home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

7 Manfaat Buah Pepaya yang Perlu Anda Tahu

7 Manfaat Buah Pepaya yang Perlu Anda Tahu

Makanan pertama yang dikenalkan orangtua kepada bayinya mungkin saja buah pepaya. Buah berwarna jingga ini terkenal akan khasiatnya pada sistem pencernaan. Lantas, adakah manfaat lain dari pepaya dan apa saja kandungan gizi yang bisa diperoleh?

Kandungan gizi pepaya

buah untuk asam lambung

Pepaya (Carica papaya L.) adalah buah yang berasal dari benua Amerika yang kini mudah dijumpai di negara tropis, seperti Indonesia. Buah berwarna oranye ini memiliki daging yang bisa dimakan, baik saat belum matang maupun sudah matang.

Di bawah ini daftar kandungan gizi yang diperlukan tubuh dari buah pepaya.

  • Energi: 46 kal
  • Protein: 0,5 g
  • Lemak: 0,1 g
  • Karbohidrat: 12,2 g
  • Serat: 1,6 g
  • Kalsium: 23 mg
  • Fosfor: 12 mg
  • Zat besi: 1,7 mg
  • Natrium: 4 mg
  • Kalium: 221 mg
  • Tembaga: 0,02 mg
  • Seng: 0,3 mg
  • Beta-Karoten: 1,038 mcg
  • Karoten Total: 365 mcg
  • Tiamin (vitamin B1): 0,04 mg
  • Riboflavin (vitamin B2): 0,06 mg
  • Niasin (vitamin B3): 0,06 mg
  • Vitamin C: 78 mg
  • Vitamin K.

Aneka manfaat buah pepaya

menjaga bakteri baik dalam usus

Baik daging pepaya yang sudah matang maupun masih muda sama-sama dapat diolah menjadi makanan. Daging pepaya yang masih muda dapat diolah menjadi olahan sayur, sedangkan buah pepaya matang bisa langsung dimakan langsung.

Ada banyak manfaat yang bisa Anda peroleh dari buah pepaya, mulai dari sistem pencernaan hingga kesehatan tulang. Di bawah ini sejumlah khasiat yang ditawarkan oleh pepaya yang kaya akan enzim papain dan serat.

1. Baik untuk pencernaan

Sudah bukan rahasia umum lagi bila pepaya memiliki manfaat untuk kesehatan pencernaan Anda. Pasalnya, buah pepaya mengandung enzim yang disebut papain. Enzim ini dapat membantu mengolah makanan dan menyerap nutrisi ke dalam tubuh.

Selain itu, buah ini dapat melancarkan BAB, serta kandungan serat yang tinggi dalam pepaya juga membantu mencerna makanan dalam usus. Itu sebabnya, buah yang bisa ditemukan di negara tropis ini bisa menjadi alternatif dari masalah pencernaan Anda.

Meski begitu, belum ada penelitian berskala besar yang membuktikan bahwa enzim papain dalam pepaya aman dan efektif pada semua orang. Maka dari itu, diperlukan studi lebih lanjut untuk mengetahui bagaimana enzim papain bekerja dalam tubuh.

2. Manfaat pepaya untuk mata

Selain pencernaan, khasiat lainnya yang Anda peroleh dari pepaya adalah menjaga kesehatan mata. Begini, kandungan karotenoid dan zeaxanthin dalam pepaya ternyata bisa melindungi jaringan pada mata.

Zeaxanthin adalah jenis karotenoid non-provitamin A yang telah terbukti menawarkan manfaat bagi kesehatan manusia, seperti:

Ketiga keuntungan tersebut yang membuat senyawa antioksidan ini mampu membantu menyaring blue light rays yang berbahaya bagi mata. Alhasil, mata Anda pun terbebas dari radiasi yang dapat merusak mata, sehingga penglihatan senantiasa tajam dan jernih.

3. Melawan peradangan

Kandungan kolin dalam pepaya ternyata juga terbukti punya khasiat melawan peradangan kronis yang dapat terjadi pada hampir setiap bagian tubuh. Kolin adalah nutrisi penting untuk fungsi otak, sistem saraf, hingga pengangkutan lemak dan metabolisme.

Senyawa yang juga bisa dihasilkan oleh tubuh ini bisa memberikan efek anti-peradangan yang ternyata bermanfaat bagi organ lainnya, seperti otak pada bayi.

Perkembangan otak pada bayi sangat dipengaruhi oleh nutrisi ibu guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. Bila ibu hamil mengonsumsi makanan dengan kolin, senyawa ini akan diteruskan ke janin yang berkembang.

Bayi juga akan mendapatkan kolin melalui aliran darah yang saling berhubungan dan diteruskan melalui ASI. Beberapa ahli berpendapat bahwa mendapatkan kolin selama perkembangan dan setelah kelahiran memiliki pengaruh baik terhadap otak anak.

4. Mencegah penyakit jantung

Penyakit jantung dapat terjadi siapa saja, terutama mereka yang memiliki sejumlah faktor risiko. Namun, Anda bisa mengurangi risiko terkena penyakit jantung dengan memanfaatkan buah pepaya.

Kandungan vitamin C dan likopen tinggi dalam pepaya membuat buah dengan kulit berwarna hijau ini bisa menurunkan risiko sakit jantung. Selain itu, efek antioksidan pada pepaya juga dapat melindungi jantung dan membantu meningkatkan HDL (kolesterol baik).

Hal itu terbukti dari penelitian di Preventive Medicine. Para ahli dalam penelitian melaporkan bahwa suplemen pepaya yang difermentasi selama 14 minggu memberikan efek anti-peradangan. Temuan ini diujicobakan pada pasien yang mengonsumsi suplemen tersebut.

Para peserta yang memakan suplemen pepaya mengalami peningkatan HDL ketimbang pasien yang hanya diberikan plasebo. Artinya, kandungan yang ada pada pepaya berpotensi dapat menurunkan risiko penyakit jantung akibat kolesterol.

5. Manfaat pepaya untuk tulang

Salah satu kandungan vitamin dalam pepaya ternyata sangat bermanfaat untuk kesehatan tulang, yakni vitamin K. Setiap orang membutuhkan asupan vitamin K yang cukup guna menjaga kekuatan dan kepadatan tulang.

Tidak hanya itu, vitamin yang bisa didapat dari sayuran ini juga membantu tubuh menyerap berbagai mineral serta kalsium. Kedua senyawa tersebut dibutuhkan demi mencegah tulang keropos.

Di lain sisi, kekurangan vitamin K bisa berdampak buruk terhadap kesehatan tulang. Itu sebabnya, Anda bisa memenuhi kebutuhan vitamin K dengan mengonsumsi sayur dan buah, seperti pepaya.

6. Menjaga kesehatan rambut

Pepaya termasuk buah yang kaya akan vitamin A dan C. Kedua vitamin ini sangat baik untuk kesehatan rambut, seperti:

  • menutrisi rambut,
  • membantu pertumbuhan rambut, dan
  • mengurangi ketombe.

Manfaat pepaya untuk rambut ini dibuktikan lewat penelitian yang dimuat dalam jurnal Indian journal of pharmaceutical sciences. Studi ini membuktikan sifat antijamur pada biji pepaya bisa digunakan untuk mengendalikan dan mencegah ketombe.

7. Mencegah asma

Tahukah Anda bahwa konsumsi pepaya berkhasiat dalam mencegah asma? Faktanya, buah pepaya memiliki kandungan beta karoten yang cukup tinggi. Beta karoten yaitu provitamin A yang sebenarnya tidak termasuk dalam nutrisi yang dibutuhkan tubuh.

Walaupun demikian, senyawa ini dipercaya dapat menurunkan risiko asma karena memiliki sifat anti-peradangan. Dengan begitu, beta karoten dapat membantu mengurangi pembengkakan dan iritasi paru-paru akibat radikal bebas.

Setiap buah, termasuk pepaya, pada dasarnya menawarkan segudang manfaat karena memiliki kandungan gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. Namun, jangan jadikan buah pepaya sebagai satu-satunya cara untuk menjadi sehat. Makanlah buah secara beragam.

Bila memiliki pertanyaan lebih lanjut, silakan diskusikan dengan dokter untuk mendapatkan solusi yang tepat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Pepaya, segar (Papaya, fresh). (n.d). Panganku. Retrieved 11 February 2021, from http://www.panganku.org/id-ID/view 

Woods, M. (2016). Papain: Nature’s Own Digestive Aid. Winchester Hospital. Retrieved 11 February 2021, from https://www.winchesterhospital.org/health-library/article?id=38880 

Murillo, A. G., Hu, S., & Fernandez, M. L. (2019). Zeaxanthin: Metabolism, Properties, and Antioxidant Protection of Eyes, Heart, Liver, and Skin. Antioxidants (Basel, Switzerland), 8(9), 390. https://doi.org/10.3390/antiox8090390. Retrieved 11 February 2021. 

Webster, A. (2019). What is Choline?. Food Insight. Retrieved 11 February 2021, from https://foodinsight.org/what-is-choline-essential-nutrient/ 

Somanah, J., Aruoma, O. I., Gunness, T. K., Kowelssur, S., Dambala, V., Murad, F., Googoolye, K., Daus, D., Indelicato, J., Bourdon, E., & Bahorun, T. (2012). Effects of a short term supplementation of a fermented papaya preparation on biomarkers of diabetes mellitus in a randomized Mauritian population. Preventive medicine, 54 Suppl, S90–S97. https://doi.org/10.1016/j.ypmed.2012.01.014. Retrieved 11 February 2021. 

Singh, O., & Ali, M. (2011). Phytochemical and antifungal profiles of the seeds of carica papaya L. Indian journal of pharmaceutical sciences, 73(4), 447–451. https://doi.org/10.4103/0250-474X.95648. Retrieved 11 February 2021. 

Thomas, L. (2019). Papaya: Health Benefits. News Medical. Retrieved 11 February 2021, from https://www.news-medical.net/health/Papaya-Health-Benefits.aspx 

Do You Need Vitamin K Supplements for Your Bone Health?. (2019). Cleveland Clinic. Retrieved 11 February 2021, from https://health.clevelandclinic.org/do-you-need-vitamin-k-supplements-for-your-bone-health/ 

Li, J.T.C. (2020). Can foods I eat affect my asthma symptoms?. Mayo Clinic. Retrieved 11 February 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/asthma/expert-answers/asthma-diet/faq-20058105

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Irene Anindyaputri
Tanggal diperbarui 09/03/2021
x