Penyebab dan Berbagai Faktor Risiko Terjadinya Kanker Prostat

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Kanker prostat adalah salah satu penyebab kematian yang sering terjadi pada pria. Berdasarkan data Globocan 2018, sebanyak 5.007 orang di Indonesia meninggal akibat penyakit ini. Meski demikian, Anda masih bisa mencegah kanker prostat dengan mengenali berbagai faktor yang dapat menyebabkan dan meningkatkan risiko penyakit ini. Lalu, apa saja penyebab dan faktor risiko penyakit kanker prostat?

Mengenali penyebab kanker prostat

Pada dasarnya, kanker prostat disebabkan oleh perubahan atau mutasi DNA di sel prostat yang normal.

Sel-sel yang normal ini seharusnya tumbuh dan membelah diri dalam jumlah yang wajar, kemudian akan mati dan digantikan dengan sel-sel baru. Namun, apabila mutasi DNA terjadi, sel-sel tersebut tetap hidup dan berkembang biak secara tidak terkendali.

Jika hal tersebut dibiarkan, sel-sel abnormal ini akan menumpuk dan membentuk jaringan tumor. Beberapa sel tersebut juga dapat menyebar ke organ tubuh lainnya, atau yang disebut dengan metastasis.

Mutasi DNA dapat terjadi dengan cara diturunkan dari anggota keluarga (inherited). Kondisi ini ditemukan pada sekitar 5-10 persen kasus kanker prostat. 

Namun, sebagian besar penderita kanker kemungkinan baru mengembangkan sel kanker pada satu waktu dalam hidupnya dan bukan kondisi bawaan lahir. Kondisi ini disebut juga sebagai acquired gene mutations.

Meski demikian, penyebab terjadinya mutasi DNA yang menimbulkan kanker prostat tersebut tidak diketahui secara pasti. Namun, para ahli meyakini ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker prostat pada pria.

Berbagai faktor yang meningkatkan risiko kanker prostat

Kanker prostat merupakan penyakit yang dapat terjadi pada siapapun. Namun, beberapa faktor disebut dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit ini, seperti:

1. Usia

Semakin bertambah usia, risiko terjadinya kanker prostat pun semakin meningkat. Anda lebih berisiko mengalami kanker prostat ketika memasuki usia 50 tahun.

Dilansir dari American Cancer Society, enam dari sepuluh kasus kanker prostat ditemukan pada pria berusia di atas 65 tahun. Namun, pada kasus yang jarang, penyakit ini juga bisa terjadi pada pria di bawah usia 40 tahun.

2. Riwayat keluarga

Faktor risiko yang mungkin bisa menjadi penyebab kanker prostat lainnya, yaitu riwayat keluarga. Anda berisiko hingga dua kali lipat terkena kanker prostat bila memiliki ayah atau saudara laki-laki dengan riwayat penyakit tersebut. Bahkan, risikonya jauh lebih tinggi bila saudara laki-laki Anda terkena kanker prostat pada usia muda.

Selain itu, Anda pun berisiko terkena kanker prostat bila memiliki anggota keluarga dengan riwayat penyakit kanker payudara, akibat mutasi gen yang diturunkan (BRCA1 atau BRCA2). Mutasi gen tersebut, terutama BRCA2, juga menyebabkan sejumlah kecil kasus kanker prostat.

3. Kegemukan atau obesitas

Kegemukan atau obesitas disebut dapat meningkatkan risiko terkena kanker prostat stadium lanjut. Bahkan, kanker prostat cenderung lebih mematikan pada pria yang kegemukan. Hubungan antara obesitas dengan risiko kanker prostat ini diyakini terkait dengan ukuran lingkar pinggang, pinggul, dan perut pada orang yang kegemukan.

Dilansir dari Harvard Health Publishing, pria yang kelebihan berat badan mendapat risiko tambahan sebesar 8% terkena kanker prostat, sedangkan pria yang obesitas meningkatkan risiko terkena kanker prostat hingga 20%. Bahkan, obesitas yang parah bisa meningkatkan risiko hingga 34%.

4. Tinggi badan

Sebuah penelitian yang dipublikasikan BMC Medicine pada 2017 menunjukkan fakta bahwa pria bertubuh tinggi lebih berisiko mengalami kanker prostat agresif.

Meskipun tinggi badan sendiri bukanlah penyebab kanker, para ahli melihat bahwa pria bertubuh jangkung biasanya memiliki lebih banyak sel serta volume prostat yang lebih besar.

Bila digabungkan dengan faktor risiko lainnya, seperti gen keturunan orangtua, kemungkinan tumbuhnya sel kanker pada prostat pria jangkung jadi makin besar, daripada pria dengan tinggi badan sedang atau pendek.

5. Makanan tertentu

Beberapa penelitian menemukan fakta bahwa pria yang mengonsumsi banyak kalsium, baik dari asupan makanan maupun suplemen, lebih berisiko terkena kanker prostat agresif. Anda pun berisiko terkena kanker prostat agresif bila kurang mengonsumsi makanan berserat, seperti sayuran.

Selain kalsium dan kurang serat, makanan dengan tinggi lemak hewani juga disebut bisa meningkatkan risiko kanker prostat, terutama bila dikonsumsi berlebihan. Makanan ini termasuk daging merah (sapi, domba, dan babi) serta produk susu berlemak tinggi (mentega, susu dengan kadar lemak tinggi, keju, dan krim).

6. Kebiasaan merokok

Beberapa penelitian menemukan fakta bahwa merokok dapat menjadi faktor penyebab kanker prostat agresif. Bahkan, merokok pun meningkatkan sedikit risiko kematian akibat kanker prostat. Meski demikian, temuan ini masih memerlukan penelitian lanjutan guna membuktikannya.

7. Kurang gerak

Pria yang jarang berolahraga dan kurang aktif bergerak terkait dengan obesitas. Oleh karena itu, pria yang kurang gerak bisa berisiko terkena kanker prostat. Sebaliknya, pria yang rajin berolahraga memiliki peluang lebih besar untuk sembuh dan bertahan hidup dari penyakit ini.

8. Peradangan di kelenjar prostat

Peradangan di kelenjar prostat atau prostatitis disebut terkait dengan peningkatan risiko kanker prostat. Pasalnya, peradangan sering terlihat pada sampel jaringan prostat yang juga mengandung kanker. Meski demikian, hubungan antara prostatitis dan kanker prostat belum dibuktikan lewat penelitian.

9. Penyakit seks menular

Penyakit seks menular, seperti gonore dan klamidia, disebut dapat menjadi penyebab kanker prostat. Pasalnya, kedua penyakit tersebut dapat menyebabkan peradangan pada prostat. Namun, sejauh ini para peneliti belum menyepakati hal tersebut dan masih membutuhkan penelitian lanjutan.

10. Gangguan tidur

Pria yang cukup tidur dalam semalem cenderung memiliki risiko kanker prostat yang lebih rendah. Pasalnya, pria dengan waktu tidur yang cukup dan tanpa gangguan memiliki kadar hormon melatonin yang lebih tinggi, yang dianggap dapat menghambat pertumbuhan sel kanker.

Di sisi lain, sebuah penelitian yang dipublikasikan BMC Cancer pada 2019 menemukan fakta bahwa pasien dengan masalah tidur dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker prostat, yang meningkat seiring bertambahnya usia.

11. Penyakit tertentu

Selain berisiko terkena kanker usus, penyakit Crohn juga disebut dapat meningkatkan risiko terkena kanker prostat. Penelitian dari Northwestern Medicine di Illinois menemukan fakta bahwa, penderita penyakit Crohn memiliki kadar PSA (prostate-specific antigent) yang lebih tinggi. Adapun kadar PSA yang tinggi bisa menjadi salah satu faktor penyebab kanker prostat.

Faktor risiko kanker prostat yang masih diperdebatkan

Selain faktor-faktor risiko di atas, ada beberapa faktor lain yang juga disebut bisa menjadi penyebab terjadinya kanker prostat. Meski demikian, faktor-faktor risiko ini masih diperdebatkan di dunia medis. Berbagai penelitian pun bisa menunjukkan hasil yang beragam. Berikut faktor risiko yang masih diperdebatkan tersebut:

1. Prosedur vasektomi

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa pria yang pernah menjalani vasektomi mungkin memiliki risiko untuk terkena kanker prostat. Namun, penelitian terkait hal ini masih dilakukan untuk membuktikannya, sehingga faktor ini sebagai penyebab kanker prostat masih belum bisa dipastikan.

2. Sering ejakulasi

Menurut sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Jurnal Eurologi Eropa, pria yang sering ejakulasi (mengeluarkan cairan mani) diketahui cenderung memiliki risiko lebih rendah kena kanker prostat, dibandingkan pria yang jarang ejakulasi. Pasalnya, air mani yang keluar saat ejakulasi dapat membantu mengeluarkan zat-zat asing penyebab peradangan dan senyawa radikal bebas pemicu kanker yang terdapat dalam prostat.

Namun, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal BJUI menemukan fakta lain. Penelitian tersebut justru menujukkan bahwa pria yang aktif secara seksual (sering berhubungan seks atau masturbasi), justru mengalami peningkatan risiko kanker prostat lebih dini, pada usia 20-30an. Oleh karena itu, faktor ini pun masih belum bisa dipastikan apakah bisa berisiko kanker prostat pada seseorang.

Meski Anda memiliki satu atau lebih faktor risiko di atas, bukan berarti Anda pasti akan terkena penyakit tersebut. Anda bisa menurunkan risiko kanker prostat dengan menerapkan pola hidup sehat dan cara pencegahan kanker prostat lainnya. Bila Anda merasakan adanya gejala kanker prostat, segera pergi ke dokter untuk mendapat penanganan yang tepat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Rhabdomyosarkoma (Rabdomiosarkoma)

Rhabdomyosarkoma atau rabdomiosarkoma adalah kanker yang menyerang jaringan lunak tubuh. Cari tahu gejala, penyebab, dan pengobatannya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 11 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit

Kanker Timus

Kanker timus adalah jenis kanker langka yang menyerang timus, yaitu organ kecil yang berada di belakang tulang dada. Ketahui informasi lengkapnya berikut.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 6 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Leukemia Myeloid Akut

DefinisiApa itu leukemia myeloid akut? Acute myeloid leukemia (AML) atau leukemia mieloid akut, adalah jenis kanker saat bagian dalam yang lembut dari tulang tertentu menyebabkan myeloblast (sejenis sel darah putih) ...

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kanker, Kanker Darah 2 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Ejakulasi Retrogade

Ejakulasi retrogade adalah kondisi di mana sperma tidak keluar melainkan masuk ke kandung kemih saat orgasme. Bagaimana mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesehatan Pria, Kesehatan Penis 2 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

keluar air mani

Tiba-tiba Keluar Air Mani Padahal Tidak Terangsang, Kok Bisa?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
mimpi basah setiap hari

Apakah Normal Jika Mimpi Basah Setiap Hari?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 16 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
penyebab sperma cair dan encer

5 Penyebab Sperma Encer dan Cair, Apakah Normal?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 15 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
gejala kanker tiroid

Kanker Tiroid

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 1 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit