Berbagai Sumber Makanan untuk Meningkatkan Zat Besi Jika Anda Menderita Anemia

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Anemia defisiensi besi adalah salah satu jenis anemia yang paling umum ditemui. Kondisi ini terjadi ketika darah kekurangan jumlah sel darah merah yang sehat. Sel darah merah bertugas untuk membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Sesuai dengan namanya, anemia defisiensi besi disebabkan jumlah zat besi yang tidak mencukupi. Tanpa zat besi yang cukup, tubuh Anda tidak dapat menghasilkan sel darah merah yang cukup untuk membawa oksigen.

Gejala anemia defisiensi besi

Awalnya, kondisi ini mungkin tidak menimbulkan gejala apa pun karena belum begitu parah. Lalu mulai timbul gejala ketika tubuh semakin kekurangan zat besi. Berikut adalah gejala-gejala yang mungkin Anda rasakan.

  • Kelelahan
  • Badan terasa lemas
  • Kulit pucat
  • Nyeri dada, detak jantung cepat, atau sesak napas
  • Sakit kepala atau pusing
  • Tangan dan kaki terasa dingin
  • Peradangan atau nyeri pada lidah
  • Kuku rapuh
  • Nafsu makan menurun, terutama pada bayi dan anak-anak

Penyebab dan faktor risiko anemia defisiensi besi

Ada berbagai penyebab kondisi kekurangan sel darah merah. Penyebabnya bisa bersifat sementara, yaitu saat Anda hamil dan kebutuhan zat besi meningkat. Namun, ada juga kelainan yang membuat tubuh kesulitan menyerap zat besi.

  • Perdarahan, misalnya ketika wanita sedang menstruasi.
  • Kurangnya asupan zat besi dalam makanan yang Anda konsumsi.
  • Ketidakmampuan tubuh untuk menyerap zat besi, misalnya karena penyakit Crohn dan penyakit Celiac.
  • Kehamilan.

Sedangkan orang-orang yang memiliki kondisi di bawah ini punya kemungkinan lebih besar mengidap anemia defisiensi besi.

  • Wanita
  • Bayi dan anak-anak
  • Vegetarian
  • Sering mendonorkan darah

Komplikasi yang mungkin muncul

Anemia defisiensi besi yang ringan biasanya tidak menimbulkan komplikasi. Namun, anemia yang tidak segera ditangani bisa menjadi masalah kesehatan yang berat dan menimbulkan berbagai jenis komplikasi di bawah ini.

  • Gangguan jantung.
  • Masalah selama kehamilan.
  • Gangguan pertumbuhan, khususnya pada bayi dan anak.

Makanan untuk meningkatkan zat besi secara alami

Apabila dokter sudah memberikan diagnosis anemia jenis defisiensi besi, ada beberapa sumber makanan yang bisa membantu Anda mengembalikan keseimbangan sel darah merah dan meningkatkan zat besi dalam tubuh. Simak daftar makanannya berikut ini.

Daftar makanan yang kaya akan zat besi

  • Daging merah, ati ayam atau sapi, dan daging unggas.
  • Makanan laut seperti ikan, cumi, kerang, dan udang.
  • Kacang-kacangan.
  • Sayuran hijau, misalnya bayam dan kangkung.
  • Buah yang dikeringkan, seperti tomat, kismis, dan aprikot.
  • Roti, pasta, atau sereal yang diperkaya dengan zat besi.
  • Kacang polong.

Tubuh Anda menyerap zat besi dari daging lebih banyak dibandingkan dari sumber lainnya. Jika Anda memilih untuk tidak makan daging, Anda perlu menambahkan asupan makanan nabati yang kaya zat besi untuk dapat menyerap jumlah zat besi yang sama dengan seseorang yang makan daging, misalnya sayuran hijau.

Makanan yang mengandung tinggi vitamin C

Anda dapat meningkatkan penyerapan zat besi tubuh Anda dengan mengonsumsi makanan kaya vitamin C pada saat bersamaan dengan Anda memakan makanan tinggi zat besi. Pasalnya, vitamin C mampu meningkatkan kemampuan tubuh dalam menyerap zat besi. Berikut adalah contoh-contoh makanan yang kaya akan vitamin C.

  • Brokoli
  • Sayuran hijau
  • Jeruk
  • Jambu
  • Mangga
  • Kiwi
  • Pepaya
  • Anggur
  • Stroberi
  • Melon
  • Tomat

Selain menambah asupan vitamin C, Anda disarankan untuk menghindari zat-zat yang bisa menghambat penyerapan zat besi. Di antaranya adalah tanin. Kopi dan teh adalah sumber tanin yang cukup tinggi. Karena itu, sebaiknya jangan minum teh atau kopi sambil makan karena bisa mengganggu proses penyerapan zat besi. Batasi juga konsumsi kopi dan teh setiap hari agar tidak berlebihan.

Mencegah anemia defisiensi besi pada bayi

Untuk mencegah anemia defisiensi besi pada bayi Anda, pastikan Anda memberikan ASI (air susu ibu) secara eksklusif selama enam bulan, kemudian dilanjutkan dengan ASI bersama makanan pendamping untuk enam bulan berikutnya. ASI mengandung nutrisi yang cukup untuk memenuhi asupan zat besi bayi Anda.

Perlu diingat, susu sapi bukanlah sumber zat besi yang baik untuk bayi dan tidak dianjurkan untuk bayi di bawah satu tahun. Setelah usia 6 bulan, mulailah memberi makan sereal yang diperkaya zat besi pada bayi Anda. Bisa juga memberikan daging setidaknya dua kali sehari untuk meningkatkan asupan zat besi.

Setelah usianya menginjak satu tahun, pastikan anak Anda tidak minum susu lebih dari 600 mililiter (ml) dalam sehari. Pasalnya, terlalu banyak minum susu bisa membuat bayi Anda kenyang sehingga menggantikan makanan lainnya, termasuk makanan yang kaya akan zat besi.

Baca Juga:

Sumber