Tips Melawan Peradangan Dalam Tubuh Dengan Olahraga

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 22/09/2017
Bagikan sekarang

Berbagai jenis olahraga, mulai dari lari hingga angkat beban, sangat baik bagi tubuh Anda. Sekarang telah banyak diketahui bahwa terdapat manfaat lain dari berolahraga, yaitu dapat membantu tubuh Anda dalam melawan peradangan.

Peradangan atau inflamasi merupakan respon perlindungan tubuh untuk mengenyahkan berbagai bahaya. Jadi, pada dasarnya reaksi ini penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Akan tetapi, peradangan yang bersifat kronis (terus-terusan) bisa menjadi salah satu penyebab munculnya beberapa penyakit. Mulai dari diabetes, nyeri sendi, hingga penyakit jantung. Karena itu, peradangan harus dilawan juga, salah satunya dengan olahraga.

Akan tetapi, bukankah orang yang punya penyakit karena peradangan seharusnya mengurangi olahraga dan tidak banyak bergerak dulu? Mana yang benar? Ini dia jawaban yang tepat dari para ahli.

Bagaimana olahraga bisa melawan peradangan?

Saat Anda mulai berolahraga dan menggerakkan tubuh Anda, sel otot akan mengeluarkan sejumlah kecil protein yang disebut interleukin-6 (IL-6). Protein IL-6 ini tampaknya berperan penting dalam melawan peradangan.

IL-6 memiliki beberapa manfaat antiradang, di antaranya yaitu dapat menurunkan suatu kadar protein yang disebut TNF-α yang berperan dalam memicu peradangan di tubuh dan menghambat efek protein IL-1β yang dapat memicu peradangan di pankreas. Peradangan di pankreas dapat mengganggu produksi insulin sehingga kadar gula dalam darah bisa melonjak, khususnya pada pengidap diabetes.

Harus berolahraga seperti apa dan berapa lama agar tubuh mampu melawan peradangan?

Faktor terbesar dalam menentukan seberapa banyak otot mengeluarkan IL-6 yaitu durasi waktu latihan Anda. Semakin lama durasi latihan Anda, maka semakin banyak IL-6 yang dikeluarkan oleh otot.

Sebagai contoh, setelah Anda berolahraga selama 30 menit, tingkat IL-6 dapat meningkat sebanyak lima kali lipat. Nah, apabila Anda baru saja mengikuti lari maraton, tingkat IL-6 dapat meningkat bahkan hingga sebanyak 100 kali lipat.

olahraga malam saat puasa

Seberapa besar efek IL-6 terhadap peradangan?

Sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2003 mempelajari peran IL-6 dalam melawan peradangan. Para peneliti menyuntikkan molekul bakteri E. Coli kepada para peserta penelitian. Tujuannya untuk mengaktifkan respon peradangan pada tubuh mereka.

Peneliti menemukan bahwa ketika mereka menyuntikkan molekul bakteri tersebut, terdapat peningkatan protein TNF-α yang memicu peradangan sebanyak dua hingga tiga kali lipat. Namun, jika partisipan berolahraga selama 3 jam sebelumnya, mereka tidak mengalami kenaikan protein TNF-α seperti apabila mereka tidak berolahraga.

Penelitian lainnya yang meneliti lebih dari empat ribu laki-laki dan perempuan usia menengah, menyatakan bahwa berolahraga rutin selama 20 menit per hari atau 2,5 jam per minggu dapat mengurangi peradangan pada tubuh sebanyak 12 persen.

Peserta penelitian yang baru mulai berolahraga di tengah penelitian juga memiliki efek antiradang yang signifikan, yang berarti tidak ada kata terlambat untuk mendapatkan keuntungan dari berolahraga.

Apa yang harus kita lakukan agar mendapatkan efek tersebut?

Beberapa studi tersebut menunjukkan bahwa olahraga dapat mengaktifkan efek antiradang yang dimiliki oleh protein IL-6, sehingga dapat memberikan efek menguntungkan untuk jangka pendek maupun jangka panjang apabila Anda berolahraga secara rutin. Aktivitas fisik dapat dijadikan strategi yang baik untuk meningkatkan metabolisme dan menghasilkan anti peradangan alami yang efektif.

Untuk mendapatkan efek anti peradangan bagi tubuh, cobalah untuk berolahraga paling sedikit 30 menit setiap harinya. Anda dapat mencoba berolahraga mulai dari jalan santai, lari, berenang, yoga, nge-gym, dan bersepeda.

Sedangkan bila Anda sedang mengalami peradangan karena penyakit tertentu seperti asma atau rematik, konsultasikan dulu dengan dokter Anda olahraga seperti apa yang aman dan dianjurkan buat Anda. Memiliki penyakit tertentu bukan berarti Anda tidak boleh berolahraga.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Katanya, minum madu saat sahur bisa memberikan segudang manfaat baik bagi tubuh selama menjalani puasa. Tertarik ingin coba? Simak beragam khasiatnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020

3 Buah Selain Kurma yang Baik untuk Berbuka Puasa

Kurma bukan satu-satunya buah yang baik dimakan saat berbuka puasa. Lihat berbagai pilihan lainnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Monika Nanda
Hari Raya, Ramadan 14/05/2020

5 Fungsi Antiseptik Cair Selain untuk Mandi

Antiseptik mampu memusnahkan atau menghambat perkembangan bakteri pada jaringan hidup. Yuk, baca 5 fungsi antiseptik cair untuk kesehatan Anda dan keluarga.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro

7 Cara Menjaga Tubuh Agar Tetap Fit Saat Puasa

Jangan sampai karena puasa Anda jadi lemas, lesu, dan mudah sakit. Simak rutinitas yang bisa dilakukan agar tetap fit saat puasa.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hari Raya, Ramadan 09/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

diagnosis hiv

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020
tips olahraga

Agar Tetap Bugar Selama Liburan, Sontek 4 Tips Olahraga Mudah Ini

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 25/05/2020
mulut terasa pahit saat puasa

5 Penyebab Mulut Anda Terasa Pahit Saat Puasa

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 19/05/2020
puasa saat radang tenggorokan

7 Tips Sehat Menjalani Puasa Saat Radang Tenggorokan

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/05/2020