Mengungkap 7 Manfaat Kacang Hijau yang Mengejutkan

    Mengungkap 7 Manfaat Kacang Hijau yang Mengejutkan

    Siapa yang suka bubur kacang hijau? Selain menjadi bubur, kacang kaya vitamin ini umum dikonsumsi dalam bentuk makanan lain seperti onde-onde atau bakpia. Akan tetapi, sudahkah Anda tahu kandungan dan manfaat kacang hijau bagi kesehatan?

    Kandungan kacang hijau

    mpasi kacang hijau

    Kacang hijau adalah salah satu tanaman yang dapat digunakan untuk menggantikan konsumsi nasi. Tanaman ini juga dikenal dengan sebutan green gram, mung bean, golden gram, dan nama ilmiah Vigna radiata L.

    Tanaman kacang hijau tumbuh subur dan terus diproduksi di Tiongkok, Asia Tenggara, hingga Amerika Selatan. Tak heran, mengingat kandungan gizi dan khasiatnya begitu beragam.

    Satu gelas kacang hijau seberat 100 gram dapat memberikan Anda kandungan zat gizi sebagai berikut.

    • Energi: 323 kkal
    • Protein: 23 gram
    • Lemak: 1,5 gram
    • Karbohidrat: 56,8 gram
    • Serat: 7,5 gram
    • Karoten (Vitamin A): 223 mikrogram
    • Thiamin (Vitamin B1): 0,5 miligram
    • Riboflavin (Vitamin B2): 0,15 miligram
    • Niasin (Vitamin B3): 1,5 miligram
    • Vitamin C: 10 miligram
    • Kalsium: 223 miligram
    • Fosfor: 319 miligram
    • Besi: 7,5 miligram
    • Kalium: 816 miligram
    • Zinc: 2,9 miligram

    Manfaat kacang hijau

    kacang hijau

    Kacang hijau termasuk sumber protein, vitamin, serta mineral terbaik di antara kacang-kacangan sejenisnya. Ada pula antioksidan dan senyawa tumbuhan bernama fitokimia yang sama-sama dapat memberikan khasiat kacang hijau di bawah ini.

    1. Menurunkan risiko penyakit jantung

    Plak pada pembuluh darah dan kolesterol darah yang tinggi merupakan dua penyebab utama penyakit jantung. Kabar baiknya, banyak studi menyebutkan bahwa konsumsi kacang hijau berpotensi menurunkan risiko penyakit jantung.

    Antioksidan vitexin dan isovitexin pada kacang hijau dapat menghambat penyerapan kolesterol serta pembentukan jaringan lemak. Selain itu, antioksidan juga melindungi pembuluh darah dari kerusakan akibat radikal bebas dan penumpukan plak.

    2. Menurunkan kolesterol

    Kacang hijau ternyata memiliki manfaat bagi penderita penyakit jantung dan kolesterol tinggi. Zat antioksidan di dalamnya dapat membantu menurunkan kolesterol total serta low-density lipoprotein (LDL) dan trigliserida yang merupakan kolesterol jahat.

    Para ahli menduga bahwa antioksidan pada kacang hijau mungkin memicu produksi empedu, cairan yang menguraikan lemak dan kolesterol pada proses pencernaan. Zat ini tampaknya juga mencegah pembentukan timbunan lemak pada tubuh.

    3. Manfaat kacang hijau pada penyakit hati

    Hati dapat mengalami kerusakan akibat infeksi virus, konsumsi alkohol, dan sejumlah penyakit. Namun, sebuah studi dalam jurnal Nutrients menyebutkan bahwa konsumsi kacang hijau mungkin dapat menurunkan risiko kerusakan pada hati.

    Kacang hijau ternyata memiliki efek melindungi hati dari kerusakan akibat peradangan dan penumpukan lemak. Pemberian suplemen kacang hijau juga terbukti mengurangi aktivitas enzim hati yang menjadi penanda adanya kerusakan pada organ ini.

    Makanan Sehat yang Dianjurkan untuk Pasien Hepatitis

    4. Menurunkan tekanan darah

    Protein pada kacang hijau ternyata tidak hanya membantu membentuk otot, tapi juga memiliki khasiat bagi penderita hipertensi. Para ahli mengungkapkan bahwa protein ini dapat menghambat kerja angiotensin converting enzyme (ACE).

    ACE adalah enzim yang menyebabkan tekanan darah tinggi. Banyak obat hipertensi bekerja dengan menghambat fungsi enzim ini. Usut punya usut, protein tertentu pada kacang hijau juga dapat bekerja dengan cara yang sama.

    5. Memperkuat sistem kekebalan tubuh

    Kacang hijau kaya akan polisakarida, yakni jenis karbohidrat kompleks dengan serat yang tinggi. Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa polisakarida yang diambil dari kacang hijau punya manfaat mengaktifkan sel darah putih yang disebut makrofag.

    Selain itu, ada pula kandungan fitonutrien (zat kimia alami tumbuhan) yang bekerja sebagai zat antibengkak. Fitonutrien pada kacang yang berkerabat dengan kedelai ini mampu menetralkan bakteri, virus, dan mikroba lainnya yang menyebabkan infeksi.

    6. Manfaat kacang hijau untuk PMS

    Hormon yang naik-turun sebelum menstruasi dapat menimbulkan gejala PMS. Selain dengan minum obat, Anda pun dapat mengatasi hal ini dengan mengonsumsi kacang hijau. Ini karena kacang hijau tinggi akan vitamin B1, vitamin B2, dan folat.

    Beberapa penelitian menemukan bahwa suplemen vitamin B dan folat bisa meredakan gejala PMS. Ini mungkin karena keduanya adalah bahan pembentuk zat kimia pada otak yang berperan dalam mencegah timbulnya gejala PMS.

    7. Berpotensi mencegah kanker

    Banyak studi terdahulu menemukan kaitan antara konsumsi kacang-kacangan dengan manfaat menurunkan risiko beberapa jenis kanker. Manfaat ini mungkin berasal dari kandungan protein, peptida, dan asam fenolat seperti yang ada pada kacang hijau.

    Ketiganya berpotensi mencegah pembentukan serta penyebaran kanker pada sistem pencernaan, payudara, dan sel darah putih. Pemberian ekstrak kacang hijau juga dapat mencegah pembentukan pembuluh darah yang menjadi jalur makanan bagi sel kanker.

    Kacang hijau merupakan jenis kacang-kacangan yang tinggi zat gizi dan antioksidan sehingga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Anda bisa mendapatkan berbagai manfaat tersebut cukup dengan menambahkan makanan ini ke dalam menu Anda.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Data Komposisi Pangan Indonesia (Kacang hijau, kering). (2018). Retrieved 11 February 2021, from http://panganku.org/id-ID/view

    Hou, D., Yousaf, L., Xue, Y., Hu, J., Wu, J., Hu, X., Feng, N., & Shen, Q. (2019). Mung Bean (Vigna radiata L.): Bioactive Polyphenols, Polysaccharides, Peptides, and Health Benefits. Nutrients, 11(6), 1238. https://doi.org/10.3390/nu11061238

    Chocano-Bedoya, P. O., Manson, J. E., Hankinson, S. E., Willett, W. C., Johnson, S. R., Chasan-Taber, L., Ronnenberg, A. G., Bigelow, C., & Bertone-Johnson, E. R. (2011). Dietary B vitamin intake and incident premenstrual syndrome. The American journal of clinical nutrition, 93(5), 1080–1086. https://doi.org/10.3945/ajcn.110.009530

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Theresia Evelyn Diperbarui Mar 15, 2021
    Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro