home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Penyebab Sistem Imun Lemah dan Tubuh Mudah Sakit

5 Penyebab Sistem Imun Lemah dan Tubuh Mudah Sakit

Mengapa beberapa orang menjadi lebih mudah sakit? Mungkin mereka mengalami penurunan kemampuan untuk melawan bakteri, virus, dan benda asing lain yang dapat menyebabkan penyakit. Kemampuan tubuh dalam melawan infeksi penyakit adalah fungsi dari sistem imun atau kekebalan tubuh. Jika sistem imun lemah, tubuh tidak dapat mempertahankan diri dari berbagai ancaman kesehatan. Lalu apa saja penyebab sistem imun lemah? Simak ulasannya di sini.

Berbagai penyebab sistem imun lemah

1. Stres

Hampir semua orang pernah merasakan efek stres di beberapa titik dalam hidup. Sakit kepala, rasa sakit di dada, rasa gelisah, dan perasaan tegang secara keseluruhan merupakan gejala stres.

Faktor-faktor tersebut semua bergabung sehingga menyebabkan sistem kekebalan tubuh harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan tubuh dari ancaman kesehatan.

2. Kurang aktif

Sistem imun lemah bisa disebabkan karena Anda kurang aktif atau tidak berolahraga. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa olahraga teratur dapat membantu fungsi neutrofil, yaitu jenis sel darah putih yang membunuh mikroorganisme yang tidak diinginkan dan terkadang dapat membahayakan kesehatan.

3. Kurang tidur

Anda mungkin tidak menyadari, saat Anda sedang tidur sel-sel dalam darah yang melawan infeksi bekerja untuk menjaga tubuh. Jadi, kurang tidur bisa menyebabkan tubuh tidak dapat bekerja efektif dalam melawan infeksi atau kuman penyakit.

4. Dehidrasi

Setiap jaringan dan organ di dalam tubuh bergantung pada air, karena membantu membawa nutrisi dan mineral ke sel, dan menjaga mulut, hidung, dan tenggorokan Anda lembap, juga untuk menghindari penyakit.

Meskipun tubuh terdiri dari 60 persen air, Anda kehilangan cairan melalui buang air kecil, buang air besar, berkeringat, dan bahkan bernapas. Dehidrasi terjadi ketika Anda tidak cukup mengganti cairan yang hilang.

Dehidrasi ringan hingga sedang terkadang sulit diidentifikasi, tetapi bisa membuat Anda sakit. Gejala dehidrasi ringan hingga sedang dapat disalahartikan sebagai nyeri, kelelahan, sakit kepala, dan sembelit.

Kedua dehidrasi akut dan kronis bisa berbahaya, bahkan mengancam jiwa. Gejala termasuk haus yang ekstrem, mata cekung, sakit kepala, tekanan darah rendah, detak jantung cepat, kebingungan dan merasa lelah.

5. Kurangnya asupan nutrisi yang diperlukan

Penting untuk makan berbagai makanan yang seimbang termasuk buah-buahan, sayur-sayuran, dan sumber gandum utuh yang membantu mendukung sistem kekebalan dengan menyediakan vitamin, mineral, fitokimia dan antioksidan yang penting.

Sama pentingnya, sebaiknya Anda menghindari makan makanan berlemak, terutama lemak tak jenuh ganda yang cenderung menekan sistem kekebalan tubuh.

Asupan nutrisi yang sangat dibutuhkan tubuh untuk meningkatkan sistem imun tubuh adalah vitamin C, ginseng dan bunga echinacea. Vitamin C diperlukan tubuh untuk meningkatkan daya tahan tubuh, melindungi tubuh dari penyakit jantung, mata dan kerutan pada kulit. Vitamin C dapat Anda peroleh dari buah maupun sayuran. Namun jika daya tahan tubuh Anda sedang menurun maka Anda membutuhkan tambahan suplemen untuk memenuhi kebutuhan vitamin C.

Selain vitamin C Anda perlu mempertimbangkan untuk menggunakan herbal dalam menjaga kekebalan tubuh seperti ginseng Asia (Panax ginseng) atau ginseng Amerika (Panax quinquefolius). Antioksidan dalam ginseng mampu meningkatkan sistem imun atau daya tahan tubuh.

Anda juga bisa menggunakan bunga echinacea, yang bagus digunakan untuk meningkatkan sistem imun dan membantu tubuh meredakan berbagai gejala penyakit seperti flu atau penyakit infeksi. Bunga ini memiliki campuran zat aktif yang kompleks, beberapa di antaranya disebut antimikroba. Sementara kandungan lainnya yaitu fenol dan alkylamides diyakini memiliki efek pada sistem kekebalan tubuh manusia dan antioksidan.

Tentunya untuk memenuhi ketiga nutrisi tersebut Anda tidak perlu bingung mencari 3 jenis makanan yang berbeda. Anda dapat mempertimbangkan penggunaan suplemen daya tahan tubuh yang memuat sekaligus tiga nutrisi tersebut. Suplemen tersebut dapat membantu Anda dalam meningkatkan sistem imun.

Tips meningkatkan sistem imun tubuh

Kurang tidur, stress, dan pola makan buruk bisa membuat sistem imun Anda melemah. Oleh karena itu, Anda mungkin perlu mempertimbangkan tambahan nutrisi dari suplemen daya tahan tubuh yang mengandung vitamin C, ginseng dan bunga echinachea. Fungsi suplemen tersebut dapat memudahkan Anda memenuhi nutrisi untuk meningkatkan sistem imun tubuh.

Selain nutrisi tersebut, penting bagi Anda untuk tetap memperhatikan waktu tidur, mengurangi stress, menjaga status hidrasi tubuh dan tetap berolahraga. Hal ini dapat membantu Anda agar tetap fit dan tubuh tak mudah terserang penyakit.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Low Immune System: What Are The Causes? https://www.delimmune.com/low-immune-system-what-are-the-causes/ diakses 8 Mei 2018.

10 Simple and Natural Ways to Boost Your Immune System https://www.everydayhealth.com/columns/white-seeber-grogan-the-remedy-chicks/ten-simple-natural-ways-to-boost-immune-system/ diakses 8 Mei 2018.

Why Am I Always Sick? https://www.healthline.com/health/cold-flu/always-sick diakses 8 Mei 2018.

Echinacea benefit https://www.medicalnewstoday.com/articles/252684.php diakses 8 Mei 2018.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Andisa Shabrina Diperbarui 30/04/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x