7 Cara Mengatasi Jantung Berdebar Kencang dengan Mudah

    7 Cara Mengatasi Jantung Berdebar Kencang dengan Mudah

    Pernahkah Anda merasakan detak jantung yang lebih cepat dari biasanya? Jika suatu saat kondisi tersebut terjadi, jangan langsung panik. Selagi menunggu janji temu dengan dokter, Anda bisa melakukan beberapa cara berikut untuk mengatasi jantung yang berdebar kencang.

    Cara mengatasi jantung berdebar kencang

    Dalam bahasa medis, kondisi saat jantung berdebar kencang disebut dengan palpitasi.

    Palpitasi sebenarnya merupakan keadaan yang cukup wajar terjadi ketika Anda sedang melakukan aktivitas berat, stres, mengonsumsi kafein berlebih, hingga efek obat-obatan tertentu.

    Namun, dalam kondisi yang tertentu, palpitasi juga bisa menandakan adanya masalah pada jantung yang lebih serius. Seperti aritmia, kardiomiopati, dan masalah pada katup jantung.

    Selain itu, jantung yang berdebar kencang secara tiba-tiba juga bisa menjadi gejala penyakit lainnya seperti hipertiroidisme atau anemia.

    Oleh karena itu, penting untuk mengetahui penyebab utama peningkatan detak jantung yang Anda alami dan apakah hal tersebut memerlukan perawatan khusus.

    Selagi menunggu saran pengobatan dari dokter, berikut adalah beberapa cara mengatasi jantung berdebar yang bisa Anda lakukan.

    1. Latihan pernapasan

    Latihan pernapasan asma

    Stres dan kecemasan adalah dua penyebab paling umum adanya peningkatan debaran pada jantung. Pasalnya, kedua hal tersebut memicu peningkatan hormon adrenalin yang membuat jantung berdetak tidak teratur.

    Melansir dari laman Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, berikut adalah cara melatih pernapasan untuk mengurangi stres.

    1. Cari posisi duduk yang santai dan nyaman lalu pejamkan mata.
    2. Tarik napas dalam-dalam melalui hidung dan tahan selama tiga detik.
    3. Buang napas melalui mulut dalam sekali hembusan sambil membayangkan hal-hal yang menyenangkan.
    4. Ulangi sampai stres terasa mulai berkurang dan detak jantung kembali normal.

    Selain dengan metode tersebut, Anda bisa melakukan latihan pernapasan dengan meditasi, yoga, atau tai chi.

    2. Lakukan manuver vagal

    Manuver vagal adalah cara untuk memperlambat laju jantung dengan merangsang saraf vegal, suatu sistem saraf yang berfungsi mengatur detak jantung.

    Berikut adalah beberapa cara untuk mengatasi jantung berdebar dengan manuver vagal

    • Menempelkan handuk atau kain basah yang dingin ke wajah dan diamkan selama 20–30 detik
    • Tarik lalu tahan napas seolah-olah sedang mengejan.
    • Handstand selama 30 detik.
    • Memijat bagian sinus karotis di hidung.

    Perlu diingat bahwa cara ini mungkin tidak cocok bagi Anda yang memiliki tekanan darah rendah atau masalah pada pernapasan. Oleh karena itu, konsultasikan dengan dokter Anda terlebih dahulu sebelum mencoba manuver vagal.

    3. Banyak minum air putih

    Jantung yang berdetak cepat dan tiba-tiba bisa menjadi salah satu pertanda bahwa tubuh Anda kekurangan cairan atau dehidrasi.

    Ketika dehidrasi, darah akan mulai mengental sehingga sulit diedarkan ke seluruh tubuh. Ini artinya, jantung Anda harus bekerja lebih keras sehingga debaran jantung akan semakin cepat.

    Untuk mencegah hal tersebut terjadi, maka pastikan bahwa Anda memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

    Pada saat-saat tertentu seperti ketika cuaca panas atau banyak melakukan aktivitas fisik, Anda mungkin membutuhkan lebih banyak air putih dari biasanya.

    Selain peningkatan denyut jantung, dehidrasi biasanya juga menyebabkan kulit terasa kasar, sakit kepala, mulut kering, susah buang air kecil, dan pusing.

    4. Jaga keseimbangan elektrolit

    manfaat jagung ungu untuk jantung

    Salah satu penyebab jantung berdebar dengan cepat adalah rendahnya kadar elektrolit dalam tubuh. Saat kondisi itu terjadi, debaran jantung akan menjadi tidak beraturan dan cenderung lebih cepat.

    Oleh karena itu, penting untuk menjaga keseimbangan elektrolit dalam tubuh dengan cara makan makanan yang mengandung natrium, kalium, kalsium, dan magnesium.

    Berikut adalah beberapa makanan dengan kandungan elektrolit yang dibutuhkan tubuh.

    • Natrium: Sup atau sayuran siap saji dalam kaleng.
    • Kalium: Alpukat, pisang ubi jalar, dan bayam.
    • Kalsium: Produk olahan susu, telur, dan asparagus.
    • Magnesium: Sayuran hijau, kacang-kacangan, dan gandum utuh.

    Meski begitu, berhati-hatilah saat memilih makanan kemasan bernatrium tinggi. Pasalnya, kelebihan natrium bisa memicu tekanan darah tinggi.

    5. Hindari penyebab jantung berdebar

    Melansir dari laman Mayo Clinic, jika bukan diakibatkan oleh masalah jantung, palpitasi bukanlah kondisi yang memerlukan perawatan khusus.

    Maka dari itu, cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi jantung berdebar adalah dengan menghindari penyebabnya.

    Berikut adalah beberapa kebiasaan sehari-hari yang tanpa Anda sadari bisa menyebabkan jantung berdebar kencang.

    • Minum minuman berkafein tinggi seperti kopi, teh, dan soda.
    • Kebiasaan merokok dan minum alkohol.
    • Mengonsumsi jenis obat-obatan tertentu seperti obat hipertensi.

    Jika jenis obat tertentu menjadi penyebab jantung berdebar kencang, coba bicarakan dengan dokter. Anda mungkin akan diberi obat pengganti atau diberi penyesuaian resep untuk meminimalkan jantung yang berdebar.

    Berapa detak jantung normal pada manusia?

    Dalam posisi istirahat, detak jantung orang dewasa berkisar pada 60–100 BPM (beat per minute).
    Sementara itu, pada anak-anak berusia 1–4 tahun adalah 80–120 BPM.
    Detak jantung setiap orang bisa berbeda karena beberapa faktor seperti usia, aktivitas fisik, emosi, cuaca, dan obat-obatan yang sedang dikonsumsi.

    6. Tidur yang cukup

    Jangan pernah menyepelekan kebutuhan tidur di malam hari. Pasalnya jika dijadikan kebiasaan, tidak hanya menyebabkan jantung berdebar cepat di pagi harinya, begadang juga bisa meningkatkan risiko masalah kesehatan lainnya.

    Jika kurang istirahat menjadi penyebab jantung Anda berdebar lebih cepat, maka cara untuk mengatasi ini adalah dengan memenuhi kebutuhan tidur malam setidaknya 7–8 jam.

    7. Olahraga teratur

    Rutin melakukan olahraga merupakan salah satu cara terbaik menjaga tubuh, tidak terkecuali kesehatan jantung.

    Tidak perlu olahraga berat, jika jantung Anda memang mudah berdebar saat olahraga, pilihlah aktivitas fisik yang tidak terlalu berat seperti yoga, jalan santai, atau bersepeda.

    Anda juga bisa konsultasi ke dokter untuk menentukan jenis olahraga seperti apa yang paling sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.

    Jika jantung Anda sering berdebar lebih cepat secara tiba-tiba bahkan diikuti dengan masalah lainnya seperti rasa nyeri di dada atau sesak napas, segera kunjungi dokter.

    Untuk memastikan kondisi Anda, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan kesehatan jantung dengan melalui elektrokardiogram (EKG).

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

    General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


    Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui baru saja

    Iklan
    Iklan
    Iklan
    Iklan