Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Apa Itu Sulforaphane? Ketahui Manfaatnya untuk Tubuh

Apa Itu Sulforaphane? Ketahui Manfaatnya untuk Tubuh

Sayur-sayuran memiliki zat gizi yang cukup khas dan bahkan tidak ditemukan pada jenis sayuran lainnya. Salah satu kandungan unik pada sayuran adalah sulforaphane atau sulforafana. Senyawa ini hanya ditemukan pada jenis sayuran cruciferous atau sayuran dari keluarga kubis.

Seperti zat gizi sayuran pada umumnya, kandungan ini terbukti memiliki potensi manfaat untuk kesehatan tubuh. Lantas, apa itu sulforaphane dan apa saja manfaatnya?

Apa itu sulforaphane?

Sulforaphane adalah zat gizi yang kaya akan sulfur dan merupakan bentuk tak aktif dari senyawa glucoraphanin.

Kandungan glucoraphanin akan berubah menjadi sulforafana dengan bantuan enzim myrosinase.

Enzim ini juga bisa ditemukan pada sayur cruciferous ketika Anda memotong atau mengunyahnya. Untuk mendapatkan manfaat sulforaphane, Anda harus menghancurkannya terlebih dahulu.

Enzim myrosinase juga bisa diproduksi oleh bakteri atau mikrobiota usus sehingga proses pencernaan membantu Anda mendapatkan asupan sulforafana.

Makanan kaya sulforafana ditemukan pada:

Manfaat sulforaphane

Berbagai penelitian menemukan beberapa potensi manfaat sulforaphane untuk kesehatan tubuh. Apa saja?

1. Mengurangi risiko kanker

sulforaphane menghambat sel kanker

Makanan dengan sulforaphane kerap dikenal sebagai makanan pencegah kanker.

Ada berbagai studi yang meneliti manfaat senyawa ini untuk melawan kanker.

Senyawa ini bekerja dengan cara memicu kematian sel kanker, menghentikan siklus pertumbuhan sel kanker, dan menghentikan pembentukan pembuluh darah yang menutrisi sel kanker.

Fungsi sulforaphane juga berguna untuk menghambat enzim yang mengaktifkan senyawa pemicu kanker atau karsinogen.

Zat gizi ini bersifat antioksidan yang bisa mengurangi faktor-faktor pemicu kanker, seperti kerusakan DNA, mutasi, dan peradangan.

Perlu Anda ketahui, sulforafana berpotensi menurunkan risiko beberapa jenis kanker, seperti kanker prostat, kanker kolorektal, dan kanker pankreas.

Hal yang perlu digarisbawahi adalah penelitian ini menggunakan sulforaphane yang sudah diekstraksi, bukan berasal dari sayur cruciferous langsung.

Oleh karena itu, masih memerlukan studi lebih lanjut untuk mendapatkan manfaat sulforaphane dari sayur-sayuran.

2. Menjaga kesehatan jantung

Manfaat sulforaphane juga berpotensi mengurangi risiko penyakit jantung.

Mengutip studi yang diterbitkan pada jurnal Oxidative Medicine and Cellular Longevity (2015), sebagai kandungan makanan yang bersifat antioksidan, sulforaphane mampu mengurangi radikal bebas di dalam tubuh.

Radikal bebas bisa memicu inflamasi atau peradangan pada jantung. Apabila jantung mengalami peradangan, pembuluh darah akan rentan menyempit.

Kondisi ini membuat Anda rentan memiliki penyakit jantung, seperti hipertensi dan aterosklerosis.

Inflamasi juga meningkatkan risiko penumpukan dan pengerasan lemak pada pembuluh darah. Jadi, aliran darah pun tidak lancar dan berbagai organ tubuh kekurangan oksigen.

Hal ini akan membuat Anda berisiko mengalami:

  • stroke,
  • serangan jantung,
  • jantung yang terasa tertekan atau angina, dan
  • kekurangan aliran darah ke kaki atau penyakit arteri perifer.

3. Menurunkan risiko diabetes

Sulforafana merupakan salah satu kandungan makanan yang baik untuk diabetes.

Hasil riset yang diterbitkan pada jurnal Science Transnational Medicine (2017) menemukan bahwa mengonsumsi kecambah brokoli yang setara dengan 150 µmol sulforaphane setiap hari selama 12 minggu mampu mengurangi kadar gula darah.

Senyawa ini mampu mengurangi gula darah hingga 6,5% dan memperbaiki kadar HbA1c atau faktor pengontrol gula darah jangka panjang.

Studi ini menunjukkan bahwa manfaat sulforaphane ini sangat berpengaruh pada orang dengan obesitas dan diabetes yang tak terkontrol.

Senyawa tanaman cruciferous ini bermanfaat untuk meningkatkan sensitivitas insulin. Ini membuat tubuh lebih mudah merespons hormon insulin dan gula darah pun lebih terkendali.

4. Mengendalikan gejala autisme

Autisme berkaitan dengan perkembangan saraf yang abnormal. Hal ini menyebabkan seseorang mengalami masalah saat berkomunikasi dan berinteraksi sosial.

Autisme juga memiliki ciri-ciri pengulangan perilaku dan aktivitas berkali-kali. Konsumsi sulforaphane secara rutin berpotensi memperbaiki perilaku dan kemampuan bersosialisasi pada autisme.

Berikut ini cara kerja sulforafana dalam membantu mengatasi autisme.

  • Membantu mengurangi stres oksidatif atau kondisi normal akibat radikal bebas pada saraf otak,
  • Memperbaiki proses kerja asam amino pada otak,
  • Meningkatkan senyawa untuk menstabilkan mood atau serotonin, dan
  • Menurunkan hormon stres, yakni kortisol.

5. Menjaga kesehatan usus

sulforaphane jaga kesehatan usus

Sulforaphane memiliki potensi menghambat pertumbuhan bakteri jahat pada usus. Hal ini membuat mikrobiota usus menjadi seimbang.

Selain itu, sifat antioksidan ini mampu melindungi usus halus dari stres oksidatif. Beberapa cara kerja ini akan memperlancar pengeluaran feses dan mengurangi risiko sembelit.

Sifat antioksidan ini juga mengurangi risiko gastritis atau maag akibat infeksi bakteri Helicobacter pylori.

Sulforafana juga menghambat pembentukan luka pada usus halus akibat efek samping obat anti-inflamasi nonsteroid.

6. Manfaat sulforaphane lainnya

Ada beberapa manfaat lain yang berpotensi untuk meningkatkan kesehatan secara menyeluruh, seperti:

  • melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar ultraviolet,
  • mengurangi efek kerusakan otak, dan
  • menurunkan risiko osteoporosis.

Cara mengonsumsi sulforaphane

cara mengonsumsi sulforaphane

Bila Anda ingin mendapatkan kadar sulforafana yang tinggi dari sayur-sayuran, pilihlah brokoli mentah.

Kadarnya mencapai sepuluh kali lipat lebih tinggi daripada sayuran lainnya yang sudah dimasak.

Tak hanya itu, penyerapan di dalam tubuh juga lebih baik jika sayur dalam keadaan mentah.

Meski demikian, jika Anda ingin memastikan kebersihan sayuran dengan sulforafana, Anda bisa mengukusnya dengan suhu di bawah 140 ºCelcius.

Metode memasak ini terbukti membuat kadar sulforaphane dan zat gizi lainnya tidak rusak.

Anda juga bisa mengonsumsi dalam bentuk suplemen. Hingga saat ini, belum ada ketentuan asupan harian sulforaphane.

Umumnya, suplemen ini dikonsumsi dalam dosis 400 mcg per hari. Dosis ini didapatkan dari 1–2 kapsul sulforafana.

Efek samping mengonsumsi sulforafana

Meski memberikan berbagai manfaat kesehatan, senyawa ini bisa menimbulkan gangguan pencernaan, seperti diare, sembelit, dan gas di perut.

Efek samping ini relatif ringan bila dibandingkan dengan potensi manfaat yang Anda dapatkan.

Namun, perlu Anda ingat bila masih sedikit penelitian tentang efek samping yang mungkin muncul.

Jadi, konsumsi sayuran dengan jumlah yang wajar dan minum suplemen sesuai aturan yang tertera.

Sulforaphane adalah senyawa sulfur yang biasa ditemukan pada sayuran cruciferous.

Ada berbagai potensi yang baik untuk menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh hingga mengurangi risiko penyakit.

Meski demikian, ada beberapa potensi zat gizi masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Konsumsi sulforaphane secukupnya dan hindari menggunakannya sebagai pengganti obat-obatan dari dokter.

health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Cruciferous vegetables – IARC publications website – home. (n.d.). Retrieved February 23, 2022, from https://publications.iarc.fr/_publications/media/download/3947/8c0b3b2773f15164466c7c63f73fa57fb5350632.pdf

vegetables?, & vegetables?. (2022). Cruciferous Vegetables and Cancer Prevention. Retrieved 23 February 2022, from https://www.cancer.gov/about-cancer/causes-prevention/risk/diet/cruciferous-vegetables-fact-sheet#what-are-cruciferous-vegetables

Science of Flavor: Cruciferous Vegetables. (2016). Retrieved 23 February 2022, from https://www.hsph.harvard.edu/nutritionsource/2016/11/21/science-of-flavor-cruciferous-vegetables-brussels-sprouts/

Broihier, K. (2016). Crazy for Crucifers: 13 Cruciferous Vegetables Brimming with Nutrients – Food & Nutrition Magazine. Retrieved 23 February 2022, from https://foodandnutrition.org/september-october-2016/crazy-crucifers-13-cruciferous-vegetables-brimming-nutrients/

The Beginners Guide to Cruciferous Vegetables. (2020). Retrieved 23 February 2022, from https://www.eatright.org/food/vitamins-and-supplements/nutrient-rich-foods/the-beginners-guide-to-cruciferous-vegetables

Woźniak, M., Krajewski, R., Makuch, S., & Agrawal, S. (2021). Phytochemicals in Gynecological Cancer Prevention. International Journal Of Molecular Sciences, 22(3), 1219. doi: 10.3390/ijms22031219

Morrison, M. E., Joseph, J. M., McCann, S. E., Tang, L., Almohanna, H. M., & Moysich, K. B. (2020). Cruciferous vegetable consumption and stomach cancer: a case-control study. Nutrition and cancer, 72(1), 52-61.

Zhang, X., Shu, X., Xiang, Y., Yang, G., Li, H., & Gao, J. et al. (2011). Cruciferous vegetable consumption is associated with a reduced risk of total and cardiovascular disease mortality. The American Journal Of Clinical Nutrition, 94(1), 240-246. doi: 10.3945/ajcn.110.009340

Cruciferous Vegetables. (2014). Retrieved 23 February 2022, from https://lpi.oregonstate.edu/mic/food-beverages/cruciferous-vegetables

Blekkenhorst, L. C., Bondonno, C. P., Lewis, J. R., Woodman, R. J., Devine, A., Bondonno, N. P., … & Hodgson, J. M. (2018). Cruciferous and total vegetable intakes are inversely associated with subclinical atherosclerosis in older adult women. Journal of the American Heart Association, 7(8), e008391.

Blekkenhorst, L., Sim, M., Bondonno, C., Bondonno, N., Ward, N., & Prince, R. et al. (2018). Cardiovascular Health Benefits of Specific Vegetable Types: A Narrative Review. Nutrients, 10(5), 595. doi: 10.3390/nu10050595

Bellinge, J. W., Dalgaard, F., Murray, K., Connolly, E., Blekkenhorst, L. C., Bondonno, C. P., … & Bondonno, N. P. (2021). Vitamin K Intake and atherosclerotic cardiovascular disease in the danish diet cancer and health study. Journal of the American Heart Association, 10(16), e020551.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Larastining Retno Wulandari Diperbarui Mar 30
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan