8 Manfaat Kunyit, Atasi Nyeri Haid hingga Masalah Pencernaan

    8 Manfaat Kunyit, Atasi Nyeri Haid hingga Masalah Pencernaan

    Suka masakan yang kaya rempah atau minum jamu kunyit turut memberikan manfaat bagi kesehatan Anda. Kunyit bahkan berkhasiat sebagai obat herbal yang membantu pengobatan pasien diabetes. Ada juga khasiat kunyit lainnya, simak dalam ulasan berikut!

    Apa itu kunyit?

    Kunyit dikenal sebagai rempah yang memberikan pewarna alami pada makanan. Kunyit yang digunakan sebagai pewarna biasanya adalah kunyit oranye.

    Lebih dari itu, tanaman herbal ini digunakan secara turun-temurun sebagai obat tradisional, tak hanya untuk makanan.

    Dalam pengobatan tradisional, rempah yang memiliki nama ilmiah Curcuma domestica ini membantu mengatasi gangguan pencernaan, mengurangi nyeri, dan menurunkan gula darah.

    Khasiat tersebut berasal dari banyaknya kandungan zat gizi dan senyawa aktif dalam kunyit, seperti:

    • karbohidrat,
    • protein,
    • lemak,
    • serat,
    • kurkumin,
    • minyak atsiri,
    • tanin,
    • pati,
    • kalium,
    • zat besi, dan
    • vitamin C,

    Kandungan tersebut membuat kunyit bersifat antioksidan, anti-inflamasi, antikoagulan, antimikroba, hingga antihepatotoksik yang bermanfaat untuk kesehatan.

    Selain itu, beberapa kandungan kunyit oranye di atas bisa Anda temukan pada jenis kunyit putih.

    Berbagai manfaat kunyit untuk kesehatan

    manfaat kunyit dan madu untuk asam lambung

    Berikut ini adalah manfaat zat aktif yang terkandung di dalam kunyit.

    1. Meredakan peradangan

    Zat aktif kurkumin (curcumin) dalam kunyit adalah antioksidan yang mengandung efek antiradang.

    Ada kurang lebih 200 miligram kurkumin dalam satu sendok teh kunyit segar yang diparut halus atau versi bubuknya.

    Kurkumin diyakini bekerja memblokir kerja sitokin dan enzim penyebab inflamasi dalam tubuh.

    Kurkumin juga mengurangi peradangan dengan menurunkan kadar histamin yang meningkatkan produksi kortisol alami di kelenjar adrenal.

    Berkat kandungan kurkumin, hasil uji praklinis dari The AAPS Journal (2012) menyebutkan khasiat kunyit yang menjanjikan untuk berbagai penyakit terkait peradangan.

    Penyakit peradangan yang dimaksud meliputi kanker, penyakit kardiovaskular, sindrom koroner akut, radang sendi, aterosklerosis, dan diabetes.

    2. Mengobati maag

    Kunyit sudah sejak lama populer digunakan sebagai obat gangguan pencernaan alami.

    Maka ketika gejala maag kambuh, tidak ada salahnya menyeduh secangkir teh kunyit hangat untuk meredakan nyerinya.

    Maag dapat muncul dipicu oleh timbulnya luka di lambung akibat infeksi bakteri H. pylori, konsumsi obat antinyeri jangka panjang, racun rokok, alkohol, dan makanan tertentu.

    Berbagai hal ini dapat mengikis lapisan dinding usus dan kerongkongan sehingga memicu refluks asam lambung naik.

    Nah, penelitian dari jurnal Pharmacognosy Reviews (2013) mengamati bahwa kurkumin dapat meningkatkan produksi lendir dinding lambung.

    Lendir inilah yang akan melindungi lambung dari iritan-iritan penyebab peradangan dan luka di lambung.

    Selain itu, artikel dalam jurnal Systematic Reviews (2014) mengatakan kunyit membantu mengurangi frekuensi kekambuhan gejala maag.

    Pasalnya, kurkumin dalam kunyit bekerja mengendalikan produksi asam lambung dan empedu berlebih.

    3. Mengempiskan perut kembung

    kunyit untuk psoriasis

    Buang gas (kentut) adalah tanda pencernaan Anda baik-baik saja, tapi kalau sudah berlebihan? Tandanya ada yang salah dengan perut Anda.

    Kurkumin membantu otot organ pencernaan agar tetap bergerak lancar seperti seharusnya untuk mengurangi tekanan gas dalam perut.

    Manfaat kunyit juga membantu lambung menghentikan produksi asam berlebihan yang menyebabkan perut kembung.

    Tak heran bila teh kunyit hangat sering digunakan untuk mengatasi perut kembung secara alami.

    4. Meredakan gejala IBS (irritable bowel syndrome)

    Irritable bowel syndrome (IBS) adalah peradangan usus besar yang menyebabkan masalah BAB jangka panjang.

    Jika peradangan tersebut membuat kontraksi usus terlalu sering mengejang, kondisi ini bisa menyebabkan diare kronis.

    Sebaliknya, peradangan yang membuat otot usus jadi jarang berkontraksi mengakibatkan sembelit kronis.

    Penelitian dari Singapura yang dimuat dalam Journal of Clinical Medicine tahun 2018 memperlihatkan kunyit mengurangi intensitas sakit perut yang disebabkan oleh gejala IBS.

    Potensi ini berasal dari efek antioksidan dan antiradang kurkumin yang membantu melancarkan kerja otot pencernaan.

    5. Manfaat kunyit untuk mengurangi mual

    Ketika diracik dengan bubuk lada hitam, kunyit dikatakan manjur untuk meredakan mual.

    Sebuah studi dalam jurnal Food tahun 2017 menemukan bahwa menambahkan lada hitam bisa memaksimalkan khasiat kunyit dalam mengurangi mual.

    Pasalnya, setelah dikonsumsi, kandungan kurkumin dalam kunyit lambat diserap ke dalam aliran darah. Ini bisa menghilangkan manfaat dari kunyit.

    Nah, penelitian tersebut menunjukkan piperin dalam lada hitam meningkatkan penyerapan kurkumin sampai 2.000 % lebih cepat ke dalam darah sehingga siap untuk digunakan oleh tubuh.

    Piperin juga memperlambat pemecahan kurkumin oleh hati sehingga lebih bertahan lama dalam darah.

    6. Meredakan nyeri haid

    manfaat kunyit untuk kesehatan rahim

    Perempuan Indonesia mungkin sudah sangat akrab dengan jamu kunyit asam yang dapat membantu meredakan nyeri haid (PMS).

    Ternyata, manfaat ini bukan cuma sekadar ajaran nenek moyang saja, lho!

    Kandungan kurkumin kunyit memiliki khasiat pereda nyeri alami (analgesik) yang bekerja dengan melemaskan kontraksi rahim penyebab perut kram.

    Selain itu, kurkumin juga mengurangi aliran masuk ion kalsium pada sel-sel epitel rahim dan mengurangi produksi prostaglandin, hormon yang menciptakan rasa sakit dan peradangan.

    Nah, manfaat kunyit ini bisa semakin diperkuat oleh efek antioksidan tanin, saponin, sesquiterpenes, dan alkaloid dari asam jawa.

    Meski begitu, ada beberapa ahli yang menyarankan wanita dengan perdarahan menstruasi berat untuk tidak mengonsumsi kunyit.

    7. Manfaat kunyit untuk menurunkan berat badan

    Kurkumin kunyit berfungsi menekan respons peradangan pada sel tubuh, termasuk sel pankreas, lemak, dan otot.

    Reaksi ini dapat membantu mengurangi resistensi insulin, menurunkan kadar gula darah dan kolesterol, serta mencegah gangguan metabolik lainnya akibat berat badan berlebih.

    Namun, lagi-lagi manfaat kunyit ini bisa Anda peroleh jika mengombinasikannya dengan tanaman herbal lainnya, misalnya asam jawa.

    Jika dikonsumsi sendiri, kandungan aktif kunyit lambat diserap ke dalam darah, tapi lebih cepat dipecah oleh hati. Ini membuat tubuh tidak merasakan banyak manfaatnya.

    Dalam jangka panjang, minum jamu kunyit asam dapat membuat hasil penurunan berat badan jadi lebih maksimal.

    8. Mengendalikan gula darah

    Jika Anda punya diabetes, tidak ada salahnya mencoba pengobatan alami untuk mengendalikan gula darah tetap stabil.

    Salah satu yang bisa Anda coba adalah kunyit. Sebuah studi tinjauan Evidence-Based Complementary And Alternative Medicine (2013) menunjukkan kurkumin dapat menurunkan kadar glukosa dalam darah.

    Penelitian lain menunjukkan bahwa suplemen ekstrak kunyit membantu meningkatkan fungsi insulin, menstabilkan kadar gula darah, dan membuat gejala diabetes lebih mudah ditangani.

    Hal ini kemudian membantu menurunkan risiko komplikasi terkait diabetes yang diakibatkan oleh peradangan.

    Namun, masih perlu lebih banyak uji klinis lainnya untuk memastikan manfaat kunyit untuk diabetes.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Panahi, Y., Hosseini, M., Khalili, N., Naimi, E., Majeed, M., & Sahebkar, A. (2015). Antioxidant and anti-inflammatory effects of curcuminoid-piperine combination in subjects with metabolic syndrome: A randomized controlled trial and an updated meta-analysis. Clinical Nutrition, 34(6), 1101-1108. doi: 10.1016/j.clnu.2014.12.019

    Thavorn, K., Mamdani, M., & Straus, S. (2014). Efficacy of turmeric in the treatment of digestive disorders: a systematic review and meta-analysis protocol. Systematic Reviews, 3(1). doi: 10.1186/2046-4053-3-71

    Gupta, S., Patchva, S., & Aggarwal, B. (2012). Therapeutic Roles of Curcumin: Lessons Learned from Clinical Trials. The AAPS Journal, 15(1), 195-218. doi: 10.1208/s12248-012-9432-8

    Sah, A., Jha, R., Sah, P., Shah, D., & Yadav, S. (2013). Turmeric (curcumin) remedies gastroprotective action. Pharmacognosy Reviews, 7(1), 42. doi: 10.4103/0973-7847.112843

    Zhang, D., Fu, M., Gao, S., & Liu, J. (2013). Curcumin and Diabetes: A Systematic Review. Evidence-Based Complementary And Alternative Medicine, 2013, 1-16. doi: 10.1155/2013/636053

    Hewlings, S., & Kalman, D. (2017). Curcumin: A Review of Its Effects on Human Health. Foods, 6(10), 92. doi: 10.3390/foods6100092

    Ng, Q., Soh, A., Loke, W., Venkatanarayanan, N., Lim, D., & Yeo, W. (2018). A Meta-Analysis of the Clinical Use of Curcumin for Irritable Bowel Syndrome (IBS). Journal Of Clinical Medicine, 7(10), 298. doi: 10.3390/jcm7100298

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Dwi Ratih Ramadhany Diperbarui 2 days ago
    Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro