home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

6 Hal yang Perlu Dipersiapkan Lansia Sebelum Berenang Agar Tetap Aman

6 Hal yang Perlu Dipersiapkan Lansia Sebelum Berenang Agar Tetap Aman

Tetap aktif bergerak penting bagi lansia, meskipun aktivitas yang dilakukan cukup terbatas karena kondisi tubuh. Nah, agar terus aktif bergerak, lansia perlu menjalani olahraga. Selain senam lansia, maka olahraga aman untuk lansia adalah berenang. Lantas, apa manfaat dari olahraga ini untuk lansia? Kemudian, seperti apa persiapan sebelum berenang untuk lansia?

Manfaat berenang untuk lansia

peralatan berenang

Sebelum membahas persiapan berenang, Anda baiknya Anda tahu dahulu manfaat dari olahraga ini. Renang adalah jenis olahraga aerobik yang aman untuk semua usia, termasuk lansia. Berenang bukan sekadar bermain air di kolam renang, setiap gerakannya ternyata memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh.

Saat berenang, lansia akan belajar mengatur pernapasannya sehingga olahraga ini dapat menjaga kesehatan jantung. Kecepatan jantung juga meningkat dengan melakukan olaharaga ini. Untuk menghitung detak jantung Anda saat berolahraga, gunakan Kalkulator detak jantung olahraga.

Seperti kebanyakan olahraga lain, berenang membantu menjaga kesehatan tulang sehingga dapat menurunkan risiko osteoporosis. Setiap gerakan renang membangun kekuatan otot, meningkatkan fleksibilitas tubuh, dan dapat membantui meredakan nyeri sendi.

Melakukan latihan peregangan lansia sebagai persiapan sebelum berenang dan melakukan berbagai gerakan renang, juga dapat membakar kalori sehingga membantu lansia menurunkan berat badan atau lansia mengendalikan berat badan tetap di angka ideal.

Untuk menghitung berapa indeks massa tubuh Anda, hitung dengan Kalkulator BMI ini atau melalui link berikut bit.ly/indeksmassatubuh.

Olahraga yang bisa lansia lakukan bersama orang terdekat ini, dapat membantu mengurangi stres sehingga menurunkan risiko gangguan mental pada lansia. Kesemua efek positifnya ini dapat meningkatkan daya tahan tubuh dari serangan berbagai penyakit.

Persiapan sebelum berenang untuk lansia

Jika ingin mendapatkan manfaat berenang, persiapan sebelum melakukan olahraga perlu Anda perhatikan. Pasalnya, tanpa persiapan yang matang, cedera bisa saja terjadi. Agar dapat berenang dengan aman dan nyaman, Anda perlu melakukan beberapa hal berikut ini.

1. Makan sebelum dan sesudah olahraga

persiapan puasa untuk lansia

Pastikan untuk makan sebelum berolahraga. Hal ini mencegah Anda dari lemas dan tetap bertenaga karena berenang membutuhkan banyak energi.

Sebaiknya, persiapan berenang ini Anda lakukan satu jam sebelum memulai olahraga. Dengan begitu, makanan bisa dicerna dengan baik tanpa terganggu aktivitas apa pun. Porsi makan lansia juga tidak boleh berlebihan karena hal ini juga berdampak buruk pada pencernaan Anda.

Konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat dan protein untuk membantu tubuh menyiapkan energi. Kemudian, variasikan menu makanan lansia dengan sayuran dan lemak sehat.

Semakin lengkap variasi makanan, kebutuhan nutrisi lansia selama berolahraga tetap terpenuhi. Namun, yang perlu diingat adalah jangan makan persis sebelum berenang. Hal ini justru bisa membuat perut terasa sakit bahkan hingga mual dan muntah.

Pilihan makanan sebelum olahraga tidak boleh sembarangan. Apalagi jika Anda memiliki penyakit jantung, hipertensi, atau diabetes.

2. Pemanasan

Pemanasan menjadi persiapan penting sebelum lansia berenang. Untuk itu, coba lakukan gerakan peregangan ringan selama lima menit sebelum latihan. Untuk lansia, lakukanlah pemanasan dengan melalukan jalan cepat dan sedikit peregangan pada kepala, tangan, serta kaki.

Selain itu, pemanasan dengan sepeda statis juga bisa menjadi pilihan jika kondisi tubuh cukup prima. Namun, jika Anda baru saja pulih dari sakit, jalan santai bisa menjadi pilihan pemanasan yang tepat.

Pemanasan sebelum olahraga bisa meningkatkan detak jantung, pernapasan, dan suhu tubuh yang akan membuat otot hangat dan tak kaku lagi. Dengan begitu, Anda bisa menghindari kemungkinan cedera.

3. Minum cukup air

lansia minum air

Persiapan penting sebelum berenang selanjutnya adalah cukup minum air. Sel-sel tubuh membutuhkan air agar bisa berfungsi dengan baik. Untuk itu, pastikan sebelum, selama, dan setelah berenang lansia minum cukup air.

American College of Sports Medicine (ACSM) merekomendasikan untuk minum 0,5 liter air empat jam sebelum olahraga dan 0,2 liter 10 sampai 15 menit sebelum berolahraga. Meski tidak merasa haus tetapi Anda perlu tetap memasok cairan pada tubuh. Hal ini akan membantu Anda terhindar dari dehidrasi dan tetap lincah bergerak di air.

Walaupun minum air itu penting, jangan sampai lansia berlebihan minum air putih sebelum berenang. Ini bisa membuat mereka harus bolak-balik ke kamar mandi untuk buang air kecil.

4. Minta keluarga atau orang terdekat untuk mendampingi

Berenang memang bisa Anda lakukan sendiri. Akan tetapi, kebanyakan lansia membutuhkan pendamping untuk mengawasi mereka ketika berolahraga. Pendamping bisa membantu lansia mempraktikan gerakan renang sekaligus menjadi pengingat bagi lansia untuk minum atau beristirahat di sela-sela olahraga.

Di samping itu, keberadaan keluarga atau orang terdekat juga bisa membantu lansia menjalani olahraga jadi lebih menyenangkan. Hal ini tentunya bisa meringankan stres dan menghapuskan rasa kesepian pada lansia.

5. Gunakan peralatan renang (jika perlu)

kacamata renang

Persiapan lansia sebelum renang yang perlu dipenuhi adalah mengecek kelengkapan peralatan renang, seperti kacamata renang atau penutup kepala. Saat berenang, air kerap kali masuk ke mata atau mungkin juga telinga.

Bila kondisi ini terjadi, mata menjadi perih dan telinga akan terasa bindeng. Nah, itulah sebabnya lansia juga perlu memakai peralatan renang. Sebelum digunakan, cek kembali kondisi peralatan agar lansia bisa menggunakannya dengan nyaman.

6. Buat jadwal renang dan konsultasi ke dokter

Bagi lansia dengan masalah kesehatan tertentu, seperti radang sendi atau saraf kejepit, konsultasi pada dokter menjadi persiapan penting sebelum berenang. Pasalnya, mungkin beberapa gerakan renang bisa memicu rasa nyeri sehingga membuat lansia tidak bisa berenang dengan nyaman. Oleh karena itu, minta masukan dokter mengenai gaya renang mana saja yang aman saat konsultasi.

Dalam seminggu, lansia setidaknya perlu olahraga selama 150 menit (2 jam lebih 30 menit), untuk olahraga intensitas sedang. Nah, lewat aturan ini, lansia bisa membuat jadwal renang yang meliputi, di hari apa saja dan berapa lama durasinya.

Meski berenang memberikan manfaat, lansia tidak harus melakukan olahraga ini setiap hari. Lansia bisa mengombinasikan dengan jenis olahraga lain seperti bersepeda santai, jalan santai, senam, atau yoga untuk lansia. Kombinasi latihan akan jauh lebih baik manfaatnya, ketimbang hanya mengandalkan renang sebagai olahraga rutin.

 

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Swimming – health benefits. (2013). Better Health Channel. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/swimming-health-benefits [Accessed on February 24th, 2021]

Physical activity for older adults. (2018, January 17). UNL Food. https://food.unl.edu/physical-activity-older-adults [Accessed on February 24th, 2021]

Healthy eating for older adults. (n.d.). Eatright.org – Academy of Nutrition and Dietetics. https://www.eatright.org/food/nutrition/dietary-guidelines-and-myplate/healthy-eating-for-older-adults [Accessed on February 24th, 2021]

Robinson, L. (n.d.). Senior exercise and fitness tips. HelpGuide.org. https://www.helpguide.org/articles/healthy-living/exercise-and-fitness-as-you-age.htm [Accessed on February 24th, 2021]

American College of Sports Medicine, Sawka, M. N., Burke, L. M., Eichner, E. R., Maughan, R. J., Montain, S. J., & Stachenfeld, N. S. (2007). American College of Sports Medicine position stand. Exercise and fluid replacementMedicine and science in sports and exercise39(2), 377–390. https://doi.org/10.1249/mss.0b013e31802ca597 [Accessed on February 24th, 2021]

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 19/05/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri