Olahraga Itu Bermanfaat, Ini 4 Jenis Latihan yang Aman untuk Lansia

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Banyak lansia yang menghabiskan sebagian besar waktunya dengan duduk atau berbaring. Meski kelihatannya sepele, ternyata gaya hidup sedentari (malas bergerak) ini bisa meningkatkan risiko berbagai penyakit degeneratif pada lansia. Nah, agar lansia tetap aktif bergerak, mereka perlu berolahraga. Memangnya, apa manfaat olahraga untuk lansia? Kemudian, apa saja jenis olahraga yang aman untuk mereka?

Manfaat olahraga untuk lansia

Rutin olahraga adalah bagian dari penerapan pola hidup sehat untuk semua usia, termasuk lansia. Centers for Disease Control dan Prevention (CDC) menyebutkan bahwa lansia setidaknya melakukan olahraga selama 150 menit dalam seminggu atau 30 menit per hari dalam 5 hari seminggu.

Ada banyak alasan kenapa olahraga sangat penting untuk orang lanjut usia, di antaranya:

1. Menurunkan risiko penyakit degeneratif

jantung

Semakin menua usia seseorang, risiko berbagai masalah kesehatan akan semakin meningkat. Penyakit yang berkaitan dengan menuanya usia seseorang ini merupakan penyakit degeneratif.

Ada banyak jenis penyakit degeneratif, tapi yang paling umum adalah penyakit jantung, diabetes, hipertensi, osteoporosis, dan obesitas. Nah, salah satu cara untuk mencegah penyakit ini adalah dengan rajin olahraga. Berikut ini penjelasan bagaimana olahraga dapat menurunkan penyakit degeneratif pada lansia.

  • Menjaga kesehatan jantung

Pertama, olahraga menyehatkan jantung. Saat berolahraga, sel-sel tubuh membutuhkan lebih banyak oksigen untuk menghasilkan energi. Agar sel-sel tubuh mendapatkan asupan oksigen yang mencukupi, darah kaya oksigen akan mengalir lebih lancar ke sel-sel tubuh. Proses tersebut menandakan bahwa olahraga merangsang sirkulasi darah menjadi lebih lancar.

Sirkulasi darah dan peredaran oksigen yang lancar melibatkan kinerja jantung dalam memompa darah. Inilah yang membuat olahraga sangat menyehatkan untuk kesehatan jantung para lansia.

Di samping itu, olahraga juga membantu menurunkan tekanan darah, kadar kolesterol dan trogliserida yang tinggi. Kesemua manfaat tersebut bisa menurunkan risiko penyakit hipertensi, penyakit jantung, dan stroke.

  • Mengendalikan berat badan dan menurunkan gula darah

Ketika berolahraga, tubuh membutuhkan lebih banyak energi. Aktivitas ini memungkinkan pembakaran lemak berlebihan di tubuh agar energi tubuh untuk olahraga tetap tersedia. Alasan inilah yang membuat lansia perlu menjalani olahraga secara rutin untuk membantu menurunkan berat badan atau membantu mengendalikan berat badan tetap ideal.

Untuk mengetahui indeks massa tubuh Anda ideal atau tidak, hitung dengan Kalkulator BMI ini atau melalui link berikut bit.ly/indeksmassatubuh.

Tidak hanya memengaruhi berat badan, olahraga juga bisa membantu menurunkan kadar gula darah dalam tubuh. Hormon insulin, yakni hormon yang mengatur kadar gula darah juga bisa bekerja lebih baik jika lansia rajin berolahraga. Sensitivitas insulin yang meningkat dan kadar gula darah yang stabil membantu lansia mencegah berkembangnya penyakit diabetes.

  • Meningkatkan kesehatan otot dan tulang

Wanita dan pria muda yang berolahraga secara teratur umumnya memiliki kepadatan dan kekuatan tulang maksimum, dibandingkan mereka yang tidak. Bagi kebanyakan orang, massa tulang mencapai puncaknya dalam 30 tahun. Setelah itu, Anda akan mulai kehilangan massa tulang. Pada orang muda, olahraga dapat membantu mencegah pengeroposan tulang.

Tidak hanya itu saja, pada lansia olahraga juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan tulang. Alasannya karena olahraga meningkatkan kekuatan otot, meningkatkan keseimbangan dan koordinasi tubuh, sehingga menjadi cara ampuh mencegah lansia terjatuh atau patah tulang.

2. Menjaga kesehatan mental

kebiasaan ubah bentuk dan fungsi otak

Gangguan mental kerap menyerang lansia, salah satunya depresi. Ini karena di masa tua, para lansia cenderung merasa kesepian dan menurun kesehatan tubuhnya sehinhgga membuat mereka mudah stres dan cemas. Agar kesehatan mental lansia tetap terjaga, olahraga bisa menjadi salah satu cara untuk mencapainya.

Olahraga bisa memperbaiki suasana hati yang buruk sehingga ampuh meredakan stres dan kecemasan. Berolahraga bisa menjadi waktu menyenangkan bagi lansia bersama keluarga. Kegiatan ini juga bisa menjadi jembatan bagi lansia untuk bersosialisasi dengan orang di sekelilinganya sehingga membantu mengurangi rasa kesepian.

Tak hanya kejiwaan, olahraga juga meningkatkan fungsi otak, yakni mempertajam kemampuan berpikir. Pasalnya, saat lansia melakukan olahraga, tubuh akan melepaskan protein dan bahan kimia lain yang bermanfaat bagi otak Anda.

3. Meningkatkan kualitas tidur dan kualitas hidup

waktu tidur lansia

Umumnya, lansia melakukan olahraga di pagi hari. Hal ini memungkinkan lansia mendapatkan sinar matahari pagi yang bagus untuk tulang. Paparan sinar matahari ternyata memperbaiki fungsi jam biologis tubuh, yakni jam tubuh dalam mengatur bangun dan tidur.

Secara tidak langsung, hal ini bisa membantu lansia untuk tidur lebih baik. Terlebih olahraga juga mengurangi stres dan kecemasan, sehingga membuat pikiran jadi lebih tenang dan lansia dapat tidur lebih mudah.

Bagi lansia dengan penyakit degeneratif, olahraga dapat membantu mereka untuk tetap sehat dan bugar. Mereka dapat mengendalikan berat badan, menjaga tekanan darah maupun gula darah tetap stabil, dan cukup tidur.

Dilansir situs Medline Plus, olahraga juga membantu lansia untuk berhenti dari kebiasaan merokok. Ini karena olahraga bisa mengurangi gejala penarikan nikotin yang kerap kali mengganggu. Jadi, dapat disimpulkan bahwa olahraga bisa membantu meningkatkan kualitas hidup lansia jadi lebih baik.

Pilihan olahraga yang aman untuk lansia

latihan keseimbangan lansia

Meski banyak manfaat, tidak semua jenis olahraga itu aman untuk orang lanjut usia. Apalagi jika lansia memiliki masalah kesehatan, yang berkaitan dengan jantung, saraf, tulang, atau sendi. Jadi, sebelum Anda bersiap untuk olahraga, ada abaiknya konsultasi lebih dahulu pada dokter mengenai rencana ini.

Berikut ini adalah berbagai pilihan olahraga yang aman untuk orang lanjut usia.

1. Olahraga aerobik

Olahraga aerobik dapat membantu para lansia untuk membakar lemak berlebih, menurunkan tekanan darah dan kolesterol jahat, dan menjaga kelenturan dan kesehatan sendi, serta dapat meningkatkan tingkat energi tubuh secara keseluruhan. 

Cobalah untuk memulai dengan melakukan gerakan sederhana seperti squat atau sit-upProses pembentukan otot memerlukan waktu, namun melakukan olahraga sangat bermanfaat untuk lansia.

Anda bisa memulainya dengan cara melakukan gerakan yang low-impact, seperti squat (menggunakan kursi yang ada di rumah), taichi, berenang, berjalan santai atau jalan cepat, bersepeda. Jika Anda melakukan hal tersebut dengan rutin setidaknya dalam waktu 6 minggu, Anda akan merasakan dampaknya bagi kesehatan, seperti lebih merasa bugar dan kuat.

Lakukan olahraga aerobik minimal 3 hari dalam seminggu untuk membantu menghindari kelelahan yang berlebihan dan mengurangi risiko cedera. Namun, Anda perlu bersiap diri sebelum berolahraga, terutama berenang.

2. Latihan menguatkan otot

Pilihan olahraga untuk lansia yang aman adalah latihan meningkatkan kekuatan otot. Pada orang usia muda, olahraga untuk meningkatkan kekuatan otot dapat berupa latihan angkat beban. Namun, pada lansia, olahraga angkat beban cukup berisiko.

Lansia bisa melakukan beberapa gerakan yoga, taichi, atau senam. Lakukan latihan ini sebanyak 2 kali dalam seminggu. Setiap latihan, lakukan dua hingga set latihan. Setiap setnya, biasanya terdiri dari 8 hingga 12 pengulangan.

Terlepas dari olahraga, banyak aktivitas sehari-hari yang ternyata bisa Anda manfaatkan sebagai latihan penguatan otot. Contohnya, membawa belanjaan, menggali tanah ketika berkebun, atau mengangkat dan memindahkan benda-benda di rumah.

3. Latihan keseimbangan

Lansia sangat mudah terjatuh karena kemampuan dalam menjaga keseimbangan tubuh mulai menurun. Oleh karena itu, latihan keseimbangan bisa jadi pilihan olahraga yang tepat untuk lansia. Anda bisa melakukan latihan ini sebanyak 3 hari dalam seminggu. Contoh latihan keseimbangan yang bisa jadi pilihan adalah yoga atau taichi.

Selain olahraga tersebut, Anda bisa melakukan latihan keseimbangan yang lebih sederhana di rumah. Coba ikuti beberapa contoh latihan berikut dan lakukan pengulangan sebanyak 2-3 set, yang setiap set-nya terdiri dari 8 kali pengulangan.

Beberapa gerakan latihan untuk menjaga keseimbangan tersebut, meliputi:

  • Berjalan mundur dan berjalan ke samping. Pastikan Anda berada di ruangan yang luas bebas dengan perabotan rumah dan lantai tidak licin.
  • Berdiri dengan satu kaki secara bergantian dan tahan selama 8 detik. Anda bisa menekuk kaki ke depan atau ke belakang senyaman mungkin.

4. Latihan fleksibilitas

Jenis olahraga ini aman untuk lansia. Latihan ini dapat meningkatkan mobilitas lansia alias memperluas kemampuan gerak tubuh lansia. Contoh latihan untuk meningkatkan flesibilitas adalah yoga, senam, menari, dan beberapa gerakan peregangan.

Pilihan latihan yang paling mudah adalah peregangan. Anda bisa mengikuti beberapa gerakan mudahnya di rumah.

  • Peregangan leher. Duduk dengan posisi tegak dan regangkan leher Anda ke bawah mendekati dada. Kemudian, arahkan kepala ke sampaing kanan dan kiri, lalu putar searah jarum jam. Setiap gerakan tahan posisi selama 15 detik.
  • Peregangan pinggul. Posisikan tubuh berbaring telentang dan tekuk satu lutut. Kemudian, arahkan lutut tertekuk ke arah kaki satunya dan tahan selama 15 detik. Lakukan gerakan yang sama pada kaki yang lain.

Berapa Banyak Kalori yang Anda Butuhkan?

Selain rajin berolahraga, mengetahui berapa banyak asupan kalori yang harus dikonsumsi juga penting untuk menjaga kesehatan. Cari tahu kalori harian yang Anda butuhkan di sini.

Cari Tahu!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Manfaat Kesehatan yang Bisa Anda Dapat dari Buah Mangga

Kandungan mangga yang manis dan asam menyegarkan menjadikan buah musiman ini bintangnya rujak. Apa saja manfaat mangga untuk kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Fakta Gizi, Nutrisi 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

9 Bahaya yang Bisa Terjadi Jika Nekat Bikin Tato di Mata

Tertarik ingin mata Anda berwarna tidak hanya warna putih saja? Tato mata bisa jadi jawabannya. Sebelum lakukan, cari tahu dulu bahayanya di sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Kesehatan Mata, Penyakit Mata 3 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

5 Langkah untuk Berhenti Merokok

Berhenti merokok memang bukan perkara mudah. Mulailah dengan 5 langkah berikut.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Berhenti Merokok, Hidup Sehat 3 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Apakah Produk Pembersih di Rumah Anda Sebabkan Masalah Pernapasan?

Kandungan dalam berbagai produk pembersih rumah bisa menimbulkan masalah kesehatan. Bagaimana cara memilih dan mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 3 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Mata Kucing Pada Anak? Waspada Gejala Kanker Mata

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
berhenti minum pil kb

7 Hal yang Bisa Terjadi Pada Tubuh Jika Anda Berhenti Minum Pil KB

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
gaya pengasuhan

Kenali Tanda dan Cara Mengatasi Anak Hiperaktif

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
mudah dihipnotis

Mengapa Sebagian Orang Mudah Dihipnotis, Sementara yang Lain Tidak?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit