Mengenal Stadium Kanker Payudara, dari Paling Ringan Hingga Berat

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20 November 2020 . Waktu baca 12 menit
Bagikan sekarang

Sama seperti penyakit kanker lain, seberapa parah kanker payudara yang Anda alami dilihat berdasarkan stadiumnya. Stadium menunjukkan berapa banyak sel kanker di payudara dan bagaimana penyebarannya. Masing-masing stadium memunculkan gejala kanker payudara yang berbeda, sehingga beda pula pengobatan yang akan dipilih. Berikut ulasan mengenai stadium atau tahapan penyakit kanker payudara yang perlu Anda ketahui.

Pembagian stadium kanker payudara secara umum

Stadium dalam kanker payudara adalah tahapan yang menentukan apakah sel kanker telah menyebar dari payudara ke bagian tubuh lainnya. Berdasarkan American Joint Committee on Cancer (AJCC), pembagian tahapan kanker payudara ini menggunakan sistem “TNM”, yaitu:

  • T (Tumour) — menunjukkan ukuran tumor dan apakah sudah tumbuh dan menyebar ke jaringan terdekat.
  • N (Node/kelanjar getah bening) — menunjukkan sel kanker yang telah menyebar ke kelenjar getah bening.
  • M (Metastasis) — menunjukkan metastasis atau penyebaran sel kanker ke organ lain di luar payudara, seperti paru-paru.

Setiap huruf di atas akan didampingi dengan nomor, yang menjelaskan seberapa jauh kanker payudara telah berkembang. Sebagai contoh, To, T1, T2, N0, N1, M0, M1, dan seterusnya. Angka 0 berarti menunjukkan tidak ada atau belum menyebar. Adapun semakin tinggi angkanya, maka semakin besar atau parah perkembangannya.

Selain mengacu pada sistem TNM, pengelompokkan tahap penyebaran kanker payudara juga akan mempertimbangkan informasi berikut:

  • Status reseptor estrogen (ER), apakah kanker memiliki protein yang disebut reseptor estrogen.
  • Status reseptor progesteron (PR), apakah kanker memiliki protein yang disebut reseptor progesteron.
  • Status Her2/neu, apakah kanker telah membuat terlalu banyak protein yang disebut Her2.
  • Tingkat kanker, apakah sel kanker terlihat seperti sel normal atau tidak.

Perbedaan setiap stadium kanker payudara

gejala awal kanker payudara

Setelah tahap TNM dan status sel kanker ditentukan, hasil ini digabungkan menjadi sebuah proses yang disebut “stage grouping” atau tahap pengelompokkan.

Stage grouping merupakan metode umum untuk menentukan stadium kanker, termasuk kanker payudara. Pengelompokkan biasa dimulai dari stadium 0-4. Semakin tinggi angka stadiumnya, semakin berat dan parah kanker payudara yang dialami.


Kanker payudara stadium 0

Stadium 0 digunakan untuk menggambarkan kanker payudara non-invasif atau carcinoma in situ. Artinya, sel kanker atau sel abnormal nonkanker belum berkembang serta belum menyebar ke jaringan sehat di dekatnya dan ke luar payudara.

Jenis kanker payudara yang sering terjadi pada stadium ini, yaitu ductal carcinoma in situ/karsinoma duktal in situ (DCIS). Selain itu, dua kemungkinan jenis karsinoma in situ lainnya, yaitu LCIS (karsinoma lobular in situ) dan penyakit paget atau penyakit pada puting susu.

Karsinoma duktal in situ adalah jenis kanker yang sangat dini dan sangat bisa disembuhkan. Namun, jika tidak segera diobati, kanker bisa menyebar ke jaringan payudara di sekitarnya. Pengobatan kanker payudara pada stadium ini umumnya berupa lumpektomi, mastektomi, atau terapi radiasi.

Sementara karsinoma lobular in situ umumnya tidak dianggap sebagai kanker. Namun, ketika didiagnosis memiliki LCIS, Anda berisiko tinggi terkena kanker payudara. Oleh karena itu, dokter biasanya akan merekomendasikan pemeriksaan kanker payudara rutin, seperti mamografi.

Stadium 1

Stadium 1 merupakan tahap paling awal dari kanker payudara yang berpotensi menyebar (invasif). Pada tahap ini, ukuran tumor masih sangat kecil dan belum menyebar ke kelenjar getah bening. Akan tetapi, sel kanker telah menyebar ke luar lokasi asli dan merambat ke jaringan payudara sehat di sekitarnya.

Tumor yang cenderung kecil pada tahap ini membuat kanker payudara masih cukup sulit dideteksi. Namun, melakukan deteksi dini dengan pemeriksaan payudara sendiri dan skrining rutin sangat penting sehingga kemunculannya bisa didiagnosis lebih awal.

Kanker payudara stadium 1 dibagi menjadi dua kategori, yaitu:

Stadium 1A

Stadium 1A berarti tumor berukuran 2 cm atau lebih dan belum menyebar ke luar payudara. Berdasarkan sistem TNM, kanker payudara stadium 1A digambarkan dengan T1 N0 M0.

Selain itu, jenis kanker payudara yang tergolong positif reseptor estrogon atau positif reseptor progesteron pun kemungkinan tergolong pada tahap 1A ini.

Stadium 1B

Ciri-ciri kanker payudara stadium 1B adalah salah satu dari dua kondisi berikut:

  • Terdapat sel kanker pada kelenjar getah bening dengan ukuran sel sekitar 0,2-2 mm, tetapi tidak ada tumor yang ditemukan di payudara.
  • Ada tumor di payudara berukuran 2 cm atau lebih kecil serta terdapat sel kanker dengan ukuran sekitar 0,2-2 mm di kelenjar getah bening dekat payudara.

Berdasarkan sistem TNM, tahap 1B sama seperti T0 N1mi M0 atau T1 N1mi M0.

Biasanya, tingkat kelangsungan hidup kanker payudara stadium 1A sedikit lebih tinggi dibandingkan 1B. Namun secara umum, wanita yang berada di tahapan ini masih memiliki kualitas hidup yang baik.

Kanker payudara pada stadium 1 pun masih sangat bisa disembuhkan. Pada tahap ini, pengobatan yang diberikan umumnya berupa, operasi kanker payudara (lumpektomi atau mastektomi dan pengangkatan kelenjar getah bening/lymph node biopsy), terapi radiasi kanker payudara, kemoterapi, terapi hormon, atau terapi target.

Stadium 2

Stadium 2 dikenal juga dengan kanker payudara invasif. Pada tahap ini, kanker belum dapat digolongkan stadium akhir, tetapi memang sudah lewat stadium awalnya.

Pada stadium 2, ukuran tumor sudah lebih besar daripada stadium sebelumnya. Sel kanker pun sudah menyebar ke kelenjar getah bening, walau masih di area yang terdekat, tetapi belum menyebar ke bagian tubuh yang lebih jauh.

Stadium 2 kanker payudara dibagi menjadi:

Stadium 2A

Secara umum, tahap kanker payudara 2A dapat digambarkan dengan salah satu dari kondisi berikut:

  • Tidak ada tumor pada payudara, tetapi sel kankernya telah menyebar ke 1-3 kelenjar getah bening di dekat ketiak atau tulang dada.
  • Terdapat tumor di payudara yang ukurannya kurang dari 2 cm dan terdapat sel kanker di kelenjar getah bening dekat ketiak.
  • Terdapat tumor berukuran 2-5 cm dan belum menyebar ke kelenjar getah bening di sekitarnya.

Berdasarkan sistem TNM, stadium 2A sama seperti: T0 N1 Mo, T1 N1 M0, atau T2 N0 M0.

Stadium 2B

Pada kanker payudara stadium 2B, kemungkinan kondisi yang dialami, antara lain:

  • Tumor berukuran antara 2-5 cm dan ditemukan sel kanker berukuran 0,2-2 mm di kelenjar getah bening.
  • Tumor berukuran antara 2-5 cm dan sel kanker telah menyebar ke 1-3 kelenjar getah bening di ketiak atau dekat tulang dada.
  • Tumor berkuran lebih besar dari 5 cm dan belum menyebar ke kelenjar getah bening.

Berdasarkan sistem TNM, stadium 2B digambarkan dengan T2 N1 M0 atau T3 N0 M0.

Angka harapan hidup kanker payudara stadium 2 bisa mencapai lima tahun setelah didiagnosis, dengan bantuan pengobatan. Adapun pengobatan yang biasanya diberikan, yaitu operasi kanker payudara, baik lumpektomi, mastektomi, maupun pengangkatan kelenjar getah bening. Anda pun mungkin perlu menjalani kemoterapi kanker payudara atau terapi hormon sebelum operasi dan terapi target (bila positif HER2).

Stadium 3

merawat pasien kanker payudara

Stadium 3 disebut juga dengan kanker payudara stadium lanjut lokal. Artinya, tumor atau benjolan yang ditemukan bisa lebih besar atau penyebaran sel kanker ke kelenjar getah beningnya lebih banyak. Namun, penyebarannya ini belum sampai ke organ tubuh lainnya.

Stadium 3 ini secara umum dibagi menjadi tiga kategori, yaitu:

Stadium 3A

Kondisi stadium 3A biasanya meliputi:

  • Tidak ditemukan tumor di payudara atau ada tumor dengan ukuran kecil atau besar, tetapi ditemukan sel kanker di 4-9 kelenjar getah bening di sekitarnya.
  • Tumor berukuran lebih besar dari 5 cm dan ada sekelompok kecil sel kanker yang ditemukan di kelenjar getah bening di dekatnya.
  • Tumor berukuran lebih besar dari 5 cm dan ditemukan sel kanker di 1-3 kelenjar getah bening di bawah lengan atau dekat tulang dada.

Berdasarkan sistem TNM, stadium 3A dapat digambarkan dengan T(0-2) N2 M0, T3 N1 M0, atau T3 N2 M0.

Stadium 3B

Pada kanker payudara stadium 3B, ukuran tumor bisa kecil atau besar. Selain itu, di tahap ini sel kanker juga biasanya:

  • Telah menyebar ke dinding dada dan atau kulit payudara.
  • Mungkin telah menyebar hingga ke 9 kelenjar getah bening dekat ketiak atau ke kelenjar getah dekat tulang dada.
  • Kanker telah menyebar ke kulit payudara dan menyebabkan radang kanker payudara.

Pada stadium ini, sistem TNM bisa digambarkan dengan T4 N0 M0, T4 N1 M0, atau T4 N2 M0.

Stadium 3C

Tahap ini biasanya meliputi:

  • Tidak ada tanda kanker di payudara. Bila ada tumor, ukurannya bisa bervariasi dan mungkin telah menyebar ke dinding dada dan atau kulit payudara.
  • Sel kanker telah menyebar ke 10 atau lebih kelenjar getah bening di ketiak.
  • Sel kanker mungkin telah menyebar ke kelenjar getah bening di atas atau bawah tulang selangka.
  • Sel-sel kanker mungkin telah menyebar ke kelenjar getah bening di ketiak atau kelenjar getah bening di dekat tulang dada.
  • Kanker telah menyebar ke kulit payudara atau disebut juga peradangan kanker payudara.

Berdasarkan sistem TNM, stadium 3C sama seperti T(1-4) N3 M0.

Kanker payudara di tahap ini tidak selalu bisa dioperasi. Jika tidak dapat ditangani dengan operasi, perawatan biasanya dilakukan dengan terapi, seperti kemoterapi, terapi radiasi, terapi hormon, atau terapi target.

Dengan pengobatan tersebut, angka harapan hidup kanker payudara stadium 3 bisa lebih panjang. Berdasarkan Cancer Research UK, lebih dari 70% pasien stadium ini bisa bertahan hidup hingga lima tahun setelah didiagnosis.

Stadium 4

Kanker payudara stadium 4 disebut juga dengan kanker payudara metastasis. Sel kanker umumnya sudah berkembang cukup lama di payudara sampai akhirnya bisa dikategorikan pada tahapan ini.

Kanker payudara stadium 4 merupakan tahap paling akhir dan merupakan kondisi serius yang mengancam jiwa. Pada stadium ini, kanker telah menyebar dari payudara dan kelenjar getah bening di sekitarnya ke organ tubuh lain, seperti paru-paru, kelenjar getah bening yang jauh dari payudara, kulit, tulang, hati, atau otak.

Penyebaran ini bisa ke satu atau lebih dari organ-organ tubuh tersebut. Pada tahap ini, sistem TNM bisa digambarkan dengan T (1-4) N(1-3) M1.

Gejala kanker payudara metastasis umumnya berbeda. Selain gejala kanker payudara pada umumnya, pasien pada tahap ini pun kerap merasakan gejala di bagian tubuh lain, tergantung pada organ mana yang telah terpapar.

Bila sudah menyebar ke tulang, penderita kanker payudara tahap ini mungkin akan merasakan nyeri di bagian tulang tertentu. Jika ke paru-paru, Anda mungkin akan merasakan batuk atau sesak napas, sedangkan jika ke hati Anda mungkin akan merasakan kelelahan, demam, nafsu makan berkurang, dan sebagainya.

Bahkan, kanker yang telah menyebar ke paru-paru bisa membuat paru-paru Anda rentan terhadap infeksi, seperti pneumonia.

Pengobatan stadium 4

Pasien kanker payudara stadium 4 atau metastatis memang tidak dapat disembuhkan total. Angka harapan hidupnya pun hanya sekitar 25% yang bisa bertahan selama 5 tahun setelah didiagnosis.

Namun, pengobatan tetap perlu dijalani untuk meringankan gejala, meningkatkan kualitas hidup, serta memperpanjang angka harapan hidup, dengan mengecilkan dan memperlambat pertumbuhan sel kanker.

Umumnya, pasien kanker payudara stadium 4 menerima terapi sistemik, yaitu terapi hormon, kemoterapi, terapi target, imunoterapi, atau kombinasi di antara semuanya. Operasi dan/atau terapi radiasi juga mungkin diperlukan untuk kondisi tertentu. Konsultasikan dengan dokter untuk jenis perawatan yang tepat untuk Anda.

Selain pengobatan medis, Anda pun perlu menerapkan kebiasaan sehat untuk menunjang kebugaran tubuh Anda, seperti pola makan sehat dan rutin berolahraga. Tanyakan pada dokter mengenai olahraga yang masih bisa Anda jalani sesuai dengan kondisi Anda.

Secara umum, semakin dini kanker payudara ditemukan akan semakin tinggi pula peluang kesembuhannya. Oleh karena itu, setiap keluhan sekecil apapun yang Anda rasakan, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter untuk mencegah kanker payudara yang parah.

Bila setelah melalui pengobatan dan tanda-tanda kanker sudah tidak ditemukan, Anda pun perlu tetap menjaga kesehatan tubuh. Pasalnya, sel kanker masih mungkin untuk rekurensi atau kembali.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tidur yang Sehat, Dengan Lampu Menyala atau Mati?

Anda sering tidur dalam keadaan terang benderang dan lampu menyala? Mungkin ini saatnya mulai belajar tidur dalam gelap.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Hidup Sehat, Fakta Unik 23 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit

Memahami Lebih Jauh Mengenai Stadium Kanker Ovarium

Pengobatan kanker ovarium akan disesuaikan dengan stadium yang dimiliki pasien. Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai stadium kanker ovarium.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Kanker Ovarium 20 Juli 2020 . Waktu baca 7 menit

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Tak heran jika kale kini naik daun di kalangan para pecinta kesehatan. Sayuran hijau ini mengandung segudang manfaat, termasuk untuk kanker payudara.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat 28 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit

Apa Alat Thermal Scanner yang Dipakai untuk Mendeteksi COVID-19?

Beberapa bandara melakukan uji menggunakan thermal scanner sebagai antisipasi pencegahan coronavirus. Apa itu sebenarnya thermal scanner?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Coronavirus, COVID-19 18 Februari 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bra kawat

Mana yang Lebih Sehat Buat Payudara: Bra Biasa Atau Berkawat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
kanker payudara ciri-ciri gejala penyebab obat

Kanker Payudara

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 13 menit
obat, pengobatan, dan cara mengobati kanker payudara

Jenis Obat dan Pengobatan Kanker Payudara yang Dapat Direkomendasikan Dokter

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 8 September 2020 . Waktu baca 13 menit
benjolan di ketiak

Ada Benjolan di Ketiak Anda? Ini Beberapa Penyebabnya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 24 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit