home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Simak Tanda-Tanda Tubuh Anda Kekurangan Vitamin

Simak Tanda-Tanda Tubuh Anda Kekurangan Vitamin

Tubuh tidak mampu membentuk vitamin sehingga Anda perlu mendapatkan asupannya dari makanan atau suplemen. Meskipun kebutuhannya kecil, kekurangan vitamin bisa menimbulkan gejala yang mengganggu hingga masalah kesehatan yang serius.

Apa saja gejala yang perlu Anda kenali?

Penyebab kekurangan vitamin

bahaya dan komplikasi anemia

Kekurangan vitamin adalah salah satu masalah gizi yang paling umum di seluruh dunia. Kondisi yang juga disebut sebagai defisiensi vitamin atau avitaminosis ini terjadi apabila tubuh tidak mendapatkan asupan vitamin sesuai kebutuhannya.

Masalah gizi yang satu ini dapat menimpa semua orang dari tiap kelompok usia. Namun, yang paling berisiko yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak. Hal ini disebabkan karena kebutuhan gizi mereka lebih besar dibandingkan kelompok lainnya.

Sayangnya, defisiensi vitamin sering kali baru terdiagnosis atau bahkan terdeteksi saat kondisinya sudah cukup parah. Padahal, avitaminosis tingkat ringan saja sudah dapat mengakibatkan gangguan kesehatan yang nyata.

Penyebab kekurangan vitamin meliputi pola makan yang tidak seimbang, konsumsi obat yang mengganggu penyerapan zat gizi, atau keduanya. Selain itu, ada pula beberapa kondisi medis yang bisa menyebabkan defisiensi vitamin, seperti:

Sebuah studi dalam jurnal Advances in Nutrition juga menemukan kaitan avitaminosis dengan operasi bariatrik. Tindakan bedah ini mungkin memengaruhi asupan makanan atau proses pencernaan sehingga meningkatkan risiko kekurangan zat gizi tertentu.

Gejala kekurangan vitamin

Defisiensi vitamin dapat memengaruhi penglihatan, kesehatan tulang, serta kondisi kulit dan rambut. Setiap orang mungkin menunjukkan gejala yang berbeda-beda, tergantung jenis vitamin yang kurang dalam tubuhnya.

Di bawah ini berbagai gejala yang mungkin muncul berdasarkan jenis vitaminnya.

1. Kekurangan vitamin A

Vitamin A paling dikenal dengan manfaatnya untuk menjaga kesehatan mata. Padahal, tubuh sebenarnya juga membutuhkan vitamin ini untuk mendukung fungsi sistem imun dan menjaga kesehatan kulit.

Berikut merupakan gejala umum dari defisiensi vitamin A.

  • Rabun senja akibat kurangnya pigmen cahaya yang disebut rodopsin.
  • Xerophthalmia, yakni penebalan konjungtiva dan kornea mata.
  • Keratomalasia, yakni kondisi ketika kornea terkikis atau terluka.
  • Munculnya bintik-bintik keratin pada mata sehingga penglihatan menjadi kabur.
  • Mata kering akibat menurunnya produksi air mata.
  • Penyembuhan luka menjadi lebih lambat.
  • Munculnya jerawat dan breakout.

2. Kekurangan vitamin D

Vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium. Asupan vitamin D yang memadai juga berperan dalam menjaga fungsi sistem imun, sistem saraf, dan otot. Ini sebabnya Anda perlu memenuhi kebutuhan vitamin D dari makanan yang menjadi sumbernya.

Defisiensi vitamin D dapat menimbulkan beragam gejala berupa:

  • badan mudah lelah atau nyeri tanpa sebab yang jelas,
  • tekanan darah tinggi,
  • otot kram, lemah, atau nyeri,
  • nyeri tulang, serta
  • perubahan mood yang cukup drastis.

3. Kekurangan vitamin E

Vitamin E merupakan zat gizi mikro sekaligus antioksidan yang bermanfaat bagi tubuh. Avitaminosis E sangat langka pada orang yang sehat. Kondisi ini biasanya diawali dengan penyakit yang mengganggu pencernaan atau penyerapan lemak.

Begitu seseorang mengalami defisiensi vitamin E, gejala yang mungkin muncul meliputi:

  • munculnya rasa menggelitik pada lengan atau kaki,
  • gangguan gerak tubuh,
  • mudah terkena penyakit infeksi,
  • lemah otot, dan
  • gangguan penglihatan.

4. Kekurangan vitamin K

Fungsi utama vitamin K yakni membantu proses pembekuan darah. Defisiensi vitamin ini langka pada orang yang sehat. Akan tetapi, risikonya meningkat pada orang yang rutin meminum obat pengencer darah atau mengalami gangguan penyerapan lemak.

Kekurangan vitamin K umumnya memiliki ciri sebagai berikut.

  • Badan mudah memar.
  • Terbentuk gumpalan darah kecil di bawah kuku.
  • Feses berwarna hitam dan terkadang bercampur darah.
  • Terjadi perdarahan pada jaringan yang melapisi bagian dalam tubuh.

5. Kekurangan vitamin B kompleks

Vitamin B kompleks meliputi delapan jenis vitamin B dengan fungsinya masing-masing. Secara umum, kelompok vitamin ini berperan dalam fungsi saraf, pembentukan energi, peredaran darah, dan perkembangan sel.

Defisiensi vitamin B kompleks dapat menimbulkan gejala berupa:

  • badan lesu,
  • lemah otot,
  • munculnya rasa geli pada kaki dan tangan,
  • gangguan keseimbangan,
  • mudah terserang penyakit,
  • kulit kasar dan kering,
  • munculnya luka pada ujung bibir, serta
  • perubahan warna kulit, rambut, atau kuku.

6. Kekurangan vitamin C

Vitamin C rupanya bukan sekadar zat gizi yang dapat mencegah sariawan. Vitamin ini juga membantu melindungi sel tubuh, membantu penyembuhan luka, serta menjaga kesehatan kulit, tulang, pembuluh darah, dan tulang rawan.

Kekurangan vitamin C biasanya menimbulkan tanda-tanda di bawah ini.

  • Kulit kering, kusam, atau tampak rusak.
  • Kuku tampak seperti sendok.
  • Badan mudah memar.
  • Sendi terasa nyeri dan bengkak.
  • Luka sembuh lebih lama.
  • Gusi berdarah dan gigi goyang.
  • Mudah terserang penyakit.
  • Badan lesu dan mood buruk.

Kondisi avitaminosis dapat berdampak serius. Pada kelompok tertentu, kondisi ini bahkan dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang bahaya. Salah satu cara mencegahnya yakni dengan mengikuti pola makan gizi seimbang.

Makanan yang beraneka ragam akan memberikan tubuh Anda asupan vitamin yang berbeda-beda. Dengan cara ini, risiko untuk mengalami defisiensi vitamin dapat diperkecil.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Micronutrients. (2020). Retrieved 6 April 2021, from https://www.who.int/health-topics/micronutrients#tab=tab_1

Vitamin deficiency anemia. (2019). Retrieved 6 April 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/vitamin-deficiency-anemia/symptoms-causes/syc-20355025

8 Common Signs You’re Deficient in Vitamins. (2019). Retrieved 6 April 2021, from https://www.healthline.com/nutrition/vitamin-deficiency

Vitamin A deficiency. (2015). Retrieved 6 April 2021, from https://dermnetnz.org/topics/vitamin-a-deficiency/

Vitamin D Deficiency. (2019). Retrieved 6 April 2021, from https://my.clevelandclinic.org/health/articles/15050-vitamin-d–vitamin-d-deficiency

Vitamin E. (2021). Retrieved 6 April 2021, from https://ods.od.nih.gov/factsheets/VitaminE-Consumer/

Symptoms of Vitamin B Deficiencies. (2020). V https://www.healthline.com/health/symptoms-of-vitamin-b-deficiency

Vitamin C. (2020). Retrieved 6 April 2021, from https://www.nhs.uk/conditions/vitamins-and-minerals/vitamin-c/

Gletsu-Miller, N. and Wright, B., 2013. Mineral Malnutrition Following Bariatric Surgery. Advances in Nutrition, 4(5), pp.506-517.

Magill, A. and Hunter, G., 2013. Hunter’s tropical medicine and emerging infectious diseases. London: Saunders/Elsevier.

Foto Penulis
Ditulis oleh Ajeng Quamila pada 4 minggu lalu
x