski begitu, tidak sedikit orang yang masih belum paham betul mengenai gejala penyakit kencing manis ini sehingga penyakit ini kerap terabaikan dan tidak terdeteksi sedari awal. Memangnya, apa saja gejala diabetes yang umumnya terjadi?

Simak berbagai ciri-ciri diabetes atau yang dikenal juga dengan penyakit kencing manis berikut ini.

Ciri-ciri dan gejala diabetes yang harus diwaspadai

Diabetes termasuk penyakit yang umum terjadi di Indonesia. Menurut laporan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) milik Kemenkes RI, diabetes paling banyak dialami oleh penduduk usia 15 tahun ke atas. Namun, hanya 30% saja yang menunjukkan gejala diabetes dan resmi terdiagnosis.

Kebanyakan diabetesi (sebutan untuk penderita diabetes), khususnya diabetes tipe 2, memang sering kali tidak merasakan gejala awal. Mereka baru mengetahui kondisi mereka setelah melakukan pemeriksaan gula darah secara tidak sengaja.

Hal tersebut memang umum terjadi lantaran gejala awal diabetes tipe 2 memang berkembang secara perlahan, tidak seperti diabetes tipe 1 yang gejalanya muncul dengan cepat.

Namun, jika lebih awal menyadari gejalanya, terlepas apa pun jenis diabetes yang dialami, peluang Anda untuk mendapatkan pengobatan yang tepat pun jadi lebih cepat. Dengan begitu, Anda bisa meminimalisir risiko komplikasi yang serius. 

Berikut adalah beberapa ciri-ciri diabetes yang perlu Anda waspadai:

1. Sering buang air kecil

gejala diabetes sering buang air kencing

Apakah akhir-akhir ini Anda sering bolak-balik ke kamar mandi untuk buang air kecil? Jika ya, ada baiknya Anda waspada. Pasalnya, sering buang air kecil adalah salah satu ciri-ciri diabetes. Gejala ini semakin kuat menandakan diabetes jika terjadi di malam hari, bahkan hingga membuat Anda sering terbangun tengah malam untuk ke toilet.

Dalam dunia medis, ciri-ciri diabetes yang ini disebut poliuria. Diabetesi cenderung jadi sering kencing karena kadar gula darah sudah terlampau tinggi. Idealnya, gula darah akan disaring oleh ginjal dan diserap kembali ke dalam darah.

Namun, karena sudah terlalu tinggi, ginjal tidak bisa menyerap semua gula yang ada di dalam tubuh. Hal ini membuat ginjal bekerja keras untuk menyaring dan mengeluarkan kelebihan gula darah tersebut melalui urine.

Dampaknya, air kencing yang dihasilkan lebih kental sehingga otomatis ginjal akan mengambil lebih banyak cairan dari tubuh untuk mengencerkannya.

Nah, di saat inilah tubuh Anda akan mengirimkan sinyal haus ke otak. Dengan begitu, Anda akan lebih banyak minum. Namun karena Anda banyak minum, tubuh akan berusaha untuk mengeluarkan kelebihan cairan tersebut dengan membuat Anda lebih sering kencing.

2. Gampang haus

sering haus ciri-ciri diabetes

Selain sering buang air kecil, gejala diabetes yang khas adalah gampang haus (polidipsia). Rasa haus sebagai ciri-ciri diabetes ini beda dengan haus biasanya karena tidak akan hilang walaupun Anda sudah minum. Kok bisa?

Ini sebenarnya masih ada hubungannya dengan gejala sering pipis. Anda merasa selalu haus karena tubuh Anda membutuhkan asupan cairan lebih banyak untuk menggantikan air yang terbuang lewat urine. 

Ketika Anda kena diabetes, glukosa akan menumpuk di dalam darah. Ini tentunya akan membuat ginjal bekerja ekstra keras untuk menyaring dan menyerap kelebihan gula sebelum akhirnya dibuang melalui urine. Salah satu upaya yang dilakukan oleh ginjal adalah menyerap cairan tubuh untuk menyerap gula berlebih.

Akibatnya, ginjal akan menghasilkan urine lebih banyak dari biasanya. Inilah yang membuat diabetesi mudah merasa haus karena cairan tubuhnya banyak yang hilang.

3. Cepat lapar

sering lapar gejala diabetes

Cepat lapar adalah ciri-ciri diabetes yang paling umum, tapi sering disepelekan. Biasanya ini terjadi saat Anda baru saja makan berat.

Di dalam tubuh, makanan diubah menjadi glukosa. Glukosa kemudian akan digunakan sebagai sumber energi bagi setiap sel, jaringan, dan organ tubuh Anda. Nah, hormon insulin bertanggung jawab untuk menjalankan proses ini. 

Orang diabetes memiliki masalah dengan produksi insulin ataupun kemampuan tubuh dalam merespons insulin. Akibatnya, proses perubahan glukosa menjadi energi pun terhambat. Kebutuhan energi Anda jadi tidak terpenuhi, sekalipun sudah makan. Tubuh yang “merasa” belum dapat energi, akan mengirimkan sinyal untuk kembali makan.

Dalam istilah medis, gejala diabetes ini dikenal dengan polifagia, yakni menggambarkan rasa lapar yang berlebihan atau peningkatan nafsu makan yang tidak biasa.

Polifagia

4. Berat badan turun drastis

diet yang ampuh

Selain selalu ingin makan, berat badan yang turun drastis bisa jadi ciri-ciri diabetes. Berat badan dikatakan turun drastis jika penurunannya kira-kira telah lebih dari 5% berat badan total Anda. Apalagi jika Anda tidak sedang diet.

Normalnya, tubuh akan menggunakan glikogen (glukosa) sebagai sumber energi. Namun, karena masalah insulin tak mampu memproses perubahan glukosa menjadi energi, tubuh mulai “mencari” sumber lain dari tubuh, yaitu protein.

Tubuh akan terus berusaha memecah lemak dan otot untuk dijadikan energi. Nah, pemecahan otot dan lemak inilah yang membuat Anda mengalami penurunan berat badan. 

Perlu diketahui bahwa otot yang ada di dalam tubuh Anda menyumbang berat badan rata-rata pada pria sebanyak 45%, sementara pada wanita 36 persen.

5. Kulit kering

alergi benzoil peroksida kulit kering gatal

Faktanya, penyakit gula juga bisa memengaruhi kondisi kulit penderitanya. Diabetesi sering mengalami gejala kulit gatal dan kering akibat diabetes, bersisik, atau pecah-pecah.

Menurut American Diabetes Association, 1 dari 3 orang akan mengalami ciri-ciri diabetes, seperti kulit kering dan gatal. Ini menunjukkan bahwa masalah pada kulit menjadi gejala yang umum pada diabetes.

Kondisi ini terjadi karena tubuh Anda kehilangan banyak cairan lewat urine. Akibatnya, kulit pun jadi kehilangan kelembapan alaminya.

Di samping itu, kulit gatal karena diabetes bisa terjadi akibat berkurangnya sensitivitas saraf dan terhambatnya sirkulasi darah. Gula darah yang tinggi akan memengaruhi cara kerja sistem saraf dan menyebabkan tubuh memproduksi lebih banyak zat sitokin (protein kecil untuk pensinyalan sel).

Produksi sitokin yang berlebihan dapat menyebabkan peradangan di tubuh. Nah, reaksi peradangan inilah yang menyebabkan kulit kering, gatal, dan pecah-pecah.

Gejala diabetes lainnya yang dapat dilihat pada kulit juga munculnya bercak hitam. Ini terjadi karena produksi pigmen berlebihan karena kadar insulin yang tinggi pada pasien diabetes. Perubahan bisanya ditandai dengan kulit yang berubah menggelap, bersisik hingga muncul keriput.

6. Luka yang susah sembuh

merawat borok pada penderita diabetes

Infeksi, bekas gigitan serangga, memar, atau luka diabetes yang tak kunjung sembuh bisa jadi salah satu gejala diabetes. Kondisi ini terjadi karena tingginya kadar gula darah sehingga menyebabkan dinding pembuluh darah arteri menyempit dan mengeras. 

Akibatnya, aliran darah kaya oksigen dari jantung menuju seluruh tubuh jadi terhambat. Padahal, bagian tubuh yang mengalami luka sangat memerlukan oksigen dan nutrisi yang terkandung dalam darah supaya lekas sembuh.

Nah, hal inilah yang membuat sel-sel tubuh kesulitan untuk memperbaiki jaringan dan saraf yang rusak. Hasilnya, penyembuhan luka terbuka para diabetesi cenderung lebih lambat.

Selain itu, gejala kencing manis ini juga diperparah dengan menurunnya sistem kekebalan tubuh. Kadar gula darah yang terlampau tinggi pada pasien diabetes membuat sel-sel tubuh yang bertugas untuk menjaga sistem imun melemah. Akibatnya, luka sedikit saja bisa jadi infeksi parah yang sulit diobati.

7. Gangguan penglihatan

penglihatan menurun setelah melahirkan

Penglihatan Anda memang akan terus mengalami penurunan seiring bertambahnya usia. Namun, jika Anda sering mengeluhkan gangguan penglihatan seperti penglihatan kabur, buram, atau keruh sejak usia muda, Anda harus waspada akan gejala diabetes.

Tingginya glukosa darah para diabetesi dapat menyebabkan kerusakan saraf serta perdarahan di pembuluh darah mata. Dalam kasus yang parah, gangguan penglihatan akibat diabetes juga bisa menyebabkan katarak, glaukoma bahkan kebutaan permanen.

8. Kesemutan

kesemutan

Gejala diabetes lain yang umum terjadi adalah kesemutan, kebas, atau sensasi dingin menggelitik pada kaki. Selain itu, diabetes juga bisa ditunjukkan dengan ciri-ciri mudahnya terjadi pembengkakan pada kaki dan tangan.

Memang, ada banyak faktor yang bisa menyebabkan kesemutan. Namun, dalam banyak kasus, kesemutan di tangan maupun kaki yang berlangsung lama dan berulang bisa jadi gejala kerusakan saraf akibat penyakit sistemik seperti diabetes.

Sekitar 2 dari 3 orang yang terkena kencing manis mengalami gejala ini karena adanya kerusakan saraf, baik ringan hingga parah.

Dalam istilah medis, munculnya gejala diabetes yang mengakibatkan kerusakan saraf ini disebut dengan neuropati perifer. Seiring waktu, gejala neuropati perifer pada pasien diabetes dapat memburuk, mengakibatkan penurunan gerak, bahkan kecacatan.

Gejala seperti ini biasanya terjadi pada seseorang yang sudah mengalami penyakit gula selama 5 tahun atau lebih.

9. Lemas dan sakit kepala

lemas saat puasa

Penderita diabetes tahap awal biasanya mengeluhkan gejala sakit kepala, badan terasa lemas, dan tidak bertenaga. Ada dua alasan terkuat yang bisa menyebabkan munculnya ciri-ciri diabetes ini, yaitu kadar gula darah yang terlalu tinggi atau terlalu rendah (hipoglikemia).

Selain karena ketidakseimbangan kadar glukosa darah dalam tubuh seseorang, gejala diabetes juga bisa muncul karena insulin dalam tubuh tidak bekerja efektif atau tidak dihasilkan secara cukup.

Insulin sendiri diperlukan untuk mengangkut glukosa dari darah ke sel-sel tubuh untuk digunakan sebagai energi. Ketika pankreas tidak bisa menghasilkan insulin dengan cukup atau insulin yang dihasilkan tidak bisa bekerja secara efektif, artinya gula dalam darah tidak dapat masuk ke dalam sel-sel tubuh.

Akibatnya, sel-sel tubuh tidak menerima asupan energi yang dibutuhkan untuk menjalankan fungsinya secara optimal, Anda pun merasa lemas, lesu, dan tidak bertenaga. Biasanya gejala kencing manis ini akan muncul beberapa saat setelah makan.

10. Infeksi jamur atau bakteri

kaki gatal

Ciri-ciri diabetes lain yang bisa Anda waspadai adalah rentan terkena berbagai jenis infeksi. Tidak hanya infeksi bakteri dari luka yang susah sembuh, tapi juga infeksi jamur.

Pada wanita, gejala diabetes bisa diawali dengan infeksi jamur pada vagina. Gejalanya bisa meliputi gatal, nyeri, keputihan, dan rasa sakit saat berhubungan seks. Infeksi vagina ini disebabkan oleh pertumbuhan jamur candida.

Penyebabnya adalah kadar glukosa darah yang relatif tinggi menghambat respon sistem imun untuk melawan berbagai bakteri dan jamur penyebab penyakit. 

Bagi kuman dan bakteri, kadar gula yang tinggi memberikan keuntungan karena meningkatkan kemampuan kuman untuk tumbuh dan menyebar lebih cepat. Kuman-kuman ini mendapatkan energi tambahan untuk menyerang tubuh lebih mudah dan menimbulkan gejala diabetes. 

11. Sindrom ovarium polikistik (PCOS)

gejala dan ciri-ciri diabetes pada wanita

Dalam kasus diabetes, setiap orang bisa mengalami gejala yang bervariasi. Secara garis besar pun tidak ada perbedaan yang mendasar antara gejala diabetes pada wanita dan pria. Akan tetapi, terdapat gejala khas diabetes yang hanya terjadi pada wanita.

Ciri-ciri wanita yang memiliki kencing manis mirip dengan penderita sindrom ovarium polikistik (PCOS). Kelainan ini terjadi ketika kelenjar adrenal menghasilkan hormon pria yang lebih tinggi (hiperandrogenisme) akibat terjadinya resistansi insulin yang merupakan penyebab diabetes.

Tanda-tanda Anda mengidap sindrom ovarium polikistik meliputi jadwal menstruasi yang tidak teratur, berat badan bertambah, jerawat, dan bahkan merasa depresi. Sindrom ini juga dapat menyebabkan ketidaksuburan serta peningkatan kadar gula darah.

12. Gusi merah dan bengkak

gusi berdarah

Ciri-ciri diabetes lainnya juga bisa ditandai masalah gusi dan gigi. Mulut adalah pintu utama masuknya makanan ke dalam tubuh. Mulut menjadi lingkungan yang sempurna bagi bakteri untuk berkembang biak.

Pada orang sehat, sistem kekebalan tubuh akan mudah melawan bakteri di mulut. Namun, orang yang diabetes akan lebih rentan terhadap infeksi karena daya tahan tubuhnya lebih lemah. Akibatnya, pertumbuhan bakteri menjadi lebih pesat dan menyebabkan infeksi gusi.

Batasan Kadar Gula Darah yang Normal Dalam Tubuh

Jika Anda mengalami gejala seperti di atas apalagi telah berlangsung cukup sering selama beberapa waktu, segeralah cek kadar gula darah Anda. Pemeriksaan gula darah bisa dilakukan secara mandiri atau melakukan diagnosis diabetes melitus secara langsung dengan berkonsultasi ke dokter. Gula darah yang tinggi merupakan salah satu ciri-ciri dari penyakit diabetes atau kencing manis ini.

Anda perlu segera menjalani pengobatan diabetes ataupun perubahan gaya hidup sehat untuk mengendalikan gula darah. Dengan begitu, Anda bisa terhindar dari komplikasi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kaki Diabetik, Salah Satu Komplikasi Diabetes yang Bisa Berujung Amputasi

Salah satu komplikasi yang bisa terjadi pada penderita diabetes adalah kaki diabetik. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa berujung amputasi.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Mengenal Komplikasi Hiperglikemi Hiperosmolar Nonketotik (HHS) pada Diabetesi

Hyperosmolar Hyperglycemic State (HHS) adalah komplikasi diabetes yang disebabkan kadar gula darah yang sangat tinggi dan dapat berakibat fatal.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Penyebab Luka Diabetes Sulit Sembuh dan Cara Perawatannya

Diabetes kering dan basah sebenarnya merujuk pada kondisi luka yang dialami. Lantas, bagaimana cara mengobati luka diabetes yang sulit sembuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Akantosis Nigrikans, Saat Kulit Menebal dan Menghitam Akibat Diabetes

Akantosis nigrikans adalah gangguan kulit yang ditandai dengan kulit menebal dan menggelap. Kondisi ini bisa menjadi salah satu tanda diabetes.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

merawat kulit orang diabetes

Berbagai Perawatan untuk Menjaga Kesehatan Kulit

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 8 menit
hipoglikemia adalah gula darah rendah

Hipoglikemia

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 15 September 2020 . Waktu baca 9 menit

Batasan Kadar Gula Darah yang Normal dalam Tubuh

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 15 September 2020 . Waktu baca 8 menit
gangguan penglihatan akibat diabetes

Berbagai Gangguan Mata yang Mungkin Terjadi Akibat Komplikasi Diabetes

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 8 September 2020 . Waktu baca 6 menit