Berdasarkan data Globocan pada 2022, kanker prostat berada pada posisi kelima sebagai penyebab kematian pria. Lantas, apa sebenarnya yang menjadi penyebab kanker prostat?
Mengenali penyebab kanker prostat
Penyebab kanker prostat adalah perubahan atau mutasi DNA pada sel prostat. Normalnya, sel-sel ini akan tumbuh dan membelah diri dalam jumlah yang wajar, kemudian mati dan digantikan sel-sel baru.
Namun, mutasi DNA bisa menyebabkan sel-sel tersebut tetap hidup dan membelah diri secara tidak terkendali. Jika dibiarkan, sel-sel abnormal akan menumpuk dan membentuk jaringan tumor.
Meski berasal dari prostat, sel-sel tersebut bisa menyebar ke organ tubuh lainnya dan sebaliknya. Kondisi ini disebut sebagai metastasis.
Mutasi DNA bisa terjadi karena faktor keturunan (inherited). Kondisi ini terjadi pada sekitar 5–10% kasus kanker prostat.
Di samping itu, sebagian besar pasien kanker mungkin baru memiliki sel kanker pada satu waktu dalam hidupnya dan bukan bawaan lahir. Kondisi ini disebut sebagai acquired gene mutations.
Meski begitu, penyebab mutasi DNA yang menimbulkan kanker prostat tidak diketahui secara pasti. Namun, para ahli meyakini ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko kanker prostat pada pria.
Berbagai faktor yang meningkatkan risiko kanker prostat

Kanker prostat merupakan penyakit yang bisa terjadi pada siapa pun. Namun, beberapa kondisi berikut bisa meningkatkan risikonya.
Semakin bertambah usia, risiko kanker prostat pun meningkat. Anda lebih berisiko mengalami kanker prostat ketika memasuki usia 50 tahun.
American Cancer Society menyebutkan bahwa enam dari 10 kasus kanker prostat terjadi pada pria berusia di atas 65 tahun. Meski begitu, kanker ini juga bisa menyerang pria di bawah usia 40 tahun.
Faktor lain yang meningkatkan risiko kanker prostat adalah riwayat keluarga. Anda berisiko hingga dua kali lipat terkena kanker prostat bila memiliki ayah atau saudara laki-laki dengan riwayat penyakit tersebut.
Risikonya bisa meningkat jika saudara laki-laki Anda mengalami kanker prostat di usia muda.
Anda juga berisiko terkena kanker prostat jika memiliki keluarga dengan kanker payudara. Pasalnya, mutasi gen BRCA1 atau BRCA2 pada kanker payudara bisa memberikan sedikit pengaruh pada mutasi sel prostat.
3. Kegemukan atau obesitas
Pria dengan berat badan berlebih atau obesitas juga berisiko lebih tinggi untuk mengalami kanker prostat. Obesitas bahkan bisa mempercepat perkembangan stadium kanker prostat sehingga lebih membahayakan.
Harvard Health Publishing menyebutkan bahwa pria yang kelebihan berat badan memiliki peningkatan risiko sebesar 8 persen, sedangkan pria yang obesitas memiliki peningkatan risiko hingga 20–34 persen.
Belum diketahui secara pasti bagaimana obesitas meningkatkan risiko kanker. Akan tetapi, penumpukan lemak pada area perut, pinggang, dan pinggul diperkirakan menjadi penyebabnya.
Selain meningkatkan risiko penyakit jantung dan paru-paru, merokok ternyata bisa meningkatkan risiko kanker prostat pada pria.
Kebiasaan merokok bahkan meningkatkan risiko kanker untuk menjadi ganas dan menyebar ke bagian tubuh lainnya.
Meski hubungan kanker prostat dan merokok belum diketahui secara pasti, tidak ada salahnya untuk segera menghentikan kebiasaan ini mengingat dampak negatifnya pada kesehatan.
Sudah menjadi rahasia umum bahwa beberapa makanan bisa meningkatkan risiko kanker, tak terkecuali kanker prostat.
Selain makanan cepat saji, konsumsi makanan tinggi kalsium secara berlebihan dinilai bisa meningkatkan risiko kanker prostat.
Meski begitu, bukan berarti Anda tidak boleh mengonsumsi produk tinggi kalsium sama sekali. Hanya saja, Anda sebaiknya tidak mengonsumsi lebih dari 700 mg kalsium per hari.
Sebenarnya, tinggi badan tidak secara langsung meningkatkan risiko kanker prostat. Akan tetapi, para ahli menilai bahwa pria bertubuh jangkung biasanya memiliki lebih banyak sel serta volume prostat yang lebih besar.
Jika digabungkan dengan faktor risiko lainnya, seperti keturunan atau berat badan berlebih, kemungkinan tumbuhnya sel kanker prostat pada pria jangkung bisa lebih besar dibandingkan pria dengan tinggi badan sedang atau pendek.
Pria yang jarang olahraga dan kurang aktif melakukan kegiatan fisik cenderung mengalami obesitas. Karena inilah, pria yang kurang gerak memiliki risiko lebih tinggi mengalami kanker prostat.
Sebaliknya, pria yang rajin olahraga memiliki peluang lebih besar untuk sembuh dan bertahan hidup dengan penyakit ini. Tanyakan dengan dokter untuk mengetahui olahraga apa yang paling cocok untuk pasien kanker.
8. Peradangan pada kelenjar prostat
Ada sejumlah masalah kesehatan yang diyakini menjadi penyebab kanker prostat, salah satunya peradangan pada kelenjar prostat alias prostatitis.
Ini lantaran peradangan kronis bisa memicu kerusakan atau mutasi DNA yang merupakan penyebab kanker. Meski begitu, hubungan antara prostatitis dan kanker prostat belum diketahui pasti.
9. Penyakit seks menular
Gonore, klamidia, dan infeksi menular seksual (IMS) lainnya juga dipercaya bisa menjadi faktor risiko penyebab kanker prostat.
Pasalnya, berbagai kondisi tersebut bisa memicu peradangan pada area prostat. Namun, lagi-lagi masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui hubungan keduanya.

Tahukah Anda bahwa waktu tidur malam yang cukup bisa menurunkan risiko kanker prostat?
Ini karena kadar melatonin pada pria yang tidur dengan cukup cenderung lebih tinggi. Melatonin adalah hormon yang dipercaya bisa menghambat pertumbuhan sel kanker.
Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal BMC Cancer (2019) juga menyebutkan bahwa risiko kanker prostat bisa meningkat hingga 1,35 kali lipat pada pria berusia di atas 65 tahun yang memiliki gangguan tidur.
Pria dengan penyakit Crohn juga dipercaya memiliki risiko kanker prostat yang lebih besar. Pasalnya, penyakit Crohn bisa meningkatkan kadar prostate specific antigen atau PSA dalam tubuh.
Tingginya kadar PSA merupakan salah satu faktor penyebab kanker prostat. Namun, bukan berarti pria dengan kadar PSA tinggi pasti terserang kanker prostat.
Perlu diingat bahwa memiliki salah satu atau beberapa faktor risiko di atas bukan berarti bahwa Anda sudah pasti terserang kanker prostat.
Namun, Anda bisa mengurangi risiko kanker dengan sebisa mungkin menghindari berbagai kondisi di atas.
Jika Anda memiliki kekhawatiran tentang kelenjar prostat atau merasakan gejala kanker prostat, segeralah kunjungi dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Kesimpulan
- Seperti jenis kanker lainnya, penyebab utama kanker prostat adalah perubahan atau mutasi DNA. Namun, penyebab mutasi DNA itu sendiri sebenarnya belum diketahui secara begitu.
- Meski begitu, usia, riwayat keluarga, obesitas, kebiasaan merokok, beberapa jenis makanan, dan gangguan tidur dinilai bisa meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami kanker prostat.
- Perlu diingat bahwa memiliki faktor risiko bukan berarti bahwa Anda pasti memiliki kanker prostat. Hanya saja, tak ada salahnya untuk memeriksakan diri ke dokter karena risiko Anda mengalaminya lebih besar.