home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Apa Bedanya Psikolog dan Psikiater?

Apa Bedanya Psikolog dan Psikiater?

Saat ini masih banyak orang yang belum bisa membedakan antara psikolog dan psikiater. Pasalnya, mereka menganggap jika psikolog dan psikiater adalah dua jenis pekerjaan yang sama, karena sama-sama menyangkut masalah kejiwaan. Tak jarang, hal inilah yang membuat banyak orang sering tertukar antara psikolog dan psikater ketika ingin konsultasi masalah kesehatan mentalnya.

Apa perbedaan psikolog dan psikiater?

Psikolog dan psikiater memang sama-sama bertugas untuk membantu orang yang memiliki gangguan kesehatan mental. Namun nyatanya kedua profesi ini memiliki perbedaan loh! Simak penjelasan selengkapnnya dalam artikel berikut ini.

Apa itu psikiater?

Psikiater sebenarnya adalah spesialisasi dari ilmu kedokteran. Jadi orang yang akan menjadi psikiater harus menempuh sekolah kedokteran S1 terlebih dahulu. Setelah selesai sekolah dan mendapatkan gelar dokter umum, psikiater akan berlanjut menjalani pelatihan residensi selama empat tahun yang mengkhususkan diri dalam bidang psikiatri.

Sebagai dokter ahli psikiatri, seorang psikiater mengetahui segala hal tentang diagnosis dan perawatan yang bisa dilakukan untuk setiap kondisi psikologis setiap pasien yang cenderung rumit, seperti gangguan bipolar dan skizofrenia. Setelah lulus masa residensi, nantinya psikiater akan bergelar dokter dan Sp.KJ (Spesialis Kesehatan Jiwa)

Di negara maju, psikiater secara legal dan klinis adalah profesional utama yang bertanggung jawab atas keseluruhan perawatan kesehatan mental pasien. Itu sebabnya psikiater bertanggung jawab untuk mendiagnosis gangguan mental seorang pasien dan menentukan pengobatan yang akan dilakukan, karena keahlian mereka berfokus pada ketidakseimbangan kimia di dalam otak manusia. Oleh sebabnya, psiakiater bisa memberikan resep dan terapi obat-obatan (farmakoterapi), terapi stimulasi otak, pemeriksaan fisik dan laboratorium sesuai dengan kebutuhan para pasien.

Ap itu psikolog?

Psikolog tidak masuk sekolah kedokteran, melainkan mengenyam pendidikan dari ilmu psikologi. Untuk menjadi seorang psikolog, seseorang harus menyelesaikan pendidikan S1 di fakultas psikologi terlebih dahulu. Setelah itu, baru bisa meneruskan program profesi untuk belajar praktik menjadi psikolog.

Pekerjaan psikologi yang paling dekat dengan psikiater adalah psikologi klinik yang menangani kasus-kasus kejiwaan, mendiagnosis gejala psikologis pasien, dan melakukan psikoterapi sebagai bentuk penanganannya.

Itu sebabnya, psikolog berkompeten untuk melakukan serentetan tes psikologi yang nantinya akan diinterpretasikan sebagai jawaban dari masalah yang dialami pasien, contohnya; tes IQ, minat bakat, tes kepribadian dan lain sebagainya. Seorang psikolog tidak dapat meresepkan obat-obatan, namun fokus pada terapi psikososial untuk perilaku, pikiran, dan emosi pasien.

Psikolog dan psikiater bekerja sama dalam memberikan terapi terbaik

Berdasarkan penjelasan di atas, pada dasarnya psikolog dan psikiater sama-sama mendalami ilmu kejiwaan dan segala hal yang berhubungan dengan perkembangan manusia, seperti cara kerja otak, emosi, perasaan dan pikiran. Selain itu, kedua profesi ini pun memiliki konsentrasi praktik yang sama, berupa upaya penanganan, pencegahan, diagnosis, dan pemberian terapi.

Psikolog dan psikiater bekerja sama untuk saling berkordinasi dalam memberikan terapi terbaik bagi pasien. Psikolog sering melakukan terapi kepada pasien setiap minggu untuk konseling psikososial.

Sama halnya dengan psikolog, psikiater juga sering melakukan terapi kepada pasien setiap minggu atau bulanan untuk psikoterapi ataupun psikofarmakologi. Hal ini tergantung pada kasus ataupun permasalah yang dihadapi masing-masing pasien dan kebutuhan klinis pasien.

Harus konsultasi ke mana jika mengalami masalah kesehatan mental?

Jika Anda mengeluhkan masalah atau gangguan mental, entah karena depresi ataupun gangguan kecemasan, sebaiknya Anda berkonsultasi dulu ke dokter umum. Kemudian, ia akan melakukan diagnosis awal terkait kondisi yang dibutuhkan untuk membantu mengidentifikasi masalah kesehatan jiwa yang Anda hadapi.

Selain itu, dokter umum akan memberikan rekomendasi psikiater ataupun psikolog yang sesuai dengan Anda, berdasarkan pada situasi spesifik dan jenis pengobatan yang mungkin Anda butuhkan. Anda tidak perlu malu untuk mencari bantuan. Seperti hal yang kesehatan fisik, kesehatan jiwa pun merupakan bagian penting dalam hidup Anda agar dapat hidup bahagia.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Psychiatrist vs. Psychologist – https://www.psychologytoday.com/blog/the-truisms-wellness/201601/psychiatrist-vs-psychologist diakses pada 3 Mei 2017

Psychologist or Psychiatrist: Which Is Right for You? – http://www.webmd.com/mental-health/features/psychologist-or-psychiatrist-which-for-you#1 diakses pada 3 Mei 2017

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Risky Candra Swari
Tanggal diperbarui 08/03/2021
x