9 Langkah Menghadapi Kesedihan Setelah Kehilangan Orang Terkasih

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Perasaan kehilangan bukanlah hal yang mudah untuk diatasi, terlebih lagi jika Anda kehilangan orang yang terkasih untuk selama-lamanya. Hampir semua orang yang pernah mengalami hal ini akan memiliki gejala-gejala yang serupa. Mulai dari syok dan tidak percaya, sedih, menyesal, marah, takut, hingga timbulnya gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh kesedihan yang mendalam, seperti pusing, kehilangan nafsu makan, lemas, mual, penurunan berat badan, dan insomnia. Tentunya Anda butuh beberapa waktu untuk dapat pulih kembali ke keadaan semula.

Penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan orang dapat pulih dari kesedihan mereka sendiri seiring berjalannya waktu, jika memiliki dukungan sosial dan kesehatan. Mungkin akan memerlukan waktu berbulan-bulan atau bahkan lebih dari setahun untuk menerima kehilangan tersebut. Tidak ada batas waktu yang “normal” bagi seseorang yang sedang berduka. 

Jika hubungan Anda dan almarhum tidak baik, hal ini akan mempengaruhi proses berduka. Mungkin akan memakan waktu yang cukup lama sampai akhirnya Anda berpikir sebelum Anda dapat melihat kembali ke masa lalu dan menyesuaikan diri dengan perasaan kehilangan.

Manusia secara naluriah merupakan makhluk yang tangguh, mengingat sebagian besar dari kita dapat bertahan dari segala macam tragedi dan kemudian melanjutkan kehidupan dengan usaha sendiri. Namun, beberapa orang mungkin berjuang dengan kesedihan untuk waktu yang lebih lama dan merasa tidak mampu menjalani aktivitasnya sehari-hari. Mereka yang menghadapi kesedihan mendalam membutuhkan bantuan seorang psikolog atau seseorang yang memiliki lisensi spesialisasi kesehatan jiwa dalam mengatasi kesedihan.

Yang bisa Anda lakukan untuk menghadapi kesedihan

1. Bergantung kepada teman atau kerabat

Inilah saatnya untuk bersandar kepada orang-orang yang peduli dengan Anda, meskipun Anda adalah orang yang kuat dan mandiri. Rangkul orang-orang yang Anda cintai dekat dengan Anda, jangan mengabaikan mereka, dan terima bantuan yang mereka berikan.

2. Dapatkan kenyamanan pada agama atau kepercayaan

Jika Anda mengikuti agama atau kepercayaan tertentu, dapatkan kenyamanan dengan melaksanakan ritual berkabung sesuai dengan kepercayaan Anda. Aktivitas spiritual seperti, berdoa, meditasi, atau pergi ke tempat ibadah dapat membantu menghibur hati Anda.

3. Bergabung dengan support group

Rasa sedih terkadang dapat membuat Anda kesepian, meskipun Anda memiliki orang-orang terkasih di sekitar Anda. Berbagi kepedihan dengan orang-orang yang sudah pernah mengalami kehilangan yang sama mungkin akan membantu Anda. Untuk menemukan support group di daerah Anda tinggal, hubungi rumah sakit, yayasan, rumah berkabung, dan pusat konseling terdekat.

4. Berkonsultasi dengan terapis atau konselor dukacita

Jika kepedihan terlalu sulit untuk dipikul sendiri, hubungi pakar kesehatan jiwa yang memiliki pengalaman dalam konseling. Terapis yang berpengalaman dapat membantu Anda menghadapi emosi yang berlebih dan mengatasi kendala Anda saat berduka.

5. Hadapi perasaan Anda

Anda bisa mencoba untuk memendam kesedihan, namun Anda tak akan bisa menghindar dari hal ini untuk selamanya. Mencoba untuk menahan perasaan sedih dan kehilangan hanya akan memperpanjang proses kesedihan. Kesedihan yang belum terselesaikan juga dapat menyebabkan depresi, gelisah, gangguan kesehatan, hingga penyalahgunaan obat-obatan.

6. Mengekspresikan perasaan dengan jelas

Tulis cerita tentang rasa kehilangan Anda. Jika Anda kehilangan orang yang dicintai, tulis sebuah surat dan ungkapkan kata-kata yang belum sempat diungkapkan. Buat scrapbook atau album foto untuk mengenang masa-masa ketika ia hidup dan ikut berpartisipasi dalam kegiatan atau organisasi yang berarti bagi dirinya.

7. Menjaga diri sendiri dan keluarga

Makan yang teratur, berolahraga, dan istirahat yang cukup dapat membuat Anda lebih kuat dari hari ke hari untuk terus maju.

8. Membantu orang lain dalam mengatasi kesedihan

Membantu orang lain akan memberi manfaat untuk membuat Anda merasa lebih baik. Berbagi cerita mengenai orang yang telah tiada juga akan membuat orang lain mampu mengatasi kepedihan.

9. Mengingat selalu dan mengenang kehidupan orang-orang terkasih

Salah satu caranya yaitu dengan memajang foto bersama mendiang saat bersenang-senang atau memberikan nama mendiang kepada bayi yang baru lahir dan atau kepada tanaman untuk mengenangnya. Ketika Anda ternyata masih merasa terbebani dengan emosi, akan sangat membantu jika Anda berbicara dengan psikolog yang berlisensi atau pakar kesehatan jiwa lainnya untuk membantu Anda keluar dari kesedihan dan menemukan jalan kembali ke kondisi Anda semula.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Borderline Personality Disorder (Gangguan Kepribadian Ambang)

    Borderline personality disorder (BPD) adalah penyakit mental serius yang bisa menyerang siapa saja. Cari tahu selengkapnya di sini.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 14 Februari 2021 . Waktu baca 9 menit

    Mengenal Lebih Dekat Karakteristik dari Seorang Sosiopat

    Sosiopat seringkali digambarkan sebagai penjahat yang senang menyiksa dan membunuh korban. Apakah stereotip tersebut benar adanya?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 14 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

    Kenali Ciri Bipolar Disorder yang Sering Diabaikan atau Disalahartikan

    Perhatikan jika Anda melihat kondisi gejolak emosi ekstrem. Hal tersebut bisa jadi ciri bipolar disorder. Yuk, kenali ciri-ciri khasnya.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Kesehatan Mental, Gangguan Mood 8 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

    Ciri Depresi Pada Remaja dan Hal yang Perlu Orangtua Lakukan

    Depresi bisa terjadi pada siapapun, termasuk remaja. Apa saja yang sering jadi penyebab depresi pada remaja, dan bagaimana cara mengenalinya?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Atifa Adlina
    Remaja, Kesehatan Mental Remaja, Parenting 5 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    terapi cahaya cara mengatasi depresi menghilangkan depresi

    Memanfaatkan Cahaya, Terapi yang Dapat Membantu Mengatasi Depresi

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Andisa Shabrina
    Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
    gangguan bipolar adalah

    Gangguan Bipolar (Bipolar Disorder)

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Dipublikasikan tanggal: 21 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit
    merasa kesepian

    Apakah Ada Perbedaan Kesepian yang Wajar dengan Kesepian Akibat Depresi?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Dipublikasikan tanggal: 16 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

    Post Traumatic Stress Disorder (PTSD)

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 14 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit