Bagaimana Cara Menggunakan Minyak Zaitun yang Benar?

    Bagaimana Cara Menggunakan Minyak Zaitun yang Benar?

    Cara menggunakan minyak zaitun perlu diketahui agar tidak merusak zat gizinya. Dari sekian banyak teknik memasak, pemilihan metode yang paling tepat dapat menjaga manfaat kandungan minyak zaitun sekaligus citarasanya.

    Untuk itu, cari tahu lebih dalam tentang cara menggunakan minyak yang satu ini.

    Cara menggunakan minyak zaitun yang benar untuk memasak

    Perlu Anda ketahui, ekstrak minyak dari buah zaitun bisa didapatkan dengan cara menghancurkan zaitun menjadi pasta lembut.

    Proses ini membantu memisahkan minyak dengan kandungan zaitun lainnya. Minyak yang keluar nantinya disaring agar menjadi minyak murni.

    Memang, minyak zaitun untuk wajah adalah penggunaan yang lazim. Namun, minyak yang berasal dari buah Olea europaea ini tak kalah pamor di dunia kuliner.

    Selain menyiramnya di atas sayuran, berikut ini adalah cara tepat menggunakan minyak zaitun saat memasak agar kandungan gizinya tidak rusak.

    1. Tuang minyak zaitun secukupnya

    Anda harus mengonsumsi minyak zaitun secukupnya untuk mendapatkan khasiatnya secara optimal. Lantas, berapa banyak minyak zaitun yang diperlukan untuk memasak?

    Dalam memasak, cara menggunakan minyak zaitun yang tepat adalah menambahkan sebanyak 1,5 sendok dalam satu porsi makanan untuk satu orang.

    Menggantikan minyak goreng biasa dengan minyak zaitun terbukti membantu mengurangi risiko penyakit jantung koroner.

    Asam oleat terbukti membantu mengurangi peradangan di dalam tubuh dan kadar kolesterol jahat.

    2. Gunakan untuk masakan tumisan

    Minyak zaitun sebenarnya cocok untuk berbagai jenis metode memasak, seperti menumis dan menggoreng atau deep frying.

    Minyak yang murni terbukti tahan terhadap penguraian dan pembentukan senyawa polar akibat proses pemanasan.

    Senyawa polar adalah kandungan berbahaya yang muncul akibat reaksi kimiawi. Keunggulan ini berasal dari kandungan asam oleat dan antioksidan minyak zaitun.

    Meskipun demikian, cara menggunakan minyak zaitun yang dianjurkan adalah dengan menambahkannya pada tumisan.

    Teknik deep frying memakai minyak zaitun sebagai minyak goreng dalam jumlah yang banyak. Kandungan lemaknya akan meningkatkan jumlah asupan kalori harian Anda.

    3. Pastikan suhu memasak tidak terlalu tinggi

    Ada kesalahpahaman mengenai cara menggunakan minyak zaitun. Banyak yang mengira memasak minyak zaitun dalam suhu tinggi bisa menghilangkan khasiatnya.

    Faktanya, Anda tetap bisa memasak dengan minyak zaitun asalkan suhunya tidak terlalu panas.

    Studi yang terbit pada jurnal Journal of Agricultural and Food Chemistry (2007) menemukan bahwa kadar vitamin E pada minyak zaitun berkurang sebanyak 30% saat dipanaskan dengan suhu 180 °C.

    Dengan suhu yang sama, sebanyak 80% kadar polifenol jenis oleuropein aglycone pada minyak zaitun pun berkurang.

    Kedua jenis zat gizi ini bersifat antioksidan. Artinya, minyak zaitun berpotensi melindungi tubuh dari paparan radikal bebas.

    Berdasarkan penelitian ini, cara tepat menggunakan minyak zaitun saat memasak berarti dengan menjaga suhu masakan tetap di bawah 180 °C.

    Hal ini bertujuan agar zat gizinya tetap terjaga sehingga Anda bisa merasakan manfaatnya.

    4. Panaskan kurang dari satu jam

    Beberapa proses memasak melibatkan suhu tinggi. Paparan panas terbukti mampu memengaruhi zat gizi yang terkandung pada minyak zaitun.

    Tak hanya temperatur, waktu yang diperlukan untuk memanaskan minyak zaitun berpengaruh.

    Penelitian berbeda yang terbit pada jurnal Journal of Agricultural and Food Chemistry (2009) menemukan, memanaskan minyak zaitun pada suhu 240 °C selama lebih dari satu jam bisa menurunkan kandungan oleocanthal hingga 19 persen.

    Riset ini juga menyatakan bahwa memanaskan minyak zaitun selama 90 menit bisa mengurangi rasa khasnya hingga 31 persen.

    Oleocanthal adalah salah satu kandungan bersifat anti-inflamasi yang dapat mengurangi peradangan pada tubuh. Kandungan ini juga bisa memberikan sensasi hangat di tenggorokan.

    Cara menyimpan minyak zaitun agar kandungannya terjaga

    manfaat minyak zaitun untuk wajah

    Langkah-langkah menyimpan tentu tak kalah penting dengan cara menggunakan minyak zaitun.

    Menyimpan minyak zaitun dengan benar bisa semakin menjaga daya tahan, rasa, dan kandungan gizinya. Berikut adalah cara menyimpan minyak zaitun.

    1. Taruh di tempat dengan suhu sejuk

    Simpanlah minyak zaitun di tempat sejuk dan jauh dari paparan matahari. Anda bisa meletakkannya di kulkas atau lemari makanan di sisi terdalam.

    Jika Anda melihat minyak zaitun membeku di kulkas, Anda tidak perlu khawatir. Ini tidak mengubah kualitasnya.

    2. Simpan dalam jangka waktu tertentu

    Minyak zaitun umumnya bertahan selama 18–24 bulan di dalam botol. Minyak zaitun murni atau extra virgin olive oil memiliki daya simpan yang lebih sebentar, yakni 12–18 bulan.

    Anda tetap akan merasakan perubahan citarasa minyak zaitun seiring berjalannya waktu. Meski demikian, akan lebih baik bila Anda menyimpan sesuai anjuran yang tertera pada kemasan.

    Jika Anda tidak bisa menemukannya, Ada bisa menulis tanggal pembelian dan waktu pembukaan segel botol. Ini berguna untuk memastikan durasi minyak zaitun saat Anda simpan.

    3. Letakkan di tempat gelap

    Sebaiknya, simpan minyak zaitun di dalam tempat yang gelap dan tidak transparan. Tempat gelap dapat melindungi minyak zaitun dari paparan cahaya yang bisa memicu oksidasi.

    Proses oksidasi akan mempercepat molekul lemak dalam minyak zaitun pecah sehingga kualitasnya berkurang.

    Anda pun bisa memilih botol kemasan dengan berwarna hijau gelap yang terbuat dari kaca saat membelinya. Kemasan yang gelap mencegah minyak zaitun tidak terkena paparan cahaya secara langsung.

    Cara menggunakan minyak zaitun sebenarnya tidak terlalu rumit.

    Kandungan antioksidan dan asam oleatnya membuat minyak zaitun cukup stabil sehingga tidak rentan mengeluarkan senyawa berbahaya dan kandungannya rusak.

    Meski demikian, pastikan Anda memilih suhu yang tepat saat memasak menggunakan minyak zaitun.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Cicerale, S., Conlan, X., Barnett, N., Sinclair, A., & Keast, R. (2009). Influence of Heat on Biological Activity and Concentration of Oleocanthal–a Natural Anti-inflammatory Agent in Virgin Olive Oil. Journal Of Agricultural And Food Chemistry, 57(4), 1326-1330. doi: 10.1021/jf803154w

    Yuan, L., Jiang, F., Cao, X., Liu, Y., & Xu, Y. (2020). Metabolomics reveals the toxicological effects of polar compounds from frying palm oil. Food & Function, 11(2), 1611-1623. doi: 10.1039/c9fo02728a

    Cooking with Olive Oil | Olive Wellness Institute. (2021). Retrieved 7 December 2021, from https://olivewellnessinstitute.org/extra-virgin-olive-oil/cooking-with-olive-oil/

    FDA Completes Review of Qualified Health Claim Petition for Oleic Acid. (2021). Retrieved 7 December 2021, from https://www.fda.gov/food/cfsan-constituent-updates/fda-completes-review-qualified-health-claim-petition-oleic-acid-and-risk-coronary-heart-disease

    Mousavi, S., Mariotti, R., Stanzione, V., Pandolfi, S., Mastio, V., Baldoni, L., & Cultrera, N. (2021). Evolution of Extra Virgin Olive Oil Quality under Different Storage Conditions. Foods, 10(8), 1945. doi: 10.3390/foods10081945

    Gargouri, B., Zribi, A., & Bouaziz, M. (2014). Effect of containers on the quality of Chemlali olive oil during storage. Journal Of Food Science And Technology, 52(4), 1948-1959. doi: 10.1007/s13197-014-1273-2

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Larastining Retno Wulandari Diperbarui Dec 16, 2021
    Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro