Kanker Melanoma

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 9 September 2020 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu kanker melanoma?

Melanoma adalah jenis kanker kulit paling serius. Kondisi ini muncul karena adanya gangguan sel yang memproduksi melanin (pigmen pemberi warna kulit) atau melanosit.

Kebanyakan melanoma terlihat seperti tahi lalat baru. Namun, sebagian kasusnya juga berkembang dari tahi lalat yang sudah ada.

Melanoma adalah kondisi yang dimulai dari tahi lalat, menyebar di sekitarnya dan kemudian semakin dalam ke kulit, ke pembuluh darah, kelenjar getah bening, dan terakhir ke dalam hati, paru-paru, dan tulang.

Pada pria, melanoma biasanya lebih sering menyerang dada dan punggung. Sedangkan pada wanita bagian yang paling sering terkena yaitu kaki, leher, dan wajah.

Selain itu, melanoma juga bisa berkembang di area tersembunyi atau yang sama sekali tidak terpapar sinar matahari. Area tubuh yang dimaksud yaitu ruang di antara jari-jari kaki dan telapak tangan, kulit kepala, hingga alat kelamin.

Penyakit ini juga bisa muncul di area mata, dan paling sering terjadi di lapisan bawah selaput putih mata.

Ada berapa jenis kanker melanoma?

Kanker melanoma terdiri dari empat jenis atau tipe, yaitu:

Superficial spreading melanoma

Kondisi ini termasuk yang paling umum. Biasanya paling sering muncul pada batang tubuh atau anggota tubuh. Sel-sel kanker cenderung tumbuh di sepanjang permukaan atas kulit selama beberapa waktu sebelum akhirnya mulai tumbuh ke lapisan kulit yang lebih dalam.

Nodular melanoma

Kondisi ini termasuk tipe paling umum kedua yang paling sering muncul. Jenis kanker kulit yang satu ini umumnya muncul pada batang tubuh, seperti kepala, atau leher.

Tipe yang satu ini cenderung tumbuh lebih cepat daripada jenis-jenis yang lain. Biasanya berwarna hitam, tapi bisa juga muncul merah, pink, atau menyerupai warna kulit Anda.

Lentigo maligna melanoma

Tipe yang satu ini cenderung lebih jarang terjadi. Biasanya tipe kanker kulit ini menyerang orang yang lebih tua, terutama di bagian tubuh yang paling banyak paparan sinar mataharinya.

Umumnya kondisi ini dimulai dengan kemunculan noda pada kulit. Kanker kemudian akan tumbuh perlahan sebelum akhirnya mulai tumbuh ke lapisan kulit yang lebih dalam.

Jenis yang satu ini termasuk paling langka. Umumnya muncul di telapak tangan, telapak kaki, atau di bawah kuku. Biasanya tipe kanker melanoma ini paling sering menyerang orang dengan kulit gelap. Selain itu, kondisi ini tidak ada kaitannya dengan paparan sinar matahari.

Seberapa umumkah kanker melanoma?

Melanoma adalah kondisi yang lebih umum terjadi pada orang berusia di bawah 40 tahun, terutama wanita.

Dibandingkan dengan kanker kulit lainnya seperti karsinoma sel basal dan karsinoma sel skuamosa, melanoma lebih jarang menyerang. Akan tetapi, penyakit ini justru lebih berbahaya karena cenderung menyebar ke bagian tubuh yang lain.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala kanker melanoma?

Tanda dan gejala dari kanker kulit tidak selalu sama, tergantung pada jenisnya. Kanker melanoma paling sering berkembang di area tubuh yang terpapar sinar matahari seperti punggung, kaki, lengan, dan wajah.

Namun, bisa juga menyerang bagian yang paling jarang terpapar matahari seperti telapak kaki, telapak tangan, dan kuku.

Untuk mengenali kemunculannya, berikut berbagai gejala kanker melanoma, yaitu:

  • Bentuk tahi lalat yang tidak biasa.
  • Tahi lalat bertambah besar.
  • Perubahan warna tahi lalat.
  • Munculnya pigmen atau noda tak biasa pada kulit.
  • Tahi lalat terasa perih dan tak kunjung hilang.
  • Mengalami kemerahan atau pembengkakan di luar batas tahi lalat.
  • Tahi lalat yang rusak dan berdarah.
  • Tahi lalat yang terasa gatal dan nyeri jika ditekan.
  • Pembengkakan kelenjar.
  • Sesak napas.
  • Nyeri tulang (ketika melanoma menyebar ke tulang).

Di samping itu, melanoma tidak selalu muncul seperti tahi lalat normal. Tahi lalat normal umumnya berwarna cokelat atau hitam dengan batas yang jelas. Bentuknya cenderung oval atau bulat dan berukuran sekitar 6 milimeter (mm).

Terkadang ada tahi lalat yang tak seperti normal dan menjadi tanda adanya kanker ini. Untuk lebih mudahnya, berikut panduan ABCDE untuk mendeteksi tanda dan gejala melanoma:

  • A atau asymmetrical, artinya tahi lalat berbentuk tidak beraturan.
  • B atau irregular border, artinya batasnya tidak teratur bisa berlekuk atau bergerigi.
  • C atau changes in color, artinya ada perubahan warna atau warna berbeda pada beberapa tahi lalat baru yang muncul.
  • D atau diameter, artinya pertumbuhannya lebih dari 6 mm.
  • E atau evolving, artinya tahi lalat terus berubah dari waktu ke waktu baik dari ukuran, warna, hingga bentuk.

Tampilan tahi lalat kanker (ganas) sangat bervariasi. Beberapa mungkin menunjukkan semua perubahan yang tercantum di atas, sementara yang lain mungkin hanya memiliki satu atau dua karakteristik yang tidak biasa.

Jika Anda memiliki kekhawatiran terkait gejalanya, silakan konsultasikan dengan dokter.

Kapan sebaiknya pergi ke dokter?

Anda sebaiknya segera periksa ke dokter jika:

  • Timbul tahi lalat yang menyebar dan menghitam.
  • Warna tahi lalat atau titik hitam di kulit menjadi merah atau kulit hitam di sekitar titik hitam menjadi cokelat.
  • Tahi lalat pecah, mengalami perdarahan, atau jadi borok.

Tubuh setiap orang menimbulkan reaksi yang berbeda-beda. Lebih baik diskusikan ke dokter jika Anda khawatir akan kemunculan noda atau pigmen di kulit yang dicurigai sebagai kanker.

Penyebab

Apa penyebab kanker melanoma?

Penyebab kanker kulit berbeda-beda berdasarkan jenisnya. Namun, tidak ditemukan secara pasti penyebab kanker melanoma. Kendati demikian, mutasi genetik dan radiasi sinar matahari    diduga kuat menjadi penyebab utamanya.

Kanker ini dapat disebabkan oleh perubahan DNA yang menghidupkan onkogen (gen yang membantu sel tumbuh dan membelah) atau mematikan gen penekan tumor.

Selain itu, paparan sinar matahari berlebih juga bisa merusak DNA dalam sel-sel kulit, Terkadang kerusakan ini memengaruhi gen tertentu yang mengendalikan bagaimana sel kulit seharusnya tumbuh dan membelah. Jika gen ini tak lagi berfungsi dengan baik, sel yang terkena bisa berubah menjadi sel kanker.

Faktor-faktor risiko

Apa yang membuat saya berisiko mengalami kanker melanoma?

Faktor-faktor tertentu dapat meningkatkan risiko kemunculan melanoma, yaitu:

  • Pernah memiliki luka bakar parah.
  • Sering terpapar sinar ultraviolet.
  • Kulit yang putih.
  • Banyak tahi lalat di tubuh
  • Freckles (bintik-bintik coklat pada kulit).
  • Riwayat keluarga yang terkena melanoma.
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah.
  • Kondisi xeroderma pigmentosum (XP), kondisi langka yang membuat sel kulit tidak mampu memperbaiki kerusakan DNA.

Tidak memiliki faktor-faktor risiko di atas, bukan berarti Anda tak mungkin terkena penyakit tersebut. Faktor-faktor ini hanya sebagai acuan. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk detail lebih lanjut.

Diagnosis & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja tes yang biasanya dilakukan untuk mendiagnosis kanker melanoma?

Berikut berbagai tes yang dilakukan untuk mendiagnosis keberadaan kanker kulit yang satu ini, yaitu:

  • Pemeriksaan fisik dengan mempertimbangkan bentuk, ukuran, dan warna tahi lalat. 
  • Pertanyaan seputar riwayat kesehatan keluarga.
  • Biopsi kulit, pengambilan sampel kulit pada area tahi lalat yang dicurigai untuk diperiksa di laboratorium.
  • Biopsi kelenjar getah bening.
  • Tes pencitraan dengan sinar X, CT Scan, MRI scan, atau PET scan (menggunakan radioaktif).
  • Tes darah.

Apa saja pilihan pengobatan untuk kanker melanoma?

Pada umumnya, pengobatan untuk kanker kulit dilakukan dengan cara operasi. Namun, kanker kulit jenis melanoma memiliki berbagai pilihan pengobatan yang bisa disesuaikan dengan kondisi kesehatan, di antaranya:

Melanoma tahap awal

Untuk tahap awal, dokter dapat melakukan pembedahan guna mengangkat kanker kulit dan beberapa area sekelilingnya. Seberapa banyak kulit yang diangkat tergantung seberapa dalam melanoma telah tumbuh.

Untuk melanoma yang sangat tipis biasanya prosedur biopsi sudah bisa mengangkat penyakit ini dan tidak memerlukan perawatan lebih lanjut.

Melanoma yang telah menyebar

Adapun jika kanker telah menyebar, pilihan pengobatan yang direkomendasikan yaitu:

Operasi

Operasi atau pembedahan merupakan pengobatan utama untuk sebagian besar kasus melanoma. Jika dilakukan di tahap awal, pembedahan bisa membantu menyembuhkan penyakit.

Namun selain itu, operasi juga akan dilakukan ketika kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening di sekitarnya. Dokter akan menghilangkan kelenjar yang terkena untuk membantu menyembuhkan penyakit.

Kemoterapi

Kemoterapi adalah jenis pengobatan yang bertujuan menghancurkan sel kanker dengan menggunakan obat. Biasanya kombinasi obat akan diberikan melalui intravena (infus) atau diminum langsung.

Terapi radiasi

Terapi ini dilakukan dengan menggunakan sinar berdaya tinggi seperti sinar X untuk membunuh sel kanker. Terapi radiasi biasanya direkomendasikan setelah operasi pengangkatan kelenjar getah bening.

Selain itu, terapi juga digunakan untuk membantu meringankan gejala kanker yang telah menyebar ke area lain di tubuh. Terapi radiasi memiliki berbagai efek samping seperti:

  • Kulit seperti terbakar.
  • Perubahan warna kulit.
  • Rambut rontok.
  • Kelelahan.
  • Mual, terutama jika radiasi dilakukan pada perut.

Terapi biologis

Terapi ini bertujuan untuk meningkatkan sistem kekebalan agar tubuh mampu melawan kanker. Terapi ini menggunakan zat buatan yang serupa dengan yang diproduksi oleh tubuh.

Adapun efek samping yang dirasakan dari pengobatan ini yaitu badan menggigil, kelelahan, demam, sakit kepala, dan nyeri otot.

Terapi target

Terap ini dilakukan dengan menggunakan obat yang dirancang untuk menargetkan sel dan protein penyebab kanker. Nantinya, obat membantu memperlambat pertumbuhan tumor. Dengan begitu, kualitas hidup pasien pun akan meningkat.

Berbagai efek samping yang biasanya muncul dari terapi ini beragam tergantung obat yang digunakan. Adapun efek samping paling umum yang akan muncul yaitu:

  • Penebalan kulit.
  • Ruam.
  • Sensitif terhadap sinar matahari.
  • Mual.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau perawatan rumahan untuk mengatasi kanker melanoma?

Berikut gaya hidup dan perawatan rumahan yang dapat membantu mengatasi melanoma:

  • Tidak berjemur di bawah sinar matahari di siang hari.
  • Tidak merokok.
  • Makan makanan bergizi seimbang.
  • Tetap aktif bergerak dan berolahraga sesuai kemampuan.
  • Jaga berat badan tetap ideal.
  • Hindari stres dengan berbagai teknik relaksasi seperti yoga atau meditasi.
  • Ikuti kelompok pendukung, misalnya perkumpulan orang dengan melanoma agar tak merasa sendirian.

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah kanker melanoma?

Menurut Skin Cancer Foundation, ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mencegah kanker kulit melanoma, yaitu:

  • Menghindari paparan sinar matahari berlebih di siang hari.
  • Menggunakan tabir surya atau sunblock saat berkegiatan di luar ruangan dengan SPF minimal 30.
  • Menggunakan pakaian tertutup saat berada di luar ruangan plus kacamata hitam dan topi untuk perlindungan menyeluruh.
  • Menjauhkan diri dari berbagai hal yang bisa melemahkan sistem imun, misal menghindari HIV dengan tidak melakukan seks bebas.
  • Memeriksa kulit secara teratur dan segera memeriksakan diri saat ada perubahan yang tak biasa.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Garis Hitam di Kuku, Bukan Memar Tapi Bisa Jadi Tanda Kanker Melanoma

Jangan sepelekan kemunculan garis hitam di kuku. Kondisi ini bisa menandai adanya pertumbuhan sel abnormal yang mengarah pada kanker.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dermatologi, Health Centers 25 September 2018 . Waktu baca 4 menit

Tak Cuma Menyerang Kulit, Kanker Melanoma Juga Bisa Muncul di Mata

Mungkin yang Anda tahu kanker melanoma menyerang kulit atau kuku. Namun nyatanya, penyakit melanoma juga bisa muncul di mata. Apa saja gejalanya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Laura Agnestasia Dj.
Kesehatan Mata, Hidup Sehat 13 Juli 2018 . Waktu baca 3 menit

7 Cara Alami Meningkatkan Kadar Dopamin, Hormon yang Memicu Rasa Bahagia

Kadar dopamin biasanya diatur dengan baik dalam sistem saraf, tetapi ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan kadar dopamin secara alami.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Hidup Sehat, Tips Sehat 4 Juli 2018 . Waktu baca 4 menit

Apakah Penyakit Kanker Kulit Menurun dalam Keluarga?

Riwayat keluarga adalah salah satu faktor risiko penyakit kanker. Namun, apakah ini berlaku juga untuk kanker kulit melanoma?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dermatologi, Health Centers 31 Mei 2018 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara kerja sunblock

Bagaimana Cara Kerja Sunblock dalam Melindungi Kulit?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 3 September 2020 . Waktu baca 4 menit
angka kematian kanker menurun

Angka Kematian Akibat Kanker Terus Menurun Setiap Tahun

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2020 . Waktu baca 4 menit
menghilangkan freckles di mata

Muncul Freckles di Mata, Apakah Berbahaya? Perlukah Dihilangkan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 14 Agustus 2019 . Waktu baca 4 menit
tahi lalat tumbuh kembali

Tahi Lalat Tumbuh Kembali Pascaoperasi, Waspada Kanker Melanoma

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 21 November 2018 . Waktu baca 3 menit