Beda 4 Jenis Kubis Dengan Segudang Manfaat Kesehatannya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Anda tentu sudah tidak asing lagi dengan sayur kubis atau yang lebih akrab disebut dengan sayur kol. Sering tertukar dengan lettuce atau selada, sayur bulat dengan daun putih kehijauan berlapis-lapis ini ternyata tidak hanya terdiri dari satu jenis saja. Kubis punya beberapa macam dengan ciri khas yang berbeda-beda. Yuk, selami lebih dalam mengenai sayur kubis beserta segudang manfaatnya lewat ulasan berikut ini!

Kandungan nutrisi dalam sayur kubis

Sumber: NDTV Food

Mungkin Anda lebih familiar menemukan sayur kubis atau kol di dalam sepiring lalapan yang dimakan mentah. Namun, sayur yang punya nama latin Brassica Oleracea Var. Capitata L. ini, juga nikmat untuk diolah menjadi tumisan atau dicampur bersama semangkuk sup sayuran.

Tidak mau kalah dengan jenis sayur-sayuran lainnya, kol menyumbang segudang nutrisi penting untuk tubuh. Terbukti dalam 100 gram (gr) sayur kol, terdapat 51 kalori (kal) energi, 8 gr karbohidrat, 2,5 gr protein, dan 3,4 gr serat.

Sementara sejumlah mineral yang ada di dalam sayur kol diantaranya 100 miligram (mg) kalsium, 50 mg fosfor, 3,4  mg besi, 50 mg natrium, dan 100 mg kalium. Dengan berbagai vitamin seperti 0,4 mikrogram (mcg) vitamin B1, 0,1 mg vitamin B2, dan 16 mg vitamin C yang turut melengkapi zat gizi dalam kol.

Apa saja jenis kubis yang ada di pasaran?

Jika biasanya Anda lebih sering menemukan kol dengan bentuk bulat dan berwarna putih kehijauan, tahukah Anda kalau masih ada jenis kol lainnya dengan ciri khasnya masing-masing?

Ya, tidak hanya satu jenis saja, berikut berbagai jenis kubis atau kol yang ada di pasaran:

1. Kubis hijau

Sumber: Foods for Better Health

Kol dengan warna putih atau hijau pucat adalah salah satu varietas yang paling umum dijual di pasaran. Anda bisa dengan mudah menemukan varietas kol yang satu ini di tukang sayur, pasar tradisional, hingga supermarket ternama. Bila diperhatikan lebih seksama, daun terluar yang melapisi kol biasanya berwarna hijau pucat, sementara bagian dalamnya berwarna agak putih saat dibuka.

Sebelum memasak atau memakannya mentah, daun kol yang paling luar ini biasanya akan dibuang terlebih dahulu karena sering kotor dan agak layu. Kol yang masih mentah memiliki tekstur yang renyah saat digigit, dan akan lebih melunak dengan rasa manis setelah diolah.

2. Kubis ungu

kubis ungu

Serupa dengan kubis hijau, kubis dengan warna ungu atau kemerahan juga memiliki daun berlapis dengan bentuk bulat. Perbedaan yang paling jelas terlihat tentu terletak pada warna sayur kol ini.

Namun bukan hanya itu saja, tekstur kol ungu biasanya lebih keras sehingga akan lebih renyah saat digigit dan menyumbang lebih banyak vitamin C ketimbang kol hijau.

Oleh karena warnanya yang cukup mencolok, terkadang warna kol ungu bisa tercampur bersama sayuran lainnya ketika diolah bersama.

3. Kubis savoy

Sumber: Liebherr

Sekilas, kubis savoy memiliki bentuk yang tidak jauh berbeda dengan kubis hijau dan ungu. Namun ketika diperhatikan lebih teliti, varietas kubis yang satu ini memiliki tekstur yang lebih berkerut dengan lapisan daun terluar yang lebih lebar sebagai pembungkus.

Ciri khasnya ada pada tekstur dan bentuk, yang membuatnya terasa lebih lembut saat dimakan dan lapisan daunnya tersusun tidak beraturan ketimbang jenis kol yang lainnya. Biasanya, kol savoy sering dijadikan olahan salad bersama jenis sayuran lainnya.

4. Kubis napa

Sumber: Metro

Apa nama yang biasa Anda pakai untuk menyebut sayuran ini? Kebanyakan orang mungkin akan menjawab sawi putih. Belum banyak yang tahu memang, kalau sayuran ini ternyata masuk ke dalam salah satu varietas kol mengingat susunan daunnya yang juga berlapis-lapis.

Sedikit perbedaannya, jenis kol yang satu ini tidaklah berbentuk bulat melainkan berbentuk lonjong dengan warna daun yang hijau keputihan. Kol napa sebenarnya bisa dimakan mentah atau direbus saja sebagai lalapan, tapi sebagian besar orang lebih suka menyantapnya dengan cara ditumis.

Beragam manfaat kubis untuk kesehatan

agar asi lancar

Selain enak dan mudah diolah, kubis menyajikan berbagai manfaat kesehatan yang sayang untuk dilewatkan.

1. Melancarkan sistem pencernaan

Sudah tidak perlu diragukan lagi, berbagai jenis sayuran merupakan sumber serat yang baik untuk menunjang kerja sistem pencernaan. Namun jangan salah. Dari 2 jenis serat yang ada, sayur kol tergolong ke dalam serat tidak larut air karena tidak menyatu dengan air di dalam tubuh, sehingga berjalan melewati sistem pencernaan.

Oleh karena itu, serat tidak larut air umumnya bekerja lebih baik di dalam usus dalam mencerna makanan, menurut penelitian yang dimuat dalam World Journal of Gastroenterology. Serat tidak larut air juga dapat membantu melancarkan pergerakan kotoran di dalam usus, guna mencegah terjadinya sembelit atau susah buang air besar.

2. Menjaga fungsi jantung

Selain bertugas sebagai pemberi warna ungu kemerahan pada kubis ungu, kandungan kuat dari senyawa antioksidan bernama anthocyanin juga diyakini dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular. Hal tersebut turut dibuktikan oleh sebuah penelitian yang dimuat dalam American Journal of Clinical Nutrition.

Penelitian tersebut menyebutkan bahwa memperbanyak asupan makanan dengan kandungan anthocyanin, terbukti dapat menurunkan tekanan darah sekaligus risiko penyakit arteri koroner. Bahkan, kandungan senyawa polifenol yang tinggi dalam sayur kol juga diyakini bisa menjaga fungsi jantung dengan cara mencegah menurunkan tekanan darah dan mencegah penumpukan trombosit.

3. Mencegah kanker

Kandungan vitamin C yang tinggi pada kubis tidak hanya membantu untuk memenuhi kebutuhan harian saja, ternyata juga berfungsi untuk melindungi tubuh dari serangan radikal bebas pemicu berbagai penyakit, termasuk kanker.

Bukan hanya itu, senyawa sulforaphane yang ada di dalam sayur kol diduga turut berpotensi untuk menangkal serangan kanker. Mengutip dari laman Medical News Today, senyawa sulforaphane ditemukan punya efek positif dalam menghambat kerja enzim histone deacetylase (HDAC), yang diketahui terlibat dalam perkembangan sel-sel kanker di dalam tubuh.

Itulah mengapa sampai saat ini para peneliti masih terus menguji seberapa jauh kemampuan senyawa sulforaphane untuk menunda atau menghambat perkembangan sel-sel kanker tersebut.

4. Menurunkan tekanan darah

Peningkatan tekanan darah merupakan faktor risiko utama penyakit jantung dan stroke. Selain dianjurkan untuk mengurangi atau bahkan menghindari makanan yang mengandung banyak garam, memperbanyak makan makanan sumber kalium juga dinilai penting untuk membantu mengendalikan tekanan darah.

Pasalnya, kalium akan membantu untuk mengeluarkan kelebihan garam (natrium) di dalam tubuh melalui urin, sekaligus melemaskan ketegangan pada dinding pembuluh darah. Alhasil, tekanan darah tinggi pun akan menurun secara berangsur-angsur.

Sebenarnya berbagai jenis kol sama-sama mampu mengendalikan tekanan darah tubuh. Hanya saja, varietas kubis ungu ternyata mengandung jumlah kalium yang paling tinggi daripada jenis kubis lainnya.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca