Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Berbagai Manfaat dan Risiko Makan Jamur bagi Kesehatan

Berbagai Manfaat dan Risiko Makan Jamur bagi Kesehatan

Jamur sudah dikonsumsi sejak lama, baik sebagai makanan maupun untuk bahan obat tertentu, karena tumbuhan ini memang kaya akan gizi. Namun, mengonsumsi jamur tidak selalu baik untuk tubuh karena ada beberapa jenis yang beracun. Untuk mengenal lebih jauh mengenai manfaat jamur bagi kesehatan dan efek sampingnya, simak ulasannya berikut ini.

Kandungan zat gizi di dalam jamur

Jamur adalah tumbuhan yang bisa hidup di alam liar dan juga dibudidayakan. Tumbuhan ini disukai karena selain sebagai makanan diet juga mudah diolah, baik itu sebagai makanan segar maupun makanan kaleng.

Jamur memang rendah kalori, tapi kaya akan protein, serat, dan vitamin, serta mineral. Selain itu, jamur mengandung antioksidan, selenium, polisakarida, dan vitamin D2 (ergokalsiferol).

Ada sekitar 2.000 jenis jamur yang dapat dimakan, tetapi hanya sedikit yang tersedia di pasar Indonesia. Jenis jamur ini termasuk: jamur putih atau kancing, portobello, shitake, tiram, dan enoki.

Di bawah ini adalah kandungan zat gizi jamur kancing mentah sebanyak 100 gram.

  • Air: 92,4 gram (g).
  • Energi: 22 kkal.
  • Protein: 3,09 g.
  • Lemak: 0,34 g.
  • Karbohidrat: 3,26 g.
  • Serat: 1 g.
  • Gula: 1,98 g.
  • Glukosa: 1,48 g.
  • Fruktosa: 0,17 g.
  • Kalsium: 3 miligram (mg).
  • Besi: 0,5 mg.
  • Magnesium: 9 mg.
  • Fosfor: 86 mg.
  • Kalium: 318 mg.
  • Natrium: 5 mg.
  • Seng: 0,52 mg.
  • Tembaga: 0,318 mg.
  • Mangan: 0.047.
  • Vitamin C: 2,1 mg.
  • Tiamin: 0,081 mg.
  • Riboflavin: 0,402 mg.
  • Niasin: 3,61 mg.
  • Asam pantotenat: 1,5 mg.
  • Vitamin B-6: 0,104 mg.
  • Kolin: 17,3 mg.
  • Vitamin D (D2 + D3): 7 IU (Satuan Internasional)
  • Betaine: 9,4 mg.

Jamur juga mengandung sejumlah kecil folat yang berguna untuk meregenerasi sel-sel tubuh yang rusak. Terdapat pula kandungan kecil selenium yang berguna menjaga imunitas tubuh.

Manfaat jamur bagi kesehatan

jamur portobello

Di bawah ini adalah sejumlah manfaat makan jamur bagi kesehatan tubuh secara umum yang dibuktikan melalui riset ilmiah.

1. Jamur dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh

Pada pengobatan tradisional cina, jamur shitake digunakan untuk membuat obat flu.

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa ekstrak jamur shitake dapat melawan virus dan meningkatkan daya tahan tubuh dari infeksi akibat bakteri atau jamur.

Kemudian, manfaat jamur shitake dan jamur oyster mengandung beta glukan, salah satu senyawa polisakarida adalah dapat membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh.

2. Menurunkan risiko diabetes

Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of chiropractic medicine (2018) menyimpulkan bahwa orang yang makan banyak serat mungkin memiliki risiko lebih rendah terkena diabetes tipe 2.

Bagi penderita diabetes tipe 2, konsumsi makanan tinggi serat bermanfaat membantu mengendalikan kadar glukosa darah.

Secangkir irisan jamur mentah, seberat 70 gram, menyediakan hampir 1 gram serat. Jumlah ini dua kali lipat lebih besar dari anjuran kebutuhan serat orang dewasa dari Kementerian Kesehatan RI, yakni 32 – 36 gram per hari.

3. Menurunkan kolesterol tinggi

Sebuah studi diterbitkan dalam ​​International journal of molecular medicine (2018) menjelaskan bahwa mengonsumsi sejenis serat yang disebut beta-glukan dapat menurunkan kadar kolesterol darah.

Manfaat ini berkaitan dengan kandungan beta glukan, eritadenin, dan chitosan pada jamur.

4. Sehat bagi jantung

Serat, kalium, dan vitamin C pada jamur berkontribusi menjaga tekanan darah dan kolesterol sehingga menurunkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskuler dan hipertensi.

Sebuah studi tahun International journal of molecular sciences (2016) menyimpulkan bahwa orang dengan kekurangan vitamin C lebih mungkin mengalami penyakit kardiovaskular.

Oleh karena itu, konsumsi vitamin C dapat membantu mencegah penyakit ini. Namun, mereka tidak menemukan bukti bahwa suplemen vitamin C bisa mengurangi risiko penyakit jantung.

5. Menghambat pertumbuhan sel kanker

Manfaat jamur lainnya adalah untuk pengobatan penyakit kanker. Serat beta-glukan pada jamur digunakan sebagai salah satu perawatan kemoterapi atau terapi radiasi.

Walaupun tidak membunuh sel kanker, beta-glukan membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga menghambat pertumbuhan sel kanker.

Jamur juga mengandung vitamin D. Riset dari Trends in cancer research (2018) menjelaskan vitamin D juga terbukti mencegah pertumbuhan sel kanker.

Kandungan kecil folat pada jamur juga berperan penting dalam sintesis dan perbaikan DNA sehingga mencegah terbentuknya sel kanker dari mutasi DNA.

Sayangnya, manfaat dari jamur ini mungkin tidak berefek pada semua pasien kanker.

6. Meningkatkan kesehatan janin

Banyak wanita mengonsumsi suplemen asam folat atau folat selama kehamilan untuk meningkatkan kesehatan janin.

Nah, manfaat jamur lainnya adalah sebagai sumber folat bagi ibu hamil. Secangkir jamur mentah utuh mengandung 16,3 mikrogram folat.

Memasukkan jamur ke dalam menu makanan dapat membantu Anda mencukupi asupan folat harian, yaitu sebanyak 400 mikrogram per hari.

Risiko dan bahaya yang mungkin terjadi akibat makan jamur

ilustrasi mual gejala dan ciri-ciri keracunan makanan

Tidak semua jamur aman untuk dikonsumsi. Ada beberapa jenis jamur yang mengandung racun dan dapat membahayakan tubuh.

Berikut ini beberapa kemungkinan efek samping yang mungkin Anda alami setelah makan jamur beracun atau jamur yang tidak dimasak dengan benar.

1. Keracunan

Keracunan merupakan efek samping dari makan jamur yang terkontaminasi bakteri Camplylobacter jejuni. Kondisi keracunan ini menyebabkan mual, diare,atau kram perut.

Mengonsumsi jamur liar seperti jamur amanitas dan jamur cokelat bahkan dapat menyebabkan kematian.

Pasalnya, beberapa jamur liar diketahui mengandung logam berat dan bahan kimia berbahaya.

2. Meningkatkan risiko berbagai penyakit

Beta glukan yang terdapat pada jamur memang bermanfaat. Namun, kelebihan beta glukan meningkatkan risiko penyakit lupus, asma, rematik, dan multiple sclerosis.

Sayangnya, belum diketahui berapa jumlah beta glukan yang dapat membahayakan kesehatan.

Jamur yang tumbuh di area industri kemungkinan besar mengandung arsenik yang sebaliknya dapat meningkatkan penyakit kanker.

3. Psikosis

Konsumsi jamur psilocybin (magic mushroom) dapat menimbulkan halusinasi, perilaku irasional, peralihan persepsi penglihatan atau suara, dan sikap antisosial.

Perubahan psikosis itu bahkan bisa terjadi setelah 20 menit dikonsumsi dan efeknya bisa bertahan hingga enam jam.

Selain itu, mengonsumsi jamur ini dapat menyebabkan kelemahan otot, mengantuk, mual, muntah, dan ataksia (kehilangan kendali atas fungsi tubuh).

4. Alergi

Spora yang dihasilkan oleh beberapa jamur dapat menyebabkan efek samping makan jamur berupa reaksi alergi ekstrem pada orang tertentu.

Spora tersebut terbang ke udara di lingkungan yang lembap. Apabila tercium oleh orang yang memiliki alergi, spora jamur akan menyebabkan infeksi pernapasan, penyakit asma, atau paru-paru.

Tips Aman Makan Jamur

  1. Jangan sembarangan mengonsumsi jamur yang tumbuh di lingkungan rumah, kebun, atau hutan.
  2. Beli jamur siap masak di pasar swalayan atau pasar tradisional terpercaya.
  3. Hindari mengonsumsi jamur apa pun yang tidak Anda ketahui jenisnya.
  4. Pastikan Anda mencuci jamur sampai bersih sebelum mengolahnya.
  5. Masak jamur hingga matang, misalnya rebus dalam air mendidih sampai empuk atau tumis beberapa menit dengan api sedang.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Chen, Y. H., Lee, C. H., Hsu, T. H., & Lo, H. C. (2015). Submerged-Culture Mycelia and Broth of the Maitake Medicinal Mushroom Grifola frondosa (Higher Basidiomycetes) Alleviate Type 2 Diabetes-Induced Alterations in Immunocytic Function. International journal of medicinal mushrooms, 17(6), 541–556. https://doi.org/10.1615/intjmedmushrooms.v17.i6.50 

McRae M. P. (2018). Dietary Fiber Intake and Type 2 Diabetes Mellitus: An Umbrella Review of Meta-analyses. Journal of chiropractic medicine, 17(1), 44–53. https://doi.org/10.1016/j.jcm.2017.11.002 

Moser, M. A., & Chun, O. K. (2016). Vitamin C and Heart Health: A Review Based on Findings from Epidemiologic Studies. International journal of molecular sciences, 17(8), 1328. https://doi.org/10.3390/ijms17081328

C. K. Cheung. (2010). The nutritional and health benefits of mushrooms. Nutritional Bulletin, 35(4), 292–299. https://doi.org/10.1111/j.1467-3010.2010.01859.x

Rop, O., Mlcek, J., & Jurikova, T. (2009). Beta-glucans in higher fungi and their health effects. Nutrition reviews, 67(11), 624–631. https://doi.org/10.1111/j.1753-4887.2009.00230.x 

Sima, P., Vannucci, L., & Vetvicka, V. (2018). β-glucans and cholesterol (Review). International journal of molecular medicine, 41(4), 1799–1808. https://doi.org/10.3892/ijmm.2018.3411 

Young, M., & Xiong, Y. (2018). Influence of vitamin D on cancer risk and treatment: Why the variability?. Trends in cancer research, 13, 43–53. PMID: 30369773 

Bliss, R. M. (2006). Nutrient Data on Mushrooms Updated. Agricultural Service U.S. Department of Agricultural. Retrieved April 27, 2022 from, https://www.ars.usda.gov/news-events/news/research-news/2006/nutrient-data-on-mushrooms-updated/ 

Mushrooms, white, raw. (2019). U.S. Department of Agricultural. Retrieved April 27, 2022 from, https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/169251/nutrients 

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2019 TENTANG ANGKA KECUKUPAN GIZI YANG DIANJURKAN UNTUK MASYARAKAT INDONESIA. (2019). Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Retrieved April 27, 2022 from, https://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No__28_Th_2019_ttg_Angka_Kecukupan_Gizi_Yang_Dianjurkan_Untuk_Masyarakat_Indonesia.pdf   

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui May 20
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro