home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kenapa Anda Perlu Pemanasan Sebelum Olahraga? Simak Dulu 5 Manfaatnya!

Kenapa Anda Perlu Pemanasan Sebelum Olahraga? Simak Dulu 5 Manfaatnya!

Pernahkah Anda merasa persendian sulit digerakkan setelah mengangkat beban berat atau betis kaki terasa sekeras beton setelah lari beberapa putaran? Jika iya, mungkin akar permasalahannya bukan pada teknik, melainkan karena Anda melewatkan manfaat penting dari pemanasan sebelum olahraga.

Meski tidak akan membakar ratusan kalori atau mempercepat proses pembentukan perut sixpack idaman, gerakan pemanasan yang sederhana dan sering dianggap membuang waktu ini memiliki tujuan penting sebelum olahraga.

Tidak peduli tingkat keterampilan atletik yang dikuasai, Anda harus selalu memulai olahraga dengan pemanasan yang tepat. Simak beberapa manfaat pentingnya berikut ini.

Berbagai manfaat pemanasan sebelum olahraga

peregangan untuk pelari

Pemanasan sebelum olahraga adalah sesi singkat yang berlangsung sebelum Anda melakukan aktivitas fisik. Dikutip dari Mayo Clinic, pemanasan membantu tubuh mempersiapkan diri untuk aktivitas aerobik atau kardio. Aktivitas ini dapat menaikkan suhu tubuh sehingga meningkatkan aliran darah ke otot Anda.

Biasanya jenis pemanasan terdiri dari latihan kardiovaskular ringan yang dipadukan dengan peregangan. Kebanyakan sesi pemanasan berlangsung singkat antara 5 hingga 10 menit atau lebih, tergantung dari tipe aktivitas yang akan dilakukan berikutnya.

Pada dasarnya, pemanasan sebelum olahraga bertujuan untuk mencegah cedera dan meningkatkan kinerja. Terdapat pula berbagai tujuan kesehatan lainnya seperti berikut ini.

1. Mencegah risiko cedera

Salah satu manfaat paling penting dari pemanasan sebelum olahraga adalah demi mencegah cedera. Otot tubuh dalam keadaan normal cenderung dingin dan kaku. Aktivitas ini dapat meningkatkan aliran darah ke otot dan meningkatkan suhu sehingga otot jadi lebih lentur.

Hal ini berarti Anda bisa meminimalisir potensi otot kram, terkilir, hingga robek apabila Anda melakukan gerakan keras dan tiba-tiba selama latihan, seperti tendangan tinggi atau jatuh mendadak.

Jika Anda mengalami cedera, terutama otot robek bisa menjadi serius dan membutuhkan waktu lama untuk pulih. Selain itu, sensasi yang Anda rasakan juga sangat menyakitkan bahkan bisa saja membutuhkan jahitan.

Sudah Rajin Olahraga Tapi Perut Belum Sixpack Juga? Ini Alasannya

2. Menjaga kestabilan detak jantung

Pemanasan juga bertujuan meningkatkan sistem jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular) secara bertahap sebelum melakukan latihan. Detak jantung yang meningkat tiba-tiba saat berolahraga tanpa pemanasan, mungkin akan berisiko pada beberapa kalangan.

Sebuah penelitian menunjukkan latihan fisik berintensitas tinggi dan mendadak berdampak pada kondisi jantung seseorang. Studi tersebut menyelidiki 44 orang yang berlari di treadmill dengan intensitas tinggi selama 10 sampai 15 detik tanpa pemanasan.

Data elektrokardiogram (EKG) menunjukkan 70 persen dari subyek mengalami perubahan fungsi jantung abnormal yang menyebabkan suplai darah minim ke otot jantung. Perubahan abnormal ini tidak berkaitan dengan usia atau tingkat kebugaran, serta masing-masing partisipan bebas dari gejala penyakit jantung koroner.

3. Meningkatkan performa olahraga

lari untuk performa tubuh

Gerakan pemanasan sebelum olahraga akan meningkatkan sirkulasi darah ke berbagai otot sehingga membuatnya jadi lebih fleksibel. Peningkatan aliran darah sekaligus membawa lebih banyak persediaan oksigen ke seluruh penjuru tubuh.

Hal ini juga akan meningkatkan energi otot serta memperluas refleks dan jangkauan geraknya. Kualitas performa olahraga Anda juga akan meningkat sehingga memungkinkan tubuh untuk berolahraga lebih lama atau lebih keras lagi.

Seiring dengan peningkatan aliran darah yang datang, terjadi pula peningkatan suhu otot. Kondisi ini juga berperan terhadap relaksasi dan peregangan otot yang lebih cepat. Transmisi saraf dan metabolisme otot meningkat, sehingga otot-otot tubuh bekerja lebih efisien.

4. Memelihara kesehatan tulang dan persendian

Tujuan pemanasan juga bisa memengaruhi kesehatan tulang dan sendi. Journal of Exercise Rehabilitation menyebut pemanasan bisa meningkatkan rentang gerak sendi, sekaligus memelihara, meningkatkan kinerja, dan fleksibilitasnya. Selain otot, kedua bagian ini merupakan bagian tubuh yang juga rentan cedera saat latihan.

Pemanasan akan membantu tubuh Anda memberikan cairan pelumas lebih banyak pada persendian sehingga membuat sendi-sendi lebih licin dan fleksibel. Olahraga yang menempatkan banyak tekanan pada lutut, seperti berlari atau sepak bola, wajib melakukan pemanasan sebelumnya.

Meregangkan dan memanjangkan piringan-piringan tulang belakang saat melakukan pemanasan sebelum berolahraga juga efektif mencegah risiko cedera punggung yang serius.

5. Mempersiapkan mental dan mengurangi stres

Pemanasan merupakan kesempatan baik bagi seseorang demi mempersiapkan mental agar selalu memberikan seluruh kemampuannya saat menghadapi latihan fisik berat. Tak hanya ke otot dan persendian, aktivitas pemanasan juga membantu mengalirkan darah ke otak Anda.

Hal ini bisa membantu meningkatkan fokus dan kewaspadaan Anda. Bahkan sebuah studi yang diterbitkan Journal of Functional Morphology and Kinesiology menunjukkan manfaat pemanasan sebelum olahraga yang bisa membantu mengurangi stres.

Persiapan mental sebelum melakukan latihan fisik diperkirakan juga mampu meningkatkan teknik, keterampilan, dan koordinasi. Ini juga akan mempersiapkan atlet terhadap potensi ketidaknyamanan saat mereka menghadapi situasi atau perlombaan sulit.

Jika mental dan pikiran siap untuk menghadapi ketidaknyamanan, tubuh dapat menghasilkan kecepatan yang lebih tinggi. Namun, apabila pikiran tidak bersedia untuk menghadapi tekanan, kinerja fisik tentu akan jadi terbatas.

Anda perlu melakukan pemanasan secukupnya untuk merasakan manfaat bagi tubuh sebelum berolahraga. Pemanasan cukup Anda lakukan dengan durasi yang singkat dan intensitas rendah, pasalnya latihan dengan intensitas tinggi justru bisa memicu cedera.

Setelahnya, barulah Anda bisa memulai aktivitas olahraga sesuai kebutuhan. Selain itu, sebaiknya Anda mengakhiri olahraga dengan melakukan pendinginan untuk membantu memulihkan detak jantung, tekanan darah, dan mengurangi kelelahan otot setelah berolahraga.

health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

The right way to warm up and cool down. Mayo Clinic. (2019). Retrieved 20 March 2021, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/fitness/in-depth/exercise/art-20045517.

Importance of Warming Up before Sport – Sports Injury Prevention | Sports Medicine Information. Nsmi.org.uk. Retrieved 20 March 2021, from http://www.nsmi.org.uk/articles/injury-prevention/warming-up.html

Why Warming Up and Cooling Down is Important. Tri-City Medical Center. (2016). Retrieved 20 March 2021, from https://www.tricitymed.org/2016/12/warming-cooling-important/

Van Raalte, J. L., Brewer, B. W., Cornelius, A. E., Keeler, M., & Gudjenov, C. (2019). Effects of a Mental Warmup on the Workout Readiness and Stress of College Student Exercisers. Journal of functional morphology and kinesiology, 4(3), 42. https://doi.org/10.3390/jfmk4030042 

Park, H. K., Jung, M. K., Park, E., Lee, C. Y., Jee, Y. S., Eun, D., Cha, J. Y., & Yoo, J. (2018). The effect of warm-ups with stretching on the isokinetic moments of collegiate men. Journal of exercise rehabilitation, 14(1), 78–82. https://doi.org/10.12965/jer.1835210.605

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ajeng Quamila Diperbarui 10/05/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
x