Mendeteksi Kesehatan Tubuh dari Rupa Kuku Anda

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/03/2020
Bagikan sekarang

Penampilan kuku bisa membuka segudang informasi mengenai kesehatan tubuh Anda. Terkadang, sejumlah perubahan penampilan kuku menandakan adanya infeksi bakteri atau cedera, namun sejumlah tanda lainnya bisa merujuk kepada penyakit tertentu yang lebih serius.

Laju pertumbuhan kuku pun bisa memberikan petunjuk tentang kondisi kesehatan Anda yang mungkin tidak Anda ketahui sebelumnya. Kuku jemari yang sehat tumbuh kira-kira 3,5 mm per bulannya, dan dipengaruhi oleh asupan nutrisi, obat-obatan, trauma, penyakit, dan proses penuaan tubuh.

Jika Anda menyadari adanya perbedaan yang berarti pada kuku Anda, termasuk pembengkakan, perubahan warna, atau perubahan bentuk dan ketebalan kuku, konsultasikan dengan dokter sesegera mungkin. Gejala tersebut mungkin tidak berbahaya dan bisa hilang dengan sendirinya, tapi mungkin juga menunjukkan suatu kondisi kesehatan tertentu (misalnya, masalah pada kuku umum dialami oleh penderita diabetes).

Di bawah ini adalah kompilasi 12 penampilan kuku jari dan hubungannya dengan kesehatan Anda.

1. Kuku kuning

Kuku kuning umum disebabkan oleh faktor penuaan dan penggunaan kuteks yang rutin. Merokok juga meninggalkan noda kekuningan pada permukaan kuku jari Anda.

Jika kuku jari Anda tebal, rapuh, dan berwarna kekuningan, penyebab utamanya adalah infeksi jamur.

Sangat jarang, kuku kuning merupakan indikasi dari penyakit tiroid, diabetes, psoriasis, atau masalah pernapasan (bronkitis kronis atau sinusitis).

2. Kuku kering, pecah-pecah, atau rapuh

Kuku lembek dan rapuh adalah efek dari lempeng kuku yang kering akibat berenang, penggunaan aseton yang rutin, atau berada di lingkungan rumah yang kering. Kuku rapuh juga mungkin diakibatkan oleh kekurangan asupan vitamin A, B, dan C.

Penyebab lainnya adalah paparan terhadap zat-zat kimia dalam produk pembersih (cuci baju atau cuci piring tanpa sarung tangan) atau penuaan. Untuk mengatasinya, aplikasikan krim pelembap tangan. Walaupun teksturnya keras, kuku adalah organ tubuh yang mudah menyerap cairan, layaknya kulit. Gunakan produk pelembap tangan yang mengandung hyaluronic acid, glycerin atau Shea butter. Atau, konsumsi pil biotin, suplemen non-resep yang menunjang pertumbuhan kuku sehat.

Namun, jika masalah ini tidak kunjung hilang, konsultasikan dengan dokter Anda. Terkadang, kuku kering dan mudah rapuh adalah salah satu efek samping dari hipotiroidisme.

3. Clubbing

Kuku clubbing adalah kondisi di mana jaringan di bawah kuku menebal dan ujung jari membulat dan membengkak. Ujung kuku bertumbuh ke arah dalam mengikuti bentuk ujung jari.

Clubbing diduga sebagai hasil dari peningkatan aliran darah ke ujung jari, merupakan kondisi turunan dan tidak berbahaya. Namun jika Anda tiba-tiba menyadari adanya kelainan ini, clubbing bisa jadi tanda kurangnya kadar oksigen dalam darah dan berhubungan dengan penyakit paru-paru, sirosis, atau kanker.

Clubbing juga bisa menunjukkan tanda dan gejala dari penyakit hati, jantung, ginjal, atau AIDS. Jika Anda menyadari kondisi ini pada kuku Anda, konsultasikan dengan dokter.

4. Bercak putih

Bercak atau noda putih yang timbul di permukaan kuku umumnya merupakan reaksi trauma ringan, bukan karena defisiensi kalsium seperti yang banyak diberitakan.

Ini bukan kondisi medis yang mengkhawatirkan dan akan hilang dengan sendirinya. Namun jika bercak putih tidak kunjung hilang, mungkin infeksi jamur penyebabnya.

5. Garis putih horizontal (Beau’s lines)

Garis-garis horizontal di permukaan kuku bisa jadi diakibatkan oleh trauma atau penyakit yang diikuti oleh demam tinggi, misalnya scarlet fever atau pneumonia.

Kondisi ini terjadi akibat sistem respon yang menunda pertumbuhan kuku karena tubuh lebih memprioritaskan proses pemulihan terhadap masalah lain yang mungkin diidap oleh tubuh Anda.

Garis-garis putih horizontal ini juga bisa disebabkan oleh psoriaris, diabetes yang tidak dikontrol, masalah sirkulasi darah, defisiensi zat besi parah, atau reaksi terhadap obat-obatan tertentu (seperti kemoterapi). Garis-garis horizontal namun berwarna, disebut Meel’s lines, adalah tanda dan gejala dari keracunan arsenik, penyakit Hodgkin, malaria, lepra/kusta, atau keracunan karbon monoksida.

6. Garis vertikal

Garis-garis vertikal adalah tanda alami dari penuaan. Garis-garis ini akan semakin jelas terlihat seiring bertambahnya usia dan bukan termasuk kondisi medis yang perlu dikhawatirkan.

Pada kasus tertentu, garis vertikal di kuku mungkin diakibatkan oleh defisiensi B12 dan magnesium.

7. Kuku sendok (Koilonychia)

Jika kuku jari Anda terlihat seperti sendok, lempeng permukaan kuku menjorok ke dalam dan ujung-ujungnya bertumbuh ke arah luar, mungkin Anda memiliki anemia tipe defisiensi zat besi, hemokromatosis (penyerapan zat besi berlebih), penyakit jantung, lupus, penyakit Raynaud, atau hipotiroidisme.

8. Kuku berlubang atau berlekuk

Lubang-lubang kecil atau lekukan tidak rata di permukaan kuku bisa menjadi tanda dari psoriasis, eksim, sindrom Reiter, alopecia areata, atau artritis reaktif.

9. Kuku jempol kaki tebal dan bertumbuh seperti cakar

Terkadang, kuku jempol kaki bisa bertumbuh dengan sangat cepat hingga menebal di ujungnya, dan terlihat seperti cakar. Kuku seperti ini sulit untuk dipotong dengan gunting kuku biasa.

Kondisi ini disebut onychogryphosis, umum dijumpai pada kaum lansia atau sebagai reaksi dari tekanan jangka panjang pada kuku kaki.

10. Kuku menghitam

Kuku yang terlihat menghitam karena ada darah di kulit di bawahnya, memang biasanya merupakan luka alias trauma yang diakibatkan cedera. Namun jika warna hitam tersebut bukan berasal dari kulit di bawah kuku, melainkan langsung di permukaan kuku itu sendiri, dan diikuti oleh pertumbuhan kuku yang menyakitkan, ini bisa jadi merupakan tanda dari melanoma, kanker kulit yang paling mematikan. Segera konsultasikan dengan dokter jika Anda menemui masalah ini

Umumnya, melanoma subungual hanya mempengaruhi satu kuku. Selain itu, melanoma juga menyebabkan garis-garis hitam tersebut berubah (misalnya, menghitam atau semakin lebar) dan pigmentasi ini juga bisa memengaruhi kulit jari di sekitar kuku tersebut.

11. Kuku putih dan kecokelatan

Kuku yang setengah putih dan setengah cokelat (cokelat di ujung-ujung jari) bisa menjadi tanda dari gagal ginjal. Dokter belum bisa mengetahui pasti hubungan antar keduanya, namun salah satu teorinya, gagal ginjal menyebabkan perubahan kimiawi dalam darah yang mendorong melanin dilepaskan ke dasar kuku. Ada juga kemungkinan lain bahwa gagal ginjal menyebabkan peningkatan jumlah pembuluh darah kecil di kuku.

Diperkirakan hingga 40% dari penderita ginjal memiliki kondisi kuku “setengah-setengah” ini. Kondisi kuku yang sama juga ditunjukkan oleh penderita AIDS dan penderita kanker yang menjalankan kemoterapi.

12. Kuku putih

Jika permukaan kuku Anda berwarna putih dan bukan diakibatkan oleh kuku yang terlepas dari alasnya, kemungkinan kondisi ini disebabkan oleh infeksi jamur atau tanda dari kurangnya asupan darah ke ujung-ujung jari, alias Terry’s nails.

Terry’s nails adalah kondisi kuku yang berwarna putih susu dengan ujung berwarna kemerahan atau gelap, sebagai akibat dari sirosis hati, gagal jantung, hati, atau ginjal, diabetes, anemia tipe defisiensi zat besi, reaksi kemoterapi, hipertiroidisme, atau malnutrisi.

BACA JUGA:

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"

    Yang juga perlu Anda baca

    5 Tips Lancar Puasa Bagi Anda yang Punya Tekanan Darah Tinggi

    Punya masalah hipertensi alias tekanan darah tinggi saat puasa tentu memberikan tantangan sendiri. Agar puasa tetap lancar, ikuti tips ampuhnya berikut ini!

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
    Hari Raya, Ramadan 04/05/2020

    Bolehkah Kita Donor Darah Saat Puasa? Apa Saja Risikonya?

    Donor darah sebaiknya dilakukan teratur. Tapi bagaimana jika jadwal donor darah Anda selanjutnya jatuh di bulan Ramadan? Bolehkah donor darah saat puasa?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Hari Raya, Ramadan 02/05/2020

    Tunda Dulu ke Rumah Sakit Selama Wabah, Ini Tips untuk Diabetesi Selama di Rumah

    Diabetesi termasuk golongan yang rentan terjangkit virus COVID-19. Selain lakukan upaya pencegahan, jaga juga kadar gula darah di rumah dengan tips berikut.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Coronavirus, COVID-19 30/04/2020

    4 Penyebab Sakit Kepala Saat Puasa dan Cara Mengatasinya

    Sakit kepala saat puasa tentu sangat mengganggu. Nah, kira-kira apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya? Ini dia jawabannya!

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hari Raya, Ramadan 27/04/2020

    Direkomendasikan untuk Anda

    resep membuat bakwan

    4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
    obat pemicu psoriasis

    Punya Psoriasis? Waspada, 5 Obat Ini Bisa Jadi Pemicu Gejalanya Makin Parah

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Fidhia Kemala
    Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020
    sakit perut setelah buka puasa

    Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
    Dipublikasikan tanggal: 07/05/2020
    maag saat puasa obat Omeprazole

    4 Tips Mencegah Maag Kambuh Saat Puasa

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 07/05/2020