home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Jenis-Jenis Obat Antidepresan, Plus Efek Samping yang Ditimbulkannya

Jenis-Jenis Obat Antidepresan, Plus Efek Samping yang Ditimbulkannya

Depresi adalah gangguan suasana hati yang jika tidak diobati dapat menyebabkan seseorang melukai dirinya sendiri, bahkan melakukan percobaan bunuh diri. Agar penyakit depresi tidak semakin parah, dokter biasanya akan meresepkan obat antidepresi atau yang dikenal juga dengan obat antidepresan. Namun, tahukah Anda bahwa obat ini terdiri dari banyak jenis dan dapat menimbulkan efek samping? Yuk, cari tahu lebih dalam tentang obat ini pada ulasan berikut.

Jenis obat depresi dan risiko efek sampingnya

memilih obat antidepresan terbaik ampuh

Obat antidepresi bekerja dengan menyeimbangkan zat kimia dalam otak yang disebut neurotransmitter, sehingga memengaruhi suasana hati dan emosi Anda. Obat ini dapat membantu meningkatkan suasana hati, membantu Anda tidur lebih baik, serta meningkatkan nafsu makan dan konsentrasi.

Cara kerja obat depresi akan bergantung pada jenis obatnya. Berikut ini merupakan berbagai jenis obat untuk mengobati gangguan suasana hati yang paling umum digunakan dan diresepkan dokter.

1. Selective Serotonin Re-uptake Inhibitor (SSRIs)

Serotonin adalah neurotransmitter yang terkait dengan perasaan sehat dan bahagia. Pada otak orang yang mengalami depresi, produksi serotoninnya rendah.

SSRI digunakan untuk mengobati depresi sedang sampai berat. SSRI bekerja memblokir serotonin agar tidak diserap kembali oleh sel saraf (saraf biasanya mendaur ulang neurotransmitter ini). Hal ini menyebabkan peningkatan konsentrasi serotonin, yang dapat meningkatkan mood dan kembali menumbuhkan minat terhadap aktivitas yang dulunya Anda sukai.

SSRI adalah jenis obat depresi yang paling sering diresepkan karena risiko efek sampingnya tergolong rendah. Contoh obat-obatan dalam jenis ini adalah escitalopram (Lexapro), fluoxetine (Lovan atau Prozac), paroxetine (Aropax), sertraline (Zoloft), dan citalopram (Cipramil).

Efek samping SSRI yang mungkin muncul, meliputi:

  • Gangguan saluran cerna (dipengaruhi jumlah dosis) seperti mual, muntah, dispepsia, sakit perut, diare, konstipasi.
  • Anoreksia dengan penurunan berat badan, namun pada beberapa kasus justru terjadi peningkatan nafsu makan, sehingga berat badan naik.
  • Reaksi hipersensitivitas termasuk gatal, biduran, anafilaksis, myalgia.
  • Mulut kering.
  • Gugup.
  • Halusinasi.
  • Mengantuk.
  • Kejang.
  • Timbul gangguan pada fungsi seksual.
  • Kesulitan saat mengeluarkan urine atau mengosongkan kandung kemih.
  • Masalah penglihatan.
  • Gangguan perdarahan.
  • Hiponatremia.

Perlu diingat juga bahwa obat depresi golongan SSRI tidak boleh digunakan jika pasien memasuki fase mania, yakni kondisi yang membuat seseorang sangat bersemangat secara fisik dan mental, sehingga kadang menyebabkan tindakan yang tidak rasional.

2. Serotonin and Norepinephrine Reuptake Inhibitors (SNRIs)

SNRI menghambat serotonin dan norepinephrine agar tidak diserap kembali oleh sel saraf. Norepinephrine terlibat dalam sistem saraf otak yang memicu respon rasa ketertarikan terhadap rangsangan dari luar dan memotivasi mereka untuk melakukan sesuatu. Oleh karena itu, obat depresi jenis SNRI diyakini lebih efektif daripada obat jenis SSRI yang hanya berfokus pada serotonin.

Obat antidepresan yang termasuk dalam kelompok SNRI adalah venlafaxine (Effexor XR), desvenlafaxine (Pristiq), duloxetine (Cymbalta), dan reboxetine (Edronax). Efek samping dari obat depresi jenis ini, termasuk:

  • Mual dan muntah.
  • Pening, kepala terasa kliyengan.
  • Sulit tidur (insomnia).
  • Mimpi yang tidak biasa atau mimpi buruk.
  • Keringat berlebihan.
  • Sembelit.
  • Gemetar.
  • Merasa cemas.
  • Masalah seksual.

3. Trisiklik

Trisiklik bekerja langsung menghambat sejumlah neurotransmiter, termasuk serotonin, epinefrin, dan norepinephrine, agar tidak kembali terserap sekaligus juga mengikat reseptor sel saraf. Biasanya, obat ini diresepkan untuk orang-orang yang sebelumnya pernah diberikan SSRI namun tidak ada perubahan gejala.

Obat antidepresan yang termasuk dalam golongan ini adalah amitriptyline (Endep), clomipramine (Anafranil), dosulepin (Prothiaden atau Dothep), doxepin (Deptran), imipramine (Tofranil), nortriptyline (Allegron).

Efek samping yang ditimbulkan dengan obat antidepresan jenis ini adalah:

  • Aritmia.
  • Blokade jantung (khususnya pada penggunaan amitriptyline).
  • Mulut kering.
  • Pandangan kabur.
  • Konstipasi.
  • Berkeringat.
  • Mengantuk.
  • Retensi urine.
  • Detak jantung tidak teratur atau cepat.

Efek samping dari obat depresi ini dapat dikurangi jika pada awalnya diberi dalam dosis rendah, dan kemudian dinaikan secara bertahap. Pendosisan secara bertahap khususnya diterapkan pada lansia yang mengalami depresi, karena ada risiko penurunan tekanan darah yang mungkin menyebabkan kepala kliyengan dan bahkan pingsan.

4. Monoamine Oxidase Inhibitors (MAOIs)

Monoamine oxidase inhibitor (MAOIs) bekerja menghambat enzim monoamine oxidase yang dapat menghancurkan serotonin, epinefrin, dan dopamin. Ketiga neurotransmitter ini bertanggung jawab untuk menimbulkan perasaan bahagia.

Sebagai contoh obat jenis ini adalah tranylcypromine (Parnate), phenelzine (Nardil), dan isocarboxazid (Marplan). Biasanya MAOI diresepkan ketika obat-obatan lainnya tidak memberikan perbaikan gejala.

MAOI dapat menimbulkan interaksi dengan beberapa makanan, seperti keju, acar/asinan, dan anggur. Oleh karena itu, Anda harus berhati-hati dengan makanan yang Anda konsumsi saat sedang menggunakan obat tersebut.

Obat antidepresi jenis ini memiliki efek samping yang sangat serius. Adapun efek samping yang terjadi yakni :

  • Pening (kepala kliyengan, sensasi ruangan berputar).
  • Perubahan tekanan darah.
  • Merasa ngantuk.
  • Sulit tidur.
  • Pusing.
  • Timbunan cairan dalam tubuh (misalnya pembengkakan pada kaki dan pergelangan kaki).
  • Penglihatan kabur.
  • Kenaikan berat badan.

5. Noradrenaline and spesific serotonergic antideppresants (NASSAs)

NASSAs adalah obat antidepresan yang bekerja dengan meningkatkan kadar noradrenalin dan serotonin. Obat yang termasuk dalam jenis ini adalah mirtazapine (Avanza). Serotonin dan noradrenalin merupakan neurotransmiter yang mengatur mood dan emosi. Serotonin juga ikut mengatur siklus tidur dan nafsu makan.

Adapun efek samping yang diberikan dari obat ini adalah rasa mengantuk, nafsu makan meningkat, berat badan naik, mulut kering, sembelit, gejala flu, dan pusing.

Obat depresi akan lebih efektif dibarengi pengobatan lain

konseling psikologi

Obat antidepresan sering menjadi pilihan pengobatan pertama. Jadi, saat seseorang menunjukkan gejala depresi dan didiagnosis mengalami penyakit mental ini, dokter akan meresepkan obat-obatan tersebut. Akan tetapi, efektivitas obat tidak langsung terjadi dalam satu malam.

Biasanya diperlukan waktu setidaknya tiga sampai empat minggu sebelum Anda melihat perubahan dalam suasana hati Anda. Kadang, dapat butuh waktu yang lebih lama. Minum obat antidepresi setiap hari seperti yang diarahkan dokter dapat membantu meningkatkan efektivitas obat dan mempercepat penyembuhan.

Di samping obat resep, dokter mungkin juga merujuk Anda untuk menjalani psikoterapi seperti terapi perilaku kognitif (CBT) dan terapi intrapersonal sebagai pengobatan pendamping depresi, terutama pada kasus depresi sedang hingga berat.

Terlepas dari pengobatan medis, banyak tenaga medis profesional yang juga setuju bahwa olahraga rutin adalah “pengobatan alternatif” terbaik untuk orang-orang dengan depresi.

Selain mengatasi gejala depresi, olahraga teratur menawarkan manfaat kesehatan lainnya, seperti menurunkan tekanan darah, melindungi terhadap penyakit jantung dan kanker, dan meningkatkan rasa percaya diri. Di samping itu, konsumsi makanan yang sehat untuk penderita depresi dan cukup istirahat.

Hal-hal yang perlu diperhatikan jika minum obat depresi

saridon obat sakit kepala

Seperti obat lainnya, dalam menggunakan antidepresan, Anda juga harus berhati-hati. Dilansir dari Mayo Clinic, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum atau selama menggunakan obat untuk mengatasi gangguan suasana hati, di antaranya:

Pertimbangan penggunaan obat jika Anda hamil atau sedang menyusui

Keputusan untuk menggunakan antidepresan selama kehamilan dan menyusui didasarkan pada keseimbangan antara risiko dan manfaatnya. Secara keseluruhan, risiko bayi lahir cacat dari ibu yang mengonsumsi antidepresan selama kehamilan terbilang rendah.

Namun, jenis obat tertentu, seperti paroxetine (Paxil, Pexeva), mungkin tidak dianjurkan selama kehamilan. Jadi, konsultasikan lebih lanjut kondisi Anda pada dokter saat periksa kesehatan.

Bicarakan dengan dokter jika Anda menggunakan obat-obatan lain

Efek samping obat antidepresi bisa saja muncul ketika Anda menggunakan obat-obat lain, termasuk suplemen. Di samping itu, efektivitas obat juga bisa berpengaruh akibat berinteraksi dengan obat lain. Oleh karena itu, beri tahu dokter jika Anda memang menggunakan obat untuk mengobati penyakit lain yang dimiliki.

Jika efek samping obat depresi mengganggu, laporkan pada dokter

Setiap orang akan menunjukkan reaksi yang berbeda-beda pada obat depresi yang diresepkan. Ada yang merasakan efek samping ringan, ada pula yang merasakan efek samping berat dari penggunaan obat tertentu.

Jika efek samping yang Anda rasakan cukup mengganggu, jangan ragu untuk konsultasi ke dokter. Jangan sampai, efek samping obat membuat aktivitas terganggu atau bahkan menyebabkan masalah kesehatan lain. Dokter mungkin akan menurunkan dosis, maupun mengganti jenis obat yang lebih aman untuk Anda.

 

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Depression: How effective are antidepressants? – InformedHealth.org – NCBI bookshelf. (2020, June 18). National Center for Biotechnology Information. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK361016/ [Accessed on January 20th, 2021]

Depression (major depressive disorder) – Symptoms and causes. (2018, February 3). Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/depression/symptoms-causes/syc-20356007 [Accessed on January 20th, 2021]

4.3.2 selective serotonin re-uptake inhibitor (SSRI) Dan Sejenisnya. (n.d.). Pusat Informasi Obat Nasional (PIO Nas) | PIO Nas. https://pionas.pom.go.id/ioni/bab-4-sistem-saraf-pusat/43-depresi/432-selective-serotonin-re-uptake-inhibitor-ssri-dan [Accessed on January 20th, 2021]

Novick, D., Montgomery, W., Moneta, V., Peng, X., Brugnoli, R., & Haro, J. M. (2015). Antidepressant medication treatment patterns in Asian patients with major depressive disorder. Patient preference and adherence9, 421–428. https://doi.org/10.2147/PPA.S68432 [Accessed on January 20th, 2021]

Antidepressants: Selecting one that’s right for you. (2019, December 31). Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/depression/in-depth/antidepressants/art-20046273 [Accessed on January 20th, 2021]

DH Services Transcultural Mental Health Centre – Transcultural Mental Health Centre. https://www.dhi.health.nsw.gov.au/ArticleDocuments/1729/Depression_Indonesian2013.pdf.aspx [Accessed on January 20th, 2021]

4.3.1 Antidepresan Trisiklik Dan Sejenisnya. Pusat Informasi Obat Nasional (PIO Nas) | PIO Nas. https://pionas.pom.go.id/ioni/bab-4-sistem-saraf-pusat/43-depresi/431-antidepresan-trisiklik-dan-sejenisnya [Accessed on January 20th, 2021]

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 05/02/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x