home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Manfaat Mengejutkan Jamur Shitake, si Cokelat yang Rendah Kalori

5 Manfaat Mengejutkan Jamur Shitake, si Cokelat yang Rendah Kalori

Jamur biasanya dianggap sebagai tipe parasit fungus yang merugikan dan dapat tumbuh pada organisme lain. Namun, tidak semua jamur mengakibatkan efek buruk, salah satunya jamur shitake. Sebaliknya, jamur shitake justru punya manfaat kesehatan, banyak kandungan gizi, bahkan lezat saat dimakan. Jika Anda penasaran, simak ulasannya berikut ini.

Kandungan gizi jamur shitake

Sumber: Cookist

Sebelum membahas soal manfaat atau khasiat jamur shitake (shiitake mushroom), Anda perlu memahami dulu mengenai jenis jamur yang satu ini.

Jamur shitake adalah salah satu jenis jamur yang bisa dimakan dan sudah terkenal selama ribuan tahun.

Kebiasaan konsumsi jamur shitake bermula dari wilayah Asia Timur yang menjadikan jamur ini sebagai bahan makanan.

Selain dimakan, masyarakat biasa menggunakan jamur ini sebagai bahan dasar obat-obatan.

Situs Food Data Central U.S. Department of Agriculture menyebutkan bahwa 100 gram (g) jamur shitake memiliki kandungan nutrisi yakni:

  • Air: 89,74 g
  • Energi: 34 kilokalori (kkal)
  • Protein: 2,24 g
  • Lemak total: 0,49 g
  • Abu (Ash): 0,73 g
  • Karbohidrat: 6,79 g
  • Serat: 2,5 g
  • Kalsium (Ca): 2 miligram (mg)
  • Zat besi (Fe): 0,41 mg
  • Magnesium (Mg): 20 mg
  • Fosfor (P): 112 mg
  • Kalium (K): 304 mg
  • Sodium (Na): 9 mg
  • Zinc (Zn): 1,03 mg
  • Copper (Cu): 0,142 mg
  • Mangan (Mn): 0,23 mg
  • Selenium (Se): 5,7 µg
  • Thiamin: 0,015 mg
  • Riboflavin: 0,217 mg
  • Niacin: 3,877 mg
  • Pantothenic acid: 1,5 mg
  • Vitamin B-6: 0,293 mg
  • Folat: 13 µg

Satu butir jamur shitake pada umumnya memiliki ukuran 5-10 sentimeter (cm) dengan berat sekitar 4 gram. Setiap 15 gram jamur shitake mengandung 4 kalori yang berasal dari serat dan gula.

Dengan jumlah takaran yang sama, jamur shitake dapat membantu memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral harian di antaranya:

  • Vitamin B6, mencukupi 7% kebutuhan harian
  • Selenium, mencukupi 10% kebutuhan harian
  • Tembaga, mencukupi 39% kebutuhan harian
  • Mangan, mencukupi 9% kebutuhan harian
  • Seng, mencukupi 8% kebutuhan harian
  • Folat, mencukupi 6% kebutuhan harian

Bukan hanya itu, jamur yang satu ini juga dilengkapi kandungan karbohidrat, protein, lemak, hingga serat untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi harian Anda.

Manfaat jamur shitake bagi kesehatan

memasak jamur

Manfaat kesehatan yang utama pada jamur shitake berasal dari kandungan nutrisi penting dan beberapa komponen senyawa yang ada di dalamnya.

Berikut ini adalah beberapa manfaat kesehatan dari konsumsi jamur shitake:

1. Menjaga kesehatan jantung

Jamur shitake dilengkapi komponen khusus yang punya manfaat untuk membantu mengontrol kolesterol darah.

Beberapa komponen khusus yang ada dalam jamur shitake adalah sebagai berikut:

  • eritadenine untuk mencegah pembentukan kolesterol berlebih,
  • sterols untuk mencegah penyerapan kolesterol, dan
  • beta-glucan, yaitu jenis serat yang dapat menurunkan kadar kolesterol.

Nah, komponen khusus pada jamur shitake tersebut dapat membantu mengontrol kadar kolesterol sehingga menurunkan risiko penyakit jantung.

2. Memperkuat sistem imun tubuh

Manfaat jamur shitake untuk memperkuat sistem imun dikarenakan terdapat beberapa komponen di dalamnya.

Komponen tersebut mencakup serat dan senyawa lain di antaranya asam oksalat, lentinan, centinamycin (anti-bakteri), serta eritadenine (antivirus).

Berbagai kandungan yang ada di dalam jamur shitake tersebut dinilai punya manfaat baik untuk melawan kuman.

Hal ini membuat jamur shitake berpotensi menjadi alternatif antibiotik.

3. Mencegah kanker

Lentinan merupakan salah satu kandungan jamur shitake. Ternyata, lentinan dikenal memiliki manfaat sebagai zat anti-inflamasi yang efektif untuk memperbaiki kerusakan tubuh.

The American Cancer Society juga berpendapat bahwa lentinan dapat menghambat pertumbuhan sel kanker dan efeknya akan lebih kuat apabila sel kanker tersebut masih dalam fase tumor.

4. Mencegah obesitas

Kandungan pada jamur shitake, seperti eritadenin, memiliki manfaat untuk mengurangi lemak.

Sementara itu, komponen b-glucan juga dapat meningkatkan rasa kenyang dalam mengurangi penyerapan lemak.

Journal of Obesity menunjukan bahwa asupan serbuk jamur shitake dapat mengurangi timbunan dan massa lemak pada tubuh tikus percobaan hingga 35 persen.

Namun, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan manfaat atau khasiat jamur shitake ini pada manusia.

5. Menjaga kesehatan otak

Jamur shitake memiliki kandungan vitamin B yang cukup tinggi sehingga dapat membantu mengatasi gangguan kognitif akibat defisiensi vitamin B.

Tak hanya itu, konsumsi jamur shitake bisa membantu menjaga keseimbangan hormon otak dan mengoptimalkan konsentrasi otak.

Cara makan jamur shitake

Sebaiknya, Anda merebus jamur shitake dalam air hangat sebelum diolah. Hal ini dikarenakan jamur shitake umumnya dijual dalam kondisi sudah dikeringkan.

Anda tetap bisa mendapatkan manfaat jamur shitake tanpa perlu makan bagian stem atau batang jamur yang masih segar.

Pada dasarnya, mengolah jamur shitake termasuk mudah. Anda bisa menumis bersama sayuran atau menjadikan jamur ini sebagai bahan utama dalam sup hangat.

Perlu diketahui bahwa kandungan senyawa dan vitamin pada jamur shitake mudah berkurang apabila dimasak dalam suhu yang terlalu panas.

Semakin panas suhu yang dipakai untuk memasak maupun menghangatkan santapan jamur shitake, semakin sedikit pula kandungan nutrisi yang masih bertahan di dalamnya.

Umumnya, jamur shitake aman untuk dikonsumsi siapa saja. Namun, pada beberapa orang, lentinan dapat memicu reaksi alergi pada kulit atau yang dikenal dengan shiitake dermatitis.

Kondisi tersebut juga dapat terjadi jika seseorang mengonsumsi jamur shitake terus-menerus dalam waktu yang lama.

Selain itu, ada reaksi alergi lainnya akibat makan jamur shitake terlalu banyak, seperti sakit perut dan memicu pembengkakan persendian pada penderita encok.

Oleh karena itu, jangan ragu untuk menghubungi dokter jika mengalami gejala mengkhawatirkan setelah mengonsumsi jamur shitake.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Mushrooms | Complementary and Alternative therapy | Cancer Research UK. (2021). Retrieved 4 March 2021, from https://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/cancer-in-general/treatment/complementary-alternative-therapies/individual-therapies/mushrooms-in-cancer-treatment

Patel, S., & Goyal, A. (2011). Recent developments in mushrooms as anti-cancer therapeutics: a review. 3 Biotech, 2(1), 1-15. doi: 10.1007/s13205-011-0036-2

Handayani, D., Chen, J., Meyer, B., & Huang, X. (2011). Dietary Shiitake Mushroom (Lentinus edodes) Prevents Fat Deposition and Lowers Triglyceride in Rats Fed a High-Fat Diet. Journal Of Obesity, 2011, 1-8. doi: 10.1155/2011/258051

Medicinal Mushrooms (PDQ®)–Patient Version. (2021). Retrieved 4 March 2021, from https://www.cancer.gov/about-cancer/treatment/cam/patient/mushrooms-pdq

Mushrooms, shiitake, raw. (2021). Retrieved 4 March 2021, from https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/169242/nutrients

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Fajarina Nurin
Tanggal diperbarui 15/02/2021
x