home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Garis Putih di Kuku Anda Bisa Menjadi Gejala dari Penyakit Tertentu

Garis Putih di Kuku Anda Bisa Menjadi Gejala dari Penyakit Tertentu

Salah satu cara mendeteksi kesehatan tubuh yakni melihat kondisi kuku, mulai dari warna, bau, hingga kulit di sekitarnya. Lantas, apa artinya bila Anda memiliki garis putih di permukaan kuku? Simak jawabannya di bawah ini.

Penyebab munculnya garis putih di kuku

Leukonychia adalah sebutan untuk munculnya bercak putih di kuku. Meski namanya terdengar serius, kondisi kuku ini tidak berbahaya.

Ada berbagai hal yang bisa memicu kemunculan warna putih pada kuku Anda. Berikut ini beragam penyebabnya.

1. Reaksi alergi

cat kuku kutek

Garis putih di kuku ternyata bisa disebabkan oleh reaksi alergi terhadap cat kuku atau penghapus cat kuku.

Penggunaan cat kuku bisa memunculkan bintik-bintik putih pada kuku pada beberapa orang. Selain itu, cat kuku akrilik atau jel dapat merusak kuku dan menyebabkan bercak putih tersebut.

2. Trauma

Selain reaksi alergi, garis putih di kuku lebih sering terjadi akibat trauma. Begini, cedera pada lempeng kuku atau area pertumbuhan kuku (matriks) dapat menyebabkan kerusakan kuku.

Jenis trauma ringan ini biasanya terjadi pada anak-anak yang memungkinkan timbulnya bercak putih pada kuku.

Ada pun beberapa kebiasaan yang bisa menimbulkan cedera pada kuku ini, yakni:

  • menggigit kuku,
  • manikur atau pedikur,
  • sepatu atau sandal terlalu kecil, atau
  • kuku tertabrak sesuatu.

3. Infeksi jamur

Onikomikosis atau infeksi jamur kuku sering kali ditandai dengan bercak putih pada kuku kaki.

Infeksi ini bisa berkembang dan menyebar hingga ke bantalan kuku. Kuku kaki Anda mungkin akan tampak terkelupas, menebal, dan mudah rapuh.

Bila sudah begitu, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter guna mendapatkan perawatan yang tepat.

4. Efek samping obat-obatan

psoriasis kuku, infeksi jamur kuku

Nyatanya, efek samping dari obat-obatan atau perawatan tertentu bisa menjadi penyebab munculnya garis putih di kuku Anda.

Meski begitu, pengaruh dari obat-obatan cukup jarang memicu masalah kuku ini. Namun, tidak ada salahnya untuk mengetahui perawatan apa saja yang menimbulkan bercak pada kuku, yakni:

  • keracunan logam berat, seperti timbal atau arsen,
  • kemoterapi melalui mulut, suntikan, atau infus, dan
  • sulphonamides, yakni obat untuk infeksi bakteri pada kulit atau septikemia.

5. Penyebab lainnya

Selain keempat kondisi di atas, ada berbagai masalah kesehatan lainnya yang bisa menyebabkan bercak putih di kuku, yakni:

  • anemia defisiensi zat besi,
  • sirosis hati,
  • penyakit ginjal,
  • gagal jantung,
  • diabetes,
  • kekurangan protein pada usus,
  • defisiensi seng,
  • hipertiroidisme,
  • psoriasis, dan
  • eksim.

Jenis garis putih di kuku dan artinya

Bila leukonychia total merupakan bercak putih yang menutupi seluruh lempeng kuku, tidak dengan leukonychia parsial.

Leukonychia parsial termasuk bentuk umum yang dibagi menjadi 3 jenis. Berikut ini beberapa jenis bercak putih di kuku beserta artinya.

1. Leukonychia punctata

penyakit kuku dan masalah pada kuku

Leukonychia punctata merupakan jenis yang paling sering dijumpai. Garis putih di kuku ini akan muncul pada beberapa kuku jari Anda.

Bercak putih pada kuku ini umumnya disebabkan oleh trauma atau cedera pada kuku. Anda tidak perlu khawatir karena warna putih tersebut akan menghilang dengan sendirinya setelah kuku melakukan regenerasi.

2. Leukonychia striata

Leukonychia striata terjadi ketika bercak putih pada kuku tampak seperti garis yang sejajar dengan kuku.

Hal ini biasanya menjadi pertanda tubuh mengalami masalah seperti:

Jika Anda menjumpai bercak putih seperti ini, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter.

3. Leukonychia partialis

Pada kondisi ini, bercak putih akan muncul di bagian lempeng kuku (nail plate) yang dianggap sebagai fase awal dari leukonychia totalis.

Titik-titik putih pada kuku ini umumnya menjadi ciri-ciri masalah kesehatan yang membutuhkan perhatian medis. Itu sebabnya, sebaiknya konsultasikan dengan dokter ketika menjumpai masalah kuku ini.

Cara mengobati garis putih di kuku

Pengobatan leukonychia akan bergantung pada penyebabnya. Bila dokter belum yakin apa faktor pemicunya, Anda mungkin akan menjalani pemeriksaan tambahan, seperti:

  • mikologi,
  • biopsi kuku, dan
  • tes darah untuk mendeteksi penyakit sistemik.

Perlu diketahui bahwa tidak ada cara khusus mengobati garis putih di kuku, terutama yang disebabkan oleh cedera. Pasalnya, kuku akan tumbuh secara alami dan menggantikan warna tersebut.

Jika merasa khawatir, segera periksakan diri ke dokter guna memahami solusi yang tepat untuk Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Thomas, L. (2019). Types of Leukonychia. News Medical. Retrieved 27 April 2021, from https://www.news-medical.net/health/Types-of-Leukonychia.aspx 

Oakely, A. (2016). White Nails. DermNet NZ. Retrieved 27 April 2021, from https://dermnetnz.org/topics/white-nail/ 

Leukonychia totalis. (2014). Genetic and Rare Diseases Information Center. Retrieved 27 April 2021, from https://rarediseases.info.nih.gov/diseases/9759/leukonychia-totalis 

Fingernails: Do’s and don’ts for healthy nails. (2019). Mayo Clinic. Retrieved 27 April 2021, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/adult-health/in-depth/nails/art-20044954

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Yuliati Iswandiari
Tanggal diperbarui 15/02/2017
x