Mengenal Gangguan Psikosomatis, Saat Pikiran Memengaruhi Kesehatan Tubuh

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 25 November 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Istilah gangguan psikosomatis digunakan untuk menggambarkan penyakit fisik yang diduga disebabkan atau diperparah oleh faktor mental, seperti stres dan kecemasan. Psikosomatis terdiri dari dua kata, pikiran (psyche) dan tubuh (soma). Jadi, secara harfiah gangguan psikosomatis diartikan sebagai penyakit yang melibatkan pikiran dan tubuh. Dalam banyak kasus, pikiran mampu memengaruhi tubuh seseorang hingga memicu penyakit atau memperparah suatu penyakit.

Setiap penyakit pasti memiliki pengaruh dari sisi mental

Pada orang yang memiliki gangguan psikosomatis, setiap penyakit fisiknya pasti ada pengaruh dari sisi mental. Hal ini terjadi karena bagaimana tubuh bereaksi dan mengatasi suatu penyakit sangat bervariasi pada setiap orang. Sebagai contoh, beberapa orang mungkin tidak merasa terganggu ketika mengalami ruam psoriasis. Namun, bagi yang lain, penyakit ini justru bisa membuat mereka merasa tertekan dan penyakitnya pun jadi terasa lebih sakit.

Tidak hanya itu, penyakit mental juga sangat mungkin berpengaruh pada fisik seseorang. Misalnya ketika seseorang mengalami penyakit mental, mereka mungkin jadi tidak nafsu makan, malas beraktivitas, atau enggan mengurus diri sendiri. Akibatnya, beragam masalah atau penyakit fisik pun jadi mudah bermunculan.

Beberapa penyakit dianggap sangat rentan ditimbulkan atau diperparah oleh faktor mental seperti stres dan rasa cemas. Misalnya eksim, hipertensi (tekanan darah tinggi), maag, penyakit jantung, dan psoriasis.

Ketika faktor mental memunculkan gejala penyakit, tetapi penyakit itu sendiri tidak bisa ditemukan atau dideteksi atau mengeluh sakit yang tidak sesuai gejalanya, keadaan ini juga dikelompokkan dalam gangguan psikosomatis.

Bagaimana pikiran bisa memengaruhi kesehatan tubuh?

Misalnya ketika Anda merasa takut atau cemas umumnya akan memunculkan tanda-tanda seperti, jantung berdebar-debar (palpitasi), denyut jantung menjadi cepat, mual atau ingin muntah, gemetaran (tremor), berkeringat, mulut kering, sakit dada, sakit kepala, sakit perut, napas menjadi cepat, nyeri otot, atau nyeri punggung.

Nah, serangkaian gejala fisik tersebut muncul karena meningkatnya aktivitas impuls saraf dari otak ke berbagai bagian tubuh. Pelepasan hormon adrenalin (epinefrin) ke dalam aliran darah juga bisa menyebabkan gejala fisik di atas. Selain itu, beberapa bukti mengatakan bahwa otak mampu memengaruhi sel tertentu dari sistem kekebalan tubuh, yang terlibat dalam berbagai penyakit fisik.

Sebenarnya sampai saat ini para ahli masih belum mengetahui bagaimana pikiran bisa memunculkan gejala dan penyakit fisik. Meski begitu, para ahli meyakini jika stres bisa merusak kesehatan seseorang tidak hanya secara mental tapi juga secara fisik. Hal inilah yang memungkinkan seseorang jatuh sakit atau sakitnya semakin parah ketika stres.

Berbagai pilihan pengobatan untuk mengatasi gangguan psikosomatis

Pada dasarnya setiap penyakit memiliki pilihan pengobatannya sendiri. Namun dalam kasus gangguan psikosomatis umumnya bisa diatasi atau diringankan dengan beberapa cara, seperti:

  • Psikoterapi, misalnya dengan terapi CBT
  • Mengonsumsi antidepresan atau obat penghilang rasa sakit non-narkotika
  • Latihan relaksasi
  • Teknik distraksi atau pengalihan
  • Akupunktur
  • Hipnoterapi
  • Transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS)
  • Fisioterapi

Rutin berkonsultasi dengan dokter dan spesialis kesehatan mental merupakan kunci penting untuk membantu mereka yang mengidap gangguan psikosomatis ini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kleptomania

Kleptomania atau klepto adalah kondisi gangguan perilaku yang dilakukan dengan mencuri atau mengutil. Apa saja Penyebab dan Gejalanya? Simak Selengkapnya di Hello Sehat

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 8 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Kenapa Penderita Depresi Harus Banyak Konsumsi Probiotik?

Makanan probiotik memang baik untuk sistem pencernaan Anda. Namun siapa sangka probiotik ternyata juga bisa meredakan gejala depresi? Ini dia penjelasannya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Mental, Gangguan Mood 7 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Batasan Wajar Menggunakan Media Sosial Dalam Sehari, Menurut Psikolog

Anda tak bisa lepas dari akun media sosial setiap harinya? Awas, Anda mungkin sudah melewati batas wajar menggunakan media sosial sehari-hari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Mental, Kecanduan 7 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

9 Makanan yang Membantu Menghilangkan Stres

Apakah nafsu makan Anda bertambah saat stres? Berikut makanan sehat yang dapat membantu Anda menghilangkan stres dan penatnya pikiran.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 7 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mengatasi kesepian

5 Langkah Mengatasi Kesepian, Agar Hidup Lebih Semangat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
serangan panik atau panic attack

Mengenal Perbedaan Panic Attack dan Anxiety Attack

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
depresi pagi hari

Gejala Depresi Suka Muncul di Pagi Hari? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
membangun kepercayaan diri

7 Siasat Ini Bisa Jadi Senjata Anda untuk Membangun Kepercayaan Diri

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 11 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit