Riset: Minum Obat Antidepresan Bantu Meringankan Nyeri Punggung Bawah

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Seperti namanya, obat antidepresan digunakan untuk mengobati penyakit atau kondisi yang berhubungan dengan kejiwaan. Misalnya depresi, gangguan kecemasan, dan gangguan bipolar. Namun, penelitian mengungkapkan bahwa obat ini juga berpotensi baik buat orang yang sering mengalami nyeri punggung bawah. Kok bisa? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.

Potensi obat antidepresan untuk meringankan nyeri punggung bawah

Dokter biasanya meresepkan obat pereda nyeri sekelas ibuprofen, aspirin, atau paracetamol untuk meredakan nyeri punggung.

Nah, sebuah studi yang dilakukan oleh tim kolaborasi dokter di Australia dan Belanda menemukan bahwa nyeri punggung bawah bisa juga diobati dengan menggunakan obat antidepresan. Penggunaan obat ini juga dianggap lebih aman dibanding dengan kelas obat opium (opiat).

Namun, kemanjuran obat antidepresan untuk nyeri punggung hanya untuk jangka pendek, yaitu sekitar 6 bulan. Lebih dari itu, efektivitas zat obat untuk meredakan nyeri akan semakin berkurang.

Periset tidak tahu secara pasti bagaimana obat depresan dapat meredakan rasa sakit. Namun, mereka yakin bahwa obat antidepresan bekerja memengaruhi proses kimia di otak, sumsum tulang belakang, dan neurotransmitter yang berperan dalam pengiriman sinyal rasa sakit ke otak.

Kemungkinan lainnya adalah obat antidepresan mengurangi tingkat stres, cemas, dan depresi yang biasanya dapat memperparah nyeri.

Apa saja pilihannya?

Ada beberapa obat antidepresan yang bisa diresepkan dokter untuk mengatasi masalah nyeri punggung, antara lain:

  • Antidepresan trisiklik. Ini merupakan obt antidepresan yang paling umum digunakan untuk mengatasi nyeri dan dapat meningkatkan suasana hati yang buruk. Kandungan obat ini memengaruhi dua bahan kimia di otak, yaitu serotonin dan norepinefrin.
  • Serotonin dan norepinefrin reuptake inhibitor (SNRI). Obat antidepresan ini juga memengaruhi serotonin dan norepinefrin. Namun, yanga hanya disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan di Amerika Serikat (FDA) hanya duloxetine sebagai pereda nyeri.
  • Bupropion. Obat ini memengaruhi norepinefrin dan dopamin yang berperan untuk mengatur perilaku, kemampuan berpikir, dan rasa senang.

obat generik

Meski efektif, pakai obat ini tidak boleh sembarangan

Penggunaan obat antidepresan untuk meredakan nyeri punggung bawah sebaiknya tidak Anda lakukan tanpa lampu hijau dari dokter.

Obat ini lebih mungkin diresepkan bagi orang yang memang memiliki masalah kejiwaan dan kondisi medis lainnya yang menimbulkan gejala nyeri pada tubuh, seperti rematik atau fibromyalgia.

Perlu Anda ketahui jika penggunaan obat antidepresan yang tidak perlu dapat menyebabkan efek samping, seperti mulut kering, pandangan kabur, tubuh berkeringat, telinga berdenging, dan lain-lain.

Jika kondisi kejiwaan Anda tidak bermasalah, dokter tentu akan menyarankan pengobatan sesuai dengan penyebabnya yang jauh lebih aman.

Selain minum obat, ada beberapa cara untuk mengurangi rasa sakitnya dan mencegahnya kembali kambuh, seperti:

  • Anda bisa menempelkan kompres es pada area punggung yang sakit. Perawatan ini bisa dilakukan pada hari pertama dan kedua ketika nyeri muncul. Pada hari ketiga, ganti kompres dengan air hangat selama 20 menit.
  • Usahakan agar tubuh tetap aktif bergerak. Nyeri pungung bisa terjadi karena otot menegang akibat duduk terlalu lama. Jadi, pastikan setiap setengah jam sekali Anda lakukan peregangan sederhana. Jangan lupa untuk rutin olahraga.
  • Perbaiki postur tubuh saat duduk, berdiri, atau mengangkat barang-barang yang berat sehingga tekanan pada otot-otot punggung tidak terlalu besar dan membuat otot stres.
  • Berat badan yang berlebihan bisa meningkatkan tekanan pada otot dan juga tulang. Jadi, mulailah mengatur pola makan jadi lebih baik dan mengikuti diet supaya berat badan terkendali.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kulit Kering Bikin Gatal? Begini Cara Mengatasinya

Kulit kering ternyata bisa menimbulkan rasa gatal dan iritasi. Begini cara mengatasi gatal karena kulit kering, serta mencegah kulit jadi semakin kering.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Kesehatan Kulit 1 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Mental, Gangguan Mood 26 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit

Sering Nyeri Punggung Pada Pagi Hari? 5 Hal Ini Bisa Jadi Penyebabnya

Alih-alih bangun tidur dengan segar, beberapa orang justru sering mengalami nyeri punggung pada pagi hari. Apa penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kesehatan, Informasi Kesehatan 9 November 2019 . Waktu baca 4 menit

Elizac

Elizac adalah obat antidepresan dengan kandungan fluoxetine. Cari tahu aturan pakai, efek samping, serta interaksi obat Elizac di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Obat A-Z, Obat-obatan & Suplemen A-Z 19 September 2019 . Waktu baca 11 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pijat injak punggung

Awas, Pijat Injak Punggung Bisa Berbahaya Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 31 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
spondylolisthesis spondilolistesis adalah

Spondylolisthesis (Spondilolistesis)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 3 November 2020 . Waktu baca 10 menit
kejang otot

Kenali Kejang Otot, Mulai dari Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
pro kontra antidepresan

Pro dan Kontra Mengonsumsi Obat Antidepresan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit