7 Makanan yang Melawan Peradangan

Oleh

Peradangan adalah penyebab dari banyaknya gangguan muskuloskeletal. Tanpa pengobatan dini, ini dapat menyebabkan peradangan kronis. Namun, ada langkah-langkah praktis yang dapat membantu mengurangi tingkat peradangan. Mulai dari menu makan Anda, terdapat 7 makanan yang direkomendasikan oleh para ahli gizi untuk mengurangi peradangan.

Apa itu peradangan?

Peradangan adalah fenomena di mana respon kekebalan tubuh untuk sel-sel sehat rusak. Peradangan termasuk kemerahan, sendi bengkak yang dapat menyebabkan kekakuan, dan nyeri. Ada bahan kimia yang mampu mengurangi peradangan, disebut anti-inflamasi. Beberapa bahan kimia ini ada dalam makanan kita.

Makanan untuk melawan peradangan

1. Ikan

Para ilmuwan menunjukkan bahwa ikan membawa manfaat tak terduga untuk gangguan inflamasi. Salmon adalah salah satu pilihan yang tepat. Menambahkan salmon pada menu makan dengan berbagai jenis resep lezat dapat meningkatkan asam lemak omega-3. Jika Anda tidak suka ikan, Anda bisa menggantinya dengan suplemen minyak ikan. Bicarakan dengan dokter atau apoteker untuk merekomendasikan dosis yang tepat untuk Anda.

2. Buah-buahan

Buah-buahan yang kaya akan anthocyanin seperti ceri tart, raspberry dan blueberry membantu tubuh untuk melawan peradangan. Mereka juga mengandung sejumlah besar polifenol (senyawa antioksidan) untuk mengurangi risiko infeksi. Para peneliti mengatakan bahwa jus ceri tart dapat mengurangi peradangan hingga 50%, yang juga dikatakan dapat meningkatkan kinerja atlet tanpa terlalu banyak mengonsumsi obat anti-inflamasi.

3. Kacang

Kacang-kacangan adalah sumber lemak sehat yang membantu melawan peradangan secara efektif. Almond kaya akan vitamin E, kalsium dan serat. Kenari memiliki konsentrasi tertinggi dari asam nabati omega-3 asam. Kacang-kacangan lain seperti biji bunga matahari dan hazelnut dapat menjadi sumber alternatif karena mereka tinggi asam omega-3. Menu makan harian menggabungkan kacang, ikan, sayuran hijau dan biji-bijian populer di Mediterania. Terbukti bahwa kombinasi makanan ini dapat membantu menghindari peradangan setidaknya 6 minggu.

4. Teh

Minum segelas kecil teh hijau atau hitam juga membawa efek anti-inflamasi dengan menambahkan antioksidan untuk tubuh Anda. Teh hijau dianggap sebagai pilihan terbaik. Pada bulan Mei 2015, International Journal of Rheumatic Diseases melaporkan efek anti-inflamasi superior teh hijau bila dibandingkan dengan teh hitam. Studi menunjukkan bahwa teh hijau membantu mengurangi rasa sakit radang sendi, serta membantu mengurangi risiko penyakit jantung dan kanker.

5. Bawang putih

Meskipun menyebabkan bau mulut sesudah memakannya, bawang putih membawa banyak manfaat pengobatan. Selain sifat anti-inflamasi impuls, bawang putih juga membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh. Bawang putih dianggap sebagai suplemen dengan fungsi yang sama seperti obat sakit NSAID (seperti ibuprofen).

6. Jahe

Jahe secara luas digunakan dalam pengobatan. Jahe juga merupakan rempah-rempah dengan manfaat kesehatan yang signifikan. Sifat anti-inflamasi yang besar dari jahe membantu mengurangi nyeri sendi yang disebabkan oleh kondisi peradangan kronis, seperti osteoarthritis dan rheumatoid arthritis. Efek anti-inflamasinya digunakan dalam atlet setelah latihan untuk mencegah peradangan.

7. Sayuran hijau gelap

Menurut beberapa penelitian, vitamin E berperan penting dalam melindungi tubuh terhadap molekul inflamasi yang disebut cytokines. Vitamin E dapat ditemukan dalam sayuran hijau gelap seperti kale, bayam, brokoli, wasabi, dan collard hijau. Sayuran ini, khususnya dalam kale, kaya akan sulfur yang membantu menghilangkan peradangan. Sayuran gelap juga memiliki konsentrasi tinggi pada vitamin dan mineral, seperti kalsium, zat besi, dan phytochemical pelawan penyakit.

Tidak terlalu sulit untuk melawan peradangan dengan menambahkan beberapa nutrisi yang direkomendasikan di atas. Anda dapat mencoba mencampur makanan Anda untuk menu makan yang sehat.  Namun, Anda harus mengonsumsi makanan ini secukupnya dan tidak berlebihan. Tanyakan saran terbaik dari dokter.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Mei 18, 2016 | Terakhir Diedit: Desember 17, 2018

Yang juga perlu Anda baca