Daftar Persiapan yang Harus Dilakukan Sebelum Cuci Darah

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 05/09/2017 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Gagal ginjal dapat diartikan sebagai fungsi ginjal yang hanya tinggal 5-10 persen dari kapasitas normalnya. Ini berarti, ginjal yang sudah rusak total harus diganti agar tetap dapat berfungsi. Diperkirakan saat ini ada sekitar 300.000 penderita gagal ginjal di Indonesia. Salah satu cara menggantikan fungsi ginjal yang rusak adalah lewat cuci darah (dialisis). Ada beberapa persiapan cuci darah yang perlu Anda ketahui sebelum pergi ke klinik. Berikut ulasannya.

Apa saja persiapan cuci darah yang penting untuk dilakukan?

Cuci darah umumnya digunakan sebagai tindakan perawatan sementara pada pasien berusia muda selagi menunggu giliran pencangkokan ginjal. Tetapi tindakan ini juga bisa menjadi permanen bagi mereka dengan gagal ginjal kronis ketika pencangkokan ginjal tidak lagi memungkinkan karena faktor usia atau alasan medis lain. Jika Anda atau ada anggota keluarga Anda yang harus melakukan cuci darah, ketahui dulu persiapan cuci darah berikut ini.

1. Persiapkan mental

Informasi kesehatan yang tidak memadai di Indonesia membuat sebagian besar pasien gagal ginjal kronis merasa enggan dan takut menjalani cuci darah.

Untuk itu, bekali diri dengan dukungan dari keluarga dan kerabat, serta cari informasi sebanyak-banyaknya soal proses cuci darah. Tentunya dari sumber-sumber terpercaya seperti dokter atau dari mereka yang telah rutin menjalani proses cuci darah.

Ketahuilah mengenai mitos dan fakta mengenai cuci darah agar Anda tidak perlu merasakan rasa cemas yang tidak perlu. Ada mitos yang bilang bahwa cuci darah menyebabkan ketergantungan. Cuci darah memang perlu dilakukan berulang kali pada mereka yang telah mengalami gagal ginjal stadium akhir. Ini dikarenakan ginjalnya sudah tidak dapat berfungsi dengan normal. Tapi cuci darah tidak membuat ketergantungan, yang akan menyebabkan sakau bila Anda berhenti melakukannya. Bila Anda butuh cuci darah lagi, hal itu semata-mata karena ginjal Anda tidak dapat menjalani tugasnya dengan baik.

2. Cari tahu lokasi hemodialisis

Meskipun menurut Anda cuci darah bisa dilakukan di rumah sakit mana saja yang memiliki fasilitas hemodialisa. Usahakan mencari lokasi untuk perawatan dialisis di rumah sakit terdekat dengan rumah Anda. Mengapa hal ini penting? Untuk menjaga pasien cuci darah dari kelelahan yang tidak perlu.

Pasien gagal ginjal kronis yang menjalani cuci darah biasanya akan lebih sensitif karena mengalami banyak ketidaknyamanan dalam tubuhnya. Mencari rumah sakit terdekat dengan rumah juga menghindari rasa malas, jenuh, dan bosan pada pasien karena harus bolak-balik cuci darah paling tidak seminggu dua kali dengan durasi waktu yang tidak sebentar. Cari tahu juga rute tercepat ke rumah sakit.

Terutama bagi Anda yang mengidap hepatitis B, hepatitis C, atau HIV, mencari lokasi hemodialisis yang memiliki mesin khusus untuk Anda akan menjadi tantangan tersendiri. Pada umumnya mesin hemodialisis dijaga steril dari virus-virus ini dan ini berarti bahwa mereka dengan hepatitis B, hepatitis C, atau HIV tidak diizinkan untuk menggunakan mesin yang masih steril agar tidak menularkan pada mereka yang tidak memiliki infeksi tersebut. Namun Anda jangan khawatir, beberapa lokasi memiliki mesin yang disediakan khusus bagi mereka yang memiliki infeksi-infeksi ini.

3. Tanyakan pada dokter mengenai operasi akses vaskular

Dokter mungkin akan menyarankan pasien untuk menjalani prosedur pemasangan akses vaskular untuk memudahkan proses cuci darah nantinya. Pemasangan akses vaskular bertujuan untuk membuat aliran darah tetap mengalir lancar dalam jumlah besar selama perawatan dialisis sehingga darah bisa disaring melewati ginjal tiruan atau mesin dialisis. Pembuluh darah Anda tidak cukup besar untuk memungkinkan sejumlah besar aliran darah melewati mesin dialisis, oleh karena itu, diperlukanlah akses vaskular.

Sederhananya, akses vaskular adalah pembukaan jalur agar darah dapat dikeluarkan dari tubuh pasien untuk disaring lewat mesin dialisis dan dimasukkan lagi ke dalam tubuh Anda.

Jenis akses vaskular yang biasa di gunakan di Indonesia adalah Catheter Double Lumen (CDL) dan AV fistula (cimino). Kedua akses vaskular ini akan meningkatkan aliran darah sehingga jarum yang digunakan untuk dialisis mudah ditempatkan di pembuluh darah.

4. Bawa camilan atau makanan

Jika Anda sudah tahu kapan dan dimana Anda akan cuci darah, persiapan cuci darah selanjutnya adalah membawa camilan atau makanan yang Anda sukai. Anda bisa membawa kue, roti, atau makanan berat yang diizinkan oleh dokter. Sambil menunggu perawatan dialisis Anda bisa memakan camilan sembari mengisi energi.

Pasalnya, pasien cuci darah ada kalanya mudah lelah dan tidak memiliki cukup energi setelah cuci darah. Tubuh terasa lemas dan pusing selama kurang lebih 4 jam, setelah itu baru akan menjadi normal kembali. Camilan dan makanan ini untuk menambah energi setelah cuci darah.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tak Hanya Menambah Aroma Masakan, Ini 3 Manfaat Daun Seledri untuk Ginjal

Apa saja kandungan dan manfaat daun seledri yang baik untuk kesehatan ginjal? Simak ulasannya di artikel Hello Sehat berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Nutrisi, Hidup Sehat 07/09/2019 . Waktu baca 4 menit

3 Ide Camilan Sehat dan Praktis untuk Anak Pengidap Gangguan Ginjal

Anak yang mengidap sakit ginjal kronis kerap tidak nafsu makan karena kondisi tubuhnya. Lantas, camilan apa yang tepat untuk memastikan si kecil tetap mendapat asupan gizi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nita Azka Nadhira, S.Gz
Resep Sehat, Hidup Sehat 31/08/2019 . Waktu baca 4 menit

Cara Mengatasi Tubuh yang Demam dan Menggigil Saat Cuci Darah

Ada berbagai efek samping yang bisa ditimbulkan dari cuci darah (hemodialisis). Jika tubuh demam dan menggigil saat cuci darah, bagaimana mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Penyakit Ginjal dan Saluran Kemih, Health Centers 09/08/2019 . Waktu baca 4 menit

Sering Dikira Penyakit Gula, Hati-hati Dengan Komplikasi Diabetes Insipidus

Diabetes insipidus tidak ada hubungannya dengan diabetes melitus. Maka, risiko komplikasi dari diabetes insipidus juga berbeda dengan penyakit gula.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Fakta Unik 26/07/2019 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

arti kedutan

Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15/06/2020 . Waktu baca 5 menit
vaksin untuk pasien ginjal

Mengapa Pasien Ginjal Perlu Diberikan Vaksin Tertentu? Ini Penjelasannya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 01/05/2020 . Waktu baca 4 menit
risiko efek covid-19 pasien cuci darah

Perawatan Pasien Cuci Darah yang Rentan Tertular COVID-19

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 09/04/2020 . Waktu baca 5 menit
prosedur cimino dalam cuci darah

Apa Itu Prosedur Cimino Dalam Proses Cuci Darah?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 31/03/2020 . Waktu baca 4 menit