home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

6 Manfaat Ubi Jalar Bagi Kesehatan, Termasuk Mengurangi Risiko Kanker

6 Manfaat Ubi Jalar Bagi Kesehatan, Termasuk Mengurangi Risiko Kanker

Manfaat ubi jalar bagi kesehatan tak hanya terbatas pada membantu membuat perut kenyang. Ubi jalar ternyata memiliki kandungan nutrisi yang dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi Anda sehari-hari. Tak hanya itu, ubi jalar juga memiliki gula alami yang lebih banyak dari kentang, tetapi dengan jumlah kalori yang lebih sedikit. Nah, dalam artikel ini akan dibahas mengenai kandungan gizi dan manfaat kesehatan yang bisa Anda dapatkan dari ubi jalar. Simak, yuk!

Kandungan nutrisi yang terdapat pada ubi jalar

Ubi jalar merupakan salah satu makanan kesukaan masyarakat Indonesia. Pasalnya, selain rasanya yang manis, ubi jalar termasuk makanan yang mudah cara pengolahannya. Tak heran jika ada banyak macam olahan ubi jalar yang bisa Anda konsumsi. Nah, dalam 100 gram ubi jalar, Anda bisa menemukan kandungan nutrisi sebagai berikut:

  • Air 61.9 gram
  • Energi: 151 kalori
  • Protein: 1.6 gram
  • Lemak: 0.3 gram
  • Karbohidrat: 35.4 gram
  • Serat: 0.7 gram
  • Kalsium: 29 gram
  • Fosfor: 74 gram
  • Zat besi: 0.7 gram
  • Natrium: 92 miligram (mg)
  • Kalium: 565.6 mg
  • Tembaga: 0.30 mg
  • Seng: 0.5 mg
  • Karoten total: 1.208 mikrogram (mcg)
  • Thiamin (Vitamin B1): 0.13 mg
  • Riboflavin (Vitamin B2): 0.08 mg
  • Niasin: 0.7 mg
  • Asam askorbat (Vitamin C): 11 mg

Manfaat kesehatan dari mengonsumsi ubi jalar

Dari berbagai kandungan nutrisi yang terdapat pada ubi jalar, Anda bisa mendapatkan manfaat kesehatan seperti berikut:

1. Mengendalikan gula darah

Ubi jalar termasuk salah satu bahan makanan yang memiliki skala indeks glikemik yang tergolong rendah. Ini artinya, kecepatan ubi jalar menjadi gula darah tidak terlalu tinggi yang berarti baik untuk kesehatan. Selain itu, sebuah penelitian menunjukkan adanya penurunan resistensi gula darah terhadap insulin pada penderita diabetes.

Tak hanya itu, kandungan serat yang terdapat pada ubi jalar juga penting untuk mengatasi diabetes. Pasalnya, sebuah penelitian pada tahun 2018 menemukan bahwa orang yang mengonsumsi serat memiliki risiko mengalami diabetes tipe 2 lebih rendah.

Oleh sebab itu, para ahli menyarankan orang dewasa yang sudah menginjak usia lebih dari 19 tahun untuk mengonsumsi 22.4-33.6 gram serat setiap hari. Dengan mengonsumsi ubi jalar, Anda bisa membantu memenuhi kebutuhan serat untuk mengatasi penyakit kencing manis ini.

2. Mengontrol tekanan darah

Menjaga asupan natrium agar tetap rendah sangat penting dalam menurunkan tekanan darah. Bahkan, American Heart Association menyarankan Anda untuk menghindari berbagai makanan yang memiliki kandungan garam yang tinggi. Justru, mengonsumsi makanan tinggi kalium dapat memberikan manfaat dalam mengontrol tekanan darah.

Oleh karena itu, mengonsumsi ubi jalar memiliki manfaat untuk membantu Anda mengontrol kadar gula darah. Pasalnya, ubi jalar yang berukuran sedang saja memiliki kandungan 542 miligram (mg) kalium. Dengan begitu, mengonsumsinya dapat membantu Anda memenuhi 5% dari kebutuhan asupan kalium harian.

Sementara itu, para ahli merekomendasikan orang dewasa untuk mengonsumsi kurang lebih 4700 miligram kalium setiap harinya demi mendapatkan manfaatnya. Selain itu, asupan kalium yang tinggi juga dapat membantu menurunkan 20% risiko kematian dari berbagai penyebab atau masalah kesehatan.

3. Mengurangi risiko kanker

Ubi jalar kaya akan kandungan antioksidan, yaitu salah satu nutrisi yang dapat melindungi tubuh dari berbagai jenis kanker. Sebuah penelitian pada tahun 2018 menyatakan bahwa antosianin, salah satu jenis antioksidan yang dapat Anda temukan pada ubi jalar, dapat memperlambat pertumbuhan sel kanker.

Tak heran jika mengonsumsi ubi jalar dapat mengurangi risiko Anda mengalami kanker prostat, kanker usus, hingga kanker payudara. Selain itu, ekstrak kulit ubi jalar juga memiliki sifat antikanker yang semakin memperkaya manfaat kesehatan yang bisa Anda dapatkan saat mengonsumsinya.

Tak hanya itu, antioksidan yang ada pada ubi jalar dapat membantu mencegah kerusakan sel akibat radikal bebas yang terlalu banyak dalam tubuh. Pasalnya, jumlah radikal bebas yang terlalu tinggi dalam tubuh dapat memicu kerusakan sel dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk kanker.

4. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Tahukah Anda bahwa satu ubi jalar memiliki kandungan vitamin C hingga setengah dari kebutuhan harian? Vitamin C merupakan salah satu jenis antioksidan yang dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Tak heran jika mengonsumsi ubi jalar memberikan manfaat untuk mengurangi risiko peradangan dan obesitas. Selain itu, kandungan vitamin A dan E pada bahan makanan ini juga mendukung sistem kekebalan tubuh sehingga menguatkan kemampuan tubuh melawan penyakit.

Tak hanya itu, kandungan antioksidan yang berhubungan dengan pigmen pada ubi jalar memiliki sifat anti inflamasi yang bermanfaat untuk kesehatan secara menyeluruh.

5. Meningkatkan kesehatan sistem pencernaan

Ternyata, kandungan antioksidan pada ubi jalar memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Buktinya, tak hanya melindungi tubuh dari risiko kanker dan mencegah peradangan, antioksidan pada ubi jalar juga memiliki manfaat untuk kesehatan pencernaan.

Hal ini disebabkan sebuah penelitian tahun 2018 membuktikan banyak antioksidan yang terdapat pada ubi jalar meningkatkan pertumbuhan bakteri yang menyehatkan usus. Semakin banyak jumlah bakteri ini pada usus, semakin rendah risiko Anda mengalami irritable bowel syndrome (IBS) dan diare.

Selain itu, kandungan serat pada ubi jalar juga bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan sistem pencernaan Anda. Makanan yang kaya akan kandungan seratnya, seperti ubi jalar, dapat membantu mengurangi risiko kanker usus dan meningkatkan rutinitas buang air besar, sehingga mencegah gangguan pencernaan seperti sembelit.

6. Meningkatkan kesehatan mata

Ubi jalar termasuk salah satu jenis makanan yang kaya akan kandungan beta karoten. Bahkan, kulit ubi jalar mengandung tujuh kali lipat kebutuhan beta karoten harian orang dewasa. Saat mengonsumsi beta karoten, tubuh akan mengubahnya menjadi vitamin A yang akan membentuk reseptor pendeteksi cahaya dalam organ mata.

Vitamin A memiliki peranan penting untuk kesehatan mata Anda. Pasalnya, kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan kebutaan. Oleh sebab itu, mengonsumsi makanan yang kaya akan beta karoten dapat memberikan manfaat pencegahan terhadap berbagai masalah mata.

Selain itu, kandungan antosianin pada ubi jalar dapat melindungi sel mata dari kerusakan. Tak heran jika ubi jalar memiliki khasiat dalam meningkatkan kesehatan mata secara menyeluruh.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Ubi jalar merah, segar. Retrieved 4 March 2021, from http://panganku.org/id-ID/view

McRae M. P. (2018). Dietary Fiber Intake and Type 2 Diabetes Mellitus: An Umbrella Review of Meta-analyses. Journal of chiropractic medicine17(1), 44–53. https://doi.org/10.1016/j.jcm.2017.11.002

A Primer on Pottasium. Retrieved 4 March 2021, from https://www.heart.org/en/healthy-living/healthy-eating/eat-smart/sodium/potassium

Antioxidants and Cancer Prevention. Retrieved 4 March 2021, from https://www.cancer.gov/about-cancer/causes-prevention/risk/diet/antioxidants-fact-sheet

Islam S. U. (2016). Clinical Uses of Probiotics. Medicine95(5), e2658. https://doi.org/10.1097/MD.0000000000002658

Zeng, H., Lazarova, D. L., & Bordonaro, M. (2014). Mechanisms linking dietary fiber, gut microbiota and colon cancer prevention. World journal of gastrointestinal oncology6(2), 41–51. https://doi.org/10.4251/wjgo.v6.i2.41

Sun, M., Lu, X., Hao, L., Wu, T., Zhao, H., & Wang, C. (2015). The influences of purple sweet potato anthocyanin on the growth characteristics of human retinal pigment epithelial cells. Food & nutrition research59, 27830. https://doi.org/10.3402/fnr.v59.27830

Chiu, M., Dillon, A., & Watson, S. (2016). Vitamin A deficiency and xerophthalmia in children of a developed country. Journal of paediatrics and child health52(7), 699–703. https://doi.org/10.1111/jpc.13243
Sun, H., Zhang, P., Zhu, Y., Lou, Q., & He, S. (2018). Antioxidant and prebiotic activity of five peonidin-based anthocyanins extracted from purple sweet potato (Ipomoea batatas (L.) Lam.). Scientific reports8(1), 5018. https://doi.org/10.1038/s41598-018-23397-0

Wang, X., Zhang, Z. F., Zheng, G. H., Wang, A. M., Sun, C. H., Qin, S. P., Zhuang, J., Lu, J., Ma, D. F., & Zheng, Y. L. (2017). The Inhibitory Effects of Purple Sweet Potato Color on Hepatic Inflammation Is Associated with Restoration of NAD⁺ Levels and Attenuation of NLRP3 Inflammasome Activation in High-Fat-Diet-Treated Mice. Molecules (Basel, Switzerland)22(8), 1315. https://doi.org/10.3390/molecules22081315

Sugata, M., Lin, C. Y., & Shih, Y. C. (2015). Anti-Inflammatory and Anticancer Activities of Taiwanese Purple-Fleshed Sweet Potatoes (Ipomoea batatas L. Lam) Extracts. BioMed research international2015, 768093. https://doi.org/10.1155/2015/768093

Li, W. L., Yu, H. Y., Zhang, X. J., Ke, M., & Hong, T. (2018). Purple sweet potato anthocyanin exerts antitumor effect in bladder cancer. Oncology reports40(1), 73–82. https://doi.org/10.3892/or.2018.6421
Li, P. G., Mu, T. H., & Deng, L. (2013). Anticancer effects of sweet potato protein on human colorectal cancer cells. World journal of gastroenterology19(21), 3300–3308. https://doi.org/10.3748/wjg.v19.i21.3300
Ludvik, B., Hanefeld, M., & Pacini, G. (2008). Improved metabolic control by Ipomoea batatas (Caiapo) is associated with increased adiponectin and decreased fibrinogen levels in type 2 diabetic subjects. Diabetes, obesity & metabolism10(7), 586–592. https://doi.org/10.1111/j.1463-1326.2007.00752.x
Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Annisa Hapsari Diperbarui 2 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x