Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Melanoma, Jenis Kanker Kulit Paling Agresif dan Mudah Menyebar

    Melanoma, Jenis Kanker Kulit Paling Agresif dan Mudah Menyebar

    Paparan sinar matahari berlebihan berisiko meningkatkan risiko kanker pada kulit. Salah satu jenis kanker kulit yang perlu Anda waspadai yakni melanoma. Apa saja gejala dan pengobatan untuk kanker ini? Simak penjelasannya di bawah ini.

    Apa itu kanker melanoma?

    Melanoma adalah jenis kanker kulit paling agresif. Kondisi ini muncul karena adanya gangguan pada sel yang memproduksi melanin (pigmen pemberi warna kulit) atau melanosit.

    Kebanyakan melanoma terlihat seperti tahi lalat baru. Akan tetapi, sebagian kasus kanker kulit juga berawal dari tahi lalat yang sudah ada.

    Kondisi ini umumnya dimulai dari tahi lalat yang menyebar ke bagian sekitarnya. Kemudian, sel kanker masuk semakin dalam ke kulit, pembuluh darah, kelenjar getah bening, hingga ke organ penting seperti hati, paru-paru, dan tulang.

    Di samping itu, melanoma juga bisa berkembang pada area tubuh yang tersembunyi atau sama sekali tidak terpapar sinar matahari, seperti ruang antara jari-jari kaki dan telapak tangan, kulit kepala, hingga alat kelamin.

    Penyakit kanker kulit ini juga bisa muncul pada area mata. Melanoma pada mata paling sering terjadi pada lapisan bawah selaput putih mata.

    Seberapa umum kondisi ini terjadi?

    Melanoma maligna merupakan kondisi yang lebih umum terjadi pada orang dewasa berusia sekitar 40 tahunan. Kondisi ini juga berisiko terjadi baik pada pria dan wanita.

    Dibandingkan dengan jenis kanker kulit lainnya, seperti karsinoma sel basal dan karsinoma sel skuamosa, kasus melanoma lebih jarang terjadi di Indonesia.

    Akan tetapi, penyakit ini justru lebih berbahaya karena cenderung menyebar ke bagian tubuh yang lain, tidak hanya kulit saja.

    Jenis-jenis kanker melanoma

    tahi lalat gatal

    Menentukan jenis kanker akan membantu dokter dalam menangani kondisi ini. Adapun kanker kulit melanoma terdiri dari empat jenis seperti berikut.

    1. Superficial spreading melanoma

    Kondisi ini termasuk yang paling umum. Biasanya jaringan kanker paling sering muncul pada batang tubuh atau anggota tubuh.

    Sel-sel kanker cenderung tumbuh di sepanjang permukaan atas kulit selama beberapa waktu sebelum akhirnya mulai tumbuh ke lapisan kulit yang lebih dalam.

    2. Nodular melanoma

    Nodular melanoma merupakan tipe kanker kulit paling umum yang kedua. Jenis kanker kulit yang satu ini umumnya muncul pada batang tubuh, seperti kepala atau leher.

    Tipe ini cenderung tumbuh lebih cepat daripada jenis yang lain. Jaringan kanker biasanya berwarna hitam, tetapi bisa juga tampak berwarna merah, merah muda, atau sewarna dengan kulit Anda.

    3. Lentigo maligna melanoma

    Tipe kanker yang satu ini cenderung lebih jarang terjadi. Biasanya, tipe kanker kulit ini menyerang orang yang lebih tua, terutama pada bagian tubuh yang paling banyak paparan sinar mataharinya.

    Umumnya kondisi ini dimulai dengan kemunculan noda pada kulit. Lalu, kanker akan berkembang perlahan sebelum akhirnya mulai tumbuh ke lapisan kulit yang lebih dalam.

    4. Acral lentiginous melanoma

    Tipe kanker kulit ini termasuk paling langka. Umumnya kanker muncul pada telapak tangan, telapak kaki, atau bawah kuku.

    Acral lentiginous melanoma paling sering menyerang orang dengan kulit gelap. Beda dengan jenis kanker kulit lainnya, kondisi ini tidak ada kaitannya dengan paparan sinar matahari.

    Tanda dan gejala kanker melanoma

    tahi lalat melanoma

    Tanda dan gejala kanker kulit tidak selalu sama, tergantung pada jenisnya. Kanker melanoma paling sering muncul pada area tubuh yang terpapar sinar matahari, seperti punggung, kaki, lengan, dan wajah.

    Namun, melanoma maligna juga bisa menyerang bagian yang paling jarang terpapar matahari, seperti telapak kaki, telapak tangan, dan kuku.

    Beberapa tanda dan gejala kanker kulit melanoma yang paling umum meliputi:

    • bentuk tahi lalat yang tidak biasa,
    • tahi lalat bertambah besar,
    • perubahan warna tahi lalat,
    • munculnya pigmen atau noda tak biasa pada kulit,
    • tahi lalat terasa perih dan tak kunjung hilang,
    • kemerahan atau pembengkakan di luar batas tahi lalat,
    • tahi lalat yang rusak dan berdarah,
    • tahi lalat terasa gatal dan nyeri bila ditekan,
    • pembengkakan kelenjar,
    • sesak napas, dan
    • nyeri tulang (saat melanoma menyebar ke tulang).

    Selain itu, melanoma tidak selalu muncul seperti tahi lalat. Tahi lalat normal umumnya berwarna cokelat atau hitam dengan batas yang jelas. Bentuknya cenderung oval atau bulat dan berukuran sekitar 6 milimeter (mm).

    Terkadang, tahi lalat yang tak normal juga menjadi tanda kanker ini. Mudahnya, berikut panduan ABCDE untuk mendeteksi tanda dan gejala kanker kulit melanoma.

    • A atau asymmetrical, artinya tahi lalat berbentuk tidak beraturan.
    • B atau irregular border, artinya batasnya tidak teratur bisa berlekuk atau bergerigi.
    • C atau changes in color, artinya ada perubahan warna atau warna berbeda pada beberapa tahi lalat baru yang muncul.
    • D atau diameter, artinya pertumbuhannya lebih dari 6 mm.
    • E atau evolving, artinya tahi lalat terus berubah dari waktu ke waktu, baik dari ukuran, warna, hingga bentuk.

    Tampilan tahi lalat kanker sangat bervariasi. Sebagian bisa menunjukkan semua perubahan yang tercantum di atas, sedangkan yang lain mungkin hanya memiliki satu atau dua karakteristik yang tidak biasa.

    Apabila Anda memiliki kekhawatiran terkait gejalanya, silakan konsultasikan dengan dokter.

    Kapan harus periksa ke dokter?

    Anda sebaiknya segera konsultasi dan melakukan pemeriksaan dengan dokter bila mengalami beberapa kondisi sebagai berikut.

    • Timbul tahi lalat yang menyebar dan menghitam.
    • Warna tahi lalat atau titik hitam pada permukaan kulit menjadi merah atau kulit hitam pada bagian sekitar titik hitam menjadi cokelat.
    • Tahi lalat pecah, mengalami perdarahan, atau berubah menjadi borok.
    • Tahi lalat bertambah besar ukuran diameternya selama lebih dari satu tahun.

    Tubuh setiap orang menunjukkan reaksi yang berbeda. Lebih baik konsultasi dengan dokter bila Anda khawatir akan kemunculan noda atau pigmen pada kulit yang dicurigai sebagai kanker.

    Penyebab kanker melanoma

    bahaya sinar matahari kanker kulit

    Tidak ditemukan secara pasti penyebab kanker melanoma. Kendati demikian, mutasi genetik dan radiasi sinar matahari diduga kuat menjadi penyebab utama kanker kulit ini.

    Kanker melanoma juga dapat disebabkan oleh perubahan DNA yang menghidupkan onkogen (gen yang membantu sel tumbuh dan membelah) atau mematikan gen penekan tumor.

    Selain itu, paparan sinar matahari secara berlebihan juga bisa merusak DNA dalam sel-sel kulit. Terkadang kerusakan ini memengaruhi gen tertentu yang mengendalikan bagaimana sel kulit seharusnya tumbuh dan membelah diri.

    Jika gen ini tak lagi berfungsi dengan baik, sel yang terkena bisa berubah menjadi sel kanker.

    Faktor apa saja yang meningkatkan risiko terkena kondisi ini?

    Faktor-faktor tertentu bisa meningkatkan risiko kemunculan kanker kulit melanoma, seperti:

    • pernah mengalami luka bakar parah,
    • sering terpapar sinar ultraviolet,
    • ras tertentu (umumnya Kaukasia),
    • banyak tahi lalat pada tubuh,
    • adanya freckles (bintik-bintik coklat pada kulit),
    • riwayat keluarga yang terkena melanoma,
    • sistem kekebalan tubuh yang lemah, atau
    • xeroderma pigmentosum (XP), suatu kondisi langka yang membuat sel kulit tidak mampu memperbaiki kerusakan DNA.

    Tidak memiliki faktor-faktor risiko di atas bukan berarti Anda tak mungkin terkena penyakit ini. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

    Diagnosis kanker melanoma

    Untuk mendiagnosis kanker ini, dokter terlebih dahulu akan bertanya tentang gejala dan riwayat kesehatan keluarga Anda.

    Selain itu, dokter mungkin melakukan berbagai pemeriksaan berikut.

    • Pemeriksaan fisik dengan mempertimbangkan bentuk, ukuran, dan warna tahi lalat.
    • Biopsi kulit, yakni pengambilan sampel kulit pada area tahi lalat yang dicurigai untuk diperiksa di laboratorium.
    • Biopsi kelenjar getah bening untuk mengetahui apakah sel kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening terdekat.
    • Tes pencitraan dengan sinar X, CT scan, MRI scan, atau PET scan (menggunakan radioaktif).
    • Tes darah, terutama untuk mendeteksi melanoma yang telah menyebar.

    Pilihan pengobatan yang tersedia

    kenapa kanker kulit sulit disembuhkan

    Pada umumnya, pengobatan untuk kanker kulit dilakukan dengan cara operasi. Namun, kanker kulit melanoma memiliki berbagai pilihan pengobatan yang bisa disesuaikan dengan kondisi kesehatan seperti di bawah ini.

    Pengobatan tahap awal

    Untuk tahap awal, dokter bisa melakukan pembedahan untuk mengangkat kanker kulit dan area sekelilingnya. Seberapa banyak kulit yang diangkat tergantung pada seberapa dalam melanoma telah tumbuh.

    1. Operasi

    Operasi atau pembedahan jadi pengobatan utama untuk sebagian besar kasus melanoma. Jika dilakukan pada tahap awal, pembedahan bisa membantu menyembuhkan penyakit.

    Akan tetapi, operasi juga dapat dilakukan saat kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening di sekitarnya. Dokter akan menghilangkan kelenjar yang terkena untuk membantu menyembuhkan penyakit.

    2. Terapi radiasi

    Terapi ini dilakukan dengan menggunakan sinar berdaya tinggi, seperti sinar X (X-ray), untuk membunuh sel kanker. Hal ini bisa langsung dilakukan atau pascaoperasi pengangkatan kelenjar getah bening.

    Selain itu, terapi juga digunakan untuk meringankan gejala kanker yang telah menyebar ke area lain pada tubuh pasien. Terapi radiasi memiliki berbagai efek samping, seperti:

    • kulit seperti terbakar,
    • perubahan warna kulit,
    • rambut rontok,
    • kelelahan, dan
    • mual, terutama bila radiasi dilakukan pada perut.

    Pengobatan melanoma yang telah menyebar

    Bila kanker kulit telah menyebar (metastasis), pilihan utama pengobatan adalah terapi sistemik yang mencakup keseluruhan tubuh. Terapi ini bisa berupa kemoterapi, imunoterapi, dan terapi target.

    1. Kemoterapi

    Kemoterapi bertujuan menghancurkan sel kanker dengan menggunakan obat-obatan. Biasanya, kombinasi obat akan diberikan melalui infus intravena (IV) atau diminum langsung.

    Obat ini akan menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah dan menyerang sel-sel kanker yang telah menyebar di luar kulit.

    2. Terapi biologis (imunoterapi)

    Terapi ini berfungsi meningkatkan sistem imun agar tubuh mampu melawan kanker. Imunoterapi kanker menggunakan zat buatan yang mirip dengan zat antikanker alami di dalam tubuh.

    Adapun efek samping yang mungkin pasien rasakan akibat dari pengobatan antara lain badan menggigil, kelelahan, demam, sakit kepala, dan nyeri otot.

    3. Terapi target

    Terapi ini dilakukan dengan obat-obatan yang dirancang untuk menargetkan sel dan protein penyebab kanker. Nantinya, ini membantu memperlambat pertumbuhan tumor sehingga kualitas hidup pasien akan meningkat.

    Berbagai efek samping yang biasanya muncul dari terapi target sangat tergantung dari obat yang digunakan. Adapun efek samping paling umum yang akan muncul yaitu:

    • mual,
    • penebalan kulit,
    • ruam kulit, dan
    • meningkatnya sensitivitas terhadap sinar matahari.

    Pengobatan di rumah untuk kanker melanoma

    melindungi kulit dari matahari

    Selama dan setelah menjalani pengobatan untuk kanker kulit melanoma, ada perubahan gaya hidup dan perawatan rumahan yang perlu Anda lakukan sebagai berikut.

    • Tidak merokok.
    • Tidak berjemur di bawah sinar matahari pada siang hari.
    • Konsumsi makanan bergizi seimbang.
    • Tetap aktif bergerak dan berolahraga sesuai kemampuan.
    • Menurunkan berat badan dan menjaga berat badan tetap ideal.
    • Hindari stres dengan berbagai teknik relaksasi, seperti yoga atau meditasi.
    • Mengikuti kelompok pendukung (support group), misalnya perkumpulan orang dengan melanoma agar tak merasa sendirian.

    Pencegahan kanker melanoma

    Pencegahan kanker kulit memerlukan upaya Anda untuk melindungi diri dari radiasi sinar UV matahari yang berbahaya bagi kesehatan kulit.

    Dikutip dari Skin Cancer Foundation, ada berbagai cara yang dianjurkan untuk mencegah kanker kulit melanoma seperti berikut.

    • Menghindari paparan sinar matahari berlebih pada siang hari.
    • Menggunakan tabir surya (sunscreen) saat berkegiatan di luar ruangan dengan minimal SPF 30 atau lebih.
    • Menggunakan pakaian tertutup saat berada di luar ruangan dengan kacamata hitam atau topi untuk perlindungan menyeluruh.
    • Menjauhkan diri dari berbagai hal yang bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh, seperti menghindari HIV dengan tidak melakukan seks bebas.
    • Memeriksa kondisi kulit secara teratur dan segera memeriksakan diri saat ada perubahan yang tidak biasa.

    Apabila ada pertanyaan lebih lanjut, sebaiknya konsultasikanlah dengan dokter untuk mendapatkan solusi terbaik dari masalah Anda.


    Pernah alami gangguan menstruasi?

    Gabung bersama Komunitas Kesehatan Wanita dan dapatkan berbagai tips menarik di sini.


    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Melanoma. Mayo Clinic. (2022). Retrieved 18 May 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/melanoma/symptoms-causes/syc-20374884

    Melanoma Skin Cancer. American Cancer Society. (2022). Retrieved 18 May 2022, from https://www.cancer.org/cancer/melanoma-skin-cancer/about.html

    Melanoma: A Dangerous Skin Cancer. Skin Cancer Foundation. (2022). Retrieved 18 May 2022, from https://www.skincancer.org/skin-cancer-information/melanoma/

    Skin Cancer Prevention: Protect Yourself With a Complete Approach. Skin Cancer Foundation. (2022). Retrieved 18 May 2022, from https://www.skincancer.org/skin-cancer-prevention/

    Types of Melanoma. Memorial Sloan Kettering Cancer Center. (2022). Retrieved 18 May 2022, from https://www.mskcc.org/cancer-care/types/melanoma/types-melanoma

    Ferri, Fred. Ferri’s Netter Patient Advisor. Philadelphia, PA: Saunders / Elsevier, 2012. Print. Page 117

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Satria Aji Purwoko Diperbarui Jul 05
    Ditinjau secara medis oleh dr. Bob Andinata Sp.B (K) Onk