home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Enak dan Mudah Diolah, Ini 5 Manfaat dari Jagung untuk Kesehatan Tubuh

Enak dan Mudah Diolah, Ini 5 Manfaat dari Jagung untuk Kesehatan Tubuh

Selain nasi, jagung menjadi salah satu makanan pokok bagi masayarakat Indonesia. Makanan yang rasanya manis ini, bisa disajikan dalam berbagai bentuk olahan. Entah itu direbus, dibakar, atau dicampurkan dengan makanan lain untuk dijadikan lauk atau camilan. Tidak hanya mengenyangkan perut Anda, ternyata kandungan nutrisi jagung cukup melimpah sehingga memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh. Mau tahu apa saja khasiat dan kandungan gizinya? Berikut ulasan lengkapnya.

Kandungan gizi jangung

Si kuning manis nan gurih yang punya nama latin Zea mays ini sebetulnya tergolong ke dalam buah-buahan karena dihasilkan melalui proses pembuahan. Anda bisa memanfaatkan jagung dalam bentuk buahnya langsung, atau dalam bentuk lain, seperti minyak jagung atau tepung jagung.

Jagung digunakan sebagai makanan pokok, karena kandungan karbohidrat di dalamnya bisa memberikan energi pada tubuh untuk beraktivitas. Selain itu, kandungan nutrisi lainnya pada jagung juga memberikan manfaat kesehatan yang melimpah. ‘

Dalam 100 gram jagung mentah, terkandung berbagai macam nutrisi yang diperlukan tubuh, di antaranya:

  • Protein: 5,1 gram.
  • Lemak: 0,7 gram.
  • Karbohidrat: 31,5 gram.
  • Serat: 1,3 gram.
  • Kalsium: 6 mg.
  • Fosfor: 122 mg.
  • Besi: 1,1 mg.
  • Natrium: 5 mg.
  • Kalium: 33,6 mg.
  • Tembaga: 0,13 mg.
  • Zinc: 0,9 mg.
  • Beta karoten: 113 mcg.
  • Thiamin (Vitamin B1): 0,24 mg.
  • Riboflavin (Vitamin B2): 0,10 mg.
  • Niacin (Vitamin B3): 0,8 mg.
  • Vitamin C: 9 mg.

Manfaat jagung untuk kesehatan

Berdasarkan kandungan nutrisinya, berikut adalah berbagai manfaat jagung yang mungkin bisa Anda dapatkan.

1. Menjaga kesehatan mata

Si kuning manis dan gurih ini kaya dengan vitamin C dan vitamin B. Vitamin C pada jagung memberi manfaat dalam menunjang perbaikan sel, meningkatkan kekebalan tubuh, dan memiliki sifat anti-penuaan. Sementara vitamin B berperan penting dalam pengolahan energi.

Menariknya lagi, meski mungkin terdengar mengejutkan, jagung merupakan sumber pangan yang kaya akan antioksidan dibanding banyak biji-bijian sereal lainnya, seperti lutein, zeaxanthin, asam ferulat, dan beta-karoten.

Karotenoid (lutein, beta-karoten, dan zeaxanthin) dikenal dapat mampu menunjang sistem imun tubuh dan telah terbukti sebagai vitamin yang penting untuk kesehatan mata. Tingginya kadar dua karotenoid ini dalam darah sangat terkait dengan penurunan risiko dari degenerasi makular dan katarak.

2. Mengandung gula yang aman untuk gula darah

Komposisi nutrisi utama jagung adalah karbohidrat, sehingga cocok untuk makanan pokok. Namun tidak seperti kandungan karbohidrat olahan dalam roti atau nasi putih yang cepat menguras energi, karbohidrat pada jagung memberikan suplai energi yang stabil dan tahan lama.

Ini karena karbohidrat yang terkandung dalam jagung adalah jenis karbohidrat kompleks. Selain itu, jagung juga mengandung serat dan protein. Kombinasi ketiga nutrisi dalam jagung ini membuatnya lambat dicerna oleh tubuh.

Selain itu, ketiga nutrisi tersebut memberi manfaat untuk mengendalikan kadar gula darah, karena serat memperlambat kecepatan tubuh memecah karbohidrat (glukosa) untuk dilepaskan ke dalam aliran darah.

Meskipun kadar gula dalam buah ini termasuk tinggi (2 gram per 100 gram), buah ini bukanlah makanan dengan indeks glikemik tinggi. Itulah mengapa jika Anda makan buah ini secara utuh, tidak akan menyebabkan gula darah Anda melonjak secara dramatis.

Sebaliknya, makan buah ini dalam jumlah sewajarnya telah terbukti berhubungan dengan kontrol gula darah yang lebih baik pada penderita diabetes.

3. Melindungi dari risiko penyakit jantung

Antioksidan bermanfaat bagi kesehatan jantung karena membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Salah satu penelitian Food Science And Human Wellness, menyebutkan bahwa jagung penting dalam melindungi sekaligus menurunkan faktor risiko penyakit jantung.

Penyakit jantung dan hipertensi (tekanan darah tinggi) berkaitan satu sama lain. Ini karena hipertensi merupakan salah satu faktor risiko penyakit jantung. Tekanan darah tinggi bisa memperberat kinerja jantung sehingga dalam jangka panjang bisa menimbulkan masalah pada jantung.

Jadi, dengan mengonsumsi jagung dan jenis sayur lainnya, Anda bisa mendapatkan khasiat perlindungan pada jantung dari berbagai macam gangguan.

4. Menurunkan risiko kanker

Bagi Anda penggemar berat jagung, pasti paham benar sensasi perut kenyang yang super memuaskan padahal hanya dengan memakan satu bonggolnya. Manfaat jagung yang membuat perut kenyang lebih lama ini berkat kandungan seratnya, yang bisa mencapai sekitar 2 gram per gram-nya.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa serat adalah salah satu nutrisi kunci untuk memelihara sistem pencernaan. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa jagung dapat mendukung pertumbuhan bakteri ramah dalam usus besar dan bakteri mengubahnya menjadi asam lemak rantai pendek, atau SCFA.

SCFA dapat membantu menurunkan risiko Anda terhadap banyak gangguan pencernaan, termasuk risiko kanker usus. Manfaat jagung untuk sistem pencernaan juga mungkin datang dari sifat alaminya yang bebas gluten.

Konsumsi gluten terkait dengan beragam gejala negatif, termasuk perut kembung, kram, diare, sembelit, hingga kelelahan dan masalah kulit.

Bahkan, efek ini tidak hanya terbatas muncul pada mereka yang punya penyakit Celiac atau alergi gluten saja. Ini membuat jagung atau tepung jagung sebagai alternatif yang baik untuk gandum atau makanan yang mengandung gluten lainnya.

Tips aman mengonsumsi jagung

Manfaat jagung yang melimpah tentu sangat sayang jika Anda abaikan. Pasalnya, selain enak, jagung termasuk makanan yang pengolahannya tergolong mudah. Anda bisa mengolah jagung cukup dengan merebus saja, menambahkan susu dan keju sehingga jadi lebih manis, atau membuatnya menjadi jagung bakar yang gurih dan memanjakan lidah.

Akan tetapi, konsumsi jagung juga tidak boleh berlebihan. Anda tetap harus mengombinasikan buah dan sayur lain sebagai menu makanan dan camilan setiap hari. Tidak cukup mengandalkan jagung saja untuk mencukupi kebutuhan asupan nutrisi tubuh.

Jagung yang segar, kaya akan kandungan nutrisi. Jika stok jagung cukup banyak, Anda bisa menyimpannya dalam kulkas. Suhu dingin bisa memperlambat proses kimia yang menyebabkan jagung kehilangan rasa manisnya. Jagung ini bisa bertahan dan tetap enak untuk Anda konsumsi selama 3 hingga 5 hari di dalam kulkas.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Beranda. Data Komposisi Pangan Indonesia – Beranda. https://www.panganku.org/id-ID/view (keyword: jagung kuning mentah) [Accessed on February 19th, 2021]

Cash in on the health benefits of corn. Mayo Clinic Health System. https://www.mayoclinichealthsystem.org/hometown-health/speaking-of-health/cash-in-on-the-health-benefits-of-corn [Accessed on February 19th, 2021]

Diet and nutrition. . https://www.aoa.org/healthy-eyes/caring-for-your-eyes/diet-and-nutrition?sso=y [Accessed on February 19th, 2021]

Vitamin C. (2017, October 18). Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements-vitamin-c/art-20363932 [Accessed on February 19th, 2021]

Harvard Health Publishing. (2019, September 24). Understanding antioxidants. Harvard Health. https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/understanding-antioxidants [Accessed on February 19th, 2021]

Vitamins and minerals – B vitamins and folic acid. (2017, October 23). nhs.uk. https://www.nhs.uk/conditions/vitamins-and-minerals/vitamin-b/ [Accessed on February 19th, 2021]

Tay, J., Luscombe-Marsh, N. D., Thompson, C. H., Noakes, M., Buckley, J. D., Wittert, G. A., Yancy, W. S., Jr, & Brinkworth, G. D. (2015). Comparison of low- and high-carbohydrate diets for type 2 diabetes management: a randomized trialThe American journal of clinical nutrition102(4), 780–790. https://doi.org/10.3945/ajcn.115.112581 [Accessed on February 19th, 2021]

Carbohydrates: Types, good vs bad carbs & benefits. Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/articles/15416-carbohydrates [Accessed on February 19th, 2021]

Siyuan, S., Tong, L., & Liu, R. (2018). Corn phytochemicals and their health benefitsFood Science And Human Wellness7(3), 185-195. doi: 10.1016/j.fshw.2018.09.003 [Accessed on February 19th, 2021]

Baxter, N. T., Schmidt, A. W., Venkataraman, A., Kim, K. S., Waldron, C., & Schmidt, T. M. (2019). Dynamics of Human Gut Microbiota and Short-Chain Fatty Acids in Response to Dietary Interventions with Three Fermentable FibersmBio10(1), e02566-18. https://doi.org/10.1128/mBio.02566-18 [Accessed on February 19th, 2021]

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Aprinda Puji
Tanggal diperbarui 4 minggu lalu
x