Suka Makan Jantung Pisang? Ini 5 Manfaat yang Wajib Anda Tahu

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 29/12/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Ada beragam manfaat yang dapat diperoleh dari jantung pisang. Biasanya, jantung pisang dapat ditumis, digoreng, atau dijadikan gulai. Selain rasanya yang lezat, jantung pisang menyimpan segudang manfaat yang bisa diperoleh. 

Ketahui selengkapnya keuntungan kesehatan dari mengonsumsi jantung pisang.

Manfaat makan jantung pisang untuk kesehatan

Jantung pisang dianggap sebagai bagian dari sayuran di wilayah Asia Tenggara. Sama seperti sayuran lainnya, jantung pisang begitu kaya akan kandungan nutrisinya seperti di bawah ini.

  • vitamin A
  • vitamin C
  • vitamin E
  • beragam mineral
  • asam lemak
  • flavonoid
  • tanin
  • saponin
  • glikosida
  • steroid

Dari beragam kandungan inilah yang memberikan manfaat pada jantung pisang saat dikonsumsi. Jika Anda salah satu penggemar jantung pisang, berikut manfaat yang dapat diperoleh.

1. Mengatasi pembesaran prostat jinak

Jantung pisang memiliki manfaat untuk mengatasi masalah pembesaran prostat jinak atau benign prostatic hyperlapsia. Kondisi ini biasanya terjadi pada pria dan ditandai dengan melemahnya kandung kemih, sehingga urine tidak keluar seluruhnya.

Dalam sebuah penelitian, ekstrak jantung pisang membantu mengurangi pembesaran prostat dan memperbaiki morfologi kelenjar prostat. Ekstrak jantung pisang mengandung asam sitrat, taurin, asam pantotenat, dan nikotinat. 

Senyawa tersebut mampu menjadi agen antiinflamasi dan antiprofilerasi (menghambat pertumbuhan sel) pada pasien pembesaran prostat jinak.

2. Menangkal radikal bebas

Radikal bebas yang dihasilkan oleh polusi udara dapat menyebabkan gangguan sistem saraf pusat, autoimun, gangguan kardiovaskular dan lainnya. Di sini, jantung pisang membawa manfaat untuk menangkal radikal bebas. 

Ekstrak jantung mengandung tinggi antioksidan yang mampu mencegah stres oksidatif. Senyawa polifenol dan flavonoid dari ekstrak jantung pisang dapat melindungi tubuh dari kerusakan DNA akibat iron-mediated fenton (reaksi dari senyawa radikal bebas).

Efek dari konsumsi jantung pisang dapat memberikan perlindungan terhadap efek radikal bebas.

3. Mendukung diet sehat

Kombinasi jantung pisang dan pseudostem (batang tengah pisang) dapat memberikan pemenuhan nutrisi secara sehat. Pasalnya, jantung pisang diteliti memiliki sumber yang baik akan nutrisi makro dan mikro. 

Tak hanya itu, asam linoleat dalam jantung pisang dapat meningkatkan kerja imunitas tubuh melalui kandungan antioksidan. Sebelumnya pun disebutkan bahwa kandungan antioksidan ini bekerja untuk menangkal radikal bebas.

Karena sifatnya yang kaya akan nutrisi, Anda bisa memasukkan jantung pisang ke dalam menu diet tinggi serat yang sehat.

4. Melindungi tubuh dari bakteri

Tak hanya melindungi tubuh dari bahaya radikal bebas, jantung pisang memiliki manfaat untuk melindungi tubuh dari infeksi bakteri. Jantung pisang diyakini mengandung tinggi protein.

Jantung pisang yang diekstraksi mengandung asam amino dan peptida. Isolasi protein ini secara signifikan melawan bakteri gram positif dan negatif. Bakteri ini dapat menyebabkan infeksi diare, pneumonia, dan kolera.

Oleh karenanya, konsumsi jantung pisang dapat mendukung imunitas tubuh dari infeksi penyakit akibat bakteri.

5. Mengurangi komplikasi diabetes

Jantung pisang membawa manfaat untuk mengurangi komplikasi diabetes melitus. Salah satu komplikasi terkait diabetes adalah hiperglikemia.

Kombinasi jantung pisang dan pseudostem (bagian tengah batang pisang) mampu mengurangi hiperglikemia dan komplikasi diabetes seperti diabetic nephropathy (komplikasi diabetes pada ginjal)

Dapat disimpulkan bahwa konsumsi jantung pisang bersama pseudostem, secara alami mampu menurunkan risiko komplikasi diabetes.

Untuk meraih manfaat spesifik jantung pisang, Anda bisa mengonsumsinya dalam bentuk ekstrak. Namun, tak ada salahnya untuk menyertakan dalam menu diet sebagai pemenuhan nutrisi harian.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Diabetes Meningkatkan Risiko Rematik Hingga 20 Persen

Penyakit diabetes dapat meningkatkan risiko rematik hingga sebesar 20 persen apabila tidak ditangani dengan baik. Apa yang menjadi penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Diabetes, Health Centers 10/02/2020 . Waktu baca 3 menit

Mengenal Jenis-Jenis Neuropati Diabetik

Neuropati diabetik adalah kondisi komplikasi dari diabetes. Neuropati diabetik tidak hanya 1 jenis, melainkan ada 4 jenis yang bisa dibedakan gejalanya.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Diabetes, Health Centers 04/02/2020 . Waktu baca 5 menit

Tips Panjang Umur Jika Anda Menderita Diabetes

Diabetes dulu disebut "penyakit orang tua" karena banyak menyerang orang-orang usia senja. Tapi sekarang lebih banyak penderita diabetes yang mati muda.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Diabetes, Health Centers 14/11/2019 . Waktu baca 5 menit

10 Komplikasi Diabetes Melitus, dari yang Paling Ringan Sampai Fatal

Diabetes melitus yang tidak diobati dapat menimbulkan bahaya komplikasi berupa penyakit serius. Bahkan, kematian. Baca lebih lengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Diabetes, Health Centers 14/05/2019 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penderita diabetes meninggal covid-19

Studi: 1 dari 10 Pasien COVID-19 dengan Diabetes Berisiko Meninggal Dunia

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 10/06/2020 . Waktu baca 5 menit
diabetes dan kanker hati

Diabetes Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Hati, Ini Tips Mencegahnya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 16/05/2020 . Waktu baca 4 menit
Konten Bersponsor
neuropati diabetik

Apakah Neuropati pada Diabetesi Bisa Disembuhkan?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 20/04/2020 . Waktu baca 4 menit
edema makula diabetik

Edema Makula Diabetik, Komplikasi Diabetes yang Bisa Sebabkan Kebutaan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 13/02/2020 . Waktu baca 4 menit