Penyebab Kuku Jadi Menguning dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 25 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Selain tak enak dipandang, kuku yang menguning ternyata bisa menjadi pertanda dari masalah kesehatan tertentu. Yuk, cari tahu apa saja penyebab kuku kuning dan bagaimana cara mengatasinya di sini. 

Penyebab kuku kuning

psoriasis kuku

Kuku adalah jaringan keras dan padat yang terbuat dari protein keratin dan sel-sel epidermatis yang mati. Pertumbuhan kuku biasanya berlangsung sekitar enam bulan. Seperti kulit, kuku juga memerlukan oksigen agar tetap sehat.

Bila kuku patah, retak, dan berubah warna, ternyata bisa menjadi tanda-tanda adanya masalah kesehatan. 

Sebagai contoh, masalah pada kuku dapat mengindikasikan gejala dari psoriasis atau infeksi jamur. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa warna kuku yang berubah disebabkan oleh kebiasaan sehari-hari. 

Berikut ini berbagai hal membuat kuku menjadi kuning, mulai dari penggunaan cat kuku hingga tanda dari kondisi yang serius. 

1. Penggunaan cat kuku

Salah satu penyebab kuku berubah warna menjadi kuning yaitu penggunaan cat kuku. Pemakaian cat kuku, terutama berwarna merah dapat menimbulkan noda putih-kuning  pada kuku. Hal ini juga berlaku pada penggunaan penghapus cat kuku aseton. 

Umumnya, penyebab kuku menguning yang satu ini tidak berbahaya dan sering terjadi pada setiap orang. Anda bisa mengatasi perubahan warna pada kuku ini dengan perawatan rumahan. 

2. Infeksi jamur

Selain penggunaan cat kuku, kuku yang berwarna kuning ternyata bisa menjadi pertanda bahwa kuku tengah diserang oleh infeksi jamur. Infeksi jamur pada kuku ini lebih sering terjadi pada jari kaki ketimbang jari tangan. 

Kondisi ini dapat mengubah warna kuku menjadi lebih buruk akibat sepatu yang terlalu ketat atau cedera pada lempeng kuku.

Pasalnya, jamur yang menginfeksi kuku menyebabkan penebalan dan perubahan bentuk pada lempeng kuku. Hal ini ternyata dapat mengakibatkan kuku menguning. 

3. Onikolisis (kuku lepas)

Onikolisis adalah kondisi ketika ujung lempeng kuku terlepas dari bantalan kuku. Salah satu gejala sebelum kuku patah dan lepas adalah permukaannya tampak putih atau kuning karena bantalan kuku sering terkena udara. 

Ada banyak hal yang dapat menyebabkan kuku terlepas, seperti cedera, psoriasis, atau efek samping dari obat-obatan tertentu. Masalah kuku ini juga lebih rentan terjadi pada orang banyak menggunakan tangan mereka saat bekerja, seperti tukang daging dan penata rambut. 

4. Sindrom kuku kuning

Meski cukup jarang terjadi, sindrom kuku kuning juga menjadi salah satu penyebab dari perubahan warna kuku yang rusak. 

Sindrom kuku kuning adalah penyakit yang cukup langka yang biasanya ditandai dengan tiga hal, yaitu:

  • kuku menguning,
  • masalah pernapasan, dan
  • pembengkakan pada tungkai bawah (limfedema).

Penyakit yang biasa terjadi pada orang berusia di atas 50 tahun ini juga dapat menyebabkan pertumbuhan kuku melambat dan terlepas dari bantalan kuku. Penyebabnya memang belum diketahui.

Namun, kondisi ini biasanya dikaitkan dengan penyakit autoimun atau kanker. Selain itu, para ahli juga berpendapat bahwa sindrom kuku kuning dapat dipengaruhi oleh paparan titanium. 

5. Merokok

social smoker

Sudah bukan rahasia umum lagi bila merokok sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh Anda. Asap rokok yang Anda hembuskan mengeluarkan sekitar 7.000 bahan kimia yang berbahaya.

Selain merusak kesehatan, bahan kimi ini juga dapat mengganggu penampilan Anda, termasuk kesehatan kuku. 

Kuku yang berwarna kuning ternyata sering dijumpai pada perokok. Pasalnya, kandungan nikotin pada rokok dapat menodai jari dan kuku Anda, sehingga mengubah warnanya menjadi cokelat dan kuning. 

6. Penyakit tiroid

Selain kuku yang terlepas, kuku yang menguning ternyata juga bisa menjadi gejala dari penyakit tiroid, yaitu hipotiroidisme. Kuku yang menguning ini nantinya disertai dengan penebalan dan keretakan kuku, sehingga pertumbuhan kuku melambat dan menjadi mudah patah. 

7. Diabetes

Para penyandang diabetes memang sering mengalami masalah kulit kering, terutama pada kaki yang juga disertai dengan masalah peredaran darah. Akibatnya, kuku pun menebal, berubah warna menjadi kuning, rapuh, dan mudah hancur. 

Tidak hanya itu, kuku penyandang diabetes juga rentan terhadap infeksi jamur yang membuatnya semakin menebal dan menguning. 

Penderita diabetes sering kali mengalami masalah kulit kering, terutama di kaki, bersama dengan masalah peredaran darah. Kuku akan bergelombang, berubah warna, rapuh dan mudah hancur.

Kuku-kuku ini rentan terhadap infeksi jamur (onikomikosis), yang menyebabkan kuku semakin menebal dan menguning.

Sebenarnya ada berbagai masalah kesehatan lainnya yang dapat menyebabkan kuku menguning, termasuk penyakit liver. Itu sebabnya, perubahan kondisi dan warna pada kuku perlu diperiksakan ke dokter, terutama saat Anda memiliki faktor risiko penyakit tertentu.

Cara mengatasi kuku kuning

mengatasi kuku kaki kuning

Berikut ini beberapa cara mengatasi kuku kuning yang biasanya dianjurkan oleh dokter atau bisa Anda lakukan di rumah bila kondisinya tergolong ringan.

1. Hentikan penggunaan cat kuku

Salah satu penyebab kuku menguning adalah penggunaan cat kuku (kutek). Bila Anda termasuk orang yang sering mengecat kuku dan kini warna kuku alami tampak menguning, hentikan pemakaian cat kuku. 

Anda bisa membiarkan kuku terbebas dari paparan bahan kimia dari cat kuku. Hal ini bertujuan agar protein keratin kembali bekerja dengan normal dan mengembalikan warna kuku Anda. 

Sementara itu, Anda bisa mencoba cara-cara di bawah ini untuk mengembalikan warna kuku akibat pemakaian kutek. 

  • Bersihkan kuku dengan cuka apel untuk melawan bakteri dan jamur pada kuku.
  • Gosok kuku dengan lemon yang bertindak sebagai agen pemutih
  • Oleskan dengan pasta gigi pemutih 
  • Gosok kuku dengan pasta yang terbuat dari kulit jeruk

2. Pakai hidrogen peroksida dan baking soda

Cara mengatasi kuku kuning lainnya adalah memanfaatkan kombinasi antara hidrogen peroksida dan soda kue (baking soda). 

Anda bisa mencampurkan air hangat, soda kue, dan hidrogen peroksida sebagai permulaan. Lalu, rendam kaki Anda selama 5 hingga 10 menit. Dengan begitu, kedua zat tersebut dapat meresap ke dalam kuku untuk mengurangi noda cat kuku. 

3. Gunakan obat antijamur

Salep kudis dan scabies di tangan

Bila kuku yang kuning disebabkan oleh infeksi jamur, cara mengatasi yang paling tepat adalah menggunakan obat antijamur untuk kuku. Normalnya, dokter akan meresepkan ciclopirox 8% yang dioleskan pada kuku kaki layaknya cat kuku. 

Selain ciclopirox, Anda juga bisa memakai claritromisin dengan dosis 400 mg untuk memutihkan kuku. 

4. Oleskan minyak esensial

Selain obat dari dokter, ada beberapa bahan alami berupa minyak esensial yang dapat membantu mengatasi kuku kuning. Pilihannya adalah minyak oregano dan minyak pohon teh (tea tree oil). 

Kedua minyak tersebut bersifat antijamur dan antibakteri yang membantu menekan pertumbuhan jamur agar warna kuku kembali normal. 

Anda dapat mencampurkan minyak oregano atau tea tree oil dengan minyak zaitun. Lalu, oleskan minyak pada kuku yang bermasalah. 

Pada dasarnya, cara mengatasi kuku kuning harus tergantung pada masalah kesehatan yang mendasarinya. Sebagai contoh, kuku yang menguning akibat diabetes dapat diatasi dengan mengendalikan kadar gula darah. 

Begitu juga dengan merokok yang merupakan penyebab kuku kuning. Cobalah untuk mengurangi atau berhenti merokok agar kuku yang menguning jadi berkurang.

Di lain sisi, sindrom kuku kuning yang menyebabkan perubahan warna pada lempeng kuku bisa diobati dengan berfokus pada mengurangi pembengkakan limfedema. Selain itu, vitamin E oral juga digunakan untuk memperbaiki tampilan kuku. 

Untuk itu, silakan konsultasikan dengan dokter spesialis kulit untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Operasi Memperbesar Payudara: Biaya, Risiko, dan Prosesnya

Berapa biaya melakukan operasi pembesaran payudara? Kemudian, apakah ada risiko dan efek sampingnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Satria Perdana
Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 2 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

Sering Tidak Disadari, Bulu Mata Juga Bisa Kutuan! Apa Gejalanya?

Hati-hati, mata yang gatal bisa jadi disebabkan oleh kutu bulu mata. Wah, bagaimana bisa terjadi dan seperti apa cara mengobatinya? Berikut ulasannya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Elita Mulyadi
Penyakit Mata 1 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit

Penyebab Kumis dan Jenggot Tidak Tumbuh pada Sebagian Pria

Tak semua pria itu sama. Ada yang brewokan dan kumisan, tapi ada juga yang tidak tumbuh jenggot dan kumis di wajahnya. Apa penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Pria, Penyakit pada Pria 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Mengungkap Serba-serbi Micellar Water, Amankah Bagi Wajah?

Micellar water populer di kalangan makeup artist dan pencinta produk skincare. Namun, apakah produk ini aman dan bermanfaat?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 24 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit



Direkomendasikan untuk Anda

setelah menangis

5 Cara Cepat Hilangkan Mata Sembap Setelah Menangis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
proses pasang behel

Bagaimana Proses Pemasangan Behel atau Kawat Gigi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Thendy Foraldy
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 8 menit
jenis jerawat umum

Jenis Jerawat dan Berbagai Macam Penyebabnya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 8 menit
minyak kelapa untuk bayi

Manfaat Minyak Kelapa untuk Bayi, Mulai dari Mengatasi Eksim Sampai Melebatkan Rambut

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit