Apa Akibatnya Jika Tubuh Kehabisan Oksigen Sama Sekali? (Tidak Cuma Sulit Bernapas, Lho!)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 November 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Sesak napas atau sulit bernapas mungkin menjadi hal paling pertama yang mungkin terlintas di pikiran Anda begitu membayangkan tubuh tidak bisa mendapat oksigen. Kita memang perlu oksigen untuk bisa bernapas. Akan tetapi, peran oksigen dalam tubuh tidak cuma itu. Anoksia adalah kondisi gawat darurat yang terjadi ketika tubuh tidak mendapat asupan oksigen sama sekali. Anoksia dapat berdampak fatal hanya dalam waktu singkat.

Anoksia adalah kondisi tubuh yang kehabisan oksigen

Anoksia adalah kondisi ekstrem yang terjadi ketika tubuh sudah benar-benar kehilangan simpanan oksigen. Anoksia biasanya tidak terjadi tiba-tiba, melainkan berkembang dari kondisi hipoksia yang tidak tertangani. Hipoksia itu sendiri adalah kondisi jaringan tubuh yang kekurangan asupan oksigen.

Setiap sel, jaringan, dan organ dalam tubuh membutuhkan oksigen agar bisa berfungsi baik. Ketika tubuh benar-benar kehabisan cadangan oksigen, organ-organnya bisa mengalami luka yang dikenal dengan kerusakan hypoxic-anoxic.

Apa bahayanya?

Anoksia adalah kondisi yang sangat berbahaya bagi otak. Otak akan mengalami kerusakan berat akibat sel-selnya yang mati karena tidak mendapatkan oksigen. Kerusakan otak serius bisa mematikan jika tidak diatasi. Hanya butuh waktu sekitar 4 menit dari keadaan nol oksigen sama sekali sampai bisa menyebabkan kerusakan otak permanen, bahkan mungkin kegagalan fungsi total.

Tidak hanya otak yang bisa mengalami kerusakan akibat anoksia. Berbagai organ yang fungsinya mengandalkan kerja otak, seperti jantung dan ginjal, juga bisa mengalami kegagalan fungsi ketika si empunya tubuh mengalami anoksia.

Tanda dan gejala ketika tubuh mengalami anoksia

Anoksia tidak terjadi langsung, karena umumnya didahului oleh hipoksia dan gejala anoksia ringan. Anoksia ringan bisa muncul dalam beberapa saat setelah tubuh benar-benar kekurangan oksigen, dengan gejala seperti:

  • Perubahan suasana hati dan kepribadian yang sangat cepat
  • Sulit mengambil keputusan dan gangguan membaca situasi, menilai sesuatu. atau menarik kesimpulan
  • Hilang ingatan
  • Disorientasi (kebingungan, linglung)
  • Tidak dapat mengingat kata dan kesulitan berbicara
  • Merasa pusing disertai tubuh terasa lemas
  • Mengalami sakit kepala yang tidak biasa
  • Sulit berkonsentrasi

Dilihat sekilas, gejala awal dari anoksia ringan mungkin tidak terlalu kentara, bahkan mirip dengan kelelahan atau dehidrasi biasa. Namun, justru pada saat inilah waktu yang sangat penting untuk mendapatkan pertolongan medis secepatnya.

Setelah tubuh kehabisan oksigen, maka gejala anoksia mulai muncul yang ditandai dengan kejang-kejang, berhalusinasi, hingga tubuh ambruk dan kehilangan kesadaran.

Apa penyebab anoksia?

Bagaimana hipoksia pada awalnya bisa berkembang jadi anoksia akan tergantung dari jenis anoksia yang dialami. Anoksia dapat disebabkan oleh faktor internal tubuh, misalnya berkaitan dengan kesehatan jantung dan pembuluh darah, atau dari faktor eksternal seperti rendahnya kadar oksigen di udara atau menghirup racun.

Apa saja jenis anoksia yang umum?

Anemic anoxia

Penyebab anemic anoksia adalah kurangnya hemoglobin dalam pembuluh darah untuk mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh. Anemic anoksia berkaitan dengan anemia defisiensi zat besi atau kelainan darah thalassemia.

Toxic anoxia

Toxic anoksia terjadi ketika racun yang terhirup masuk ke dalam tubuh menyebabkan gangguan aliran darah, sehingga mengakibatkan kekurangan oksigen yang serius dalam tubuh. Jenis anoksia ini pada umumnya disebabkan oleh keracunan gas karbon monoksida yang berasal dari sisa bahan bakar kendaraan atau menghirup asap kebakaran.

Stagnant anoxia

Jenis anoksia ini berkaitan dengan penyakit kardiovaskuler seperti serangan jantung, stroke, aritmia, dan gagal jantung. Anoksia yang disebabkan oleh jantung tidak dapat memompa darah dengan baik bisa menyebabkan otak dan organ tubuh lainnya sangat kekurangan oksigen.

Anoxic anoxia

Anoxic anoksia adalah jenis anoksia yang terjadi karena rendahnya kadar oksigen, sehingga udara yang Anda hirup tidak mengandung cukup oksigen yang dibutuhkan tubuh.

Anoxic anoxia adalah salah satu masalah kesehatan yang umum yang dialami pendaki gunung. Semakin tinggi Anda mendaki, jumlah oksigen di udara akan semakin menipis. Namun demikian, tubuh membutuhkan lebih banyak oksigen selama beraktivitas fsik yang berat. Ketimpangan antara jumlah persediaan dan permintaan ini bisa menyebabkan tubuh akhirnya kekurangan oksigen.

Jenis anoxia ini juga dapat terjadi ketika seseorang tercekik, tenggelam, mengalami serangan asma, dan gangguan pernapasan lainnya.

Apa yang dapat dilakukan?

Langkah mengatasi anoksia akan disesuaikan dengan penyebabnya dan berapa lama tubuh telah mengalami kekurangan oksigen.

Jika sudah sampai menyebabkan kehilangan kesadaran, tubuh akan dipulihkan lewat tindakan resusitasi jantung-paru (CPR) dan pemasangan alat bantu napas ventilator. Gejala kejang akibat anoksiia juga harus ditangani secepatnya untuk mempermudah proses pemulihan.

Setelah mengalami anoksiia tubuh juga kemungkinan mengalami penurunan fungsi. Untuk itu diperlukan beberapa terapi yang dapat mempercepat pemulihan kerja sel otak, seperti:

  • Terapi wicara dengan menggerakan mulut untuk mempermudah berkomunikasi dan menelan makanan
  • Terapi fisik yang berfokus pada terapi berjalan dan kemampuan mengendalikan tubuh
  • Terapi okupasi untuk menyesuaikan dengan kondisi kehidupan sehari-hari
  • Terapi konseling untuk membantu menyesuaikan diri dengan perubahan
  • Terapi rekreasional, meliputi mendengarkan musik, membuat seni, bermain permainan serta olahraga untuk memulihkan kebugaran.

Terlepas dari dampak yang ditimbulkan anoksia, tujuan terapi adalah meningkatkan kualitas jidup setelah mengalaminya. Oleh karena itu, terapi rutin merupakan hal penting untuk memperbaiki pola aktivitas seseorang setelah pulih dari anoksia.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

9 Bahaya yang Bisa Terjadi Jika Nekat Bikin Tato di Mata

Tertarik ingin mata Anda berwarna tidak hanya warna putih saja? Tato mata bisa jadi jawabannya. Sebelum lakukan, cari tahu dulu bahayanya di sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Kesehatan Mata, Penyakit Mata 3 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Stres Bisa Membuat Anda Sesak Napas, Ini Alasannya

Stres dapat memengaruhi berbagai fungsi tubuh, termasuk menimbulkan sesak napas. Lantas, apa yang menyebabkan sesak napas saat stres?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu Lestari
Penyakit Pernapasan Lainnya 3 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Apakah Produk Pembersih di Rumah Anda Sebabkan Masalah Pernapasan?

Kandungan dalam berbagai produk pembersih rumah bisa menimbulkan masalah kesehatan. Bagaimana cara memilih dan mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 3 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit

5 Khasiat Minyak Daun Basil untuk Kesehatan Tubuh

Selain digunakan sebagai bumbu masak rica-rica, daun basil juga bisa diekstrak menjadi minyak yang baik untuk kesehatan tubuh Anda.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Herbal A-Z 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

berhenti minum pil kb

7 Hal yang Bisa Terjadi Pada Tubuh Jika Anda Berhenti Minum Pil KB

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
mencium bau

Kenapa Beberapa Orang Cenderung Susah Mencium Bau?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
mudah dihipnotis

Mengapa Sebagian Orang Mudah Dihipnotis, Sementara yang Lain Tidak?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
jenis kanker

Mengenal Angiosarkoma, Kanker yang Sering Menyerang Kulit Kepala dan Leher

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit