Sarkoma

    Sarkoma

    Kanker terjadi karena adanya sel abnormal yang membuat sel tubuh tidak mati, tapi terus membelah. Sel kanker kemudian terus menyebar merusak jaringan atau organ terdekat bahkan menyebar ke lokasi yang berjauhan jika sudah memasuki aliran darah. Sel kanker ini memiliki banyak jenis, salah satunya adalah sarkoma.

    Baca artikel lainnya mengenai kanker di sini!

    Apa itu sarkoma?

    Sarkoma adalah jenis kanker yang pertama kali muncul di jaringan lunak, seperti lemak, otot, saraf, jaringan fibrosa, pembuluh darah, atau jaringan kulit dalam. Penyakit kanker ini bisa muncul pada jaringan lunak mana pun, tapi paling sering di sekitar lengan, tangan, atau kaki.

    Kanker ini bisa juga menyerang tulang, dan dikenal dengan istilah osteosarkoma. Menurut American Cancer Association, ada lebih 50 jenis sarkoma, beberapa di antaranya sebagai berikut.

    • Fibrosarcoma: kanker yang menyerang jaringan fibrosa di tubuh.
    • Angiosarkoma: kanker yang bermula di pembuluh darah atau pembuluh getah bening.
    • Sarkoma kaposi: kanker yang muncul pertama kali pada sel-sel yang melapisi kelenjar getah bening atau pembulouh darah.
    • Leiomyosarcoma: kanker yang bermula di jaringan otot polos.
    • Liposarkoma: kanker yang menyerang jaringan lemak.
    • Rhabdomyosarcoma: kanker yang muncul pada jaringan lunak dan paling umum menyerang pada anak-anak.
    • Sarkoma sinovial: kanker pada jaringan di sekitar sendi.
    • Sarkoma sel jernih: kanker yang umumnya muncul pada tendon di tangan maupun kaki.
    • Neurofibrosarcoma: kanker terbentuk di selubung saraf tepi.

    Tanda dan gejala sarkoma

    nyeri otot pada anak

    Ada banyak jenis kanker jaringan lunak, sehingga gejala yang muncul pun beragam. Umumnya orang yang mengidap jenis kanker ini akan mengeluhkan gejala sebagai berikut.

    • Adanya benjolan yang dapat dirasakan melalui kulit.
    • Benjolan dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, rasa nyeri, atau tidak keduanya.
    • Nyeri pada tulang dan sering kali mengalami parah tulang karena cedera ringan atau tanpa cedera sama sekali.
    • Sakit perut.
    • Demam yang tidak diketahui penyebabnya dan sering terjadi.
    • Rentang gerak tubuh menjadi terbatas.

    Pada awal perkembangannya, gejala sarkoma seringkali belum terasa. Gejala akan mulai terasa ketika pertumbuhan tumor memasuki tahap lanjut atau ketika tumor memberi tekanan pada saraf, organ, atau otot di sekitanya. Pada tahap ini, kanker bisa menimbulkan rasa nyeri, masalah pernapasan, atau perasaan kenyang di perut.

    Kapan harus ke dokter?

    Jika Anda merasakan gejala kanker yang disebutkan di atas, segera periksa ke dokter. Setiap orang sangat mungkin menunjukkan gejala yang berbeda-beda. Bahkan, ada pula yang merasakan gejala yang tidak disebutkan di atas.

    Apakah saya berisiko terkena kanker kolorektal? Cek risiko terkena kanker kolorektal di sini!

    Penyebab sarkoma

    Penyebab kanker jaringan lunak tidak diketahui secara pasti. Namun, peneliti menyebutkan bahwa mutasi DNA dan lingkungan turut berperan dalam perkembangan kanker.

    Mutasi menyebabkan perubahan pada DNA. DNA berisi serangkaian intruksi untuk sel dalam menjalani tugas-tugasnya. Terjadinya perubahan membuat instruksi tersebut menjadi kacau sehingga bisa membuat sel abnormal.

    Faktor risiko sarkoma

    Siapa pun bisa mengalami jenis kanker ini. Akan tetapi, ada beberapa faktor yang membuat seseorang menjadi lebih tinggi risikonya terkena penyakit jaringan lunak.

    Faktor-faktor risiko tersebut di antaranya:

    • Pernah menjalani terapi radiasi sebelumnya.
    • Mengalami pembengkakan kronis yang disebabkan cairan getah bening yang tersumbat (limfedema).
    • Terpapar virus human herpesvirus 8, bahan kimia, dan herbisida.
    • Memiliki sindrom yang diturunkan dari orangtua ke anaknya, contoh retinoblastoma familial.

    Diagnosis dan pengobatan sarkoma

    Operasi abses

    Informasi yang dijabarkan bukan pengganti bagi nasihat medis. SELALU konsultasi ke dokter Anda.

    Penyakit kanker jaringan lunak didiagnosis lewat serangkaian tes kesehatan, seperti:

    • Tes fisik dan pengecekan riwayat kesehatan pasien serta keluarganya.
    • Tes pencitraan, seperti MRI, CT scan, USG, PET scan, dan jenis pemindaian lainnya jika diperlukan.
    • Biopsi yakni pengambilan sampel jaringan untuk dilihat sel abnormalnya merupakan kanker atau bukan.

    Lewat pemeriksaan ini, dokter dapat menentukan stadium kanker. Lebih jelasnya, mari bahas satu per satu stadium kanker jaringan lunak berikut ini. Berdasarkan American joint committee on Cancer (AJCC), Stadium sarcoma digambarkan dengan sistem TNM.

    T(Tumor) berarti ukuran tumor/kanker, N(nodes) berarti penyebaran ke kelenjar getah bening sekitar, dan M(metastasis) berarti penyebaran ke organ lain yang lebih jauh misal paru, liver.

    TNM bergantung pada lokasi tumor apakah di kepala leher, anggota gerak (lengan, tungkai), perut atau dada. Di bawah ini adalah contoh stadium sarcoma pada anggota gerak (lengan atau tungkai):

    • Stadium 1A. Tumor berukuran tidak lebih dari 5 cm, pertumbuhannya lambat dan belum menyebar ke kelenjar getah bening atau organ lain.
    • Stadium 1B. Tumor berukuran hingga 15 cm, pertumbuhannya lambat dan belum menyebar ke kelenjar getah bening maupun organ lain.
    • Stadium 2. Tumor berukurang kurang dari 5 cm, sudah menyebar dengan cepat tapi belum mencapai organ lain maupun kelenjar getah bening.
    • Stadium 3A. Tumor berukuran 6 hingaa 10 cm, pertumbuhannya cepat, tapi belum menyebar ke kelenjar getah bening maupun organ lain.
    • Stadium 3B. Tumor berukuran lebih dari 5 cm, pertumbuhan cepat tapi belum menyebar ke kelenjar getah bening atau organ lain.
    • Stadium 4. Tumor bisa berukuran berapa pun dan sudah menyebar ke jaringan getah bening, organ terdekat, atau organ yang jauh.

    Contoh penilaian stadium dengan sistem TNM: Stadium 1A. Tumor berukuran tidak lebih dari 5 cm (T1), pertumbuhannya lambat dan belum menyebar ke kelenjar getah bening (N0) atau organ lain (M0).

    Penilaian TNM dilakukan oleh dokter berdasarkan hasil pemeriksaan.

    Apa saja pilihan pengobatan untuk sarkoma?

    Penanganan sarcoma bergantung pada tipe, lokasi, dan stadium serta kondisi kesehatan pasien. Pilihan terapi berupa operasi, kemoterapi ataupun radioterapi, seluruhnya perlu didiskusikan terlebih dahulu dengan tim medis.

    Adapun yang dimaksud dengan kemoterapi, yakni dengan minum obat-obatan yang bisa membunuh sel kanker, sedangkan radioterapi yaitu terapi radiasi. Baik kemoterapi maupun radioterapi memiliki dosis pengobatan yang ditentukan oleh dokter.

    Pengobatan sarkoma di rumah

    Mengobati kanker jaringan lunak tidak hanya mengandalkan perawatan dokter saja. Perubahan gaya hidup yang sesuai untuk pasien kanker juga perlu dijalani.

    Ini meliputi dengan cukup istirahat, mengikuti diet kanker, menyesuaikan aktivitas fisik dengan kondisi tubuh, berhenti merokok, dan menjaga berat badan. Pasien juga perlu melakukan cek kesehatan secara rutin karena kanker bisa kembali kambuh.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Sarcoma. (2021). Retrieved 20 December 2021, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/sarcoma

    Sarcoma – Symptoms and causes. (2021). Retrieved 20 December 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sarcoma/symptoms-causes/syc-20351048

    What Is a Soft Tissue Sarcoma?. (2021). Retrieved 20 December 2021, from https://www.cancer.org/cancer/soft-tissue-sarcoma/about/soft-tissue-sarcoma.html

    Tests for Soft Tissue Sarcomas. (2021). Retrieved 20 December 2021, from https://www.cancer.org/cancer/soft-tissue-sarcoma/detection-diagnosis-staging/how-diagnosed.html

     

     

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui Oct 13
    Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa