Anemia Defisiensi Besi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit
Bagikan sekarang

Pengertian

Apa itu anemia defisiensi besi?

Anemia defisiensi besi (iron deficiency anemia) adalah jenis anemia yang terjadi akibat tubuh kekurangan zat besi.

Zat besi adalah nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh untuk menghasilkan cukup sel darah merah yang sehat. Tubuh Anda tidak dapat menghasilkan zat besi secara alami. Itu sebabnya, Anda perlu mendapatkan asupan zat besi dari makanan atau suplemen.

Zat besi yang terlalu rendah membuat Anda mengalami beberapa masalah kesehatan, salah satunya anemia defisiensi besi.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Anemia defisiensi besi adalah salah satu jenis anemia yang paling umum ditemui dan mudah diobati. Kondisi ini paling rentan dialami anak-anak remaja dan wanita hamil.

Orang yang mengalami perdarahan parah, seperti akibat kecelakaan, juga rentan mengalami kondisi ini.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala anemia defisiensi besi?

Tergantung penyebabnya, berbagai jenis anemia bisa menimbulkan sejumlah gejala khusus. Dikutip dari Mayo Clinic, tanda dan gejala paling umum dari anemia defisiensi besi adalah:

  • Kelelahan
  • Tampak lemah, lesu, dan tidak bertenaga
  • Sesak napas
  • Kulit pucat
  • Nyeri dada akibat detak jantung cepat
  • Sakit kepala atau pusing
  • Tangan dan kaki  terasadingin
  • Peradangan atau nyeri lidah Anda
  • Kuku jadi rapuh
  • Mengidam makanan aneh, misalnya ingin makan seperti es batu
  • Nafsu makan yang buruk, terutama pada bayi dan anak-anak dengan anemia defisiensi besi

Mungkin ada beberapa tanda atau gejala yang tidak tercantum. Jika Anda memiliki kekhawatiran terkait gejala, silakan konsultasikan dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda mengalami tanda-tanda atau gejala anemia defisiensi besi seperti di atas atau memiliki pertanyaan, sebaiknya hubungi dokter.

Sebaiknya, Anda tidak minum suplemen besi sembarangan sebelum berkonsultasi ke dokter. Terlalu banyak zat besi bisa membuat organ hati bekerja lebih keras dan berisiko menyebabkan komplikasi fatal lainnya.

Simpanan zat besi dalam jumlah yang berlebih di luar batas dapat meningkatkan risiko Anda mengalami kondisi yang disebut hemokromatosis.

Penyebab

Apa penyebab anemia defisiensi besi?

Beda jenisnya, beda pula penyebab anemia yang mendasarinya. Penyebab anemia defisiensi besi adalah kurangnya zat besi dalam tubuh untuk memproduksi hemoglobin.

Hemoglobin merupakan bagian dari sel darah merah yang memberi darah warna merah pada darah. Hemoglobin jugalah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh agar Anda bisa beraktivitas dengan baik.

Zat besi berperan dalam pembentukan hemoglobin. Jika zat besi dalam tubuh kurang, kemampuan memproduksi hemoglobin berkurang pula.

Tak hanya kurang asupan zat besi, anemia defisiensi juga bisa terjadi jika kemampuan tubuh untuk menyerap zat besi telah menurun. Trauma atau kecelakaan yang menyebabkan Anda kehilangan banyak darah juga dapat menghabiskan simpanan zat besi di dalam tubuh.

Faktor risiko

Apa saja faktor risiko anemia defisiensi besi?

Berikut adalah faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda terkena anemia defisiensi besi:

1. Kekurangan darah

Kekurangan darah adalah salah satu faktor penyebab anemia defisiensi zat besi. Ada beberapa kondisi yang bisa menyebabkan Anda kekurangan darah, di antaranya:

  • Menstruasi yang lama pada wanita
  • Kecelakaan atau trauma

2. Kekurangan asupan zat besi

Kurang makan makanan mengandung zat besi juga dapat menyebabkan anemia.

Kurang asupan zat besi umumnya sering diderita pada mereka yang menjalani pola hidup vegetarian. Untuk mengatasinya, para vegetarian bisa mengonsumsi suplemen zat besi.

Konsumsi bahan makanan yang mengandung zat besi sebaiknya diikuti dengan makan atau minum minuman yang kaya akan vitamin C.

Vitamin C berguna dalam membantu penyerapan zat besi. Ini berarti vitamin C dapat membantu mengatasi anemia

3. Tubuh tidak mampu menyerap zat besi

Ulkus (luka) di lambung atau kanker pada saluran pencernaan adalah kondisi yang dapat menyebabkan anemia defisiensi zat besi. Beberapa kondisi tersebut dapat menyebabkan perdarahan gastrointestinal (saluran pencernaan).

Perdarahan ini bisa mengurangi tingkat zat besi dalam darah Anda. Jenis-jenis kekurangan darah ini sulit dideteksi dan prosesnya lama.

Bahkan ketika Anda sudah makan makanan kaya akan zat besi, ada kemungkinan tubuh Anda tidak dapat menyerapnya.

Tidak hanya itu, obat untuk mengurangi asam lambung dapat memengaruhi penyerapan zat besi di tubuh Anda.

Operasi untuk mengangkat bagian usus tertentu dapat mengurangi kemampuan tubuh untuk menyerap zat besi dan nutrisi lainnya. Ini juga bisa menjadi gejala penyakit lain seperti penyakit Celiac atau Crohn.

4. Kehamilan

Anemia akibat kekurangan zat besi banyak terjadi pada wanita hamil. Ini karena tubuh ibu akan butuh volume darah lebih banyak untuk janin yang dikandungnya.

5. Kondisi lainnya

Beberapa faktor yang meningkatkan risiko terkena anemia defisiensi besi adalah:

  • Jenis kelamin: wanita lebih mungkin mengalami kondisi ini karena menstruasi dan hamil.
  • Usia: bayi dan anak-anak lebih mungkin terkena anemia jika tidak mendapatkan cukup zat besi dari susu yang diminum. Sedangkan remaja mungkin terkena anemia jika tubuh mereka tidak menyediakan zat besi untuk pertumbuhan.
  • Pola makan tertentu, seperti vegetarian.
  • Donor darah: terlalu sering donor darah dapat menurunkan kadar zat besi dalam tubuh.

Komplikasi

Apa saja komplikasi yang mungkin terjadi akibat anemia defisiensi besi?

Komplikasi serius akibat anemia juga dapat muncul jika kondisi ini tidak ditangan dengan baik. serius jika tidak ditangani dengan baik. Beberapa risiko komplikasi yang umum dari anemia defisiensi zat besi adalah:

1. Masalah jantung

Anemia defisiensi besi dapat menyebabkan jantung berdetak lebih cepat dari normalnya atau jstru tidak teratur.

Jantung Anda harus memompa lebih banyak darah untuk mengimbangi kekurangan oksigen yang dibawa dalam darah jika mengalami anemia. Ini dapat menyebabkan pembesaran jantung atau gagal jantung. Maka itu, asupan zat besi yang cukup penting untuk kesehatan jantung.

2. Masalah selama kehamilan

Anemia defisiensi besi adalah kondisi yang rentan terjadi selama kehamilan. Anemia selama kehamilan yang tidak ditangani dapat meningkatkan risiko persalinan prematur dan bayi lahir dengan berat rendah.

Namun, kondisi ini dapat dicegah pada wanita hamil yang rajin makan makanan sehat mengandung zat besi. Ibu hamil juga bisa minum suplemen kehamilan untuk mencukupi kebutuhan nutrisi bayi mereka.

3. Masalah pertumbuhan

Bayi dan anak-anak yang kekurangan zat besi dapat mengalami anemia. Anemia di usia dini dapat menyebabkan proses tumbuh kembang anak-anak jadi terganggu. Selain itu, anemia defisiensi besi bisa menyebabkan anak-anak jadi rentan terkena  infeksi.

Diagnosis

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk mendiagnosis kondisi ini?

Selain melihat gejala yang Anda tunjukkan, beberapa tes mungkin dilakukan dokter untuk mendiagnosis anemia secara pasti, seperti:

1. Mengecek ukuran dan warna sel darah merah

Tes ini mengukur kandungan sel darah merah di dalam darah. Tingkat sel darah merah yang normal antara 34,9 dan 33,5% untuk wanita dewasa dan 38,8-50% untuk pria dewasa. Angka ini dapat berubah tergantung oleh usia dan kondisi tubuh masing-masing orang.

2. Mengukur hemoglobin

Jika Anda diketahui memiliki kadar hemoglobin yang rendah, Anda mungkin terkena anemia. Kisaran hemoglobin normal secara umum berkisar 13,5-17,5 g/dL untuk pria dan 12,0-15,5 g/dL untuk wanita. Angka ini dapat berubah tergantung pada jenis kelamin dan usia.

3. Mengukur ferritin

Zat besi disimpan di dalam ferritin, jenis protein dalam tubuh Anda. Tingkat ferritin yang rendah artinya Anda memiliki kadar zat besi yang lebih rendah dibanding orang normal.

Tes tambahan lainnya untuk mendiagnosis anemia defisiensi besi

Anemia defisiensi besi adalah kondisi yang juga dapat didiagnosis menggunakan beberapa tes tambahan, seperti:

1. Endoskopi

Masalah pencernaan bisa menjadi salah satu penyebab anemia defisiensi besi. Itu sebabnya, untuk memeriksa ada tidaknya perdarahan di saluran cerna, dokter mungkin akan merekomendasikan tes endoskopi.

2. Kolonoskopi

Untuk menyingkirkan kecurigaan perdarahan pada usus besar, dokter mungkin merekomendasikan prosedur yang disebut kolonoskopi.

Kolonoskopi memungkinkan dokter melihat bagian dalam atau seluruh usus besar dan dubur untuk mencari pendarahan di perut.

3. Ultrasonografi (USG)

Untuk wanita dokter juga mungkin akan menyarankan USG bagian panggul untuk mencari penyebab perdarahan menstruasi berlebih, seperti kemungkinan fibroid rahim.

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana cara mengobati anemia defisiensi besi?

Dokter akan memberikan berbagai pilihan perawatan untuk mengatasi anemia, sesuai dengan penyebabnya. Dokter akan memilihkan cara dan kemungkinan hasil pengobatan mana yang paling cocok untuk kondisi Anda.

Berikut adalah pilihan pengobatan yang dapat mengatasi anemia jenis ini:

1. Minum suplemen zat besi 

Dokter Anda dapat merekomendasikan dosis suplemen berdasarkan jumlah kadar zat besi Anda. Sebaiknya, Anda tidak meminumnya atas inisiatif sendiri tanpa berkonsultasi dengan dokter.

Secara umum, dosis suplemen zat besi untuk orang dewasa dengan anemia defisiensi besi adalah sekitar 150-200 mg per hari.

Dosis biasanya akan dibagi 3 kali dalam sehari, masing-masing dosis  sering kali sekitar 60 mg.

2. Dekstran besi lewat infus

Ini adalah infus zat besi yang biaya pengobatannya paling murah. Sebelum dijadikan terapi pengobatan dokter akan memberikan sejumlah kecil dosis obat yang dimasukkan ke tubuh Anda. Jika tidak mengalami alergi atau reaksi apa pun, Anda akan diberikan dosis lebih banyak.

Kadang-kadang obat anti reaksi akan diberikan sebelum zat besi diberikan secara infus untuk mengatasi anemia. Ini adalah bentuk infus yang paling umum digunakan pada anak-anak.

3.  Pemberian Ferric gluconate lewat infus

Ferric gluconate adalah zat besi yang bisa diberikan ke tubuh Anda lewat infus dalam dosis kecil.

Obat anemia ini hanya diberikan pada orang dengan anemia defisiensi zat besi yang harus menjalani hemodialisis karena penyakit ginjal yang parah.

4. Ferric carboxymaltose lewat infus

Obat anemia ini diberikan dalam 1 atau 2 infus tergantung pada tingkat keparahan kondisi  Anda. Obat ini aman digunakan untuk anak-anak dengan kekurangan zat besi.

5. Sukrosa besi

Sukrosa besi juga diberikan lewat infus lebih dari beberapa dosis kecil. Jika Anda alergi terhadap obat lain, Anda mungkin menerima dosis uji kecil terlebih dahulu untuk memastikan tidak ada reaksi sebelum menerima sisa obat.

Pemberian asupan zat besi lewat infus ini dapat digunakan pada orang yang sedang menjalani dialisis atau pada wanita hamil.

6. Pengobatan lainnya

Jika suplemen zat besi atau infus tidak membantu, ada kemungkinan Anda memiliki sumber perdarahan atau masalah penyerapan zat besi. Kemungkinan pengobatan yang diberikan selanjutnya bertujuan untuk mengatasi penyebabnya, seperti:

  • Antibiotik dan obat lain untuk mengobati tukak lambung
  • Operasi untuk mengangkat pendarahan polip, tumor, atau fibroid
  • Anemia berat mungkin membutuhkan transfusi darah

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi anemia defisiensi besi?

Beberapa perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu mengatasi anemia defisiensi besi dan mencegah anemia menjadi lebih buruk adalah:

  • Ikuti resep dokter. Jangan menggunakan obat atau suplemen lain di luar resep dokter Anda.
  • Gunakan suplemen zat besi sesuai resep. Terlalu banyak tambahan zat besi bisa menjadi racun bagi tubuh.
  • Gunakan multivitamin jika Anda hamil dan teruskan jika Anda menyusui.
  • Konsumi makanan dengan gizi seimbang, terutama yang banyak mengandung zat besi seperti daging, kacang-kacangan, dan sayuran. Bila Anda seorang vegetarian, konsultasikan ke ahli gizi untuk rekomendasi lebih lanjut.
  • Memperhatikan asupan vitamin C
  • Batasi asupan teh dan kedelai karena dapat mengganggu penyerapan zat besi

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa yang Terjadi Pada Bayi Jika Ibu Stres Saat Hamil?

Stres saat hamil memang normal. Tetapi jika ibu hamil mengalami stres hingga mengganggu aktivitasnya, dampak stres tersebut bisa memengaruhi janin.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Perkembangan Janin, Kehamilan 15 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Pahami Faktor Penentu Persalinan Caesar sebagai Persiapan Sambut si Kecil

Apakah Ibu sudah menentukan metode persalinan yang akan dilakukan? Simak tentang persalinan normal, alasan di balik keputusan operasi caesar dan prosesnya.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
potret pasangan diskusi tentang persalinan normal dan caesar
Melahirkan, Kehamilan 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Kenali Gejala dan Bahaya Tekanan Darah Tinggi Setelah Melahirkan

Hipertensi atau tekanan darah tinggi setelah melahirkan dikenal dengan istilah postpartum preeklampsia. Apa saja gejala dan bahayanya? Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hipertensi, Kesehatan Jantung 13 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Muncul Garis Hitam di Perut Saat Hamil, Apa Sih Artinya?

Saat hamil, Anda mungkin akan menemukan garis hitam di perut pada usia kehamilan yang mulai besar. Tapi, tidak semua ibu hamil punya garis ini. Mengapa?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

makanan untuk penderita thalasemia

Panduan Makanan Bergizi untuk Orang dengan Thalassemia

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
bmt transplantasi sumsum tulang

Memahami Prosedur Transplantasi Sumsum Tulang Belakang (BMT)

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit
ibu hamil makan daging kambing

Bolehkah Ibu Hamil Makan Daging Kambing?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
pekerjaan rumah tangga saat hamil

Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit