home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

10 Cara agar Produksi ASI Lebih Banyak Secara Alami

Berbagai faktor yang memengaruhi produksi ASI|Beragam cara memperbanyak produksi ASI|Perlukah minum suplemen dan vitamin pelancar ASI?
10 Cara agar Produksi ASI Lebih Banyak Secara Alami

Sejak dilahirkan sampai genap berusia enam bulan, ASI eksklusif merupakan makanan terbaik bagi bayi. Namun sayangnya, tidak sedikit ibu menyusui yang cemas mengenai kecukupan produksi ASI untuk si kecil, khususnya bagi Anda yang baru memiliki bayi. Lantas, adakah cara yang bisa dilakukan untuk memperbanyak dan memperlancar produksi ASI? Perlukah minum jamu pelancar ASI?

Berbagai faktor yang memengaruhi produksi ASI

Ada dua penyebab masalah pada jumlah ASI, yakni saat ASI tidak keluar setelah melahirkan dan jumlah ASI yang terlalu banyak.

Penyebab ASI tidak keluar setelah melahirkan

Aturan mengonsumsi obat batuk untuk ibu menyusui

Berbagai faktor penyebab ASI tidak keluar saat menyusui setelah melahirkan meliputi:

Faktor kelahiran

Faktor setelah melahirkan bisa menjadi salah satu alasan mengapa ASI tidak kunjung keluar. Beberapa penyebab kondisi ini terjadi setelah melahirkan bisa karena faktor-faktor berikut:

  • Ibu stres
  • Pemberian cairan infus selama persalinan
  • Kehilangan banyak darah setelah melahirkan
  • Masalah pada plasenta
  • Obat selama melahirkan

Faktor kesehatan ibu

Beberapa kondisi yang dapat mempengaruhi hormon dan membuat ASI tak keluar setelah melahirkan adalah sebagai berikut:

  • Diabetes saat hamil atau diabetes gestasional
  • Gestational ovarian theca lutein cysts
  • Kelebihan berat badan atau obesitas
  • Memiliki PCOS (polycystic ovarium syndrome)
  • Obat-obatan yang diminum ibu

Ibu yang mengalami masalah kesehatan dapat memengaruhi hormon yang berhubungan dengan keluarnya ASI. Ini yang kemudian membuat ASI tidak keluar saat menyusui.

Faktor payudara ibu

Beberapa masalah payudara ibu yang mempengaruhi produksi ASI tidak lancar setelah melahirkan yakni:

  • Kelahiran prematur.
  • Payudara belum berkembang sempurna.
  • Pernah menjalani operasi atau mengalami cedera pada payudara.
  • Bentuk puting payudara yang tidak biasa.

Masalah pada payudara ibu dapat membuat produksi ASI sedikit maupun ASI tidak bisa keluar dengan lancar setelah melahirkan.

Faktor inisiasi menyusui dini

Memisahkan ibu dan bayi setelah kelahiran alias tidak melakukan IMD ternyata dapat berpengaruh pada produksi ASI.

Akibatnya, ASI ibu lebih sulit keluar setelah melahirkan.

Penyebab ASI terlalu banyak

perawatan payudara bagi ibu menyusui cara menjaga kesehatan payudara

ASI yang terlalu banyak dapat disebabkan oleh produksi yang berlebih. Penyebab ASI yang terlalu banyak juga bisa karena let down reflex yang sangat kuat atau tidak terkontrol selama menyusui.

Hal ini justru dapat merangsang produksi ASI berlebih. Meski terlihat lebih mudah ketimbang produksi ASI yang sedikit, jumlah ASI yang terlalu banyak bisa menimbulkan kesulitan bagi ibu dan bayi.

Bayi mungkin tersedak, muntah, bahkan kesulitan bernapas karena jumlah ASI yang keluar dari payudara sangat berlimpah.

Sementara itu, ibu bisa merasa kewalahan karena ASI terus-terusan mengalir keluar dari payudara ketika sedang tidak menyusui.

Ibu juga berisiko mengalami sumbatan pada saluran ASI, mastitis, hingga nyeri puting bila produksi ASI terlalu banyak.

Beragam cara memperbanyak produksi ASI

Setiap ibu menyusui tentunya ingin selalu memberikan ASI bagi bayi yang cukup agar manfaat ASI yang didapatkan bisa optimal.

Sebenarnya, produksi ASI masing-masing ibu bisa mencukupi kebutuhan gizi bayi. Hanya saja, produksi ASI yang dihasilkan setiap ibu bisa berbeda-beda.

Berawal dari sini, para ibu menyusui mungkin termasuk Anda giat mencari cara untuk memperbanyak dan memperlancar produksi ASI.

Bagi Anda yang punya masalah dengan produksi ASI tidak keluar atau tidak terlalu banyak setelah melahirkan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan.

Meski begitu, lama waktu yang dibutuhkan untuk memperbanyak produksi ASI tidak selalu sama pada setiap ibu.

Lama waktunya biasanya tergantung dari jumlah dan penyebab yang mendasari sedikitnya produksi ASI.

Berikut cara mudah agar ASI keluar dalam jumlah banyak:

1. Tingkatkan frekuensi menyusui

makan bawang putih saat menyusui

Mungkin Anda merasa bahwa produksi ASI tidak terlalu banyak atau tidak keluar setelah melahirkan. Namun, jangan berputus asa untuk terus berusaha memberikan ASI.

Ini karena semakin sering menyusui, akan semakin banyak pula pasokan ASI di dalam payudara.

Salah satu cara agar memperlancar produksi ASI dan membuatnya lebih banyak yakni dengan meningkatkan frekuensi menyusui.

Proses ini biasa dikenal dengan nama let down reflex yang membantu merangsang kontraksi pada otot-otot payudara.

Alhasil, ASI bisa mengalir dengan lancar sehingga bisa menjadi cara memperbanyak dan memperlancar produksi ASI.

Prinsip ini sama seperti hukum penawaran dan permintaan (supply and demand). Artinya, semakin banyak permintaan jumlah persediaan juga akan mengikuti sehingga semakin meningkat pula.

Contohnya begini, jadwal menyusui bayi yakni selama 3-4 jam terhitung dari awal menyusu sampai waktu menyusu berikutnya.

Selanjutnya, Anda bisa mencoba memberikan sedikit ASI sebagai “camilan” di rentang waktu tersebut. Jadi, total waktu menyusui bayi bisa mencapai sekitar 8 kali selama 24 jam.

Sebaliknya, bila bayi terlihat kurang puas dan senang setelah selesai menyusu sebaiknya biarkan ia beristirahat sejenak dan berikan ASI lagi sekitar 20-30 menit kemudian.

Seiring dengan banyak ASI yang dikeluarkan, secara otomatis payudara akan terpancing untuk mengeluarkan lebih banyak ASI.

Bukan saat pagi, siang, dan sore hari saja, sebaiknya biarkan bayi menyusu di malam hari bila ia menginginkannya.

Bahkan ketika bayi sedang tidur padahal ini saatnya ia menyusu, Anda bisa membangunkannya sebentar.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Anda dianjurkan untuk membangunkan bayi jika sedang tidur dan belum menyusui selama 4 jam.

2. Ciptakan lingkungan yang nyaman selama masa menyusui

ibu menyusui

Sebisa mungkin, hindari merasa terlalu cemas, stres, bahkan depresi selama masa menyusui.

Sebab tanpa sadar, berbagai kondisi tersebut bisa mempengaruhi produksi ASI sehingga menggagalkan cara Anda untuk membuat produksi ASI agar lebih banyak.

Usahakan untuk menciptakan lingkungan yang tenang dan santai saat menyusui agar tubuh dan pikiran lebih nyaman.

Anda bisa menyempatkan diri untuk melakukan meditasi, menonton film favorit, maupun melakukan teknik pernapasan dalam.

Bukan hanya Anda yang merasa senang, hal ini juga akan berdampak pada kemampuan menyusu si kecil sebagai cara memperbanyak produksi ASI.

3. Rutin memompa ASI agar produksi lebih banyak

pompa ASI elektrik

Ketika bayi sedang tidak menyusu maupun sudah kenyang menyusu tapi payudara masih terasa kencang, Anda bisa mengeluarkan ASI dengan cara dipompa.

Rasa kencang dan penuh pada payudara biasanya karena persediaan ASI belum sepenuhnya habis.

Maka itu, Anda bisa menggunakan pompa ASI untuk memerahnya. Simpan ASI perah tersebut untuk jadwal menyusui bayi selanjutnya agar tetap awet.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, semakin banyak permintaan akan semakin banyak pula persediaannya.

Oleh karena itu, rutinlah menyusui si kecil dan memompa ASI ketika payudara mulai terasa kencang.

Cara ini bisa membantu agar produksi ASI lebih banyak karena payudara yang kosong akan terus memproduksi ASI terus-menerus.

Memompa ASI bisa dilakukan kapan pun. Jika produksi ASI di payudara terlalu penuh, Anda bisa memompa dan menerapkan cara menyimpan ASI sebagai persediaan.

4. Perhatikan perlekatan (latch on) bayi selama menyusu

ibu menyusui makan banyak

Jika selama menyusui ASI tidak keluar terlalu banyak dan berbeda dengan saat dipompa, mungkin perlekatan yang dilakukan bayi selama ini kurang tepat.

Percaya atau tidak, perlekatan yang sesuai saat menyusui bisa menjadi satu dari beberapa cara untuk memperbanyak dan memperlancar produksi ASI.

Latch on atau perlekatan adalah menempatkan mulut bayi dengan puting susu di posisi menyusui yang tepat.

Tujuan utama latch on sebenarnya untuk mencegah munculnya luka, nyeri, bahkan sakit pada puting susu ibu karena posisi isapan bayi yang kurang tepat.

Namun sebenarnya, latch on yang tepat juga bisa menjadi cara memperbanyak produksi ASI.

Seperti yang juga dijelaskan di dalam Mayo Clinic, perlekatan yang pas selama menyusui dapat menjadi cara tepat untuk memperlancar produksi ASI.

Ini karena saat isapan bayi pada puting susu ibu tidak pas, otomatis produksi ASI yang keluar dari payudara juga tidak begitu banyak.

Begitu pula sebaliknya, ketika latch on bayi pada puting susu ibu sudah tepat, ASI yang keluar akan lebih optimal.

5. Menyusui dari kedua sisi payudara

payudara sakit saat menyusui

Cara untuk memperbanyak produksi ASI lainnya bisa dilakukan dengan membiarkan bayi menyusui secara bergantian pada kedua sisi payudara.

Biarkan bayi menyusu dari sisi payudara pertama hingga berhenti dengan sendirinya baru kemudian berikan sisi payudara yang lain.

Adanya stimulasi atau rangsangan yang sama pada kedua sisi payudara dapat menjadi cara untuk memperlancar produksi ASI.

Terkadang yang menjadi pertanyaan yakni apa ukuran payudara yang kecil tetap bisa menyusui? Sebenarnya, tidak perlu khawatir untuk bisa menyusui bayi dengan lancar meski ukuran payudara kecil.

Pada kenyataannya, ukuran payudara tidak mempengaruhi produksi ASI, termasuk payudara yang berukuran kecil.

Ukuran payudara lebih banyak ditentukan oleh jaringan lemak yang ada di dalamnya. Namun, jaringan lemak ini sama sekali tidak mempengaruhi jumlah ASI yang diproduksi oleh payudara.

Produksi susu lebih tergantung pada jumlah jaringan kelenjar susu, di mana kelenjar susu merupakan tempat untuk memproduksi serta menyimpan ASI.

Jadi, jawaban dari apa payudara kecil bisa menyusui yaitu bisa dan tidak masalah untuk memberikan ASI baik secara langsung maupun memompa ASI.

6. Usahakan kebutuhan zat gizi tercukupi dengan baik

makanan untuk penderita maag makanan untuk penderita asam lambung

Tak mau ketinggalan, zat gizi yang Anda dapatkan dari sumber makanan harian juga harus tercukupi dengan baik.

Bukan hanya baik bagi kesehatan Anda, memastikan kebutuhan zat gizi telah tercukupi juga bisa menjadi cara untuk memperbanyak dan memperlancar produksi ASI.

Makanan bergizi yang mengandung vitamin dan mineral penting yaitu buah-buahan, sayuran hijau, daging, ayam, ikan, telur, dan lainnya penting sebagai memperbanyak ASI

Selain itu, ibu menyusui perlu banyak minum untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh setiap harinya.

Agar lebih optimal, Anda disarankan untuk minum setidaknya delapan gelas per hari dan sebaiknya tidak kurang dari jumlah tersebut.

7. Makan makanan untuk meningkatkan produksi ASI

manfaat bayam hijau

Tubuh membutuhkan sejumlah energi yang cukup agar bisa menghasilkan banyak ASI.

Selain dari asupan makanan ibu menyusui setiap hari, ada beberapa jenis makanan juga yang diyakini dapat memperbanyak produksi dan memperlancar ASI.

Berikut beberapa jenis makanan yang bisa memperbanyak persediaan ASI:

  • Oatmeal, karena mengandung banyak zat besi.
  • Makan bawang putih, karena memiliki kandungan senyawa galactagogue yang bisa memperbanyak ASI.
  • Aneka jenis sayuran khususnya yang berdaun gelap, seperti wortel, ubi, bayam, brokoli, daun katuk. Berbagai jenis sayur tersebut memiliki senyawa khusus di dalamnya bisa memperbanyak ASI.
  • Biji wijen, karena banyak mengandung mineral kalsium sehingga baik untuk memperbanyak produksi ASI serta menunjang pertumbuhan tulang dan gigi bayi.

Sumber makanan lainnya seperti kacang almond dan buah pepaya juga baik dikonsumsi jika Anda ingin memperbanyak dan memperlancar persediaan ASI.

8. Melakukan pijat payudara untuk memperlancar produksi ASI

SADARI kanker payudara

Sambil menyusui, Anda dapat melakukan pijat payudara Anda secara perlahan untuk memperlancar produksi ASI.

Teknik pijat sebagai cara untuk memperbanyak atau memperlancar produksi ASI bisa dilakukan mulai dari sisi luar payudara ke arah bagian dalam.

Cara memijat payudara agar ASI lancar

Berikut cara mudah dalam memijat payudara agar aliran produksi ASI lebih lancar:

  1. Sambil berdiri di hadapan cermin, angkat satu sisi payudara dengan tangan kiri dan tahan bagian atas payudara dengan tangan kanan.
  2. Letakkan empat jari dari tangan tangan kanan pada bagian atas salah satu payudara, dan empat jari pada tangan kiri di bagian bawahnya.
  3. Gerakkan kedua tangan maju mundur dengan lembut alias secara melingkar. Jika tangan kanan bergerak ke arah kiri, tangan kiri akan bergerak ke kanan.
  4. Pindahkan kedua tangan Anda ke bagian sisi pinggir payudara, dan gerakkan secara melingkar seperti yang sebelumnya dilakukan. Jika perlu, beri tekanan pada payudara secara perlahan.
  5. Coba gunakan juga ujung jari-jari Anda untuk memijat dan memberikan sedikit tekanan pada payudara.
  6. Ulangi gerakan ini sampai sekitar 20 kali, kemudian ganti ke bagian payudara yang lainnya.
  7. Masih berada di posisi yang sama, angkat satu sisi payudara dengan tangan kiri.
  8. Gunakan tiga atau empat jemari tangan kanan Anda, lalu buat gerakan melingkar di atas puting susu sebanyak 20 kali.
  9. Lakukan langkah ini sembari jari-jari Anda memberikan tekanan lembut pada payudara.
  10. Rasakan seperti sedang mendorong ASI mengarah ke puting susu, agar bisa dengan lancar keluar.
  11. Masih dengan kedua jari-jari tangan Anda, urut payudara perlahan-lahan dari bagian luar.
  12. Posisikan tangan di bagian bawah ketiak dan belahan dada, kemudian menuju ke arah puting payudara.
  13. Ulangi langkah tersebut sebanyak 10 kali dan ganti ke sisi payudara yang lain.
  14. Dengan ujung ibu jari dan telunjuk, puntir pelan-pelan puting susu pada masing-masing payudara.

Hal lain yang perlu diperhatikan saat pijat payudara

Berikut yang sebaiknya Anda perhatikan sebelum menerapkan cara memijat payudara agar produksi ASI lancar:

  1. Sebelum memijat payudara, cuci dulu kedua tangan Anda sampai bersih.
  2. Siapkan minyak pijat yang aman dan tidak mengandung terlalu banyak bahan kimia berbahaya.
  3. Hindari losion atau minyak pijat yang mengandung pewangi atau pewarna tambahan.
  4. Jangan langsung mengoleskannya pada kulit payudara. Alangkah baiknya untuk menuangkan losion atau minyak pijat terlebih dahulu secukupnya di telapak tangan.
  5. Gosokkan pada kedua tangan Anda hingga minyak atau losion merata.

Melansir dari penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Korean Academy of Nursing, memijat payudara dengan cara yang benar selama 30 menit dalam kurun waktu 10 hari pasca melahirkan bisa membantu agar ASI lancar.

Pijat payudara juga ampuh untuk mencegah sekaligus meredakan nyeri, pembengkakan, mastitis, dan infeksi pada payudara.

Menariknya lagi, memijat payudara dengan cara yang tepat juga bisa membantu tubuh merasa lebih rileks dan nyaman.

Itulah mengapa memijat payudara dengan cara yang benar juga membantu pikiran jadi lebih tenang dan Anda bisa beristirahat dengan baik, melansir dari American Pregnancy.

Selain pijat payudara, ibu juga bisa melakukan pijat oksitosin untuk meningkatkan produksi ASI.

Pijat oksitosin adalah pijatan yang dilakukan di sepanjang tulang belakang sebagai upaya untuk melancarkan produksi ASI.

Dinamakan pijat oksitosin karena pijatan ini mampu memicu pengeluaran oksitosin yang merupakan hormon yang membuat ASI lebih lancar.

9. Minum jamu pelancar ASI

jamu pelancar ASI

Jamu tergolong ke dalam obat tradisional yang diolah dari tumbuh-tumbuhan sehingga menghasilkan sebuah ramuan.

Bentuk sediaan jamu juga tidak hanya satu, melainkan bisa Anda temukan dalam berbagai sajian.

Mulai dari jamu cair yang bisa langsung diminum, diolah menjadi pil, maupun bubuk yang harus diseduh terlebih dahulu.

Para ibu menyusui mungkin sudah tidak asing dengan manfaat jamu yang disebut sebagai ASI booster alami yang bagus.

Bahan-bahan yang biasa digunakan dalam pembuatan jamu ini merupakan laktogogue.

Laktogogue adalah bahan atau zat yang dipercaya bisa membantu merangsang dan memperbanyak produksi ASI.

Peran jamu sebagai ASI booster atau pelancar ASI alami

Sebuah penelitian dari Jurnal Unikal yang dilakukan di daerah Pekalongan, Jawa Tengah, meminta sekitar 89 responden ibu menyusui untuk rutin minum jamu pelancar ASI.

Ramuan jamu pelancar ASI ini diolah dari racikan daun katuk, kunyit, lempuyangan, dan asam jawa yang ditumbuk dan kemudian airnya direbus.

Penggunaan berbagai bahan-bahan tradisional di dalam jamu tersebut dipercaya mengandung zat yang dapat berguna sebagai pelancar ASI.

Hasil dari penelitian yang diterbitkan tahun 2012 juga ternyata positif.

Ibu yang rutin minum jamu selama masa nifas (setelah melahirkan) dan menyusui, berpeluang 4 kali lebih besar untuk mengalami peningkatan produksi ASI daripada ibu yang tidak minum jamu.

Selain itu, penelitian pada ibu nifas dan menyusui di Kabupaten Tegal, juga memiliki hasil yang serupa.

Penelitian yang dimuat dalam Jurnal SIKLUS di tahun 2018, mengamati ibu menyusui yang rutin minum jamu dari aneka campuran bahan alami.

Bahan alami ini meliputi kencur, kunyit, lempuyang, daun katuk, temu giring, hingga temulawak.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, didapatkan kesimpulan bahwa kandungan bahan di dalam jamu bermanfaat baik agar produksi ASI lebih banyak.

Bahkan, jamu pelancar produksi ASI ini juga dinilai dapat membantu menjaga daya tahan dan mempercepat proses pemulihan tubuh ibu usai melahirkan.

Mendukung hal yang sama, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional Tawangmangu juga meneliti mengenai jamu sebagai cara agar produksi ASI lebih lancar.

Hasilnya, ramuan dari daun katuk, daun bangun-bangun, dan daun pepaya, terbukti dapat membantu meningkatkan produksi ASI ibu menyusui.

Peningkatan produksi ASI ini didapatkan setelah ibu menyusui rutin minum ramuan tradisional tersebut selama 28 hari.

10. Minum susu pelancar ASI

susu pelancar ASI

Susu ibu menyusui atau pelancar ASI merupakan salah satu dari cara untuk meningkatkan produksi.

Dalam hal ini, susu penambah ASI masuk ke dalam laktogogue. Melihat dari bahan utama yang kerap dijadikan andalan dalam susu pelancar ASI alami, ada beberapa komposisi utama.

Bagaimana cara memiliki susu ibu menyusui yang bagus untuk bayi? Anda bisa memilih susu yang terbuat dari olahan sapi atau kacang-kacangan.

Susu ibu menyusui yang terbuat dari kacang-kacangan dan olahan sapi, sering disebut susu pelancar ASI alami atau ASI booster.

Sebuah penelitian di tahun 2018 dalam Jurnal Kebidanan Universitas Muhammadiyah Semarang menjelaskan mengenai hal ini.

Penelitian yang dilakukan pada 40 peserta ibu menyusui tersebut mendapatkan hasil bahwa pemberian susu kedelai ternyata bisa membantu meningkatkan produksi ASI.

Berangkat dari sinilah susu kedelai dijadikan salah satu kandungan di dalam susu pelancar ASI. Hal ini diperkirakan karena kacang kedelai memiliki kandungan isoflavon di dalamnya.

Perlukah minum suplemen dan vitamin pelancar ASI?

suplemen penambah asi

Suplemen dan vitamin turut masuk ke dalam salah satu upaya yang biasa digunakan sebagai cara agar ASI lebih banyak.

Suplemen penambah atau pelancar ASI di sini bukan berupa obat, melainkan berisi berbagai campuran bahan herbal yang diramu dan dikemas menjadi satu.

Sementara asupan vitamin alami sebagai ASI booster alami ibu menyusui sebenarnya bisa diperoleh dari makanan harian, meski ada juga yang berasal dari suplemen.

Herbal yang digunakan sebagai bahan dasar pembuatan obat suplemen pelancar atau penambah ASI pun tidak sembarangan.

Ambil contohnya seperti fenugreek, blessed thistle, buah kurma, dan daun katuk.

Bahan-bahan herbal yang diproses menjadi suplemen ini biasanya sudah dipercaya sejak dulu kala mampu membuat produksi ASI lebih lancar.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Pediactric Sciences pada tahun 2014 mencoba membuktikan keampuhan suplemen pelancar ASI sebagai ASI booster yang bagus.

Campuran dari buah kurma dan fenugreek dinilai bermanfaat dalam membantu meningkatkan produksi ASI ibu menyusui.

Khususnya selama masa-masa awal setelah melahirkan atau pertama kali menyusui.

Meski begitu, sebenarnya hasil penelitian yang membuktikan khasiat suplemen sebagai penambah ASI belum terbukti seutuhnya.

Namun, penting untuk dipahami terlebih dahulu bahwa upaya penambah atau peningkatan produksi ASI dengan minum suplemen harus melalui uji coba sebelumnya.

Ini karena tidak menutup kemungkinan akan timbul efek samping dari penggunaan suplemen yang diolah dari bahan herbal ini ke ibu maupun bayi.

Sementara suplemen vitamin yang membuat produksi ASI lebih lancar, mungkin dibutuhkan beberapa ibu menyusui untuk membantu mencukupi kebutuhan nutrisi.

Penting untuk dipahami bahwa suplemen vitamin tidak dapat menggantikan asupan makanan harian saat menyusui.

Pastikan ibu telah berkonsultasi dan mendapatkan rekomendasi dari dokter, sebelum memutuskan untuk minum suplemen vitamin tambahan selama masa menyusui.

Intinya, sebaiknya konsultasikan lebih lanjut dengan dokter bila Anda mengalami masalah ibu menyusui, tantangan menyusui, dan pertanyaan tentang mitos ibu menyusui.

Anda bisa bertanya pada konsultan ASI atau dokter anak untuk memastikan langkah yang ingin dilakukan tergolong aman atau tidak.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Low milk supply: What causes it?. (2020). Retrieved 9 June 2020, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/expert-answers/low-milk-supply/faq-20058148 

How to Increase Milk Supply. (2020). Retrieved 9 June 2020, from https://raisingchildren.net.au/newborns/breastfeeding-bottle-feeding/breastfeeding-challenges/increase-supply 

Nilai Menyusui. (2020). Retrieved 9 June 2020, from http://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/nilai-menyusui 

Increasing Your Breast Milk Supply. (2020). Retrieved 9 June 2020, from https://www.pregnancybirthbaby.org.au/increasing-your-breast-milk-supply 

Ahn, S., Kim, J., & Cho, J. (2011). Effects of Breast Massage on Breast Pain, Breast-milk Sodium, and Newborn Suckling in Early Postpartum Mothers. Journal Of Korean Academy Of Nursing41(4), 451. doi: 10.4040/jkan.2011.41.4.451 https://synapse.koreamed.org/DOIx.php?id=10.4040/jkan.2011.41.4.451

Postpartum Massage – American Pregnancy Association. (2015). Retrieved 9 June 2020, from https://americanpregnancy.org/first-year-of-life/postpartum-massage/ 

Baequny, A., & Hidayati, S. (2016). Efektivitas Minum Jamu (Ramuan Daun Katuk, Kunyit, Lempuyangan, Asem Jawa) Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Nifas. Retrieved 9 June 2020, from http://jurnal.unikal.ac.id/index.php/pena/article/download/403/361

Sakti Prastiwi, R. (2018). Pengobatan Tradisional (Jamu) Dalam Perawatan Kesehatan Ibu Nifas dan Menyusui di Kabupaten Tegal. Retrieved 9 June 2020, from http://ejournal.poltektegal.ac.id/index.php/siklus/article/downloadSuppFile/745/323

Laktogogue: Seberapa Besar Manfaatnya?. (2013). Retrieved 9 June 2020, from http://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/laktogogue-seberapa-besar-manfaatnya 

Amankah tetap menyusui saat ibu perlu konsumsi obat ?. (2017). Retrieved 9 June 2020, from http://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/amankah-tetap-menyusui-saat-ibu-perlu-konsumsi-obat 

Zulkarnain, Z. (2012). Pengaruh Formula Jamu Pelancar Air Susu Ibu (ASI) Terhadap Peningkatan Volume ASI. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional. Retrieved 9 June 2020, from http://repository.litbang.kemkes.go.id/588/2/157%20LIT%20-%20PENGARUH%20FORMULA%20JAMU%20PELANCAR%20AIR%20SUSU%20IBU%20%28ASI%29_ocr%20cs.pdf

Jamu Harus Menjadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri. (2012). Retrieved 9 June 2020, from http://www.depkes.go.id/development/site/jkn/index.php?cid=2109&id=jamu-harus-menjadi-tuan-rumah-di-negeri-sendiri.html 

Tujuh Ramuan Tumbuhan Obat untuk Kesehatan. (2019). Retrieved 9 June 2020, from https://www.litbang.kemkes.go.id/tujuh-ramuan-tumbuhan-obat-untuk-kesehatan/ 

Materi Edukasi Tentang Peduli Obat dan Pangan Aman. (2015). Retrieved 9 June 2020, from http://www.pom.go.id/files/2016/cdew.pdf 

Puspitasari, E. (2018). PENGARUH PEMBERIAN SUSU KEDELAI TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI ASI PADA IBU NIFAS DI RB BINA SEHAT BANTUL. Jurnal Kebidanan, 7(1), 54. doi: 10.26714/jk.7.1.2018.54-60 https://www.researchgate.net/publication/323151814_PENGARUH_PEMBERIAN_SUSU_KEDELAI_TERHADAP_PENINGKATAN_PRODUKSI_ASI_PADA_IBU_NIFAS_DI_RB_BINA_SEHAT_BANTUL 

El Sakka, A., Salama, M., & Salama, K. (2014). The Effect of Fenugreek Herbal Tea and Palm Dates on Breast Milk Production and Infant Weight. Journal Of Pediatric Sciences, 6(0). doi: 10.17334/jps.30658 https://www.researchgate.net/publication/283389033_The_Effect_of_Fenugreek_Herbal_Tea_and_Palm_Dates_on_Breast_Milk_Production_and_Infant_Weight

Khan, T., Wu, D., & Dolzhenko, A. (2018). Effectiveness of fenugreek as a galactagogue: A network meta-analysis. Phytotherapy Research, 32(3), 402-412. doi: 10.1002/ptr.5972 https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/29193352

Alessandra N. Bazzano., Rebecca Hofer., Shelley Thibeau., dkk. (2016). A Review of Herbal and Pharmaceutical Galactagogues for Breast-Feeding. The Ochsner Journal. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5158159/

Galactagogues – Boosting Milk Supply and Production. Retrieved 9 June 2020, from https://americanpregnancy.org/breastfeeding/galactagogues-boosting-your-milk-supply/ 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri Diperbarui 09/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x