Seperti Apa Pola Makan yang Terbaik Bagi Lansia?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Memerhatikan asupan nutrisi seimbang merupakan bagian penting untuk menjaga kesehatan lansia (orang lanjut usia). Hal tersebut tidak hanya membantu lansia mengontrol berat badan dan mendapatkan nutrisi yang mereka butuhkan, pola makan sehat juga akan menurunkan risiko berbagai komplikasi penyakit seperti penyakit jantung dan diabetes. Lantas bagaimana cara mengatur pola makan lansia? Berikut panduannya.

Panduan pola makan lansia

1. Fokus pada asupan gizi seimbang

Aturan pola makan lansia yang paling penting adalah mencukupi kebutuhan nutrisi dan gizinya. Mengonsumsi makanan kaya gizi dan nutrisi akan membantu lansia mendapatkan vitamin, mineral, protein, karbohidrat, serta lemak yang mereka butuhkan.

Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan, bahan makanan sehat untuk lansia yang dianjurkan adalah:

  • Bahan makanan sumber karbohidrat, seperti oatmeal (bubur gandum), roti gandum, beras merah, dan beras tumbuk.
  • Bahan makanan sumber protein, seperti susu rendah lemak, ikan, tempe, dan tahu.
  • Bahan makanan sumber lemak sehat, seperti kacang-kacangan (kacang tanah/selai kacang), minyak kedelai, dan minyak jagung.
  • Sayuran berwarna hijau atau jingga seperti bayam, kangkung, wortel, brokoli, labu kuning, labu siam, dan tomat.
  • Buah-buahan segar seperti pepaya, pisang, jeruk, apel, semangka, dan lain sebagainya.
  • Sebisa mungkin pilihlah makanan segar dan hindari segala jenis makanan olahan yang menggunakan bahan pengawet.

2. Mengatur porsi makan

Salah satu penyebab kenaikan berat badan yang drastis pada lansia adalah karena mereka tidak mengendalikan porsi makannya. Nah, itu sebabnya penting bagi para lansia memerhatikan porsi makannya setiap hari.

Porsi makan lansia hendaknya diatur merata dalam satu hari sehingga mereka jadi makan lebih sering dengan porsi yang kecil. Dianjurkan bagi lansia untuk makan besar sebanyak tiga kali dengan makanan selingan sebanyak dua kali sehari. Bila lansia mengalami kesulitan mengunyah makanan karena gigi ompong atau gigi palsu yang bekerja kurang baik, maka makanan yang diberikan harus lunak atau dicincang dulu. Mengajak lansia makan bersama-sama dalam satu meja akan meningkatkan nafsu makan mereka.

3. Batasi gula, garam dan lemak

Membatasi konsumsi gula, garam dan lemak sangat penting untuk menjaga kesehatan lansia mengingat sistem pencernaan mereka tidak bisa bekerja semaksimal saat masih muda dulu. Apabila asupan gula, garam, dan lemak ini tidak dibatasi, maka lansia akan berisiko lebih tinggi mengalami hipertensi, kolesterol tinggi, hiperglikemia, stroke, penyakit jantung, dan diabetes.

4. Konsumsi kalsium

Kalsium berperan penting untuk menjaga kesehatan dan kekuatan tulang. Sayangnya, penyerapan kalsium untuk tulang akan semakin berkurang seiring bertambahnya usia. Jika kepadatan tulang mulai berkurang hal ini akan membuat seseorang lebih rentan terhadap pengeroposan tulang dan gigi. Menurut angka kecukupan gizi untuk masyarakat Indonesia, kebutuhan kalsium lansia dalam sehari adalah sebesar 1.000 mg.

Anda bisa mendapatkan sumber kalsium dari berbagai makanan seperti susu, keju, yogurt, kacang almond, sayuran hijau (bayam, kangkung, dan bok choy), serta ikan (sarden, ikan teri, dan salmon).

pola makan lansia

5. Perhatikan kebutuhan kalori lansia

Seiring bertambahnya usia, kebutuhan kalori lansia akan mengalami penurunan. Sedangkan kebutuhan nutrisinya tetap sama atau mengalami sedikit peningkatkan. Ini terjadi lantaran semakin tua seseorang, biasanya semakin berkurang juga aktivitas fisik yang dilakukan. Alhasil, kebutuhan kalorinya pun ikut menurun.

Sebenarnya kebutuhan kalori setiap orang berbeda, termasuk pada setiap lansia. Untuk mengetahui kebutuhan kalori yang ideal bagi lansia, hitung dengan Kalkulator Kebutuhan Kalori dalam tautan ini atau di bit.ly/kalkulatorBMR. Anda bisa cek jumlah kalori yang dibutuhkan lansia berdasarkan jenis kelamin, tinggi badan, berat badan, usia, serta aktivitas fisiknya di sana.

6. Penuhi kebutuhan cairan

Selain berbagai hal yang sudah disebutkan di atas, asupan pola makan lansia yang tidak kalah penting adalah cairan. Kebanyakan lansia sering kesulitan memenuhi kebutuhan cairan hariannya. Itu sebabnya, mereka lebih rentan terkena dehidrasi. Nah, untuk menghindari dehidrasi, pastikan para lansia memenuhi kebutuhan asupan cairannya dengan baik.

Untuk memenuhi kebutuhan cairan lansia jangan dihitung dari banyaknya minum air putih saja. Anda juga dapat menyiasati kebutuhan cairan lansia dengan konsumsi makanan yang berkuah seperti sup atau buah dan sayuran yang banyak mengandung air. Tidak hanya menghindari dehidrasi, cara ini juga bisa dilakukan untuk memenuhi kebutuhan gizi harian yang dibutuhkan lansia untuk menjaga sistem kekebalan tubuhnya yang rawan.

Berapa Banyak Kalori yang Anda Butuhkan?

Selain rajin berolahraga, mengetahui berapa banyak asupan kalori yang harus dikonsumsi juga penting untuk menjaga kesehatan. Cari tahu kalori harian yang Anda butuhkan di sini.

Cari Tahu!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Penyakit yang Banyak Menyerang Lansia di Indonesia

Semakin bertambah usia seseorang, pada umumnya semakin banyak penyakit yang diderita. Apa saja penyakit pada lansia yang sering terjadi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan Lansia, Masalah Kesehatan pada Lansia 12 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Kenali Faktor Risiko Sejak Dini untuk Cegah Osteoporosis di Usia Lanjut

Sebelum terlambat, segera kenali apa faktor risiko, penyebab dan cara mencegah osteoporosis usia lanjut selengkapnya di artikel ini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Konten Bersponsor
mencegah osteoporsis usia lanjut
Osteoporosis, Kesehatan Muskuloskeletal 1 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit

Begini Peran Penting Probiotik untuk Kesehatan Lansia

Bakteri tak selalu jahat. Bakteri baik berperan menjaga kesehatan orang lanjut usia. Simak penjelasan dan peran bakteri baik alias probiotik untuk lansia.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
lansia bermain di pantai berkat kesehatan yang baik, seperti menjaga keseimbangan mikrobiota usus dengan probiotik
Kesehatan Lansia, Gizi Lansia 18 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Menjalani Gaya Hidup Sehat, Kunci Lansia Bahagia di Hari Tua

Menikmati hidup dapat meningkatkan kebugaran lansia, dan kebugaran juga dibutuhkan untuk bisa menikmati hidup. Caranya? Terapkan gaya hidup sehat ini!

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
gaya hidup sehat lansia
Kesehatan Lansia 10 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara mencegah mata minus

Tak Hanya Lansia, Orang Muda Juga Bisa Kena Katarak, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 7 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
berat badan ideal lansia

Ini Alasan Lansia Perlu Menjaga Berat Badan Ideal

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Nadhila Erin
Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
osteopenia adalah

Osteopenia

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 1 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit
Konten Bersponsor
merawat lansia

3 Hal yang Harus Anda Perhatikan Saat Merawat Lansia

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 5 November 2020 . Waktu baca 5 menit