Jamur kerap dimasak sebagai bahan tambahan sup atau digoreng. Ternyata, ada salah satu jenis jamur yang bisa dijadikan sebagai bahan obat herbal, yaitu jamur Lingzhi.
Jamur kerap dimasak sebagai bahan tambahan sup atau digoreng. Ternyata, ada salah satu jenis jamur yang bisa dijadikan sebagai bahan obat herbal, yaitu jamur Lingzhi.

Jamur Lingzhi (Ganoderma lucidum) adalah jamur dengan ukuran lebar, berwarna gelap, dan bertekstur mirip kayu.
Kata lucidum berasal dari bahasa latin lucidus, yang berarti berkilau. Ini sesuai dengan permukaan jamur yang mengilap.
Jamur yang juga dikenal sebagai jamur Reishi ini tumbuh di tempat yang hangat dan lembap dan biasanya ditemukan di hutan lebat.
Meski begitu, jamur ini bisa dibudidayakan di kayu keras atau serpihan kayu.
Di antara jamur-jamur lain yang dibudidayakan, jamur ini cukup unik karena lebih dicari manfaatnya sebagai obat herbal, bukan sebagai bahan makanan bernutrisi.
Berikut kandungan yang bisa ditemukan di jamur Lingzhi.

Berikut potensi khasiat jamur Lingzhi untuk kesehatan Anda.
Manfaat penting yang bisa Anda dapatkan dari jamur Lingzhi adalah menjaga kekebalan tubuh.
Jamur Reishi ungu mampu mengurangi peradangan dan mengendalikan respon imun. Kedua hal ini penting agar kekebalan tubuh tetap kuat.
Manfaat ini berasal dari kandungan polisakarida, triterpenoid, alkaloid, dan protein.
Meski begitu, berbagai studi ini masih dilakukan pada sel di laboratorium atau hewan.
Tak hanya itu, ada pula penelitian yang mencoba memperoleh ekstrak jamur hingga mendapatkan polisakaridanya saja.
Jadi, perlu penelitian lebih lanjut untuk meneliti keampuhan herbal untuk imun yang satu ini.
Sebagai antikanker, jamur Lingzhi bekerja dengan beberapa cara. Jamur ini mampu menghambat sel kanker agar tidak bertambah banyak.
Tak hanya itu, jamur ini bisa memicu kematian sel tumor dan menghambat keganasan sel kanker. Potensi manfaat ini berasal dari kandungan triterpenoid dan sterol.
Akan tetapi, khasiat ini baru diteliti pada sel kanker di dalam laboratorium, bukan pada sel kanker aktif yang ada di dalam tubuh manusia.
Jamur Reishi baik untuk kesehatan jantung karena membantu meningkatkan kadar kolesterol baik dan menurunkan kadar trigliserida.
Kandungan polisakarida dan triterpenoid pada jamur Reishi ini berpotensi menghambat pembentukan kolesterol, membantu menurunkan tekanan darah, dan bersifat antioksidan.
Manfaat obat herbal jantung di atas baik untuk mencegah penyumbatan pembuluh darah.
Penyumbatan bisa meningkatkan risiko penyakit jantung, seperti stroke, gagal jantung, dan serangan jantung.
Tak hanya itu, khasiat ini mengurangi risiko jantung bekerja terlalu keras.
Studi terbitan Journal of Medicinal Food (2005) menemukan bahwa sebanyak 132 orang yang mengonsumsi ekstrak polisakarida dari jamur Lingzhi selama 8 minggu bisa mengurangi gejala neurastenia.
Neurastenia adalah gangguan saraf yang menyebabkan lemah, lesu, depresi, dan sulit tidur atau insomnia.
Studi ini belum mengetahui secara pasti cara kerja ekstrak jamur Reishi pada pasien neurastenia.
Namun, ada dugaan bahwa jamur ini bisa memengaruhi peningkatan fungsi sistem kekebalan tubuh.
Kandungan polisakarida pada jamur Lingzhi membantu menurunkan kadar gula darah puasa pada diabetes tipe 2.
Dalam hal ini, ekstrak jamur ini membantu menjaga fungsi pankreas, membawa kadar gula darah, dan menyeimbangkan kadar insulin untuk mengontrol gula darah.
Meski begitu, khasiat obat herbal diabetes ini masih diteliti pada tikus sehingga manfaatnya masih harus diuji lebih lanjut.
Jamur Reishi juga berpotensi baik untuk alergi. Dalam hal ini, jamur membantu mengendalikan respons pada pengidap alergi.
Selain itu, jamur ini juga berperan sebagai anti-inflamasi atau mengurangi peradangan. Nah, peradangan berkepanjangan merupakan salah satu penyebab yang berkaitan dengan alergi.
Meski begitu, penelitian yang dilakukan menggunakan berbagai bahan herbal lain, tidak hanya jamur Reishi.
Tidak dijelaskan apakah jamur bisa memberikan manfaat yang sama tanpa bahan herbal lain.
Jamur Lingzhi mengandung asam ganoderik yang memiliki komposisi serupa dengan hormon steroid.
Dalam tubuh, hormon steroid bersifat antiradang yang bisa mengatasi nyeri rematik.
Walau penelitian telah dilakukan pada manusia, bahan yang digunakan merupakan ramuan campuran, bukan dari jamur Reishi saja.
Jadi, butuh riset lebih lanjut untuk mengetahui efek jamur terhadap nyeri sendi.
Jamur ini membantu menghambat beberapa jenis kuman, seperti parasit penyebab malaria.
Selain itu, jamur ini bisa melawan bakteri penyebab penyakit, seperti Staphylococcus aureus, Klebsiella pneumoniae, dan Pseudomonas aeruginosa.
Tak hanya bakteri, jamur ini bisa menghambat pertumbuhan jamur berbahaya, seperti Fusarium oxysporum dan Aspergillus niger.
Perlu diingat, khasiat ini baru diuji pada laboratorium, bukan pada tubuh manusia yang terinfeksi.

Ada beberapa orang yang mengalami efek samping ringan, seperti mual dan insomnia.
Sebagian besar orang yang mengonsumsi bahan herbal ini tidak mengalami efek buruk pada liver atau ginjal.
Namun, ada dua kasus hepatitis akibat keracunan jamur.
Bahaya jamur Lingzhi ini ditemui pada dua kasus setelah mengganti suplemen jamur Reishi dalam bentuk bubuk.
Jadi, sulit untuk memahami bahaya obat herbal ini untuk liver.
Jamur Lingzhi banyak terdapat dalam versi suplemen makanan siap minum.
Dosis minumnya pun bergantung dari bentuk suplemen yang Anda pilih. Selalu perhatikan aturan pakai yang tertera pada kemasan.
Umumnya, ekstrak Reishi yang digunakan adalah bubuk jamur yang dikeringkan dan digerus.
Bentuk ini memiliki dosis kira-kira 10 kali lebih kuat daripada bentuk jamur aslinya.
Ini berarti bahwa kekuatan dosis 5 g ekstrak jamur Lingzhi hampir setara dengan kurang lebih 50 g jamur segar dan utuh.
Namun, konsultasikan dulu dengan dokter sebelum mengonsumsinya.
Ada beberapa kelompok orang yang sebaiknya tidak mengonsumsi jamur Reishi, yaitu:
Jamur Lingzhi atau Reishi adalah jamur yang memiliki banyak potensi mengatasi masalah kesehatan.
Meski begitu, khasiatnya masih perlu diuji pada manusia sehingga bukan menjadi satu-satunya obat untuk menyembuhkan penyakit.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Wachtel-Galor, S., Yuen, J., Buswell, J., & Benzie, I. (2011). Ganoderma lucidum (Lingzhi or Reishi). CRC Press/Taylor & Francis. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK92757/
Batra P, Sharma AK, Khajuria R. Probing Lingzhi or Reishi medicinal mushroom Ganoderma lucidum (higher Basidiomycetes): a bitter mushroom with amazing health benefits. Int J Med Mushrooms. 2013;15(2):127-43. https://doi.org/10.1615/intjmedmushr.v15.i2.20. PMID: 23557365.
Cheng CH, Leung AY, Chen CF. The effects of two different ganoderma species (Lingzhi) on gene expression in human monocytic THP-1 cells. Nutr Cancer. 2010;62(5):648-58. https://doi.org/10.1080/01635581003605516. PMID: 20574926.
Lin ZB. Cellular and molecular mechanisms of immuno-modulation by Ganoderma lucidum. J Pharmacol Sci. 2005 Oct;99(2):144-53. https://doi.org/10.1254/jphs.crj05008x. PMID: 16230843.
Gao Y, Zhou S, Jiang W, Huang M, Dai X. Effects of ganopoly (a Ganoderma lucidum polysaccharide extract) on the immune functions in advanced-stage cancer patients. Immunol Invest. 2003 Aug;32(3):201-15. https://doi.org/10.1081/imm-120022979. PMID: 12916709.
Bao, P., Lu, W., Cui, Y., Zheng, Y., Gu, K., Chen, Z., Zheng, W., & Shu, X. O. (2012). Ginseng and Ganoderma lucidum Use after Breast Cancer Diagnosis and Quality of Life: A Report from the Shanghai Breast Cancer Survival Study. PLoS ONE, 7(6). https://doi.org/10.1371/journal.pone.0039343
Liu YW, Gao JL, Guan J, Qian ZM, Feng K, Li SP. Evaluation of antiproliferative activities and action mechanisms of extracts from two species of Ganoderma on tumor cell lines. J Agric Food Chem. 2009 Apr 22;57(8):3087-93. https://doi.org/10.1021/jf900011f. PMID: 19368349.
Chu TT, Benzie IF, Lam CW, Fok BS, Lee KK, Tomlinson B. Study of potential cardioprotective effects of Ganoderma lucidum (Lingzhi): results of a controlled human intervention trial. Br J Nutr. 2012 Apr;107(7):1017-27. https://doi.org/10.1017/s0007114511003795. Epub 2011 Aug 1. PMID: 21801467.
Tang W, Gao Y, Chen G, Gao H, Dai X, Ye J, Chan E, Huang M, Zhou S. A randomized, double-blind and placebo-controlled study of a Ganoderma lucidum polysaccharide extract in neurasthenia. J Med Food. 2005 Spring;8(1):53-8. https://doi.org/10.1089/jmf.2005.8.53. PMID: 15857210.
Xiao C, Wu QP, Cai W, Tan JB, Yang XB, Zhang JM. Hypoglycemic effects of Ganoderma lucidum polysaccharides in type 2 diabetic mice. Arch Pharm Res. 2012 Oct;35(10):1793-801. https://doi.org/10.1007/s12272-012-1012-z. Epub 2012 Nov 9. PMID: 23139131.
Kelly-Pieper, K., Patil, S. P., Busse, P., Yang, N., Sampson, H., Li, M., Wisnivesky, J. P., & Kattan, M. (2009). Safety and Tolerability of an Antiasthma Herbal Formula (ASHMI™) in Adult Subjects with Asthma: A Randomized, Double-Blinded, Placebo-Controlled, Dose-Escalation Phase I Study. Journal of Alternative and Complementary Medicine, 15(7), 735-743. https://doi.org/10.1089/acm.2008.0543
Wen MC, Wei CH, Hu ZQ, Srivastava K, Ko J, Xi ST, Mu DZ, Du JB, Li GH, Wallenstein S, Sampson H, Kattan M, Li XM. Efficacy and tolerability of anti-asthma herbal medicine intervention in adult patients with moderate-severe allergic asthma. J Allergy Clin Immunol. 2005 Sep;116(3):517-24. https://doi.org10.1016/j.jaci.2005.05.029. PMID: 16159618.
Li EK, Tam LS, Wong CK, Li WC, Lam CW, Wachtel-Galor S, Benzie IF, Bao YX, Leung PC, Tomlinson B. Safety and efficacy of Ganoderma lucidum (lingzhi) and San Miao San supplementation in patients with rheumatoid arthritis: a double-blind, randomized, placebo-controlled pilot trial. Arthritis Rheum. 2007 Oct 15;57(7):1143-50. https://doi.org/10.1002/art.22994. PMID: 17907228.
Baig MN, Shahid AA, Ali M. In Vitro Assessment of Extracts of the Lingzhi or Reishi Medicinal Mushroom, Ganoderma lucidum (Higher Basidiomycetes) Against Different Plant Pathogenic Fungi. Int J Med Mushrooms. 2015;17(4):407-11. https://doi.org/10.1615/intjmedmushrooms.v17.i4.90. PMID: 25954966.
Karwa AS, Rai MK. Naturally occurring medicinal mushroom-derived antimicrobials: a case-study using Lingzhi or Reishi Ganoderma lucidum (W. Curt.:Fr.) P. Karst. (higher Basidiomycetes). Int J Med Mushrooms. 2012;14(5):481-90. https://doi.org/10.1615/intjmedmushr.v14.i5.60. PMID: 23510217.
Wanmuang H, Leopairut J, Kositchaiwat C, Wananukul W, Bunyaratvej S. Fatal fulminant hepatitis associated with Ganoderma lucidum (Lingzhi) mushroom powder. J Med Assoc Thai. 2007 Jan;90(1):179-81. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/17621752/. PMID: 17621752.
Yuen MF, Ip P, Ng WK, Lai CL. Hepatotoxicity due to a formulation of Ganoderma lucidum (lingzhi). J Hepatol. 2004 Oct;41(4):686-7. https://doi.org/10.1016/j.jhep.2004.06.016.PMID: 15464254.
Reishi Mushroom: MedlinePlus Supplements. (2022). Retrieved 27 October 2022, from https://medlineplus.gov/druginfo/natural/905.html
Wachtel-Galor S, Tomlinson B, Benzie IF. Ganoderma lucidum (“Lingzhi”), a Chinese medicinal mushroom: biomarker responses in a controlled human supplementation study. Br J Nutr. 2004 Feb;91(2):263-9. https://doi.org/10.1079/bjn20041039. PMID: 14756912.
Klupp, N. L., Chang, D., Hawke, F., Kiat, H., Cao, H., Grant, S. J., & Bensoussan, A. (2015). Ganoderma lucidum mushroom for the treatment of cardiovascular risk factors. The Cochrane Database of Systematic Reviews, 2015(2). https://doi.org/10.1002/14651858.CD007259.pub2
Versi Terbaru
01/11/2022
Ditulis oleh Larastining Retno Wulandari
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro
Diperbarui oleh: Fidhia Kemala
Ditinjau secara medis oleh
dr. Patricia Lukas Goentoro
General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)