backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

5

Tanya Dokter
Simpan

10 Cara Memperbanyak Produksi ASI Secara Alami

Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita · General Practitioner · None


Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri · Tanggal diperbarui 07/09/2023

10 Cara Memperbanyak Produksi ASI Secara Alami

Sejak dilahirkan sampai genap berusia enam bulan, ASI eksklusif merupakan makanan terbaik bagi bayi. Namun sayangnya, tidak sedikit ibu menyusui yang cemas mengenai kecukupan produksi ASI, khususnya bila baru memiliki bayi. Lantas, adakah cara yang bisa dilakukan untuk memperbanyak dan memperlancar produksi ASI?

Beragam cara memperbanyak produksi ASI

makan bawang putih saat menyusui

Setiap ibu menyusui tentunya ingin selalu memberikan ASI yang cukup agar manfaat yang didapatkan bayi bisa optimal.

Sebenarnya, produksi ASI masing-masing ibu bisa mencukupi kebutuhan gizi bayi. Hanya saja, produksi ASI yang dihasilkan setiap ibu bisa berbeda-beda.

Inilah alasan mengapa para ibu menyusui giat mencari cara untuk memperbanyak dan memperlancar produksi ASI.

Nah, berikut ini cara yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan produksi ASI.

1. Lebih sering menyusui

Jangan putus Anda untuk menyusui. Semakin sering menyusui, semakin banyak pula pasokan ASI di dalam payudara.

Bagi Anda yang sedang menyusui tapi berhenti, salah satu cara relaktasi agar memperbanyak produksi ASI yakni dengan meningkatkan frekuensi menyusui.

Caranya, misalnya jadwal menyusui bayi yakni selama 3—4 jam terhitung dari awal menyusu sampai waktu menyusu berikutnya.

Jadi, total waktu menyusui bayi bisa mencapai sekitar 8 kali selama 24 jam.

2. Ciptakan lingkungan yang nyaman selama masa menyusui

Sebisa mungkin, hindari merasa terlalu cemas, stres, bahkan depresi selama masa menyusui. Sebab tanpa sadar, berbagai kondisi tersebut bisa mempengaruhi produksi ASI.

Usahakan untuk menciptakan lingkungan yang tenang dan santai saat menyusui agar tubuh dan pikiran lebih nyaman.

Bukan hanya Anda yang merasa senang, hal ini juga akan berdampak pada kemampuan menyusu si Kecil sebagai cara memperbanyak produksi ASI.

3. Rutin memompa ASI agar produksi lebih banyak

pompa ASI elektrik

Ketika bayi sedang tidak menyusu maupun sudah kenyang menyusu tapi payudara masih terasa kencang, Anda bisa mengeluarkan ASI dengan cara dipompa.

Anda bisa menggunakan pompa ASI untuk memerahnya dan simpan ASI perah tersebut untuk sesi menyusui selanjutnya agar tetap awet.

Cara ini bisa membantu agar produksi ASI lebih banyak karena payudara yang kosong akan terus memproduksi ASI terus menerus.

Memompa ASI bisa dilakukan kapan pun. Jika produksi ASI di payudara terlalu penuh, Anda bisa memompa dan menyimpan ASI sebagai persediaan.

4. Perhatikan perlekatan (latch on) bayi selama menyusu

Jika selama menyusui ASI tidak keluar terlalu banyak dan berbeda dengan saat dipompa, mungkin perlekatan yang dilakukan bayi kurang tepat.

Latch on atau perlekatan adalah menempatkan mulut bayi dengan puting susu di posisi menyusui yang tepat.

Tujuan utama latch on sebenarnya untuk mencegah munculnya luka, nyeri, bahkan sakit pada puting susu ibu karena posisi isapan bayi yang kurang tepat.

Namun, latch on yang tepat juga bisa menjadi cara memperbanyak produksi ASI.

Ini karena saat isapan bayi pada puting susu ibu tidak pas, otomatis produksi ASI yang keluar dari payudara juga tidak begitu banyak.

Sebaliknya, ketika latch on bayi pada puting susu ibu sudah tepat, ASI yang keluar akan lebih optimal.

5. Menyusui dari kedua sisi payudara

Cara untuk memperbanyak produksi ASI lainnya bisa dilakukan dengan membiarkan bayi menyusui secara bergantian pada kedua sisi payudara.

Biarkan bayi menyusu dari sisi payudara pertama hingga berhenti dengan sendirinya, lanjutkan dengan sisi payudara yang lain.

Adanya stimulasi atau rangsangan yang sama pada kedua sisi payudara dapat menjadi cara untuk memperbanyak produksi ASI.

Perhatikan!

Lama waktu yang dibutuhkan untuk memperbanyak produksi ASI tidak selalu sama pada setiap ibu menyusui. Ini tergantung dari jumlah dan penyebab yang mendasari sedikitnya produksi ASI.

6. Usahakan kebutuhan zat gizi tercukupi dengan baik

Bukan hanya baik bagi kesehatan Anda, memastikan kebutuhan zat gizi telah tercukupi juga bisa menjadi cara untuk memperbanyak dan memperlancar produksi ASI.

Makanan ibu menyusui yang mengandung vitamin dan mineral penting yaitu buah-buahan, sayuran hijau, daging, ayam, ikan, telur, dan lainnya guna memperbanyak ASI

Selain itu, ibu menyusui perlu banyak minum untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh setiap harinya, setidaknya 3—4 liter.

7. Makan makanan untuk meningkatkan produksi ASI

Ada beberapa jenis makanan juga yang diyakini dapat memperbanyak produksi dan melancarkan ASI, yaitu sebagai berikut.

  • Oatmeal, karena mengandung banyak zat besi.
  • Makan bawang putih, karena memiliki kandungan senyawa galactagogue yang bisa memperbanyak ASI.
  • Aneka jenis sayuran khususnya yang berdaun gelap, seperti wortel, ubi, bayam, brokoli, daun katuk. Berbagai jenis sayur tersebut memiliki senyawa khusus di dalamnya bisa memperbanyak ASI.
  • Biji wijen, karena banyak mengandung mineral kalsium sehingga baik untuk memperbanyak produksi ASI serta menunjang pertumbuhan tulang dan gigi bayi.

Sumber makanan lainnya seperti kacang atau susu almond dan buah pepaya juga baik dikonsumsi jika Anda ingin memperbanyak dan memperlancar persediaan ASI.

8. Melakukan pijat payudara untuk memperlancar produksi ASI

SADARI kanker payudara

Melansir dari penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Korean Academy of Nursing, pijat laktasi dengan cara yang benar selama 30 menit dalam kurun waktu 10 hari pasca melahirkan bisa membantu agar ASI lancar.

Pijat payudara juga ampuh untuk mencegah sekaligus meredakan nyeri, pembengkakan, mastitis, dan infeksi pada payudara.

Menariknya lagi, memijat payudara dengan cara yang tepat juga bisa membantu tubuh merasa lebih rileks dan nyaman.

Cara ini dapat membantu pikiran jadi lebih tenang dan Anda bisa beristirahat dengan baik, melansir dari American Pregnancy Association.

9. Melakukan pijat oksitosin

Selain pijat payudara, ibu juga bisa melakukan pijat oksitosin sebagai cara untuk meningkatkan produksi ASI.

Pijat oksitosin adalah pijatan yang dilakukan di sepanjang tulang belakang sebagai cara atau upaya untuk melancarkan produksi ASI.

Dinamakan pijat oksitosin karena pijatan ini mampu memicu pengeluaran oksitosin yang merupakan hormon yang membuat ASI lebih lancar.

10. Minum jamu pelancar ASI

Para ibu menyusui mungkin sudah tidak asing dengan manfaat jamu yang disebut sebagai minuman pelancar ASI alami.

Bahan-bahan yang biasa digunakan dalam pembuatan jamu ini merupakan laktogogue, yaitu bahan atau zat yang dipercaya bisa membantu merangsang dan memperbanyak produksi ASI.

Berdasarkan hasil penelitian dalam Jurnal SIKLUS, didapatkan kesimpulan bahwa kandungan bahan di dalam jamu bermanfaat baik agar produksi ASI lebih banyak.

Pengamatan dilakukan pada ibu menyusui yang rutin minum jamu dari campuran kencur, kunyit, lempuyang, daun katuk, temu giring, hingga temulawak.

Mendukung hal yang sama, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional Tawangmangu juga meneliti mengenai jamu sebagai cara agar produksi ASI lebih lancar.

Hasilnya, ramuan dari daun katuk, daun bangun-bangun, dan daun pepaya, terbukti dapat membantu meningkatkan produksi ASI ibu menyusui. 

11. Minum susu pelancar ASI

Susu ibu menyusui bisa jadi salah satu dari cara untuk meningkatkan produksi. Anda bisa memilih susu yang terbuat dari olahan sapi atau kacang-kacangan.

Sebuah penelitian di tahun 2018 dalam Jurnal Kebidanan Universitas Muhammadiyah Semarang menjelaskan mengenai hal ini.

Penelitian yang dilakukan pada 40 peserta ibu menyusui tersebut mendapatkan hasil bahwa pemberian susu kedelai ternyata bisa membantu meningkatkan produksi ASI.

Berangkat dari sinilah susu kedelai dijadikan salah satu kandungan di dalam susu pelancar ASI. Hal ini diperkirakan karena kacang kedelai memiliki kandungan isoflavon di dalamnya.

12. Minum suplemen dan vitamin pelancar ASI

Suplemen dan vitamin turut masuk ke dalam salah satu upaya yang biasa digunakan sebagai cara agar ASI lebih banyak.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Pediactric Sciences pada tahun 2014 mencoba membuktikan keampuhan suplemen pelancar ASI sebagai ASI booster yang bagus.

Suplemen penambah atau pelancar ASI di sini bukan berupa obat, melainkan berisi berbagai campuran bahan herbal yang diramu dan dikemas menjadi satu.

Namun, penting untuk dipahami bahwa suplemen vitamin tidak dapat menggantikan asupan makanan harian saat menyusui.

Pastikan ibu telah berkonsultasi dan mendapatkan rekomendasi dari dokter sebelum memutuskan untuk minum suplemen vitamin tambahan selama masa menyusui.

Faktor yang memengaruhi produksi ASI

Aturan mengonsumsi obat batuk untuk ibu menyusui

Ada dua penyebab masalah pada jumlah ASI, yakni saat ASI tidak keluar setelah melahirkan dan jumlah ASI yang terlalu banyak.

1. Penyebab ASI tidak keluar setelah melahirkan

Berbagai faktor penyebab ASI tidak keluar saat menyusui setelah melahirkan bisa disebabkan oleh kondisi berikut.

2. Penyebab ASI terlalu banyak

Penyebab ASI yang terlalu banyak bisa karena produksi yang berlebih maupun let down reflex yang sangat kuat atau tidak terkontrol.

Meski terlihat lebih mudah ketimbang produksi ASI yang sedikit, jumlah ASI yang terlalu banyak bisa menimbulkan kesulitan bagi ibu dan bayi.

Bayi mungkin tersedak, muntah, bahkan kesulitan bernapas karena jumlah ASI yang keluar dari payudara sangat berlimpah.

Sementara itu, ibu bisa merasa kewalahan karena ASI terus-terusan mengalir keluar dari payudara ketika sedang tidak menyusui.

Ibu juga berisiko mengalami sumbatan pada saluran ASI, mastitis, hingga nyeri puting bila produksi ASI terlalu banyak.

Ketahui, Bu!

Sebaiknya konsultasikan lebih lanjut dengan dokter bila Anda mengalami masalah ibu menyusui, tantangan menyusui, dan pertanyaan tentang mitos ibu menyusui. Anda bisa bertanya pada konsultan ASI atau dokter anak untuk memastikan apakah langkah yang ingin dilakukan tergolong aman atau tidak.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Damar Upahita

General Practitioner · None


Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri · Tanggal diperbarui 07/09/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan