Cara Menghitung Porsi Makan yang Ideal untuk Lansia

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Memasuki usia lanjut, kebanyakan orang akan mulai kehilangan nafsu makan dan/atau menurunkan porsi makanan — baik sengaja maupun tidak. Ini disebabkan oleh berbagai hal. Mulai dari menurunnya fungsi indra penciuman dan perasa, sekaligus juga fungsi saluran pencernaan, hingga kondisi emosi yang kurang baik akibat depresi atau penurunan fungsi kognitif otak. Kondisi ini bisa menyebabkan lansia kehilangan cadangan energi dan tidak mendapatkan cukup nutrisi, sehingga bisa menimbulkan dampak kesehatan yang lebih serius seperti anoreksia, gangguan fungsi organ, bahkan meningkatkan risiko kematian.

Itulah mengapa penting bagi anggota keluarga dan perawat untuk mengatur porsi makan lansia, berdasarkan kebutuhan kalorinya setiap hari.

Mengapa harus mengatur porsi makan lansia?

Mengatur porsi makan lansia penting untuk dilakukan untuk mendukung kesehatan tubuhnya. Banyak lansia yang mengalami tekanan darah tinggi, penyakit jantung, kolesterol tinggi, juga diabetes. Penyakit-penyakit ini bisa dikontrol atau bahkan dicegah dengan menjaga pola makan sehat dan olahraga teratur.

Selain itu, banyak juga lansia yang mengalami kelebihan berat badan. Hal ini memengaruhi kemampuannya bergerak dan meningkatkan risiko penyakit osteoporosis serta osteoarthritis. Oleh karena itu, para lansia harus mengontrol porsi makannya agar tidak berlebihan, sehingga bisa mempertahankan berat badannya bukan mengalami kenaikan berat badan.

Mengatur porsi makan lansia juga penting agar para lansia tidak kekurangan zat gizi tertentu. Beberapa zat gizi yang sering kurang dikonsumsi oleh para lansia adalah vitamin B6, vitamin B12, asam folat, vitamin C dan kalsium. Semua zat gizi tersebut bisa didapatkan dari biji-bijian (seperti gandum), buah, sayur, susu dan produknya, serta daging dan produknya. Pemenuhan zat gizi ini dapat mencegah lansia kehilangan ingatan, anemia, atau depresi.

Berapa kebutuhan kalori untuk lansia?

Untuk mengetahui berapa porsi makan lansia, sebaiknya ketahui dulu berapa kebutuhan kalori untuk para lansia. Hal ini karena kebutuhan kalori memengaruhi porsi makan seseorang. Tampaknya, kebutuhan kalori para lansia mengalami penurunan. Karena, kebutuhan kalori didasarkan pada usia, jenis kelamin, berat badan, tinggi badan, dan tingkat aktivitas fisik.

Semakin tua usia seseorang, semakin berkurang kebutuhan kalorinya dibandingkan orang yang lebih muda dengan jenis kelamin, berat badan, dan tingkat aktivitas fisik yang sama. Lagipula, semakin tua seseorang, biasanya semakin berkurang juga aktivitas fisik yang dilakukan. Alhasil, kebutuhan kalorinya pun ikut menurun.

Kebutuhan kalori tiap lansia pasti berbeda-beda. Untuk mengetahuinya, Anda bisa mengeceknya di Kalkulator Kebutuhan Kalori.

Berapa porsi makan lansia yang baik?

Berapa porsi makanan yang dibutuhkan lansia tentu berbeda-beda antar individu. Ini tergantung dari kebutuhan kalori lansia yang pastinya juga berbeda. Namun, seperti dilansir dari National Institute on Aging, umumnya para lansia atau orang yang berusia lebih dari 50 tahun butuh mengonsumsi makanan setiap hari sebagai berikut:

  • Buah dan sayur sebanyak lima porsi per hari. Atau, bisa dibagi menjadi 150-250 gram buah per hari dan 200-350 gram sayur per hari.
  • Beras, gandum, atau biji-bijian lain sebanyak 150-300 gram per hari. Jumlah ini bisa dibagi menjadi tiga, jadi misalnya Anda makan pagi cukup mengambil nasi sebanyak 100 gram atau satu centong nasi.
  • Makanan sumber protein, seperti ayam, ikan, daging, tahu, dan tempe, sebesar 150-200 gram per hari.
  • Susu atau produk susu, seperti keju dan yogurt, sebesar 3 gelas per hari. Pilihlah susu bebas lemak atau rendah lemak.
  • Minyak sebesar 5-8 sendok teh.
  • Batasi penggunaan gula hanya 4 sendok makan dan garam hanya 1 sendok teh.

Masing-masing lansia pasti berbeda, namun intinya penuhi piring dengan makanan sumber karbohidrat, makanan sumber protein nabati serta hewani, sayuran, dan buah-buahan. Kelima unsur ini harus ada dalam piring di setiap kali makan utama dan harus beragam agar semua zat gizi terpenuhi dengan baik. Jangan lupa untuk mengatur jam makan, setidaknya tiga kali makan utama dan dua kali makan selingan di antara makan utama. Ingat, makan sedikit tapi sering.

Berapa Banyak Kalori yang Anda Butuhkan?

Selain rajin berolahraga, mengetahui berapa banyak asupan kalori yang harus dikonsumsi juga penting untuk menjaga kesehatan. Cari tahu kalori harian yang Anda butuhkan di sini.

Cari Tahu!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Orang Lanjut Usia Biasanya Tak Punya Nafsu Makan?

Anda bingung orang tua Anda hilang nafsu makan? Ada banyak penyebab orang tua lanjut usia kehilangan nafsu makan. Apa saja? Cek di sini!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Konten Bersponsor
nafsu makan
Kesehatan Lansia, Masalah Kesehatan pada Lansia 8 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Emboli Paru

Emboli paru adalah penyumbatan arteri di salah satu paru yang umumnya disebabkan oleh gumpalan darah beku dari kaki. Ini adalah kondisi gawat darurat.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Pernapasan, Penyakit Pernapasan Lainnya 2 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Ketahui Alasan Lansia Tidak Perlu Lagi Minum Suplemen Vitamin D

Suplemen vitamin D dan kalsium mencegah pengeroposan tulang. Namun, mengapa para ahli menyebut tidak perlu lagi lansia minum suplemen D?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan Lansia, Gizi Lansia 29 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

10 Penyebab Maag, dari Penyakit Hingga Kebiasaan Sehari-hari

Maag adalah masalah pencernaan yang dialami siapa saja. Selain pola makan yang buruk, apa lagi yang biasa jadi penyebab maag?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kesehatan Pencernaan, Gastritis dan Maag 26 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

lansia mulai ompong

Usia Berapa Gigi Lansia Akan Mulai Ompong?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
anjuran gizi ibu hamil muda atau trimester pertama

Cara Mengetahui Apakah Porsi Makan Anda Sudah Cukup, Masih Kurang, Atau Terlalu Banyak

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
mogok makan

Yang Akan Terjadi Pada Tubuh Jika Anda Ikut Aksi Mogok Makan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 11 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
lansia mudah kedinginan

Penyebab Lansia Gampang Kedinginan, Plus Cara Mencegah dan Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 10 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit