Jamur merupakan salah satu sumber serat dan vitamin terbaik yang mudah didapat. Namun, teknik memasak yang salah dapat merubah tekstur, rasa, dan kandungan gizinya. Seperti apa cara memasak jamur yang benar?
Jamur merupakan salah satu sumber serat dan vitamin terbaik yang mudah didapat. Namun, teknik memasak yang salah dapat merubah tekstur, rasa, dan kandungan gizinya. Seperti apa cara memasak jamur yang benar?

Jamur mengandung sejumlah vitamin dan mineral, di antaranya vitamin B1, B2, B12, C, D, E, seng, dan selenium.
Tidak hanya itu, jamur juga memiliki jumlah kalori dan lemak yang rendah sehingga aman dikonsumsi saat diet.
Namun, untuk mendapatkan manfaat jamur, Anda tentunya perlu tahu bagaimana cara memasak yang tepat agar kandungan gizinya tidak hilang.
Nah, berikut ini beberapa cara memasak jamur yang tepat.

Sebelum mulai memasak, pastikan bahwa jamur yang Anda gunakan adalah jamur yang segar, tidak lunak, dan tidak berbau busuk.
Kondisi fisik jamur dapat memengaruhi cita rasa saat diolah menjadi makanan. Selain itu, perhatikan jenis jamur yang Anda olah.
Pasalnya, beberapa jenis jamur justru berbahaya untuk kesehatan, misalnya magic mushroom. Jamur ini mengandung psilosibin yang dapat menyebabkan halusinasi.
Sebaiknya belilah jamur yang ada di toko swalayan atau pasar tradisional terpercaya dan hindari mengonsumsi jamur liar yang tidak diketahui jenisnya.
Jangan lupa mencuci bersih jamur yang Anda beli sebelum memasak. Hal ini bertujuan untuk menghilangkan bakteri, kuman, atau kotoran yang mungkin terdapat pada jamur.
Namun, hindari mencuci jamur dengan cara direndam. Mengutip Center for Food Safety, merendam jamur dapat meningkatkan kadar air pada jamur.
Hal ini dapat menyebabkan pertumbuhan bakteri, terlebih jika jamur dibiarkan dalam suhu ruangan untuk waktu yang lama.
Sebaiknya cuci jamur yang akan Anda gunakan dengan air bersih mengalir, lalu letakan dalam wadah yang bersih.
Jika Anda tidak ingin langsung mengolah jamur, pastikan untuk menyimpan jamur dengan cara yang tepat agar tekstur dan rasa jamur tidak berubah.
Sebaiknya, simpan jamur di dalam lemari es. Idealnya, jamur dapat disimpan di dalam kulkas selama satu minggu.
Simpan jamur dalam kantong kertas dengan bagian atas terbuka untuk membantu menyerap kelembapan dan menjaga jamur agar tidak mudah rusak.

Salah satu metode memasak jamur yang tepat agar kandungan gizinya tidak hilang adalah dengan cara dipanggang. Hal ini disebutkan pada studi dalam International Journal of Food Sciences and Nutrition.
Dalam penelitian tersebut, kandungan antioksidan yang terdapat pada jamur dapat bertahan dengan baik jika dimasak dengan cara dipanggang atau dimasak dengan menggunakan microwave.
Hal ini karena proses memasak jamur dengan suhu tinggi seperti dipanggang dapat menyebabkan reaksi maillard. Reaksi ini dapat meningkatkan aktivitas antioksidan pada jamur.
Beberapa orang terkadang mengolah jamur dengan cara digoreng dan dibalut tepung terigu agar teksturnya menjadi lebih gurih.
Namun, resep memasak jamur dengan cara digoreng ternyata tidak direkomendasikan.
Pasalnya, menggoreng dapat menurunkan kadar protein dan karbohidrat di dalam jamur dan justru meningkatkan kadar lemak dan kalorinya.
Kebiasaan konsumsi makanan yang diolah dengan cara digoreng dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.
Ketika memasak jamur, perhatikan pula bahan-bahan yang Anda gunakan. Hindari penggunaan gula dan garam berlebihan yang dapat merugikan kesehatan.
Kesimpulan
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Roncero-Ramos, I., Mendiola-Lanao, M., Pérez-Clavijo, M., & Delgado-Andrade, C. (2017). Effect of different cooking methods on nutritional value and antioxidant activity of cultivated mushrooms. International Journal of Food Sciences and Nutrition, 68(3), 287-297.
Nooshkam, M., Varidi, M., & Bashash, M. (2019). The Maillard reaction products as food-born antioxidant and antibrowning agents in model and real food systems. Food Chemistry, 275, 644-660.
Soaking Mushrooms and Food Safety. (2023). Centre for Food Safety. Retrieved 29 August 2024, from https://www.cfs.gov.hk/english/multimedia/multimedia_pub/multimedia_pub_fsf_200_04.html
Sun, Y., Liu, B., Snetselaar, L. G., Robinson, J. G., Wallace, R. B., Peterson, L. L., & Bao, W. (2019). Association of fried food consumption with all cause, cardiovascular, and cancer mortality: prospective cohort study. British Medical Journal (BMJ), 364.
Versi Terbaru
04/09/2024
Ditulis oleh Zulfa Azza Adhini
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro
Diperbarui oleh: Fidhia Kemala
Ditinjau secara medis oleh
dr. Patricia Lukas Goentoro
General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)